Terlahir tampan, cerdas serta kaya adalah Impian semua orang. Tetapi berstatus jomblo di usia 28 bagi Aydan cukup meresahkan. Bukan karena tidak di sukai wanita, justru ia bagaikan gula yang di kerubuti semut. Semua wanita dari yang muda hingga janda, berlomba ingin menjadi istri seorang Aydan. Bahkan rela jadi yang kedua, ketiga dan seterusnya.
Masalah terbesar bagi Aydan ialah siapa wanita yang memiliki hati yang tulus menerimanya. Tidak memandang fisik dan uangnya. Hari gini, nyari yang original dan berhati baik itu bagai mencari jarum pada tumpukan Jerami bukan?
Berperan sebagai cleaning servis di rumah sakitnya sendiri adalah trik Aydan mencari wanita berhati emas, yang sudah hampir punah di muka bumi ini.
Simak petualangan cinta Aydan Atthallah Hildimar anak dari pasangan fenomenal Kevin Sebastian Mahesa dan Monalisa Hildimar pada OB Milik CEO.
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 : ATURAN BARU
Aydan memang seorang direktur sebuah rumah sakit swasta yang bisa di katakan elit, canggih juga lengkap. Tetapi karena posisinya yang tinggi membuatnya tidak detail dengan hal kecil yang tidak berhubungan langsung dengannya. Seandainya ia tidak jadi cleaning servis, mana ia tau ada pegawainya seperti Markonah itu. Yang bahkan memiliki akses CCTV sendiri untuk memantau CS yang di bawahinya. Aydan merasa perlu memastikan siapa orang di belakang Markonah, sehingga ia bisa menjadi bos untuk para CS lainnya.
“Ibu Monalisa Hildimar? Becanda kamu. Hanya jika ada hal darurat saja ibu Dewan Komisaris itu datang ke sini.” Markonah terperangah.
“Iya bu Ona, begitu nama yang Pak Anggara sebutkan ketika saya gak sengaja lewat di lantai atas.” Belum selesai Aydan bicara, Markonah kurang ajar itu sudah berbalik saja dari hadapan Aydan dan berjalan ke ruangan alias markasnya yang sering terkunci jika ia tidak berada di tempat. Mungkin di situ isinya monitor CCTV semua kali dan banyak rahasia lainnya.
“Hah, box makanku.” Aydan tepok jidat. Setelah baru ingat terakhir sebelum Muna datang ia sedang kenalan dengan gadis manis di lantai tiga. Saking terkejutnya akan kedatangan Muna, sampai lupa merapikan box makannya.
Awalnya Aydan mengira bertugas di kamar Jenazah itu bagian dari penyiksaan, ternyata ia salah. Justru di bagian itu tempat yang tidak banyak pekerjaan, jadi ia punya banyak waktu untuk hilang-hilang untuk berubah wujud. Aydan kini sudah di lantai 3 menuju tempat dimana ia dan Alluna berkenalan tadi, tapi gadis yang di carinya sudah tidak ada di sana. Box bekalnya juga sudah raib, Aydan berkeliling mebuka tiap tong sampah di sana. Mungkin saja boxnya sudah di buang oleh Alluna.
Nihil, box bekal berwana favoritnya itu tidak ia dapatkan. Kembali ke kamar jenazah untuk kembali berjaga di sana adalah hal benar. Sebab ingin ikut rapat luar bias aitu tidak mungkin dengan rambut lepek dan kakunya itu. Ini semua gegara Marlin Perempuan jadi-jadian itu, yang belum memberi kabar tentang pesanan wig yang ia mau untuk jaga-jaga bila sewaktu harus jadi Aydan.
“Pokoknya saya tidak mau tau bagaimana sistemnya, mulai hari ini khusus untuk pegawai rumah sakit ini apapun jenis pekerjaannya di bagian apa saja. Yang gaji masih di bawah 5 juta, boleh mendapatkan perawatan dengan tarif lunak. Dengan syarat, bukan pegawai magang. Minimal 2 tahun bekerja di sini.” Muna dengan tegasnya menyampaikan keputusannya yang tidak berani siapapun menyelanya.
“Bagian HRD, kalian segera buat daftar nama pegawai yang saya maksudkan tadi. Lalu datakan dengan lengkap hingga status pernikahan dan jumlah anak-anak mereka. Buatkan kartu khusus sebagai penanda mereka mendapatkan keringanan biaya berobat.” Muna kalau sudah bicara sebagai pemimpin rapat memang ga ada obat, keren beet.
“Satu lagi, pastikan mereka mendapatkan diskon hingga 70% bagi istrinya hamil hingga melahirkan. Pastikan mereka melakukan pemeriksaan rutin secara berkala hingga lahiran. Kita akan ikut mensukseskan program pemerintah dalam mengurangi tingginya angka stunting di Indonesia. Karena penyebab stunting bukan karena asupan gizi kurang pada bayik, tapi bahkan dari ia terbentuk menjadi janin dalam perut ibunya.” Gak ada obat sumpah, ini Dewan Komisaris yang terhormat sudah kayak Capres Kampanye beneran, programnya memang mendadak tapi terdengar sangat memanusiakan manusia demi Indonesia tercinta.
“Ijin bu.” Sela salah satu pegawai di bagian administrasi.
“Silahkan.”
“Tentang diskon itu berlaku mulai kapan? Apakah tunggu kami selesai mendata dulu?” tanyanya merasa pekerjaan akan bertambah karena ide baru Muna.
“Hari ini, sedapat mungkin kalian cari info secepatnya tentang keluarga para pegawai di sini. Bisa saja ada anaknya yang sakit, atau istrinya hamil tua. Para kepala bidang masing-masing tentu bisa mendapatkan info cepat untuk data ini. Perhatikan absensi, lihat alasan mereka tidak masuk. Jika alasan sakit segera tangkap dan rawat di sini. Jangan ada pegawai kita yang sakit sampai berobat di mana-mana, mereka wajib mendapatkan pengobatan di sini.” Tegas Muna lagi.
Tampak beberapa pegawai saling pandang, tidak paham dengan aturan baru yang mendadak dan memerlukan gerak cepat ini. Namun misinya memang baik. Hanya melaksanakannya agak ribet, sebab akan berdampak langsung pada pemasukan dan pendapatan rumah sakit ini.
“Ijin bu.” Bagian keuangan ikut angkat bicara.
“Silahkan.”
“Bagaimana dengan jasa dokter nantinya, karena dengan adanya diskon dan perawatan seperti yang ibu sampaikan tadi. Jelas akan berdampak pada mereka, misalnya bagi jasa dokter spesialis bedah, kandungan yang melakukan pekerjaan lebih banyak dari dokter lainnya.” tanyanya agak bingung.
“Bukankah tidak semua keluarga pegawai kita tiap hari patah tulang atau melahirkan. Yang pasti sampaikan pada para dokter spesialis yang bekerja di sini. Bahwa ada aturan ini, jika kalian tidak bisa menyampaikannya, buat jadwal rapat selanjutnya yang siap saya pimpin dan hadiri. Dengan mengundang mereka semua.” lanjut Muna sembari menatap arlojinya yang tersambung dengan ponsel canggih. Huh, si bucin 10 menit lagi akan melakukan VC dengannya.
“Rapat saya tutup, jangan lupa beri jadwal rapat selanjutnya. Selamat bekerja kembali.” Muna segera meninggalkan ruang rapat dan masuk lagi ke ruangan direktur. Siap menerima panggilan dari suami tercintanya.
Muna tidak perlu untuk pamit pada Aydan, gerombolan dewan komisaris beserta para ajudannya sudah pergi saja ke lokasi proyek tadi. Karena Kevin ingin melakukan video call di tempat itu untuk ia pantau dari gawai istrinya.
Aydan punya akses pribadi menuju ruangannya, bagai masuk pintu doraemon ia sudah berada di dalam ruangannya. Berselancar dengan laptop untuk mencari data di bagian mana Alluna bertugas. Bisa saja kan ia nanti minta jadwal tambahan sama Markonah biar bisa sering-sering liat si nona dokter itu. Echeem, apa Aydan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Alluna?
Jam kerja Aydan hanya 8 jam, sifnya di atur semua pagi untuk 7 hari kedepan. Sehingga pda pukul 3 sore ia sudah bisa bebas menjadi direktur. Menghubungi Marlin si wanita jadi-jadian adalah pilihannya, sebab si centil itu sudah menjanjikannya rambut palsu untuk memudahkannya berganti rupa.
Tok tok
“Permisi pak.” Anggara sudah muncul di depan ruangannya.
“Iya.”
“Maaf kami tadi melakukan rapat bersama Ibu Monalisa.” Info Anggara.
“Oh, iya. Jadi bagaimana?” tanya Aydan dan selanjutnya Anggara menjelaskan beberpa hal yang Muna sampaikan dalam rapat tadi.
“Sudah dapat datanya?” tanya Aydan pada Anggara.
“Sedang di kerjakan.” Jawab Anggara.
“Pegawai di bergaji di bawah 5 juta itu pasti semua CS dan Satpam. Kamu tinggal minta data dengan kepala CSnya saja. Ona iya sama bu Ona saja.” Rekom Aydan pada Anggara.
“Iya sudah Pak. Ibu Ona sangat baik dalam hal di ajak berkoordinasi, ia juga sudah menyampaikan jika istri CSnya ada tiga yang hamil tua.” Lanjut Anggara. Aydan mengangguk-angguk.
“Pak Angga, apa kamu tau siapa orang di belakang Ona itu?” penasaran Aydan mengarah pada Markonah.
Bersambung …
Spoiller
Bagi yang tidak kenal dengan Alluna silahkan mampir di karya pertama Nyak dengan Judul Di Balik Layar ya. Dari Novel itu Alluna berasal, lahir dari pasangan Darel dan Anin yang cukup berliku-liku kisah cintanya.
Kemudian bagi yang mau kepoin perjalanan cinta Alluna di masa remaja, silahkan mampir di Karya Author Suesant SW dengan judul Ciuman Terakhir masih ongoing. Silahkan cari, baca n like.
Maaf tidak ada pantun pagi ini. Isinya mengandung iklan semua.
Makasih🌹🌹👍👍☕☕
ada pisang di gantung tali
udah lama nyak menghilang
apakah cerita masih berlanjut ?