Olivia, Jatuh cinta dengan senior di kampusnya. Pernyataan cintanya ditolak dan dibenci seluruh kampus. Hidupnya berantakan, ibunya menjadi sasaran kemarahan dari orang-orang yang membencinya.
Untuk mengakhiri semua penderitaan, ia menjauhi seniornya, meninggalkan kota dan pindah ke kampus lain. Disaat kepergiannya, sosok pria yang sangat ingin ia hindari justru menyatakan cinta padanya.
Lalu bagaimana Olivia harus menanganinya? Apakah ia akan menerima cinta pria itu atau justru menolaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Nurmaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Olivia yang sedang berbaring di ranjangnya, dikejutkan oleh suara ponselnya yang berdering di atas meja. Olivia lalu mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera, itu adalah Alex yang menelponnya. Ia menggeser tombol hijau dan mendekatkan ponsel ke telinganya.
"Halo, kak"
Ia menjawab dengan pelan.
"Selasa malam kamu sibuk tidak?"
Olivia mengkerutkan keningnya, Selasa malam ia memang tidak ada kegiatan selain membaca ulang revisi materi. Hari Rabu ia tidak ada jadwal belajar, jadi ia bisa membaca revisi materi ujiannya hari Rabu.
"Tidak, kak. Kenapa memangnya kak?"
"Saya ingin mengajak kamu untuk datang ke pesta ulangtahun mama"
Olivia melotot terkejut, apa dia tidak salah dengar. Pria itu ingin mengundangnya untuk datang ke ulangtahun mamanya. Padahal ia tidak kenal dan belum pernah bertemu dengan mamanya sebelumnya.
"Tapi aku kan tidak kenal dengan mama kakak. Nanti apa yang orang-orang di pesta akan katakan"
Olivia sebenarnya juga ingin pergi, pasti menyenangkan jika bisa pergi ke pesta, sudah lama ia tidak pergi ke pesta. Tapi, itukan ulangtahun mama nya, pasti tamu-tamunya adalah orang-orang dari kalangan atas. Ia tidak ingin mempermalukan keluarga Alex dengan kedatangan tamu rendahan seperti dia.
"Aku sudah bilang sama mama untuk mengundang mu dan mama setuju. Mama juga ingin menemuimu"
"Menemui ku? Untuk apa?"
Olivia bertanya dengan heran. Untuk apa mamanya ingin bertemu dengannya, padahal ia tidak pernah bertemu sebelumnya. Ia memikirkan hal-hal buruk didalam kepalanya. Apakah mamanya ingin menasehatinya agar tidak dekat-dekat dengan anaknya lagi?
"Saya tidak tau, saya hanya menyampaikan pesannya saja"
"Aku akan ikut"
Olivia terpaksa menerimanya, ia tidak punya alasan lagi untuk menolak.
"Bagus, nanti aku yang akan menjemputmu"
Olivia menutup telepon dengan gelisah, ia tiba-tiba merasa tidak tenang. Apakah ia sudah mengambil keputusan yang tepat untuk datang ke pesta itu?
.....
"Kenapa wajah anak ibu seperti orang bingung?"
Olivia yang merenung di ruang tamu langsung menatap kedatangan ibunya. Sejak tadi malam ia selalu memikirkan untuk memberi hadiah apa ke pesta ulangtahun. Tidak mungkin ia datang dengan tangan kosong, harus ada sesuatu yang ia bawah.
"Olivia lagi memikirkan sesuatu, Bu"
Olivia menatap ibunya dengan bingung, tangannya diletakkan menumpuh dagunya di atas meja.
"Memikirkan apa?"
"Olivia bingung mau memberikan apa untuk hadiah ulangtahun orangtuanya senior Oliv, Bu. Menurut ibu, Oliv harus memberikan hadiah apa?"
Matanya menatap berbinar pada ibunya, berharap ibunya juga bisa memberinya solusi. Apalagi usia ibunya pasti tidak jauh berbeda dengan usianya mama kak Alex.
"Bagaimana dengan barang-barang yang disukainya?"
"Katanya barang-barang dikamarnya sudah terlalu banyak. Jadi tidak mungkin untuk memberikan barang lagi"
Olivia awalnya juga menganjurkan untuk membeli barang yang disukai waktu di mall kemarin, tapi katanya barang-barangnya sudah terlalu banyak di kamar. Jadi tidak mungkin ia membeli barang juga. Apalagi barang-barangnya pasti mahal semua.
"Hmm, bagaimana dengan kue?"
"Tapi, di pesta pasti juga ada kuenya Bu?"
Di pesta pasti juga akan ada kuenya, apalagi pesta ulangtahun, bahkan kuenya pasti bakalan lebih bagus dan lebih mahal lagi dari yang akan dia bawa.
"Justru itu, kamu harus bisa membuat kue yang berbeda dari biasanya"
"Ibu benar. Aku akan memberikannya hadiah kue, tapi kue ini akan aku buat berbeda dari kue lainnya. Sekarang aku mau beli bahan-bahannya dulu ya, Bu. Acaranya besok sudah dimulai"
Olivia tiba-tiba mendapatkan sebuah ide yang bagus. Ia bangkit dan berdiri dengan senang, membayangkan rencananya untuk membuat kue yang berbeda dari biasanya sebagai hadiah.
"Iya, hati-hati"
.....
Ia saat ini sedang berada di supermarket kota, supermarket di ujung gang nya sedang tutup. Jadi terpaksa ia harus naik taxi untuk pergi ke supermarket kota. Ia memperhatikan rak dibagian khusus kue.
Untuk membuat kue ia perlu tepung khusus kue, telur, margarin, dan matcha. Ia berencana untuk membuat kue dengan rasa matcha, setiap wanita pasti menyukai rasa matcha.
Ia juga memerlukan vanila agar kuenya harum, tapi kenapa vanila nya terletak paling atas rak. Ia memperhatikan sekelilingnya, tidak ada satu petugas pun yang bisa membantunya untuk mengambil vanilla itu.
Dengan terpaksa ia berjinjit, tangannya terus terulur untuk mencapai barang yang ia inginkan. Keringat tipis sudah mengalir di dahinya, ia terus berjinjit dan hampir saja ia akan terjatuh jika sebuah tangan tidak menariknya.
Ia ingin mengucapkan terimakasih karena orang itu sudah membantunya dan mengambilkan vanila. Ia berbalik ke belakang dan...
"Kak Alex?"
Ia mengkerutkan dahinya saat melihat sosok pria yang dikenalnya berdiri dihadapannya sekarang. Dengan kemeja yang formal, seperti pegawai kantoran.
"Kenapa kamu disini?"
Pria itu bertanya dengan dingin pada wanita dihadapannya. Wanita itu hanya menggunakan kaus dan celana pendek, padahal diluar sangat panas.
"Aku sedang membeli bahan-bahan untuk membuat kue, supermarket disekitar rumah sedang tutup. Jadi aku pergi ke supermarket kota"
Olivia menjelaskan kedatangannya dan memperlihatkan barang belanjaannya di keranjang yang ia pegang.
"Hmm"
"Kakak kenapa disini?"
Olivia balik bertanya, bukankah suatu kebetulan bertemu ditempat yang sama?
"Aku melihat mu masuk dan berniat untuk menyapa mu, sekaligus membeli beberapa minuman soda"
Pria itu menjelaskannya dengan detail, Olivia hanya mengangguk mengerti.
"Aku sudah selesai berbelanja, aku pergi duluan ya kak?"
Olivia berniat berbalik dan pergi ke kasir untuk menyerahkan belanjaannya. Tapi Alex tiba-tiba menarik tangannya kuat, untung saja barang belanjaan yang ia bawa tidak terjatuh. Kalau rusak, ia harus terpaksa menggantikannya.
"Tunggu"
" ? "
Olivia melihat pria dihadapannya terdiam sesaat. Memikirkan kalimat apa yang selanjutnya dikatakan oleh pria itu.
"Aku akan mengantarmu kembali"
"Tidak perlu, kak. Kakak sepertinya sangat sibuk, aku bisa pulang sendirian dengan taksi"
Olivia langsung menolaknya, ia sudah selalu sering merepotkan pria itu. Tidak mungkin ia merepotkannya lagi dengan mengantarkannya pulang. Ia juga melihat pakaian yang dipakai pria itu, pasti pria itu sedang sibuk dengan urusannya.
"Tidak ada penolakan"
Tapi, sepertinya tidak ada gunanya menolak. Pria itu malah menarik tangannya menuju kasir, bahkan pria itu membayar semua barang belanjaannya. Olivia tentu saja menolak pada awalnya, tetapi menyadari tatapan maut dari pria itu, ia langsung mengecilkan hatinya.
Setelah barang belanjaan selesai dibayar, ia mengikuti pria itu ke parkiran. Memasukan semua barang belanjaannya ke bagasi dan masuk ke dalam mobil.
"Jangan lupa besok, aku akan menjemputmu"
Pria itu mengingatkannya tentang besok, ia bahkan mengatakan akan menjemput nya. Ia merasa seperti sedang memanfaatkan pria itu.
"Hmm"
Olivia keluar dari mobil dan mengambil barang belanjaannya, meninggalkan mobil yang masih berada di tempatnya semula. Sebelum ia mendengar suara mobil telah pergi.
Ia langsung masuk kedalam rumah, meletakkan barang-barang di dapur dan langsung membuat nya. Jika dibuat besok, ia takut tidak sempat. Karena besok ia ada jadwal belajar pagi dan pulang sore, sedangkan pestanya di malam hari. Oleh sebab itu ia memutuskan untuk membuat nya sekarang. Ibunya juga ikut membantu membuat nya, jadi ia tidak terlalu repot.
......... Bersambung.......
kamu tau yg paling keren dari novelmu cara Alex melindungi dan membalas penganggu hubungan mereka.
sumpah. juara! aku ga nyangka sampe ke situ.
jgn kecewain aku ya thor. novelmu menjadi fav ku
yg hrs celaka ya Emily! buat si Alex seperti saat dia memperlakukan Hana. mempertahankan miliknya. melindungi cintanya
dia bisa bersikap kejam ke Hana dk sampe membunuh Hana.
kenapa tdk bs bersikap kejam ke Emily.
toh sama aja. per3mpuan terobsesi ga jelas.