NovelToon NovelToon
Mas Sekdes I Love You

Mas Sekdes I Love You

Status: tamat
Genre:Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: Budy alifah

Masa muda Aruni Larasati yang damai mulai terusik ketika dia dijodohkan dengan Panji Mahendra anak sahabat orang tuanya.

Aruni mendadak disebut pelakor karena hadir diantara Panji dan pacarnya.

Panji mengajukan perjanjian kontrak pernikahan selama satu tahun. Setelah satu tahun mereka akan cerai. Untuk menutupi kesepakatan itu mereka tetap satu rumah. Namun, pisah ranjang.

Akankah mereka cerai atau justru saling jatuh cinta?



Untuk tahu kisahnya, yuk intip lalu baca Mas Sekdes I love you

Jangan lupa Like, komentar, vote 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Budy alifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Panji menarik Aruni dalam pelukannya erat, dia pikir yang dipeluknya itu bantal guling. Begitu pula Aruni, dia merasa nyaman dalam pelukan Panji.

Kedua mata Panji terbelalak saat mendengar alarm miliknya yang berbunyi keras. Dia melepaskan pelukanya dan mendorong Aruni hingga dia berguling jatuh.

“Ah!” pekik Aruni sembari memegangi pinggangnya.

“Lo gila!” seru Aruni.

“Lo ngapain tidur di kamar gue, modus ya!” tuduh Panji.

“Amnesia lo, kan yang suruh gue tidur di sini lo,” dengus Aruni. Dia kembali menjatuhkan tubuhnya di kasur. Matanya masih ngantuk, masih terlalu pagi untuk dia bangun.

“Terus ngapain lo tidur lagi?” Panji berkacak pingang.

“Ini masih pagi, lo kenapa sih ngomel aja,” Aruni kesal, jam tidurnya terganggu olehnya.

“Lo itu bebal banget ya, gue mau mandi pergi sana!” usir Panji.

“Mandi tinggal mandi, repot amat. Mau gue mandiin?” ucapnya tanpa sadar.

Panji membulatkan kedua matanya, dia bergidik ternyata istri kontraknya itu gila. Panji menarik tangan Aruni hingga dia terduduk. Panji mengguncangkan tubuh Aruni agar dia membuka matanya.

“Uni! Bangun!” teriaknya Panji pas di telinga Aruni.

Aruni langsung terduduk dengan kedua mata yang berbuka lebar.

“Coklat, kacang, susu,” serunya.

Panji sedikit menarik ujung bibir kiri dengan dahi yang sedikit berkerut. Dia sedikit menunduk seraya memiringkan kepalanya.

“Heh! Bangun!” tangannya menggoncangkan tubuh Aruni.

Aruni mendengus kesal, dia langsung saja berdiri sehingga menabrak Panji. Panji menarik tubuh Aruni sehingga mereka jatuh di lantai bersamaan.

Aruni berada di atas Panji, mereka saling bertatapan dengan kedua mata yang membulat. Merasakan hangatnya bibir mereka yang saling bersentuhan.

Aruni menggigit bibir bawah Panji, lalu berlari keluar kamar.

“Dasar cewek gila!” teriak Panji.

“Cowok mesum!” sahut Aruni.

Panji menuju ke kamar mandi, dia bercermin mengecek bekas gigitan dari Aruni. Dia berdesis menyentuh bibirnya yang berdarah.

“Dasar cewek gila!” umpatnya.

Kehidupan yang tenang kini telah menghilang dari Panji. Dia tahu kalau saat ini Aruni memanfaatkan kelemahannya.

Aruni duduk dengan memegang dagunya, sesekali dia hendak terjatuh karena masih mengantuk.

“Uni, kamu kelihatanya lelah sekali. Semalam begadang?” tanya Ismara.

Aruni menguap, “Iya Ma, semua ini salah Mas Panji.”

“Panji, kamu apaakan istri kamu?” Ismara memarai Panji. Panji yang baru saja keluar dari kamar bengong.

“Mama itu kenapa sih, marah-marah saja kerjaanya,” Panji bingung. Dia tidak melakukan apa-apa saja masih dimarahi.

“Ibu tahu kalian ini pengantin baru, tapi ya jangan sampai buat Uni begadang terus,” ujar Ismara sambil senyum-senyum.

“Panji nggak itu lho Ma, mama salah sangka. Dia begadang karena mainan hp. Orang Panji sudah ingetin,” Panji mengarang.

Aruni tidak memperdulikan perdebatan mertua dan suami kontraknya. Sekarang dia hanya mengantuk, setelah dibuat overthinking setelah mahkotanya tersentuh oleh Panji.

Aruni kembali di bawa ke alam mimpi meskipun sedang di meja makan. Baru berjalan beberapa menit, dia sudah harus kembali ke duania nyata karena ponsel yang terus bergetar di samping telinganya.

“Siapa sih,” ucapnya kesal.

Aruni mengangkat telepon tanpa melihat siapa orang yang menelponnya.

“Halo,” ucapnya dengan suara khas orang tidur.

“Uni, di mana Mas Panji!” serunya.

“Mas Panji lagi makan, kamu siapa sih cari-cari Mas Panji,” ucapnya pelan.

“Heh! Pelakor! Jangan bilang kamu tidur sama Mas Panji!” teriaknya yang membuat dia sadar 100 %. Ternyata dia salah mengambil ponsel milik Panji.

“Mas, pacarmu marah-marah.” Aruni memberikan ponsel dengan wajah tanpa dosa.

Panji mendelik ke arah Aruni, tapi tidak takut sama sekali. Dia justru mengangkat kedua bahunya.

“Tadi kamu bilang pacar?” Ismara menatap Panji penuh dengan kemarahan.

“Bu-bukan Ma.”

“Panji, kamu itu sudah menikah. Masih saja kamu berhubungan sama orang lain. Hati kamu di mana?” emosi Ismara sudah tidak bisa ditahan lagi.

“Ma, ini... Uni!”

“Jangan marahin Uni, ini salah kamu!”

“Ma, tadi Uni bilang Pak Cakra. Bukan pacar,” kata Aruni dengan santai.

“Beneran?”

“Iya mama, tenang saja Ma. Mas Panji itu cuma cinta sama aku nggak ada yang lain.”

“Bagus deh, kamu bilangin mama ya kalau Panji macam-macam.”

“Siap Ma.”

Panji menatap Aruni sengit, dia tidak bisa dikasih hati. Namun, semua itu tidak membuat Arun takut. Dia menjulurkan lidah sembari senyum-senyum.

*****

Aruni mondar-mandir seperti setrikaan, sesekali dia mendengus mengingat kejadian malam sebelum tidur dan sesudah tidur. Kejadian yang benar-benar di luar kendalinya.

“Lo kenapa sih Uni, mondar-mandir nggak jelas. Itu lalat jalan di situ pasti kepleset karena licin,” ujar Novia.

“Lagian kenapa juga lalat jalan, kurang kerjaan aja,” Aruni sewot.

“Sabar buk, sabar. Itu cuma perumpamaan. Kenapa jadi sewot sama lalat sih.” Novia menggelengkan kepalanya.

“Lagian kenapa nggak terbang saja, kalau kepleset kan gue jadi tanggung jawab,” kesalnya.

“Lo ada masalah apa sebenarnya, kenapa jadi menyalahkan lalat tak berdosa,” Bayu ikut nimbrung.

Aruni duduk di kursi melipat kedua lengan. “Gue sudah nggak suci lagi,” rengeknya.

“Ha?” Novia melongo. “Kok bisa?”

“Ya bisalah, suami istri ini. Enak nggak Uni?” Bayu menggerak-gerakkan kedua alisnya.

“Apaan sih lo Bay, orang dia itu menyentuh kedua mahkota gue!” serunya kesal. Arun menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Uni, itu mah hal biasa. Lo kan istrinya, mau di pegang, mau di rem*s mau di buat mainan itu hak dia. Lo mah aneh,” Bayu menatap Aruni heran.

Aruni memukul Bayu dengan buku yang ada di sampingnya. “Dasar mesum! Semua lelaki sama, mesum!”

“Uni lo gila ya, itu suami lo kenapa dikatain mesum.” Bayu pindah tempat di belakang Novia agar tidak terkena pukulan dari Aruni.

“Dia bukan suami gue!” Aruni manyun dia kembali melipat kedua tangannya di dada.

“Uni, lo kan sama Mas Panji pisah kamar. Gimana bisa dia menyetuh mahkota lo yang nggak seberapa itu,” ejek Bayu.

“Kurang ajar, meskipun nggak seberapa ini tuh aset yang membuat pasangan gue bahagia,” tukas Aruni. Tidak terima asetnya di sepelekan oleh Bayu.

“Hati-hati Uni, semalam kan sudah dua mahkota. Siapa tahu malam nanti lo di makan habis sama dia,” Novia menakut-nakuti Aruni.

“Nggak akan terjadi, semalam gue sama dia tidur bersama. Karena mama mertua datang ke rumah,” cerita Aruni.

Bayu dan Novia mengangguk-angguk tandanya mengerti. Andai saja mama mertunya tidak datang pastinya tidak akan pernah terjadi peristiwa tersebut.

1
Holipah
cepat banget 😅
aira aira
yey
Nia Nara
Kalau perempuan pinter, tetep minta putus aja lah. Apa gak malu kalau sampe ketahuan orang punya hubungan sama suami orang ? Kan orang2 gak tau kalau mereka nikah kontrak. Iya kalau tetep nikah kontrak, kalau ternyata jadi betulan bukannya sia2 waktu terbuang 1 tahun ? Bucin boleh bego jangan.
Retno ataramel
nah loh jangan sampe oleng panji
Retno ataramel
ih gemes pingin tak becek becek si panji
Retno ataramel
semangat up yg banyak thor
Retno ataramel
nah lo dag diddug
Xyezon
iya uni buang aja sipanji ringan tangan pula

tapi kalo dari judulnya kan mas sekdes i lv u,

aaahhh semoga othor berbaik hati mendatangkan sekdes lainya yg lebih ganteng n mapan buat uni
Retno ataramel
tinggalin panji uni
Retno ataramel
lah gantung
Retno ataramel
kurang banyak up nya thor
Muhammad Azzam fhathurohman
bagus
Retno ataramel
mendingan sama bayu
Retno ataramel
ga jelas ni panji laras
Retno ataramel
lanjut thor seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!