NovelToon NovelToon
Mencintaimu Seiring Waktu

Mencintaimu Seiring Waktu

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:71.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Status kita sudah menikah." Ucap Jade tiba - tiba pada Dustin.

"Apa - apaan kau!!" Dustin tidak terima.

Tapi Jade benar - benar masa bodo dengan suara keberatan Dustin dan justru langsung memberikan buku nikah yang entah bagaimana caranya sudah ada di sana.

"Dua bulan, hanya dua bulan. Setelah dua bulan, kita akan berpisah." Jade berucap dengan tegas.

Demi menjaga kedamaian keluarga, Jade si gadis dingin dan Dustin si pria anti wanita terpaksa terikat dengan kerjasama konyol dan membawa nama pernikahan di dalamnya. Jade terpaksa menyetujui bujukan bosnya yang mengatakan bahwa pernikahan itu hanya akan bertahan dua bulan saja, dan Jade menyetujui itu.

Nyatanya lebih dari dua bulan mereka masih terikat dalam kerja sama itu, dan justru tumbuh perasaan pada salah satu dari mereka. Bisakah dua orang keras kepala itu saling jatuh cinta nantinya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 12. Derec merutuki kebodohannya.

Jade sedang berada di ruang kerja Derec saat ini dengan Derec yang sedang membaca hasil autopsi milik Dailyn, ibu kandung Jade. Derec berkaca - kaca saat membacanya sampai dia menutup mulutnya seakan tidak percaya bahwa Malina tega melakukan itu padanya dan Dailyn.

Derec baru membuka bukti yang Jade berikan saat itu setelah Jade memintanya untuk menyamakan kandungan racun yang terdapat di vitamin Derec dengan hasil autopsi Dailyn.

"Dailyn.." Gumam Derec.

"Mama tidak mengatakan kepadaku bahwa dirinya di racun selama mama hidup, dia hanya selalu berkata kepadaku untuk tidak membencimu dan harus melindungimu dari Malina." Ucap Jade.

( Jeda )

"Sampai aku menemukan kejanggalan dari semua hasil tes kesehatannya. Mama selalu mengonsumsi makanan sehat, vitamin, bahkan dia sangat rajin berolah raga dulu, tapi semua organ dalamnya tidak sehat."

(Jeda )

"Jadi aku memutuskan untuk membuka kembali makam mama dan meminta pihak rumah sakit di sana untuk mengautopsi jasad mama, dan hasilnya dia di racun. Racun yang sama yang papa konsumsi secara tidak sadar selama dua tahun ini." Ujar Jade.

Derec semakin tersedu mendengarnya, saat Dailyn membutuhkannya dulu, dia malah mencari pengganti Dailyn. Dan parahnya orang yang dia jadikan sebagai pengganti Dailyn adalah orang yang membuat Dailyn seperti itu.

"Aku tegaskan sekali lagi, jika papa percaya kepadaku, maka aku akan berjuang membantu papa untuk lepas dari wanita itu. Tapi jika papa tidak percaya, aku.."

"Papa percaya, papa percaya.." Potong Derec.

"Maka segeralah ceraikan Malina, dan aku akan mengusut hukum atas Malina yang mencoba meracuni papa." Ujar Jade.

"Tidak bisa.." Sahut Derec, seketika wajah Jade menjadi kesal.

"Kenapa? Apa papa masih mau melindungi dia?!" Tanya Jade kesal.

"Bukan.. Papa sudah membuat surat wasiat beberapa hari lalu dan papa menyerahkan delapan puluh persen kekayaan milik papa untuknya dan Liam, dan dua puluh persen untukmu." Ujar Derec semakin penuh penyesalan.

Jade meranga mendengarnya, dia frustasi sampai menghembuskan dengan kasar nafasnya. Bukan harta yang Jade permasalahkan, tapi dia ingin membuat ibu tirinya itu menderita dan dan mati seperti ibunya, tapi jika begini, ibu tirinyanya itu hanya akan semakin bahagia jika ayahnya menceraikannya.

"Maafkan papa, Jade." Gumam Derec.

"Dimana surat kuasa itu, papa bisa mengubahnya atau merusaknya, kan?!" Ujar Jade.

"Malina yang menyimpannya, dan dia berikan kepada kuasa hukumnya." Ujar Derec, Jade semakin frustasi saja mendengarnya.

"Kalau begitu jangan dulu ceraikan dia sampai aku berhasil mendapatkan surat kuasa itu, dan selama aku mencarinya aku harap papa bisa tetap berpura - pura seakan papa tidak tahu apapun." Ujar Jade.

"Papa mengerti." Ujar Derec.

"Tapi jika bisa, papa usahakan agar papa tidak mengonsumsi vitamin dan teh itu lagi, aku akan mencoba mencari penawarnya." Ucap Jade, dan Derec mengangguk.

Jade pun pulang ke penthouse setelah ia selesai berbicara dengan Derec, dia mulai mencari tahu tentang siapa kuasa hukum Malina. Kabar baiknya adalah kuasa hukum Malina hanya orang biasa, bukan orang yang memiliki latar belakang lain seperti dirinya.

"Ternyata bukan orang orang yang seperti aku pikirkan." Gumam Jade. Dia pikir kuasa hukum Malina seperti kelompok mafia, tapi rupanya bukan.

"Besok aku akan mengurusnya." Jade kemudian merapihkan semua file di meja nya, dan tiba - tiba ponselnya berdering, dari Lucio.

Jade tampak memperhatikan ponselnya, ia heran karena hatinya tidak sebahagia biasanya ketika Cio menghubunginya, rasanya.. Hampa.

"Halo." Akhirnya Jade mengangkat panggilan itu.

"Bagaimana kabarmu?" Tanya Cio.

"Apakah kamu menghubungiku sungguhan hanya untuk menanyakan kabarku?" Tanya Jade balik, terdengar Cio terkekeh dari seberang sana.

"Aku bersungguh - sungguh jade, sebentar lagi misimu selesai, kan? Katakan, kamu mau berlibur kemana?" Tanya Cio.

Jade tidak pernah memberitahu Cio bahwa dia sedang mengurusi hal pribadinya di Jakarta, dia tidak mau melibatkan banyak orang dan ingin menanganinya sendiri, tapi sekarang waktunya semakin mepet.

"Bicarakan itu nanti saja, aku belum memiliki pandangan apapun." Ujar Jade memijat keningnya.

"Apakah di sana baik - baik saja?" Tanya Cio.

"Kemarin Justin mencurigai aku dan Dustin, entah dari mana dia mendapat desas - desus tentang perasaan Dustin pada kak Qilin, dia mencurigai kami bahkan sampai meminta bukti." Ujar Jade.

"Bagaimana bisa? Aku yakin sudah tidak ada lagi yang tahu rahasia itu." Ujar Cio.

"Itu juga yang aku pikirkan." Gumam Jade.

Kedua orang itu saling diam dan saling berpikir dengan pemikiran mereka masing - masing.

"Aku akan selidiki itu, jaga dirimu baik - baik, aku akhiri dulu panggilan ini." Ujar Cio, dan Jade hanya menyahutinya dengan deheman.

'Benar, sebentar lagi sandiwara ini akan berakhir.' Batin Jade. Entah mengapa ada rasa tidak rela di hati Jade.

Keesokan harinya..

Jade sudah duduk di meja makan, dan Dustin pun tiba. Seperti biasanya Jade akan menyiapkan semua keperluan Dustin dan Dustin pun menyapa Jade.

"Morning." Sapa Dustin dan tersenyum.

"Morning." Sahut Jade.

"Hari ini aku akan keluar kota dan mungkin akan kembali dalam dua hari, kamu bisa bebas melakukan apapun yang lamu mau." Ujar Dustin.

"Oh sungguh?? Akhirnya aku bisa libur juga." Ujar Jade senang.

"wah.. sepertinya kamu senang sekali bisa libur. Apakah menghadapiku semenyebalkan itu?" Ujar Dustin, dan Jade terkekeh.

"Bukan begitu, kamu harus tahu bahwa wanita butuh me time.. Seperti melakukan perawatan kuku, wajah, dan yang lainnya." Ujar Jade, dan Dustin terkekeh mendengarnya.

"Ya - ya, terserah kamu saja." Ujar Dustin.

Akhirnya Dustin pergi. Senyum ceria yang sebelumnya terukir di wajah Jade kini hilang dan berganti menjadi serius. Dia harus benar - benar memanfaatkan waktu untuk mencari surat kuasa itu.

"Saatnya aku memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari surat kuasa itu." Gumam Jade.

Dan singkat cerita, disinilah dia.. di dalam sebuah gedung apartemen tempat pengacara Malina tinggal. Jade berharap dia bisa menemui orang itu, agar dia bisa meminta surat kuasa itu.

'Dari latar belakangnya, dia adalah pengacara biasa sebelumnya. Kenapa dia bisa menjadi pengacara terkenal dengan waktu singkat? Dan juga.. Apartemen ini adalah untuk kaum elite.' Batin Jade merasakan kejanggalan.

Lamunannya buyar ketika ia melihat seorang pria yang sudah berumur dengan rambutnya yang sudah memutih sebagian tampak turun dari mobil sedan mahal, Jade pun langsung bangun dari duduknya.

"Pak Eliot?" Panggil Jade.

Pria itu pun menatap Jade dengan bingung, karena ia baru pertama kali melihat Jade. "Ya??" Sahutnya.

"Saya Jade, putri sulung Derec Fernandez." Ujar Jade. Pengacara itu tampak terkejut dan langsung menganggukan kepalanya.

"Mari ikut saya, nona." Ujar pria bernama Eliot itu.

Kini Jade berada di dalam restoran yang berada di gedung apartemen itu dengan Eliot, mereka duduk berhadap - hadapan dengan Jade yang menatap Eliot heran.

"Saya datang mencari anda untuk meminta surat wasiat yang papaku buat beberapa hari lalu, papaku bilang Malina meminta surat itu dan anda yang menyimpannya?" Ujar Jade terus terang.

"Saya tidak menyimpannya, nona. Surat ahli waris itu.. nyonya Malina sendiri yang menyimpannya." Ujar Eliot. Jade mengernyit mendengarnya.

"Hari itu memang saya juga berada di sana dan menjadi saksi atas penulisan surat warisan itu, saya bahkan berkata kepada tuan bahwa tidak seharusnya beliau membuat surat wasiat padahal dirinya masih sangat sehat, tapi nyonya selalu berkata bahwa tidak ada bedanya mau membuat surat wasiat sekarang atau nanti nyonya akan tetap bersama dengan tuan." Ujar Eliot.

"Sebenarnya anda pengacara Malina atau papaku?" Tanya Jade, heran.

"Saya pengacara tuan Derec, nona. Hanya saja saya juga menjadi kuasa hukum bagi anggota keluarga itu." Ujar Eliot.

"Saya bekerja dengan tuan Derec menggantikan pengacara Lamanya, dan sejujurnya nyonya Malina lah yang memasukkan saya ke rumah itu. Awalnya saya pikir keluarga itu seperti keluarga biasa lainnya, tapi rupanya tidak."

( Jeda )

"Saya melihat kehausan akan harta dari nyonya Malina, sedangkan tuan Derec adalah orang yang baik. Saya sudah bersumpah untuk menjadi pengacara yang jujur, tapi saya di pertemukan dengan situasi seperti ini.. saya terjebak." Ujar Eliot.

"Mengapa anda tidak keluar saja? Alih - alih anda bertahan dan semakin terjebak, anda bisa mengundurkan diri dan bebas." Ujar Jade.

"Tidak semudah itu, nona.. Nyonya Malina sudah menyogok keluarga saya dan secara diam - diam memindahkan anak dan istri saya ke apartemen ini tanpa sepengetahuan saya. Saya sempat menolak tapi anak dan istri saya menjadi sedih, akhirnya mau tidak mau saya bertahan bekerja dengannya." Sahut Eliot.

'Rupanya benar, ada yang tidak beres. Malina menggunakan uang untuk mengendalikan seseorang. Ibarat kucing yang di beri umpan ikan asin, tentu saja mereka tidak menolak.' Batin Jade.

'Tapi dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu untuk mengendalikan orang ini? Dia hanya orang bawah dulunya..' Batin Jade heran.

...TO BE CONTINUED.....

1
sil_29
Bagus banget 👍👍👍👍👍👍👍
Rika Yudesni
baguuuusssss
Little Fox🦊_wdyrskwt
ku sudah mampir/Proud/
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Uuah, makasih kak..
total 1 replies
Mamath Ziad Malik
kamu emang terlambat cio udah digeser sama Dustin didalam hati j
Mamath Ziad Malik
lah sekarang jade deng yg direbutin Dastin sama Lucio
Mamath Ziad Malik
minta bantuan mommy sieradonk kam mommy siera hacer handal
Mamath Ziad Malik
mampir juga pengen tau Dustin bucinnya
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasih banyak kak.. 😉
total 1 replies
Nur Bahagia
singkat cerita, ternyata udah end 😁baguuss cerita nya Thor 🥰
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasihhhh banyak kak 🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🙏🏻
Maratonin novel othor. 🥹 Maaf kalo ada kata yang kurang baik san salah ya kak, masih belajar othor nya
total 1 replies
Nur Bahagia
wkwkw lucu banget ngebayangin Niklaus nyengir 😅
Nur Bahagia
Kereennn.. Dustin lebih cocok jadi Lucifer.. kalau Justin kurang cocok.. kurang kejam 🤭
Nur Bahagia
Ben selalu pengertian 🤗
Nur Bahagia
sabar ya bang Ben 🤭
Nur Bahagia
🤗🥰
Nur Bahagia
he love u Jade 🤗
Nur Bahagia
singkat cerita 🤭
Nur Bahagia
wkwkkw langsung mau di traktir 🤣
Nur Bahagia
waduh bakalan ruwet wess 🤭
Nur Bahagia
😅
Nur Bahagia
Jade 🤗
Nur Bahagia
kacang kacang 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!