NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Diakui

Istri Yang Tak Diakui

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Cerai / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Model / Tamat
Popularitas:755.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mas Bri

Banyak laki - laki yang menggoda ku. Tapi tak satu pun yang aku hiraukan. Karena status ku, aku jadi tidak berani berbuat kesalahan sedikit pun. Aku diam saja, di salahkan. Apalagi aku yang membuat onar, bisa - bisa di kurung.
Bagaimana kisa istri yang statusnya di rahasiakan? akankah dia terus bertahan dengan bos yang banyak di gandrungi wanita? yuk kita baca sama - sama ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mas Bri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan

Maaf ya, baru up. Kemarin sudah kelelahan authornya hihihi..

Selamat membaca, jangan lupa like dan komennya ya

*

*

"Kalau tidak ada di bandara ataupun di pelabuhan, berarti dia masih di dekat sini saja kan? Kenapa aku tidak kepikiran kesana ya!" gumam Nico.

"Tapi kemana lagi aku harus mencarinya!" Nico terus merancau tak jelas.

Dia menyusuri seluruh jalan yang dekat dengan wilayah rumahnya. Dia juga bertanya - tanya pada setiap orang yang melintas. Bahakan dia juga menunjukkan foto Alena.

Ketika memasuki pemukiman, banyak ibu - ibu yang bergosip. Nico mencoba bertanya pada ibu - ibu itu.

"Permisi bu, ibu pernah lihat orang ini lewat sini gak bu?" tanya Nico.

"Eh,, kamu yang jadi foto model itu ya! Pacarnya siapa ya namanya," terlihat ibu itu sedang berpikir.

"Vioan!" seru temannya yang lain.

"Ah.. Iya, pacaranya Viona ya!?"

"Iya bu, itu dulu! Sekarang saya mencari seseorang yang ada di foto ini, apa ibu tahu?"

"Gak tau mas! Gak pernah lihat!" balas ibu itu sambil memperhatikan foto Alena.

"Baikl..." belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Nico dikagetkan oleh seseorang.

"Tunggu!" panggil salah satu ibu - ibu tadi.

"Ya, ibu tau?!" tanya Nico antusias.

"Enggak! Saya gak tau!" jawabnya.

"Lalu?" tanya Nico.

"Saya cuma mau pegang pipi nya saja! Sayang ada orang ganteng gak di pegang - pegang!" jawab ibu itu dengan santainya.

"Saya kira, ibu tau tadi!" balas Nico setengah sewot.

"Baik bu, kalau begitu! Saya permisi dulu, terima kasih!" Nico pun pamit.

Nico melajukan mobilnya membelah jalan raya nan ramai itu.

"Al, kamu dimana?" lirihnya. Belum selesai dia bergumam, Nico melihat Alena berjalan dengan laki - laki sambil bergandengan tangan.

Nico langsung menepikan mobilnya dan segera turun. Dia mengejar laki - laki tadi sambil memperhatikan sekitarnya.

Tangan Nico langsung menarik tangan Alena, "Al, darimana saja kamu!" ucap Nico dengan nada membentak.

"Apa - apaan kamu! Main tarik - tarik pacar orang saja!" bentak laki - laki yang bersama Alena tadi.

Nico memaksa menarik wanita itu menghadapnya.

Sedetik kemudian Nico terkejut dan meminta maaf pada kedua orang tersebut.

"Maaf, maafkan saya! Saya salah orang! Sekali lagi saya minta maaf!" ucap Nico sambil mengatupkan kedua tangannya.

"Untung saja gak di apa-apain! Kalau sampai dipukul bisa hancur ini aset ku!" gumamnya sambil mengusap wajahnya.

Nico terus melajukan mobilnya kembali. Dia mencoba mencari di toko dan swalayan yang dia lewati. Banyak pasang orang yang menatapnya karena ketampanannya dan juga karena dia seorang yang sering bersliweran di layar kaca.

Ada juga beberapa wanita yang meminta foto dengannya. Sebenarnya dia enggan untuk meladeni nya, namun demi nama baiknya Nico pun mau.

****

"Aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu menantu ku!" ucap Mama Nico.

"Sabar Ma! Besok pagi kita akan sampai!" ucap Papa Nico menenangkan.

"Aku penasaran, kenapa semua nomor telpon tidak ada yang bisa di hubungi! Apa mereka menggantinya? Tapi, sepertinya gak mungkin Alena gak bilang sama Mama!" ucap Mama Nico masih penasaran.

"Sudah Ma, Papa mau tidur!"

"Papa ini, di ajak bicara mama malah mengutamakan molornya!" gerutu Mama.

Saat ini kedua orang tua Nico sudah berada di dalam pesawat. Mereka akan tiba disini pada pagi hari.

****

Lelah mencari Alena, Nico memutuskan untuk pulang. Dia akan melanjutkan besok pagi untuk mencari Alena.

Di dalam mobil Nico memutar audio dengan lagu - lagu slow. Dia ingat kalau Alena sering memutar lagu ini biasanya di rumah.

"Ternyata enak juga kalau didengerin!"

"Al, kalau kita bertemu kemabali akankah kamu mau memaafkan aku? Maukah kamu kembali pada ku dan menjadi istri ku yang sesungguhnya. Aku tau Al, aku banyak salah dengan mu. Aku sudah terlalu banyak menyakiti mu! Tapi jika boleh aku meminta 1 kesempatan lagi, apa kamu akan menyetujuinya?" lirih Nico sambil terisak.

"Al, aku sangat tersiksa! Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada hati ini. Tapi aku merasa sakit saat kamu dekat dengan orang lain. Di tambah sekarang kamu pergi meninggalkan ku. cepatlah kemabli Al! Aku menyesal!" lirihnya lagi.

Tak terasa Nico tiba di rumah, dia langsung memasuki kamar Alena. Dia rindu Alena. Di carinya baju Alena yang masih tertinggal di kamarnya. Sambil merebahkan tubuhnya dia ciumi baju Alena.

"Bahkan aroma tubuhmu masih ada disini Al!" gumamnya dan langsung tertidur di kamar Alena.

Nico yang sekarang terlihat begitu kurus tak terawat. Hampir setiap hari dia bergadang.

****

"Dimana menantuku! Kenapa dia tidak ada? Apa masih tidur?'' ucap Mama Nico.

"Mungkin masih tidur Ma, ini masih terlalu pagi!" balas Papa.

"Ya sudah Mama tunggu disini saja, sambil bikin kopi!" Ucap Mama Nico sambil berjalan menuju dapur.

Papa dan Mama Nico akhirnya menunggu di ruang tengah. Mereka menunggu cukup lama, hingga Nico terbangun. Nico sudah rapi dengan baju casual nya. Dia ingin minum kopi terlabih dahulu sebelum berangkat mencari Alena kembali.

Saat menuruni tangga, betepa kagetnya dia saat suara Mama nya begitu menggelegar.

"Dimana menantu ku!?" tanya Mama Nico.

"Mama! Papa!" lirih Nico.

Nico mulai bingung jika orang tuanya bertanya soal Alena.

"Aku harus menjawab apa nanti Ya Tuhan?!" batinnya.

"Nico! Mama tanya kenapa gak kamu jawab!?" bentak Mama nya. Mama nya sudah mulai curiga karena tak mendapati menantu kesayangannya.

"Emm.. Alena keluar Ma,"

"Keluar kemena?! Mama dari petang tadi sudah disini, tapi tak mendapati Alena turun dari tangga!"

"Alena gak pulang mulai kemarin Ma," balas Nico.

"Nico!" bentak Papa nya.

Nico hanya diam tak menjawabnya. Dia menundukkan kepalanya, ingin menatap mata kedua orang tuanya.

"Papa mau bicara!"

Nico turun kebawah dan duduk dihadapan kedua orang tuanya.

"Jawab Papa dengan jujur! Dimana Alena?!" tanya Papa dengan serius.

"Emm... Alena... Alena pergi dari rumah Pa," ucap n ya lirih.

"Apa!" bentak Mama.

"Bagaimana bisa! Kamu menyakitinya! Alena bukan gadis sembarangan! Dia bukan anak yang mudah menyerah jika dirasa dia mampu mengatasinya! Kamu jawab dengan jujur!" balas Papa Nico.

"Alena meninggalkan rumah karena Nico Pa!"

"Sudah Mama duga Pa! Pasti mereka ada sesuatu sampai nomor Alena tidak bisa di hubungi!" balas Mama.

""Kesalahan apa sehingga Alena pergi dari rumah?!" tanya Papa.

"Emm.. Nico berhubungan dengan wanita lain," lirihnya sambil menunduk.

Papa Nico yang emosi, langsung menampar pipi Nico dengan keras.

"Itu untuk kebodohan mu!"

Papa Nico menampar untuk kedua kalinya.

"Itu untuk kelakuan mu yang tidak bermoral!"

"Apa hanya itu saja Nic?!" tanya Mama nya.

"Tidak Ma! Nico juga sering melakukan kekerasan pada Alena," balasnya lagi.

Papa Nico semakin emosi mendengar penuturan anaknya. Dia langsung melayangkan tamparan untuk ketiga kalinya. Bahkan tamparan itu tidak hanya 1 kali saja. Pukulan bertubi-tubi juga dirasakan Nico.

Nico pun hanya diam tak membalas atau melawan. Baginya itu memang balasan untuknya, yang sudah menyakiti Alena.

"Maafkan Nico Pa, Ma! Nico tau kalau Nico salah. Maafkan Nico!" ucap nya sambil menangis.

Papa dan Mama nya pun tak kuasa menahan tangis. Mereka tak bisa membayangkan betapa sakitnya Alena.

"Aku sudah gagal mendidik anak Ma!" seru Papa Nico di sela-sela tangisnya.

"Gak Pa, kita berdua yang salah!"

*

*

*

Kalau like sampai 10 orang dan komennya sampai 10 orang aku up lagi nanti.

*

*

Jangan lupa like sama komennya yang gess. O ya ramein juga karya ku yang

* "Mas Bri"

Sama

* "Bright Vachira dan gadis bergigi kelinci

Terima kasih atas semua dukungan teman-teman. Jangan bosen baca karya ku ya. Kalau ada kritik dan saran mohon di sampaiakan.

1
Suriani Amir ZA
ini cerita ada2 saja, dia yg selama ini menderita dan disiksa malah dia yg minta maaf, dasar wanita bodoh
Suriani Amir ZA
perempuan goblok, kerjanya nangis terus kpn balesnya...
Devi Nurdianti
bagus👍
Devi Nurdianti
mulai baca seperti nya bagus
devi aryana
Luar biasa
Lily
kasian Sean
Lily
preeeeet
mana ada cinta tapi tanpa pikir panjang celup celup wanita lain
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor...../Rose/
Sukijah Sukijah
apa yg bikin kantor y Ramon rugi ada sangkut pautnya SM Sean atau Nico y secara dua..... masih suka sm Alena
Sukijah Sukijah
pasti lg hamil Alena,d gempur trs d mana g lemes....
Sukijah Sukijah
pasti Sean yg hubungi Alena selama ni masih setia nunggu Alena,tp sayang y Alena suka y SM Ramon....
Sukijah Sukijah
Sean teman y Ramon, bakal ketemu Alena dong klo dekat SM Ramon trs d mana y reaksi Sean SM Alena klo tau Ramon SK SM Alena.....
Sukijah Sukijah
d mana sih y Alena ko hati pimlan dulu minta cerai SM Nico skrng mau nikah lg SM Nico,trs dmna SM Sean yang tulus cinta SM Alena jd putus asa dong Sean
Sukijah Sukijah
pasti viona yg jahat SM Alena
Ummi Rizki
jadi wanita kok mau dicelupin sana sini menjinjikan...
Titik Supadmi
next thor....👍👍👍👍
Titik Supadmi
next thor...👍👍👍👍
Hanisah Nisa
lanjut
Al Vian
lanjut Thor
Yunior
Sean sedihlah, kasihan. waktu Alena terpuruk disakiti Nico , Sean yang ada untuk Alena.... malah balik ke Nico lagi, terpuruk lagi stlh itu malah nikah dgn Ramon sahabat Sean.
mas bri: kasian ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!