NovelToon NovelToon
System Of Beauty

System Of Beauty

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kontras Takdir / Sistem / Mengubah Takdir / Chicklit / Tamat
Popularitas:45.6k
Nilai: 5
Nama Author: tompealla kriweall

Zee, seorang gadis yatim piatu menjadi korban perundungan di kelasnya. Zee yang telah diajarkan untuk selalu berbuat baik pada siapapun, hanya bisa menelan semua kepahitan ini. Terlebih lagi, orang yang merundungnya adalah anak Kepala Sekolah.

Suatu ketika, saat Zee berulang tahun yang ke-17, Zee mendapat sebuah sistem setelah terpeleset tak sadarkan diri. Sistem ini memberikan Zee banyak tantangan dan juga hadiah yang sangat menarik. Bahkan sistem ini mampu mengubah Zee yang buruk rupa menjadi gadis paling cantik di sekolah.

Takdir Zee yang telah berubah ini membuatnya memiliki tujuan baru di hidupnya, yaitu menjadi seorang bintang terkenal. Tentu, menjadi bintang tidaklah mudah.

Saksikan sepak terjang Zee dalam menjalankan berbagai misi dan juga menjadi Selebriti terkenal di dunia.


***
Novel sistem TK ini untuk event wanita kuat. Jangan lupa untuk subscribe, like dan komentar agar TK semangat...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Ajakan Syah

Sebelum bel masuk berbunyi.

Syah yang datang menghampiri Zee dengan senyum hangat dan sapaan ramah, mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan berkenalan.

"Hai, aku Syah Reza. Senang bertemu denganmu."

Deg deg deg

Zee, merasakan jantungnya berdebar. Dia membalas dendam tersenyum dan menjabat tangan Syah yang sedang memperkenalkan dirinya.

"A-ku, Zee."

Syah kemudian melanjutkan percakapan dengan berbasa-basi, menanyakan minat dan hobi kepada Zee, menunjukkan pesonanya untuk mengenalnya lebih jauh. Dia mendengarkan tanggapannya dengan penuh perhatian, mengangguk dan sesekali mengajukan pertanyaan lanjutan.

Zee jadi merasa nyaman dan membuka diri terhadap Syah yang terkesan lembut dengan rasa ingin tahunya yang tulus dan sikapnya yang baik.

Ini memang keahlian Syah Reza, yang terkenal play boy. Tapi pada kenyataannya semua orang tidak peduli. Dia tetap populer dan banyak cewek-cewek cantik yang mengidolakannya.

Saat percakapan berlanjut, Syah memuji Zee atas kecerdasannya, membuat Zee tersipu-sipu malu. Hal ini membuat Zee merasa istimewa untuk seorang Syah Reza.

Sepanjang percakapan mereka, Syah mempertahankan nada lembut, hormat dan sopan. Menunjukkan pemahamannya tentang batasan. Dia memastikan Zee merasa nyaman dan menghargai pendapat dan pemikirannya. Kata-kata baik yang diucapkan Syah, minat yang tulus, dan kepribadian menawan meninggalkan kesan di hatinya Zee, membuat jantungnya terus berdebar kencang.

"Apakah kamu mau menemaniku makan malam?" tanya Syah sebelum pergi.

Tatapannya yang teduh seperti orang yang memohon. Dan Zee, tidak kuasa menolak pesona Syah yang memang susah dilupakan.

Zee, terpikat oleh pesona Syah sehingga tidak bisa menolak dan akhirnya mengangguk setuju.

Syah Reza terpaksa pamit, sebab bel masuk sekolah sudah berbunyi.

Setelah bel berbunyi, kerumunan siswa-siswi di kelas Zee juga bubar. Tapi, Zee berpikir ada yang aneh. Meski Syah berlaku lembut, baik dan mengajaknya makan malam, tapi sistem tidak menganggap Syah sebagai teman Zee. Ini membuatnya curiga. Namun begitu, Zee tidak mempermasalahkan. Dia sudah terlanjur tertarik dengan pesona wajah tampan yang dimiliki oleh Syah. Dia langsung melupakan peringatan yang diberikan oleh sistem.

***

Malam telah tiba, dan Syah telah sampai di depan pintu panti tempat Zee tinggal. Panti memiliki desain bangunan yang elegan, meskipun sudah berusia tua, dengan taman yang indah di sekitarnya.

Syah, dengan tampilan yang rapi dan bersemangat, menunggu dengan sabar sambil memegang sebuah buket bunga mawar merah sebagai hadiah kecil untuk Zee.

Ketika Zee keluar dari pintu panti, dia terlihat cantik dengan gaun malamnya yang sederhana. Dia merasa sedikit gugup karena ini adalah pertemuan mereka yang pertama kali di luar panti, dengan maksud bukan untuk belajar.

Zee, tersenyum malu-malu, menatap Syah dengan mata berbinar.

"Sempurna," puji Syah lihat penampilan, Zee.

Dengan wajah memerah malu, Zee mengangguk setuju. Mereka berdua kemudian pergi ke hotel bintang 5 yang telah dipilih oleh Syah untuk makan malam.

[Ting]

[Bukan teman, Nona Zee.]

Tiba-tiba notifikasi sistem kembali memberikan peringatan, di saat Zee sudah dalam perjalanan bersama dengan Syah Reza.

Saat ini mereka dalam perjalanan menuju ke tempat makan malam.

Namun, setiap kali peringatan keberatan itu muncul, wajah tampan Syah dan sikap yang baik kembali menyerang hati Zee. Ketampanan Syah mampu mempengaruhi pikiran dan emosinya, membuatnya melepaskan tuduhannya dan memilih untuk fokus sikap dan ajakan Syah saja. Dia memilih untuk menekan keraguan tersebut dan memberikan kesempatan pada perasaan yang berkembang di dalam hatinya yang merasa diperhatikan.

Zee mencoba menenangkan dirinya dengan berpikir bahwa mungkin sistem tidak sepenuhnya akurat atau ada alasan lain mengapa Syah tidak terdaftar sebagai teman di dalamnya.

'Kenala ya? Atau, mungkin karena Syah yang kemarin tidak sempat mengucapkan terima kasih padaku. Justru Ryan yang mengucapkan terima kasih meskipun dengan nada ketus dan sinis,' batin zee mencoba menganalisa.

Dengan pikiran yang bercampur aduk, Zee berusaha tenang, melanjutkan perjalanannya dengan Syah. Dia terus mencoba menikmati momen yang mereka lakukan bersama dan berharap bahwa apa yang dia rasakan benar-benar nyata dan tulus.

[Ting]

[Bukan teman, Nona Zee.]

Dalam hati yang bingung, Zee mengacaukan situasi dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan seputar peringatan dari sistem yang terus ada panjang perjalanan.

Dia bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang tidak diketahuinya tentang Syah?

Apakah ada alasan khusus mengapa sistem tidak mengakui Syah sebagai temannya?

Apakah ini hanya kebetulan atau ada sesuatu yang lebih dalam?

Zee berusaha menganalisis situasi secara objektif, namun rasa penasarannya terus mengganggu pikirannya. Dia bertanya-tanya, apakah Syah memiliki niat baik ataukah ada motif tersembunyi di balik perbuatan baiknya?

Apakah ini hanya pertemuan biasa atau mungkin ada sesuatu yang lebih dari itu?

Zee terus bertanya-tanya, apakah dia harus mendengarkan instingnya yang merasa ada yang tidak beres dengan notif ini, atau apakah dia harus memberikan kesempatan pada potensi hubungan yang sedang berkembang dengan seseorang seperti Syah?

Apakah dia akan membiarkan penilaian sistem, dan mengabadikannya, sehingga tidak mempengaruhi penilaiannya tentang seseorang? Dan ini tentang Syah Reza.

Pertanyaan-pertanyaan ini terus berputar di dalam pikiran Zee, menimbulkan kebingungan yang melelahkan hatinya. Dia ingin mencari jawaban yang jelas, namun sulit memutuskan karena adanya rasa ketertarikan dan pesona yang terasa begitu kuat dari Syah, yang kini duduk dekat dengannya.

Hal yang tidak pernah berani dia bayangkan sebelumnya.

Dalam kebingungannya, Zee berusaha mencari petunjuk-petunjuk kecil dalam interaksi mereka, mencari kejelasan dan kejujuran dalam kata-kata dan tindakan Syah. Dia berharap dapat menemukan jawaban yang memuaskan dan meredakan keraguan yang mengganggunya.

Tanpa terasa, perjalanan mereka sudah berakhir. Sebuah restoran yang dipenuhi cahaya lembut dari lampu-lampu gantung yang menghadirkan atmosfer yang intim, menunggu di depan mata Zee.

"Ayo," ajak Syah Reza, dengan membuka pintu mobil untuk Zee.

Merasa senang dan kagum atas perlakuan Syah, Zee menepis keraguan yang ada di dalam hati dan pikirannya atas notifikasi sistem.

Sekarang mereka duduk di meja yang terletak di sudut ruangan, memberikan privasi bagi mereka berdua.

Setelah memesan minuman, Syah mengambil napas dalam-dalam, menatap Zee dengan lembut, dan berkata, "Zee, selama kita sesi tadi, aku merasa kita memiliki banyak kesamaan dan chemistry yang luar biasa. Aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi."

Zee, tersenyum senang, kemudian menjawab, "Tentu, Syah. Aku juga merasa nyaman dan senang berbicara denganmu."

Syah tersenyum lega mendengar jawaban dari Zee. Dia melanjutkan, "aku ingin membuat malam ini spesial. Aku telah memesan meja di restoran ini karena atmosfernya yang romantis. Aku ingin menghabiskan waktu yang nyaman tanpa gangguan denganmu, berbagi cerita dan tawa."

Zee merasakan kehangatan dan kejujuran dalam kata-kata Syah. Dia menjawab dengan senyuman, "Aku sangat berterima kasih, Syah. A-ku, aku tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaanku yang sangat berbeda kali ini."

Mereka kemudian menikmati makan malam mereka dengan percakapan yang mengalir dengan alami. Syah terus memperhatikan Zee dengan penuh perhatian, menggambarkan minat padanya. Mereka tertawa bersama dan semakin memperdalam perasaan yang sama di antara mereka.

Percakapan mereka penuh dengan tawa, ketertarikan, dan rasa saling menghargai. Mereka menghabiskan waktu yang menyenangkan dan saling bertukar cerita tentang hidup, impian, dan harapan mereka.

Selama makan malam, Syah tidak ragu untuk menyatakan kekagumannya pada Zee. Dia berkata, "Zee, aku ingin kamu tahu bahwa aku merasa beruntung bisa menghabiskan waktu bersama malam ini. Kamu benar-benar istimewa, dan aku berharap kita bisa melanjutkan ini nanti, bersama-sama."

Zee tersenyum haru dan merasa nyaman dengan kejujuran Syah. Dia menjawab, "Terima kasih, Syah."

Tapi, di balik senyum Syah yang mempesona, tercetak sebuah arti yang penuh misteri tanpa disadari oleh Zee.

1
Rara💋
waah 😆
sasip
ini bukan di dahan, tapi ditahan kale maksudnya ya thor? 😉😅🤭
TK: waduh 🤔🤣✌️
total 1 replies
sasip
lah, ini syah kog cacingan banged ya? belom pernah minum combantrin apa ya? 😖😣😓
TK: mungkin tidak kuat beli 🙄🙄
total 1 replies
neng ade
si Syah emang udh keterlaluan.. harus di laporkan dan si hukum berat
TK: terima kasih, kak 🙏
total 9 replies
neng ade
Ryan diam2 mengawasi Zee melalui anak buah nya .. syukurlah dngn begitu See akan aman
neng ade
enak aja Syah ingin cuci tangan dlm masalah ini dia hrs mempertanggung jawabkan semua perbuatan nya itu
Reo Ruari Onsiwasi
Semoga karya berikutnya jadi semakin bagus thor. 👌👌👌👍👍👍😷😷😷
TK: aamiin 🤲
very thanks, Reo ❤️
total 1 replies
Yoni Hartati
jodohnya bukan ryan .sayang banget
TK: ok, kak 🙏
total 5 replies
❄️❝♒ An❞❄️
maaf nih, alurnya bagus, tapi setiap paragraf banyak kata atau makna yang berulang. mungkin kak author bisa perbaiki lagi biar pembaca nyaman bacanya. makasih.
TK: ok kak, terima kasih atas sarannya 🙏
total 1 replies
Yoni Hartati
lanjut semangat ...
Elisabeth Ratna Susanti
ikut lega 😍
sasip
udahan neh ceritanya kk Ella? 🤔
TK: belum 🧐🧐😀😀
total 1 replies
sasip
ini zee jawab² pertanyaan sambil pingsan di toilet ya thor? 😅🤔
TK: ya, mungkin 🤔🤔🙄🙄
total 1 replies
sasip
baru mulai baca.. kaget ada beberapa penghuni saung author di sini.. ✌🏻 tapi kog Ella jadi antagonis yak? 😅
mau lanjut baca neh thor, meninggalkan jejak dulu biar lebih terasa.. wkwkwkwk..
TK: 🤫🤫🤫
biar terlihat seperti apa kejamnya othor 😂😂😂
total 1 replies
Yoni Hartati
lanjut semangat
Elisabeth Ratna Susanti
mawar untuk karya keren ini 😍
Yoni Hartati
lanjut semangat ... .
Yoni Hartati
lanjut semangat ...
Reo Ruari Onsiwasi
Ini maksudnya bagaimana?🤔🤔🤔😷😷😷
TK: ehh 🤔😂
belum diketik lanjutan kalimatnya 🤦🤦
total 1 replies
Yoni Hartati
lanjut semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!