Asyifa adalah wanita yang menyelamatkan Dewa saat jatuh dari balap motor dari pertemuan itu membuat Dewa jatuh cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngapain Lo Gendong Gue ?
Anabel masih bengong di tempat karena memikirkan Dewa yang menggandeng tangan Asyifa, bahkan Dewa juga pergi sambil memeluk pinggang Asyifa hal itu tentu saja membuat Asyifa cemburu.
Cristian sudah sejak tadi mengajak bicara kepada Anabel, namun Anabel hanya diam saja seperti patung, Cristian sangat paham dengan apa yang di rasakan oleh Anabel, kini Cristian langsung menggendong tubuh Anabel ala bridal style, tentu saja hal itu membuat Anabel kaget dan langsung membuyarkan lamunannya.
''Cristian, ngapain lo gendong gue ? turunkan gue sekarang'' ucap Anabel dengan nada ketus sambil menatap nyalang ke arah Cristian, bahkan Anabel menatap tajam ke arah Cristian, sedangkan Cristian tersenyum sangat manis lalu menjawab.
''Anabel sayang, aku gendong kamu karena takut kita berdua terlambat sebentar lagi mata kuliah pertama pertama akan di mulai, apalagi dosennya killer banget, kalau kita berdua terlambat walau hanya sedetik bakal di hukum oleh dosen itu'' jelas Cristian tanpa melunturkan senyum manis yang terpajang di wajahnya.
''Cristian, lo modus banget, buruan lo turunkan gue'' jawab Anabel dengan nada setengah berteriak, Anabel berusaha memberontak supaya bisa lepas dari gendongan Cristian.
''Sayang, jangan gerak gerak kayak gitu nanti kalau burung aku on kamu mau tanggung jawab ? kalau aku malah suka kalau burung aku on jadi aku bisa langsung menanam kecebong di rahim kamu, jadi kita berdua bisa menikah dalam waktu dekat gara gara di rahim kamu sudah muncul benih kecebong dari aku'' sahut Cristian menggoda Anabel sembari menaik turunkan alisnya dengan tetap berjalan ke arah kelas, sementara Anabel langsung diam dan nyalinya semakin menciut.
''Cristian mesum'' teriak Anabel singkat sembari memukul dada bidangnya Cristian, sedangkan Cristian tertawa kecil mendengar teriakan Anabel.
''Dewa, kamu ngga usah meluk pinggang aku'' ucap Asyifa yang merasa tak enak hati di tatap oleh banyak orang, sedangkan Dewa mengerutkan keningnya heran.
''Asyifa, memangnya kenapa kalau aku meluk pinggang kamu ?'' tanya Dewa tak paham mengapa Asyifa melarang dirinya memeluk pinggang Asyifa, sedangkan Asyifa melototkan kedua matanya ke arah Dewa.
''Dewa, semua orang menatap aku, mereka semua pasti mengira kalau aku sangat spesial buat kamu sampai kamu meluk aku'' sahut Asyifa mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya, sementara Dewa langsung menjawab.
''Asyifa, memang kamu itu cewek spesial buat aku, karena mulai sekarang kamu itu jadi pacar aku'' jawab Dewa dengan entengnya, sedangkan Asyifa melongo.
''Hah" jawab Asyifa secara singkat, bahkan Asyifa menghentikan langkah kakinya, hal itu membuat Dewa juga ikutan menghentikan langkah kakinya.
"Sayang, kenapa ekspresi wajah kamu kaget gitu ? kita berdua memang pacaran sejak tadi pagi" sahut Dewa sembari menatap Asyifa, sementara Asyifa mengerjapkan kedua matanya.
"Paaaa paaa pacaran" jawab Asyifa dengan nada terbata bata, sedangkan Dewa langsung mengangukkan kepalanya mantap.
''Ciiiiiie ciiiiie ciiiiiie Asyifa ternyata pacaran sama Dewa'' celetuk salah satu mahasiswi yang memakai bando, sedangkan Asyifa langsung menatap mahasiswi tersebut sembari menggelengkan kepalanya.
''Aku ngga pacaran sama Dewa, kamu salah paham'' jawab Asyifa dengan lantang, sedangkan mahasiswi yang lain ikutan berkomentar.
''Asyifa, kamu ngaku saja, ngga usah bohong kamu pasti pacaran sama Dewa, buktinya Dewa meluk pinggang kamu'' jelas mahasiswi yang berambut ikal, sementara Asyifa langsung berusaha melepaskan tangan Dewa dari pinggangnya, namun bukannya lepas malah Dewa semakin mengeratkan pelukannya.
''Iya, kita berdua memang pacaran, untuk merayakan aku sama Asyifa yang baru jadian gue bakal mentraktir kalian makanan di kantin, kalau perlu kalian habiskan semua makanan dan minuman yang ada di kantin kampus'' jelas Dewa memberi perintah kepada semua orang yang ada di sekitarnya.
Semua orang yang ada di sekitar Dewa langsung bersorak gembira gara gara mendapat traktiran dari Dewa, apalagi Dewa memberi perintah untuk menghabiskan semua makanan dan minuman yang ada di kantin kampus, sedangkan Asyifa membelalakkan kedua matanya dengan sangat lebar dengan mulut yang menganga.
''Oke, Dewa makasih tenang saja gue sanggup buat menghabiskan semua makanan dan minuman yang ada di kantin kampus'' sahut salah satu mahasiswi yang memakai baju berwarna abu abu.
''Makasih Dewa, makasih Asyifa'' timpal mahasiswi yang memakai bando, kalimat mahasiswi tersebut langsung di ikuti oleh mahasiswi yang lain.
''Sama sama, gue sama Asyifa mau ke kelas dulu takut telat masuk mata kuliah'' jawab Dewa yang membuat semua orang memberi jalan untuk Dewa dan Asyifa lewat.
Dewa melangkah menuju ke kelas sembari tetap memeluk pinggang Asyifa, sedangkan Asyifa merutuki Dewa karena mengaku pacaran dengan Asyifa di depan banyak orang.
Cristian sudah sampai di dalam kelas, lalu Cristian menurunkan Anabel dari gendongannya secara hati hati, kedua matanya Anabel langsung tertuju kepada pemandangan yang ada di depannya berupa kepalanya Dewa menyender ke bahunya Asyifa.
Melihat adegan itu membuat Asyifa mengepalkan kedua tangannya, sungguh Anabel marah dengan kelakuan Asyifa yang membiarkan kepalanya Dewa menyender di bahu Asyifa.
Cristian menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi yang terletak di sebelah Anabel, kedua matanya Cristian menatap ke arah tatapan yang di tuju oleh Anabel, Cristian menatap tajam ke arah Dewa, karena menurutnya Anabel selalu saja mengacuhkan dirinya karena Anabel yang sangat mencintai Dewa.
Anabel hari ini merasa sangat kesal dan marah gara gara aksi mesra Dewa kepada Asyifa, bahkan di kampus juga Anabel dapat mendengar gosip kalau Asyifa dan Dewa resmi berpacaran, bahkan untuk merayakan hari jadian Dewa dan Asyifa semua makanan dan minuman di kantin kampus ludes habis gara gara di borong semua oleh Dewa.
Anabel kini sedang melangkah ke arah parkiran kampus, dirinya melangkah tentu saja dengan sosok Cristian yang sedang menggandeng tangan Anabel, sebenarnya Anabel menolak berkali kali saat Cristian menggandeng tangan Anabel, namun Cristian tak mendengar semua penolakan Anabel.
Cristian membukakan pintu yang terletak di samping kemudi, sedangkan Anabel ingin sekali marah kepada Cristian, namun Anabel mengurungkan niatnya saat kedua matanya Anabel melihat sosok Dewa yang sedang membukakan pintu mobil miliknya Dewa untuk Asyifa.
Cristian langsung menggendong tubuhnya Anabel lalu meletakkan tubuh Anabel di kursi kemudi, mendapat perlakuan seperti itu membuat Anabel melototkan kedua matanya ke arah Cristian, bahkan kedua matanya Anabel hampir keluar dari wadahnya.
''Cristian, ngapain lo gendong gue ?'' teriak Anabel sambil menatap nyalang ke Cristian, sedangkan Cristian memegang pipinya Anabel.
''Sayang, supaya kamu ngga kepanasan soalnya cuaca di luar panas banget, apalagi mataharinya bersinar sangat terang hari ini'' sahut Cristian yang membuat Anabel mendelik ke Cristian.
''Cristian, lo ngga'' perkataan Anabel belum selesai tiba tiba Cristian mencium pipinya Anabel yang membuat Anabel marah.
Cristian langsung menutup pintu mobil di samping Anabel karena tahu Anabel akan marah kepadanya, lalu Cristian berlari menuju ke kursi samping kemudi, setelah itu Cristian membuka pintu mobil dan langsung duduk di samping kursi kemudi.