Karena kesalahan satu malam, membuat Evelin Anxer, mahasiswi yang baru berusia 21 tahun, terus melakukan hubungan terlarang dengan Joni Ender, pria beristri dan mantan guru BP saat Evelin Anxer masih duduk di bangku SMA.
"Maaf sayang, aku harus pulang," dengan berat hati, Jo mengatakan hal tersebut.
"Pulanglah, pasti istri kamu menunggumu,"
Bagaimanakah hubungan terlarang keduanya akan berlanjut? Apakah akan berakhir bahagia, atau sebaliknya.
Yuk ikuti kisah mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam Romantis
Bara memicingkan matanya mendengar apa yang dikatakan oleh sang adik, dimana Jo terlihat sangat terkejut ketika ia mengenalkan Ev sebagai kekasihnya.
Meskipun belum resmi, karena Bara yang meminta Ev untuk menjadi kekasihnya, tapi tidak dijawab olehnya.
Tapi Bara yakin, mungkin untuk saat ini Ev belum menjadi kekasihnya, tapi tidak lama lagi pasti ia akan menjadikan Ev kekasihnya. Mengingat lagi, Ev tidak pernah menolak, ketika ia mengajaknya bertemu.
"Kenapa kamu terkejut Jo?" tanya Bara penasaran.
"Tentu, kakak dan juga dia berbeda usia yang sangat jauh," jawab Jo yang tidak ingin memperlihatkan kepanikannya, mendapati sang kakak memperkenalkan wanita yang selama ini menjalin hubungan terlarang dengannya, sebagai seorang kekasih.
Dan Jo tidak akan pernah menerima hubungan keduanya, karena bagi ia, Ev hanya miliknya, tanpa berpikir, jika ia sudah memiliki keluarga.
"Apa perbedaan usia bisa menghalangi sebuah hubungan? Tidak Jo," sahut Bara. "Eh sebentar dulu, berarti kamu mengenal Ev, hingga kamu tahu usianya berapa?"
"Tentu dia itu ke..."
"Bar, dia guru BP aku, saat aku masih sekolah di SMA," jawab Ev memotong jawaban dari Jo.
Karena Ev yakin, pasti Jo ingin mengatakan hubungan yang selama ini terjalin antara dirinya dan juga Jo.
Memang itu tujuan Ev, tapi belum untuk sekarang Bara tahu hubungannya dengan Jo, karena ia ingin terus memanasi Jo. Hingga kedua saudara tersebut bertengkar.
"Oh walah, pantas kamu tahu Jo, ternyata Ev mantan anak didik kamu,"
"Bar, lebih baik kita cari kafe lain, aku tidak ingin makan malam romantis ini terganggu dengan kehadiran orang lain,"
Mendengar ajakan Ev, membuat Bara tersenyum senang, karena Ev mengatakan makan malam tersebut dengan makan malam romantis.
"Baiklah, tapi tunggu dulu, aku ke toilet sebentar," ujar Bara yang kini beranjak dari duduknya, lalu pergi menuju ke toilet.
Setelah kepergian Bara, Jo kini menarik kursi tepat di samping Ev, dan dengan segera duduk di kursi tersebut sambil menatap pada wanita yang sangat ia cintai.
"Sayang, katakan padaku, kamu dan juga Bara tidak memiliki hubungan kan? Dan kalian bukan sepasang kekasih?"
"Jika iya, tidak masalah bukan?" tanya Ev tanpa ingin menatap pada Jo, karena tidak ia pungkiri, rasa cinta pada pria yang ada dihadapannya masih sama seperti dulu.
"Aku tidak akan membiarkan kalian bersama,"
Dan ucapan Jo kali ini membuat Ev yang tadi enggan untuk menatap pada Jo, kini menoleh padanya, dan tatapan mata keduanya saling bertemu.
"Siapa kamu mengatakan hal seperti itu, hah?!"
"Aku tahu, kamu masih mencintai aku, sayang,"
Kini ev menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya. "Untuk apa aku mencintaimu suami orang," sahut Ev penuh kebohongan.
Tentu saja Jo tahu, Ev baru saja mengatakan sebuah kebohongan, karena tatapan mata Ev, masih sama seperti dulu.
"Kamu bohong Ev, kita masih sama-sama saling mencintai," ujar Jo dan langsung meraih salah satu tangan Ev. "Dan katakan padaku, kenapa kamu ingin mengakhiri hubungan kita dengan sepihak?"
"Karena aku bosan dengan kamu, terong milikmu, tidak setanggguh terong Bara," jawab Ev bohong, untuk memanasi Jo.
"Tidak mungkin kamu sudah melakukan hal sejauh itu dengan Bara,"
"Apanya yang tidak mungkin, dia lajang, sudah begitu permainan dia lebih baik dari pada kamu, tentu saja aku tidak akan menolak,"
"Tidak Ev, kamu tidak mungkin melakukannya hal itu dengan Bara,"
"Ya sudah kalau tidak percaya," ujar Ev yang kini menyingkirkan tangan Jo dengan kasar, dimana masih memegang salah satu tangannya. Lalu ia beranjak dari duduknya, dan menghampiri Bara yang baru kembali, kemudian memeluk lengannya dengan sangat mesra. "Yuk kita langsung pergi,"
"Baiklah," ujar Bara, yang kini menoleh pada sang adik. "Jo, aku pergi dulu, ingin menikmati malam dengan calon kakak ipar kamu, oke!"
Namun, Jo tidak menanggapi ucapan dari sang kakak, yang ada ia mengepalkan kedua tangannya, untuk meredam emosi, melihat wanita yang sangat ia cintai memeluk mesra lengan Bara.
Bersambung..........