Mohon bijak memilih bacaan!
Mampir ke IG @oceannavinli untuk lihat visual
🍃🍃🍃
Dalam keadaan mabuk berat, Selena salah masuk kamar yang terhubung antara satu lewat sebuah pintu khusus yang berada di dalam kamar
Ia tak tahu ternyata sang pemilik kamar adalah musuh bebuyutannya, siapa lagi kalau bukan Nickolas Andersean, seorang playboy cap kadal tengah mabuk berat juga.
Keesokan hari, keduanya orangtua mereka memergoki Nickolas dan Selena saling dalam keadaan telanjang. Bagai di sambar petir di siang bolong mereka pun dinikahkan segera tepat di hari itu.
Bagaimanakah kisah rumah tangga antara Nickolas dan Selena? Mengingat keduanya saling membenci satu sama lain? Dan apakah hati mereka bisa terhubung antara satu sama lain seperti sebuah kamar 'Connecting Room'?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Twelve
Selena sangat terkejut, melihat kedatangan Nickolas. Dengan cepat ia mendekati Samuel, kemudian memapahnya dengan sangat hati-hati. Mengabaikan Nickolas yang tengah berdiri mematung di hadapan mereka.
Sementara Nickolas mengepalkan kedua tangannya, melihat interaksi Selena dan Samuel. Dadanya bergemuruh kuat saat ini. Terasa panas dan membara serta matanya terlihat berkilat murka.
"Kau tidak apa-apa, Sam? Apa ada yang sakit?" tanya Selena, sambil menelisik tubuh Samuel dari atas sampai ke bawah kemudian menepuk-nepuk jasnya yang sedikit berdebu karena tanah.
Samuel menggeleng cepat. "Aku baik-baik saja, Selena."
"Hm, baguslah." Selena tersenyum tipis kemudian mengalihkan pandangan ke arah Nickolas. Mimik mukanya berubah drastis. "Nick, apa-apaan kau? Mengapa kau mendorong adikmu sendiri?" tanyanya, jengkel.
"Aku tidak tahu kalau itu Samuel, lagipula mengapa kalian berdua di sini ha?! Apa kau mau membuat skandal lagi!" seru Nickolas.
Selena memutar mata malas. "Suka-suka aku, lagipula di sini tak ada orang selain dirimu, kalaupun ada berita di televisi tentang aku dan Samuel, itu pasti karena ulahmu!" sanggahnya.
Samuel hanya diam saja, enggan menanggapi ataupun menimpali perbincangan pasangan suami istri itu. Sorot matanya sangat sulit dijabarkan saat ini.
"Ckck! Kau harus menjaga batasan Selena, walaupun kita menikah paksa tapi kau harus jaga jarak, aku ini suamimu!" Nikcolas tak terima karena dia merasa tak dihargai dan dihormati sebagai seorang suami.
Dengkusan kesal terdengar dari hidung Selena. Dia malas membalas perkataan Nickolas.
Nickolas beralih menatap Samuel. "Di sini kau rupanya! Mengapa dari kemarin kau tidak membalas pesanku atau mengangkat teleponku, Sam?!" tanyanya dengan ketus.
"Handphoneku jatuh ke kolam berenang! Bisakah kau berkata lebih lemah lembut dengan Selena, Nick!" Suara Samuel terdengar lebih ketus.
Selena dan Nickolas mengerutkan dahi, mendengar penuturan Samuel barusan.
"Nick? Kau memanggilku dengan nama?" Nickolas heran, mengapa adiknya memanggil dia dengan sebutan nama.
"Maaf, Kak." Samuel menunduk seketika.
Tak ada sahutan, Nickolas semakin bertanya-tanya. Ada apa dengan adiknya.
Selena pun berpikir hal yang sama juga.
Hening sejenak!
Hanya terdengar suara desiran angin di sekitar mereka. Semenit pun berlalu, sampai akhirnya bunyi hentakan kaki berjalan cepat mendekati Selena, memecahkan keheningan.
"Ayo, kita pergi! Kau lupa ada pemotretan nanti!" seru Nickolas sambil mencekal tangan Selena dengan kuat.
"Awh! Sakit Nick!" Selena melebarkan mata kala mendapat perlakuan kasar dari Nickolas.
"Kak, bukankah sudah aku katakan bersikaplah lebih lembut dengan Selena. Dia wanita, Kak." Samuel menimpali, lalu hendak mengambil alih tangan Selena. Namun, Nickolas menepis tangannya dengan cepat.
"Jaga batasanmu, Sam! Aku suaminya! Jangan ikut campur urusan rumah tanggaku! Aneh sekali kau!" bentak Nickolas kemudian menarik paksa Selena.
Meninggalkan Samuel yang membeku di tempat.
"Nick, lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri!"
Selena kesakitan saat Nickolas memegang tangannya dengan amat kuat. Ditambah lagi sekarang ia melangkah terburu-buru, mengikuti langkah kaki Nickolas yang lebar itu. Gurat kebingungan tergambar jelas diwajahnya kini. Menerka-nerka ada apa di antara Nickolas dan Samuel. Keduanya seakan tengah menabuh genderang perang.
"Hei! Pria mesum! Lepaskan aku! Aku bisa naik taksi sendiri!" seru Selena di sepanjang kaki melangkah.
Seakan tuli, Nickolas mengindahkan perkataan Selena. Dia malah mempercepat langkah kaki menuju mobilnya dan semakin mempererat lagi cekalannya.
"Shff..." Selena menahan sakit sebab genggaman di sekitar pergelangan tangannya terasa perih.
Sesampainya di depan pintu mobil. Nickolas membuka pintu dan menyentak kasar Selena untuk masuk ke dalam.
Brak!
Selena terkejut kala pintu di tutup begitu kuat. Dia mengelus-elus dadanya sejenak.
"Pria gila!" Dari kaca depan, Selena memperhatikan Nickolas tengah mengitari kendaraan, hendak masuk ke dalam. "Kenapa kau ada di sini ha?!" tanya Selena, setelah melihat Nickolas duduk di sampingnya.
Nickolas melirik, melemparkan tatapan tajam. "Apa ada aturan aku tidak boleh di taman ini? Apa kau lupa hampir seluruh kota Los Angeles punya Daddy dan Grandpaku! Jadi sah-sah saja aku di sini!" jawabannya kemudian menggemudikan mobil.
Selena melototkan mata. Inilah sikap Nickolas yang tidak disukainya, terkesan arogan dan angkuh. Berbeda sekali dengan Samuel.
Enggan menanggapi, Selena malah membuang muka ke samping jendela, melihat pepohonan yang berjejeran di sekitar taman sekarang.
Nickolas curi-curi pandang ke arah Selena. Heran, mengapa Selena tak membalas ucapannya barusan.
"Di mana tempat pemotretanmu?" tanya Nickolas kemudian.
"Turunkan aku di sini, aku bisa naik taksi!" jawab Selena, ketus.
"Apa kau selalu keras kepala, Selena! Tinggal jawab saja, di mana?!"
Selena terlonjak kaget, mendengar suara Nickolas yang nyaring. Dia menoleh ke samping, melayangkan tatapan penuh benci.
"Iya, aku memang keras kepala! Turunkan aku di sini! Apa kau amnesia, Nick. Kalau kau mengantarku ke lokasi pemotretan, semua orang akan bertanya-tanya tentang kita berdua. Apalagi pacarmu itu selalu mencari perkara denganku!" tuturnya, menggebu-gebu. Kemudian melenggoskan wajah ke jendela lagi.
Argh! Bisa gila aku! Belum seminggu menikah saja sudah seperti ini. Aku akan cepat tua!
Selena menarik napas dalam, berusaha menenangkan hatinya yang berkobar-kobar sekarang.
Nickolas terdiam seketika. Rahangnya sedikit mengendur. Berdeham rendah, berusaha mengurangi kecanggungan di dalam mobil saat ini. Benar juga kata Selena, dia lupa kalau mengantar ke lokasi pemotretan akan membuat para kru bertanya-tanya. Nickolas pun bingung sendiri dengan dirinya, mengapa sangat marah atas kedekatan Selena dan Samuel.
"Aku bilang turunkan aku, Nick, sudah dua taksi kau lewati barusan!" sahut Selena tiba-tiba tanpa menatap lawan bicara. Sedari tadi ia menahan sebal karena Nickolas tak kunjung menurunkannya.
Ccitt!!!
Nickolas menggerem mendadak.
Hampir saja kepala Selena terbentur dashboard mobil. Namun, beruntung tangan Nickolas bergerak cepat dan melindungi kening Selena menggunakan tangannya.
Jantung Selena hampir saja copot. Mendengus sesaat kemudian menegakkan punggungnya ke sandaran kursi mobil. Lalu menatap tajam Nickolas.
"Apa kau mau membunuhku, Nick?!" Selena berseru dengan dada yang naik dan turun.
Nickolas menghela napas kasar. "Aku tidak sengaja, keluarlah dulu," sahutnya sambil membuka pintu mobil.
Selena berdecak sebal lalu turun juga dari dalam mobil. "Kenapa kita berhenti di sini? Kau tahu kan di sini jarang sekali taksi lewat." Selena tengah mengedarkan pandangan di sekitar, melihat jalanan begitu sepi dan hanya ada dua atau tiga kendaraan yang lalu-lalang.
"Hm, aku tahu, masuklah dulu." Nickolas sudah membuka pintu bagian tengah mobil, mempersilakan Selena untuk masuk.
"Kenapa aku harus masuk lagi, Nick!" Tanpa sadar Selena mengerucutkan bibir di hadapan Nickolas.
"Jangan banyak membantah, Selena. Masuk saja, ada yang mau aku bicarakan." Nickolas menatap lekat-lekat wajah Selena.
"Ish, kenapa tidak dari tadi saja, mengapa harus–"
"Masuk Selena Campbell!" titah Nickolas sambil menarik tangan Selena lalu menyentak kasar tubuhnya ke kursi.
"Awh! Ish!" Selena mengaduh kesakitan sejenak lalu membelalakan mata saat Nickolas tiba-tiba masuk kedalam, lalu menutup kuat pintu mobil. Pria itu tengah mendekatkan wajahnya sekarang ke wajah Selena.
"Nickolas! Kau mau apa?" tanya Selena, mulai panik.
Sementara, Nickolas hanya diam saja. Kedua matanya fokus dengan bibir sensual Selena.
Selena menggeser bokongnya. Sembari melontarkan kata-kata kasar. "Kau mau apa!? Dasar pria mesum! Pria gi–hmmf!"
Selena terkejut kala Nickolas membungkam kasar bibirnya sekarang. Dia berusaha mendorong tubuh Nickolas tapi tak berhasil sama sekali.
Saat ini Nickolas menindih tubuh Selena.
"Ah, shff.." Selena meringis saat Nickolas mengigit bibir bawahnya.
Dengan mata terpejam, Nickolas langsung menjelajahi rongga mulut Selena. Memagut kasar dan bertukar saliva sejenak.
Sedangkan Selena memukul punggung belakang Nickolas, meminta dilepaskan, sebab dia kehabisan oksigen sekarang.
Bugh!
"Ahk!" Nickolas menjauhkan wajahnya seketika. Memegang dadanya yang di pukul Selena barusan.
Plak!
"Aku membencimu, Nick! Dasar pria mesum! Aku sangat membencimu! Sebenarnya apa maumu ha?!"seru Selena sambil mengusap cepat bibirnya dari bekas permainan Nickolas barusan.
"Aku..." Perkataan Nickolas terhenti, heran dengan dirinya mengapa hilang kendali tiba-tiba.
Selena langsung mendorong kuat tubuh Nickolas hingga kepala pria itu kepentok bagian atas mobil. Setelah keluar cepat dari dalam mobil, dia memberhentikan taksi yang kebetulan melintas di jalan raya.
Nickolas sama sekali tak mengejar Selena. Dia bergeming di tempat sambil memegang jantungnya yang berdetak cepat sekarang.
terimakasih author 👍👍👍👍