Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
*****
Jam menunjukkan pukul satu malam, Bram menyambar kunci mobil yang tergantung. Perlahan ia melajukan mobil nya keluar dari kediaman orangtuanya.
Sesampai nya di apartemen, Ia sudah melihat Mika terlelap di tempat tidur.
Di pandangi nya wanita yang pernah menorehkan luka yang cukup dalam di dalam hati nya, Bram tersenyum getir ketika mengingat Mika yang menjadi kan nya opsi terakhir setelah karirnya di luar negeri meredup, jika karir Mika di sana bagus ia tidak yakin Mika ingin menikah dengan nya.
Pagi hari Bram lebih dulu bangun, ia menyiapkan sarapan kemudian membereskan beberapa barang selanjutnya Bram mengisi bathtub dengan air hangat dan memberi minyak aromaterapi.
"Mikha bangun, kamu minum semalam?" kata Bram sambil menepuk pelan pipi Mikha.
Enggg..
Suara lenguhan khas bangun tidur, Mikha mengerjapkan mata nya beberapa kali.
"Bram kapan kamu pulang?" tanya Mikha.
"Semalam saat aku pulang kamu sudah tidur?" tanya Bram.
Mikha terdiam, hatinya merasa hangat saat Bram sedikit perhatian padanya.
"Ayo mandi dulu sudah ku siapkan air hangat, aku tunggu di ruang makan" ucap Bram sambil berlalu.
Mikha menuju kamar mandi, ia ingin berendam sebentar rasanya kepalanya begitu pusing.
Setelah menyelesaikan ritual mandi nya Mikha segera memakai baju takut Bram menunggu lama.
"Terimakasih" ucap Mikha saat tiba di ruang makan.
Bram hanya mengangguk.
Mereka makan dengan tenang.
"Seminggu aku akan tinggal di rumah utama banyak hal yang harus di rundingkan dengan papa soal proyek baru, kalau bosan kamu boleh ke rumah mama Miranda atau menyusul ku ke rumah utama" Kata Bram.
"Aku akan ke rumah mama ku dulu, nanti menyusul ke rumah utama" ucap Mikha.
"Hemm" gumam Bram.
"Bagaimana sekarang perkembangan proyek nya?" tanya Mika.
" Baru mulai" jawab Bram singkat.
Mika mengangguk.
"Apa kamu membenci ku?" tanya Mikha dengan wajah sendu.
"Karena?" Bram malah balik bertanya.
"Ya karena di masa lalu aku meninggal kan mu" ucap Mika pelan.
"Sudah lah itu semua sudah berlalu " tutur Bram.
"Tapi kamu mengabaikan ku Bram" batin Mikha.
Bram menyudahi aktivitas sarapan nya.
"Mika dengarkan aku" Bram berbalik menghadap Mika.
"Perasaan ini tak sama ketika kamu menolak lamaran ku yang pertama demi mengejar karir mu, tetapi setelah kamu puas dengan egoisnya kamu memaksa untuk aku menerima kembali seperti dulu, jangan berharap sama seperti dulu Mikha" Bram menatap Mika dengan dalam.
"Lalu mau di bawa kemana arah pernikahan kita, Bram?"
"Mari kita bercerai" dengan berat Bram mengucapkan nya.
"Aku mencintaimu Bram, perasaanku masih sama seperti dulu " terdengar Mika mulai menangis.
Bram menggeleng.
"Saat ini aku sedang menyukai seseorang" ucap Bram pelan.
Mika tersentak, lalu ia menggeleng.
"Siapa wanita itu?" tanya Mika.
"Kamu tidak perlu tahu"
Bram pergi ke kamar nya untuk bersiap siap ke kantor sedangkan Mika masih berada di ruang makan, masih mencerna setiap kata yang di ucapkan suaminya.
"Tidak, aku harus mengetahui siapa wanita itu" lirih Mika.
Tidak sengaja ia terus menggeleng kan kepalanya, berharap suami nya itu sedang meracau tidak jelas.
Hah! Mika menghembuskan nafas pelan.
(Aku harus segera mencari tahu siapa wanita yang disukai oleh suami ku, aku harus memberikan peringatan tidak tahu malu menggoda suami orang) batin Mikha dengan geram, ia mengepal tangan dengan erat.