NovelToon NovelToon
Ditinggal Menjelang Nikah

Ditinggal Menjelang Nikah

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Romansa / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: CovieVy

Blurb:

Seminggu menjelang pernikahaannya, Anna mendapatkan berita tidak terduga. Zico, sang tunangan menikah dengan wanita lain, di mana Anna telah siap memberikan kejutan atas kehamilannya.

Tidak menerima kenyataan ia ditinggal menikah saat hamil, Anna memilih untuk mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, Amar hadir menyelamatkannya.

Amar dipaksa untuk menikahi Anna oleh neneknya ... Bagaimana kelanjutannya? Apakah Amar bersedia menikahi Anna, sementara ia sendiri memiliki seorang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Maafkan aku

Amar terpaku mendengarkan alasan yang tidak diketahuinya selama ini. Ia diam seribu bahasa, dan kepalanya turun melirik seseorang yang terbaring di atas brangkar.

"Kenapa diam? Kamu terkejut dengan apa yang baru saja aku katakan?" Liani masih tidak berhenti dengan apa yang ia katakan.

"Ada apa ini?" Nenek menerobos dari luar.

"Kenapa semuanya mematung seperti ini?" Nenek memandangi seorang wanita muda yang memakai jas putih.

"Kenapa Anna belum juga diperiksa?" tanya Nenek yang menyadari Amar dan Anna hanya terdiam mematung.

Amar melepaskan genggamannya pada handle kursi roda, memilih beranjak tanpa suara. Suasana seketika menjadi hening disambut oleh tanda tanya besar dalam kepala Nenek.

Anna menyadari perubahan sikap Amar. Ia pun hanya sekedar menyimpulkan apa yang mungkin Amar pikirkan saat ini. 'Bang Amar pasti menyalahkanku.'

Nenek melihat punggung cucunya yang terus menjauh, bergantian pada Anna yang diam dalam ringisannya. "Kamu jangan khawatir Anna, biar kan Nenek yang menemani pemeriksaanmu."

Dokter Liani tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia terpaksa menuruti perintah wanita tua yang menemani mereka. Liani melanjutkan pemeriksaan kondisi kandungan Anna.

"Pertumbuhan bayi yang ada di dalam rahim Anna telah sesuai dengan waktunya." ucap Liani.

"Jadi, dia baik-baik saja?" lirih Anna. Raut wajahnya terlihat curiga.

Liani menaikkan sebelah alisnya. "Apa kamu mengharapkan sesuatu buruk terjadi kepada bayi yang ada di dalam rahimmu?" tanya Liani memasang muka masam.

Netra Anna hanya menengadah menatap langit-langit ruangan tersebut tanpa satu patah kata pun. Dalam benaknya teringat kembali rayuan-rayuan yang dilontarkan Zico untuk mendapatkan dirinya, hingga ia memutuskan berani mengandung anak pria tak bertanggung jawab itu.

Anna memutar kepala menatap monitor yang memperlihatkan sesuatu yang belum berbentuk. 'Maafkan aku ... Aku selalu menginginkan kematianmu. Maafkan aku,' tangisnya di dalam hati.

"Kenapa kamu menangis, Anna? Apa kamu memikirkan Amar yang tiba-tiba pergi meninggalkanmu? Kamu jangan takut, Nenek masih di sini menemanimu." Nenek Andari menggenggam tangan Anna.

Anna menangis sejadinya. Ia menyesali semua kebodohan yang masih mudah terjatuh pada kata-kata manis yang dikeluarkan oleh Zico. Tiba-tiba, ia merasakan sakit kembali pada bagian rahimnya. Wajahnya mengernyit dan ringisan di mulutnya tidak bisa diabaikan.

"Anna, kamu kenapa?" tanya Nenek memasang wajah penuh kekhawatiran. Anna tidak menjawab pertanyaan, masih meringis memegangi perutnya.

"Dokter, kenapa dengan Anna?" teriak Nenek kembali memanggil Liani yang telah menjauh saat aksi mengharukan tadi.

Ia bergerak cepat dibantu oleh beberapa perawat memeriksa keadaan Anna yang terus kesakitan.

"Sebaiknya Nenek menunggu di luar," pinta perawat.

Nenek Andari setuju dan memilih menunggu di luar. Tak ada satu pun yang ia lihat di sepanjang koridor. Nenek pun membuka ponsel mencari satu nama yang biasa dihubunginya. Akan tetapi, panggilan wanita dengan kerutan yang telah memenuhi wajahnya itu, tak kunjung dijawab oleh orang yang dituju.

"Kamu ke mana?"

Pada sebuah tempat, dikelilingi oleh bunga-bunga, Amar terduduk merenung pada sebuah bangku di taman rumah sakit. Kedua tangannya mengepal menutupi mulut dan ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.

"Luna, ternyata itu alasan yang kamu sembunyikan selama ini? Kenapa kamu tidak pernah mengatakannya kepadaku?"

Amar mengeluarkan ponsel yang terus saja bergetar. Pada layar pipih itu, terlihat nama kontak 'First Love.' Nama kontak yang ia berikan kepada wanita yang menyayangi dirinya semenjak lahir, melebihi kasih sayang sang ibu.

"Maafkan aku, Nek. Aku ingin menyendiri untuk sejenak."

Dalam ingatannya terus tergambar kolase bayangan indah saat bersama dengan Luna, wanita yang dicintainya. Setelah panggilan Nenek terhenti, Amar membuka kontak dengan nama 'My Love' yang sengaja ia berikan kepada Luna.

Setelah menekan tombol hijau, Amar menempelkan ponsel pipih itu di telinganya. Namun, tidak terdengar satu tanda panggilan masuk. Ia mencoba sekali lagi, tetapi tak kunjung nyambung juga.

"Apa kamu memblokir panggilanku?" Amar mengusap kepalanya, merasa putus asa. "Maafkan aku, maafkan aku yang tidak menunggu jawaban yang pasti darimu."

Pada suatu ruangan, terlihat seorang yang terlelap dengan peralatan yang memenuhi tubuhnya. Di sisi brangkar, terlihat monitor menggambarkan grafik naik turun keadaan jantung seseorang.

...****************...

1
siti salamah
typo nya ckup bnyak..di sini
siti salamah
Sedikit aneh baca kalimat "Memperluruskan''
Moertini
sudah baca Thor kalau tidak salah Arsen masih ditubuh putranya dan pergi ke luar negeri ada tugas dari sistem dilanjutin Thor bagaimana setelah jiwa Arsen keluar dari tubuh putranya apa yg dialami putranya semangat
Moertini
terimakasih Thor sudah tamat Anna dan Amar hidup bahagia bersama 2 putra putrinya mantap terus berkarya Thor semangat
Moertini
kasihan Amar selalu jadi sasaran kesalahan yang Anna perbuat karena kesalahan pahaman yang menuruti rasa egonya bikin rumah tangganya berantakan meskipun belum bercerai yang sabar ya Amar bujuklah ayah Anna biar bisa memberi restu lagi
siti rohimnah
Masya Allah sejuknya hati membacanya
siti rohimnah
Kecewa
SoVay: halo kaka siti rohimah, terima kasih sudah baca ya. tapi alangkah baiknya bintang dikasih pada angka 5 dibanding 1,2, dan 3

jika hati kaka keberatan utk memberi 5, sebaiknya tidak usah diberi bintang. terima kasih
total 1 replies
siti rohimnah
Buruk
Abdul Fatah
masalahnya selalu di buat" padahal tinggal Bilang saja dari awal hadeh🤣🤣🤣
Abdul Fatah
justru KLO tidak diceritakan sekarang akan jadi bomerang kedapan, katanya mau memulai hubang baru yg lebih baik,gmna mau jadi baik di awal aja sudah tidak jujur 🤣🤣🤣
Abdul Fatah
aneh ya bgt,di ceritakan seolah olah si lelaki ny yg salah bgt,tapi lupa kelakuan wanita bagaimana 🤣🤣🤣
Abdul Fatah
pantesan jadi barang barang bekas kelakuan nya begitu siapa yg salah siapa yang merasakan tersakiti,setidak KLO mau jadi barang mewah lagi harus ada proses ,Jang buru" 🤣🤣🤣🤣
Abdul Fatah
yang salah siap,yg merasa tersakiti siapa 🤣🤣🤣
Abdul Fatah
bos dapat bekas anak buah 🤣🤣🤣
Abdul Fatah
bos dapat bekas anak buah🤣🤣🤣
Abdul Fatah
ganteng kaya tapi dapat bekas anak buah🤣🤣🤣
Nurr Amirr🥰💞
Slam hangat... Aqu numpang hadir thorrrr🤭🥰
Jastiah Tia: sungguh disayangkan,knpa bgtu cot serahkan keperawanannya
total 1 replies
Yanti
Luar biasa
Nenk Jelita
semoga keguguran
Triyono Budi
Karyanya keren. Tata bahasanya juga sudah rapi. Semua gat thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!