NovelToon NovelToon
ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:237.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Qanita Raihana 23 tahun, begitu mencintai suaminya Fazril Yudhistira 32 tahun, yang telah menikahinya di dua tahun yang lalu, karena sebuah perjodohan. Sehingga suaminya tak pernah menunjukkan rasa cintanya sama sekali pada Qanita. Di tambah lagi, keluarga Fazril selalu menjelek-jelekkan Qanita di setiap harinya. Membuat Fazril semakin dingin kepadanya.
Bahkan mereka tak pernah tidur seranjang sekalipun.

Pada awalnya Qanita berusaha untuk sabar, walaupun ia dibenci oleh Suaminya. Bahkan ia juga tetap sabar ketika diperlakukan tidak baik oleh keluarga suaminya, sampai dua tahun lamanya. Namun ketika ia mendengar suaminya yang langsung setuju ketika dijodohkan lagi oleh orang tuanya. Membuat Qanita akhirnya menyerah dan memutuskan untuk bunuh diri.

"Selamat tinggal Mas Azril, semoga kamu menemukan kebahagiaanmu," ucap Qanita, setelah ia meminum segenggam obat tidurnya, dan ia pun memejamkan matanya.

Akankah Qanita berhasil pergi meninggalkan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INGIN MEMILIKI KAMU SEUTUHNYA.

Setelah memberikan kecupan serta mengucapkan kata-kata pengantar tidur. Fazril pun langsung keluar dari kamarnya dan langsung menutup pintu kamarnya tersebut. Namun ia tak langsung pergi dan yang ia lakukan hanyalah berdiri di depan pintu kamarnya, sambil memegang dadanya.

"Aah.. jantungku! Kenapa tiba-tiba berdegup kencang begini?" gumam Fazril, sambil memukul-mukul pelan pada dadanya. Lalu tiba-tiba saja ia tersenyum-senyum sendiri, "Hmm.. tadi wajah Qanita langsung memerah, saat aku memanggilnya Sayang, apa lagi saat Aku mencium dahinya. Sangat menggemaskan!" gumamnya lagi yang ia sedang mengingat-ingat kembali saat ia dikamarnya tadi.

"Aah..sebaiknya aku menyelesaikan pekerjaanku dulu. Setelah itu aku akan kembali kekamar!" gumamnya lagi, lalu ia pun langsung bergegas ke dapur untuk membersihkan bekas-bekas ia memasak tadi, dan lanjutkan dengan mencuci piring-piringnya. Setelah selesai, ia langsung menuju ke ruang kerjanya untuk mengecek laporan dari perusahaannya.

Setelah dirasa hasilnya memuaskan, Fazril pun langsung bergegas menuju ke kamarnya. Sesampainya di kamar, ia melihat istrinya masih tertidur. Lalu ia pun langsung membaringkan tubuhnya tepat di samping istrinya. Dan baru saja ia hendak memiringkan tubuhnya untuk menghadap ke arah istri, tiba-tiba saja tubuh Qanita malah miring duluan, menghadap ke dirinya. Bahkan tubuhnya bak seperti bantal guling bagi Qanita.

Fazril begitu terkejut sekali, pasalnya paha Qanita menyasar mengenai juniornya Fazril "Aah..!" pekiknya, tampak ia begitu kesakitan, "Qanita! Paha Kamu menimpai Adikku!" teriaknya lagi dengan suara yang terdengar begitu berat seperti sedang menahan sesuatu.

Mendengar teriakannya Fazril, sontak Qanita langsung terbangun dan terduduk, "Aah.. maaf Mas! Nita nggak sengaja," katanya dengan wajah yang terlihat bingung, saat melihat wajah suaminya yang terlihat sedang kesakitan.

"Aah.. sudahlah, aku tidak apa-apa," balas Fazril, dengan suara yang masih terdengar berat.

"Benarkah tidak apa-apa Mas? Tapi kok kamu masih terlihat kesakitan? Coba sini Nita lihat," Kata Qanita cemas. Dan ia pun bermaksud ingin menyentuh juniornya Fazril. Namun dengan sigap Fazril langsung menangkap tangannya.

"Apa yang mau kamu lakukan Nita?" tanya Fazril, masih memegang tangannya Qanita.

"Itu Mas, Nita hanya ingin memeriksanya saja Mas. Takutnya nanti jadi kenapa-kenapa lagi, makanya biarkan Nita melihatnya," balas Qanita dengan wajah terlihat begitu polos.

"Kalau terjadi apa-apa, emangnya kamu mau bertanggung jawab nantinya, hm?" tanya Fazril lagi, sambil menatap wajah istrinya.

"Eh, bisakah kita bicarakan itu nanti Mas? Kalau tambah bengkak gimana? Tuh lihat tuh kayaknya bengkak deh, sini cepat Nita lihat," ujar Qanita, sambil ia langsung menyentuh bagian sensitifnya Fazril. Dan seketika Fazril langsung berdesis.

"Sssssth.. Nita! Kamu harus bertanggung jawab! Karena sudah membangunkan juniorku!" kata Fazril, seraya ia mendorong tubuh Qanita, lalu ia menahan tubuhnya diatas tubuh istrinya. Membuat Qanita yang berada di bawahnya terlihat begitu terkejut.

"Ma-mas? Ka-kamu mau apa Mas?" tanya Qanita terlihat begitu gugup.

"Bukankah kamu tadi sangat mengkhawatirkan juniorku? Dan sekarang karena sentuhan mu, tadi junior ku menututku untuk menyentuh kamu. Jadi kamu harus bertanggung jawab Qanita. Dan kamu harus mengizinkan aku untuk memiliki kamu seutuhnya," ujar Fazril, dengan suara yang terdengar begitu berat, tampak sekali ia seperti sedang menahan sesuatu.

Qanita hanya terdiam, dan hanya memperhatikan wajah Fazril yang kini terlihat memerah. Bahkan urat-urat dipelipisnya sangat terlihat jelas, tampak sekali ia memang sedang menahan sesuatu.

"Kenapa Diam Qanita? Jawablah, apakah kamu mengizinkan Aku Sayang? Aku ingin memiliki kamu seutuhnya, hm?" tanya Fazril lagi, yang tampaknya ia sudah dititik paling berat, karena hasratnya sudah menguasai dirinya. Sehingga ia tak kuasa lagi, menahan gairahnya tatkala ia melihat bibir nan merona milik Istrinya itu.

"Lakukanlah Mas, Nita mengizinkannya," balas Qanita yang akhirnya ia tak tega melihat wajah suaminya yang terlihat sedang tersiksa menahan sesuatu.

"Aah, terima kasih Sayang," balas Fazril, yang akhirnya tanpa berbasa-basi lagi, ia langsung meraih bibir ranumnya Qanita. Dan langsung **********, dengan penuh kelembut. Membuat Qanita akhirnya ikut terhanyut didalamnya. Bahkan tanpa sadar, tangannya sudah melingkar sempurna dileher suaminya.

Fazril, yang mendapatkan respon dari istrinya, membuat ia semakin semangat. Dan bahkan hasratnya semakin menuntutnya untuk melakukan hal yang lebih lagi. Sehingga tanpa terasa tangannya mulai membuka satu persatu kain yang melekat ditubuh istrinya itu.

"Ah..ughm..ha...ah.." suara lenguhan Qanita mulai terdengar dari mulut mungilnya. Tatkala bibir Fazril mulai menelusuri lehernya serta memberikan jejak hak kepemilikannya. Sementara tangannya mulai memberikan remasan lembut pada kedua bukit kembarnya.

Tubuh Qanita menggeliat tatkala bibir Fazril mulai mencumbui kedua bukit kembarnya. Dan seketika ia seperti merasakan sesuatu yang aneh dan seakan ingin meladak dibagian intimnya.

"Ah..ah..Mas..Ughm..Aaaakh..!" erangnya, membuat Fazril langsung tersenyum tipis. Karena ia tahu, kalau istrinya saat ini sudah mencapai puncaknya yang pertama. Dan disaat itulah ia langsung menghunuskan pedangnya kerawa-rawa milik Qanita. Pada awalnya, Qanita hanya berdesis pelan.

Namun saat sang pedang mulai menerobos semakin mendalam. Membuat Qanita mengerang kesakitan, "Aakh..! Sakit Mas!" pekiknya, sambil meremas tangan Fazril dengan sekuat tenaga.

"Akh..hah.. sabar Sayang! Ha hah..ini sedikit lagi! Uuugh..!" balas Fazril, sambil ia mendorong pinggulnya dengan kuat sehingga..

"Aaaakh!! Iiikh..!!" teriak Qanita, namun ia langsung menggigit bahu suaminya. Membuat Fazril juga ikut menjerit, namun hanya sebentar. Sebab disaat bersamaan ia juga telah mencapai puncaknya.

"Aakh! Sssth..Ughmm...Aaah..." Fazril langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Qanita. Untuk sesaat tubuh keduanya masih terlihat menyatu. Hingga akhirnya Fazril mencabut pedangnya, lalu ia menjatuhkan tubuhnya tepat disampingnya Qanita. Dan ia langsung tersentak ketika melihat Air mata Qanita yang sudah membasahi pipinya.

"Sayang! Kamu menangis? Sakit banget ya?" tanya Fazril dengan lembut, seraya ia menghapus air matanya dan juga menghapus keringat jagung yang memenuhi dahinya Qanita.

"Tidak kok Mas. Ini hanya air mata kebahagiaan. Karena pada akhirnya, Nita dapat merasakan menjadi seorang istri yang seutuhnya," balas Qanita dengan lembut, dan dengan nafas yang terlihat sedikit terengah-engah.

"Benarkah? Aah .. aku kok jadi semakin merasa bersalah padamu Sayang. Maaf ya Sayang, karena baru sekarang aku memenuhi kewajibanku," ucap, Fazril sambil ia memeluk tubuh istrinya.

"Iya Mas! Nita sudah maafin kok,"

"Aah, syukurlah! Terima kasih ya Sayang," ucapnya sambil mengecup dahinya Qanita. "Sekarang kita istirahat ya? Pasti kamu lelahkan?" kata Fazril, sambil menarik selimutnya lalu ia menutupi tubuhnya dan juga tubuh istrinya. Setelah itu, ia kembali memeluk tubuh Qanita.

"Tidurlah Sayang, semoga kamu bermimpi indah," lanjutnya lagi, dan kembali ia mengecup lembut dahi istrinya. Setelah itu ia pun ikut memejamkan matanya juga. Dan akhirnya keduanya pun terhanyut kedalam mimpi mereka masing-masing.

...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...

Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke 😉 Agar Ramanda bersemangat loh 😉

1
Rahmawati Amma
oke thor ceritanya
Erina Munir
baik ...cukup mendidik
Erina Munir
alhamdulillah udh insaf...
Erina Munir
jngn2 drama lgi niih
Erina Munir
waduuh... ketemu nenek lampir niij
Erina Munir
nyadaar broo
Erina Munir
ngehalu aja luuh teruus monyet lisa...ga bakalan kesampeaan .../Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
Erina Munir
kok bisa k beneran begitu yaa...kaya d atur tpi ga masuk d akal...gitu dehh...aduuh jdi sebeell nih ada...s mon yet...
Erina Munir
masa baru jatuh begitu udh kaya abis kcelakaan mobil aja...terlalu parah itu mah sakitnya thooor....bikin nyesek aja kesian istrinya ga ada abis2nya pebderitaannya mana lgi hamil lgi...
Erina Munir
hmmmm ..
amnesia sementara pasti nih
Erina Munir
🤣🤣🤣 naah appess kan Azril....maksnya jngn jailin istrinya terus...
Erina Munir
sukuuriiin ...nitanya ngambeek...makanya jngn egoiss
Erina Munir
akhiirrrnyaaaa....bersua lgiii
Erina Munir
ya ampuun kirain mah..lewaaat...ternyata masih hidup....
Erina Munir
hahaaa...aya2 waee...lucu juga nih crita
Erina Munir
Azril azril...ada2 aja ....lewaat luuĥ....waahhh...bekel blom ada udh mau matii
Erina Munir
alhamdulillah henry udh tau k adaan azril
Erina Munir
carii deh sampe ubanan...klo ketemu brarti jodooh
Erina Munir
/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Curse//Curse//Curse//Curse//Curse//Tongue//Tongue//Tongue/
Erina Munir
kennaaa luuh mon2 nyeet....dasar uleet buluu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!