NovelToon NovelToon
ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Beda Usia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:287.3k
Nilai: 5
Nama Author: 01Khaira Lubna

Raisa, gadis cantik berusia dua puluh tahun terpaksa harus kehilangan kesuciannya demi menyelamatkan nyawa sang adik. Sang adik yang sedari kecil mengidap kanker butuh biaya banyak untuk menjalani kemoterapi dan pengobatan lainnya.

Waktu itu Raisa tidak punya pilihan lain lagi, ia terpaksa mengadaikan dirinya kepada seorang CEO tampan untuk mendapatkan uang yang banyak. Uang itu akan ia pergunakan untuk mengobati sang adik. Orang tua mereka sudah meninggal, kerasnya hidup sudah Raisa jalani sedari belia, hingga sekarang saat dirinya sudah benar-benar lelah dan tak punya pilihan lain lagi ia lebih memilih menjadi simpanan CEO dengan jaminan hidup yang terjamin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 01Khaira Lubna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

Mas Imam berjalan menghampiri aku yang berada di dekat pintu, wajahnya yang teduh terlihat cerah dan ceria. Mas Imam adalah seorang pria yang memiliki wajah tampan, ia begitu aktif dalam kegiatan keagamaan di area tempat tinggal kami, ia adalah pria yang baik, ramah dan selalu bersikap sopan sama siapapun.

''Assalamualaikum Raisa,'' sapa nya saat dirinya sudah berada di hadapan ku.

''Walaikum'sallam Mas,'' balasku ramah dengan senyuman yang tersungging di sudut bibir ku.

''Apa kabar kamu dan Yumna? Tadi malam Mas lewat kontrakan kamu, kontrakan kamu terlihat gelap dan seperti tak berpenghuni. Kalau boleh Mas tahu emang kalian menginap di mana?'' tanya nya dengan tatapan matanya yang begitu lekat menatap wajah ku. Pria yang memakai peci bewarna putih yang ada di hadapanku merupakan pria lajang. Usianya kira-kira sudah dua puluh lima tahun, sosoknya begitu di kagumi oleh banyak kaum hawa di area kontrakan yang aku tempati. Wajar saja banyak wanita muda yang mengagumi nya, karena selain tampan, Mas Imam juga merupakan guru ngaji, penceramah dan juga terkadang menjadi imam shalat di masjid tempat kami tinggal. Ilmu agama nya sudah sangat mumpuni dan tidak perlu di ragukan lagi, karena setahu aku ia merupakan lulusan terbaik dari suatu pesantren dan orangtuanya juga merupakan seorang ustadz dan ustadzah. Selain itu ia juga berasal dari keluarga terpandang, orangtuanya memiliki pabrik percetakan yang sudah memperkerjakan banyak orang yang ada di area tempat kami tinggal, dan mereka juga punya beberapa unit kontrakan yang semuanya sudah di huni. Sayangnya aku tidak kebagian lagi untuk mengontrak rumah kontrakan keluarga Mas Imam.

''Em, aku menginap di tempat aku bekerja tadi malam Mas,'' jawabku berbohong. Bukan apa-apa, aku tidak mau saja orang-orang tahu tentang diri ku yang sudah memiliki suami dan aku juga tidak mau orang-orang tahu kalau Yumna sedang di rawat di rumah sakit dan membutuhkan uang banyak untuk biayanya. Takutnya orang-orang malah semakin kepo dengan kehidupan kami. Sebisa mungkin aku akan tetap menjaga privasi tentang kehidupan aku dan Yumna.

''Kalau Yumna?'' tanyanya lagi.

''Yumna menginap di rumah teman sekolah nya Mas. Karena tidak mungkin ia menginap di kontrakan sendiri, aku tidak mau membiarkan ia menginap sendiri, mengingat adik aku baru beranjak remaja takutnya ada orang iseng yang menjahili nya.'' Aku menjawab lagi apa yang di tanyakan oleh Mas Imam. Mas Imam manggut-manggut mendengar apa yang aku katakan.

''Kamu kalau merasa begitu kerepotan bekerja sebagai office girl di perusahaan besar itu lebih baik berhenti saja Raisa. Mas bisa membantu kamu, Mas akan membiayai kehidupan kamu dan Yumna secara cuma-cuma. Maaf bukan apa-apa, Mas tulus ingin membantu kamu, Mas tidak tega saja melihat kamu harus capek-capek bekerja,'' Mas Imam berkata kepadaku lagi dengan sorot matanya yang nampak serius. Aku menanggapi ucapannya dengan senyum simpul. Selama ini Mas Imam memang sudah begitu baik terhadap aku, tapi aku merasa tidak enakan sama dirinya.

''Terimakasih banyak Mas atas kebaikan Mas selama ini. Maaf, aku tidak mau merepotkan Mas terlalu banyak,''

''Kamu tidak merepotkan Mas Raisa. Mas senang bisa membantu kamu.'' Ucapnya serius.

''Em, sekali lagi terimakasih banyak ya Mas. Kalau begitu aku masuk dulu ya Mas,''

''Ya sudah, Mas juga mau ke masjid. Kamu baik-baik ya,''

''Iya.''

Mas Imam berlalu dari hadapan ku dengan langkah kakinya yang gontai. Entah kenapa aku merasa ada yang masih ingin ia bicarakan lagi sama aku. Setelah tubuh Mas Imam benar-benar telah hilang dari penglihatan ku, aku lalu masuk ke dalam kontrakan sederhana yang aku sewa. Maghrib akan segera datang, dan aku harus mengambil beberapa pakaian aku dengan cepat, karena saat berada di rumah Mas Hendrick aku tidak punya pakaian ganti. Pak sopir yang menemani aku sedang menunggu di mobil di depan gang. Karena kontrakan yang aku sewa berada di belakang gang yang tidak muat untuk di masuki mobil, hanya jalan setapak yang menjadi jalan alternatif untuk masuk.

***

''Non, Tuan Hendrick sudah berulangkali menelpon Bapak, katanya dirinya sudah menunggu Non di rumah,'' Pak sopir berkata padaku saat aku sudah duduk di kursi di dalam mobil.

''Ya udah, kalau gitu kita pulang ya Pak.'' Sahutku. Lalu Pak sopir melajukan kendaraan roda empat yang ia kemudi dengan kecepatan sedang. Terang sudah berubah menjadi gelap, malam sudah datang dan adzan magrib juga sudah selesai di kumandangkan. Wajar saja Mas Hendrick sudah menanyakan keberadaan aku, karena aku yang terlambat pulang. Aku yang tidak menyambut kepulangan nya dari bekerja di depan pintu. Ah ... Maafkan aku Mas, setelah ini aku akan menjadi istri yang baik. Aku harap Mas Hendrick tidak marah sama diriku karena aku yang terlambat pulang.

Bersambung.

1
Rahelyas Rahel
knpa s raisy g nunggu d tlp aja sih kan jd ktauan deh
Rahelyas Rahel
hadeeh ngapain juga d omongin klw aku sih mndingn diam aja yg penting kbutuhn d penuhi dan sikapnya lembut terserah s hendrik mau ngapa2in d blakangku...hehe
Boonen Colektion
masih bersambung itu
Farida Deka
Luar biasa
eenmangung
ceritax udah tamat tp endingx kurang bagus
Enung Samsiah
jadi Surserrrrrr,,,,,
Anisa
katakan sesuatu bosan
Anisa
lanjut Thor lagi seru serunya ni
Anisa
lanjut Thor
Kris Biantoro
nanggung
jy
next
Sumi Narita
cari dimana lanjutqnnya thor
Yethi Hirnawati
wah nanggung cerita nya thor di lanjut thor
Hosniyah Niyah
sangat bagus ceritax🥰🥰🥰
Partini Maesa
kok udah ada tulisan karya udah tamat gmn ini
Partini Maesa
kok raisa gx blng tadi tlpn
Partini Maesa
gawat.geger gedhen iki
Partini Maesa
feeling aku yg dijodohkan dgn hendrik mungkin raiso bkn anggia
Partini Maesa
aku setuju klo raiso pindah rmh.ayo dong hendrik raiso dibeliin rmh yg kecil ato apartemen yg sederhana aja.klo dilnjutin raiso makin trtekan kasian kan
Yuli Anti
lanjut,nanggung ni😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!