NovelToon NovelToon
Kembar Jenius Si Mantan Playboy

Kembar Jenius Si Mantan Playboy

Status: tamat
Genre:Anak Genius / One Night Stand / Single Mom / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:166.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: chibichibi@

Spin of: Aku Bukan Pemuas R@njang.

Walls Diamond, seorang hacker yang selalu bergonta-ganti wanita. Tiba-tiba terobsesi pada Rose Brania.

Memutuskan untuk menjebak wanita itu hingga menghabiskan satu malam yang panjang dengannya.

Rose yang masih trauma, bukannya luluh justru semakin membenci, Walls. Ia pun memutuskan lari ke luar negeri. Tanpa sadar jika terdapat benih bayi kembar di dalam rahimnya.

"Kami akan membawa mama kepadamu, papa!"

Akan kah, rencana Hiro dan saudari kembarnya Milea berhasil?

Mampukah, kejeniusan dan keimutan si kembar menyatukan kedua orang tua mereka?


Cekidots!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12. Perjanjian Antara Walls Dan Will

Susi mengerutkan keningnya, lalu berjalan mendekat demi memastikan penglihatannya. Wanita cantik dengan tubuh yang berhasil kembali ramping dan singset setelah usahanya selama satu tahun belakangan ini. Sebab, Susi sempat mengalami kenaikan bobot yang drastis semenjak melahirkan anak keduanya. Yaitu, adik perempuan dari Satria Junior yang bernama Elisa Chandrawinata.

"Siapa sih, Mom? Kenapa begitu kaget?" cecar Elisa yang juga ikut menghampiri tempat dimana kedua orang tuanya duduk sambil menatap tajam ke arah layar laptop.

"Sepertinya, keponakan dari Daddy," jelas Susi seraya mengelus pucuk kepala gadis kecil berusia enam tahun itu.

"Berarti, dia sepupu Elisa?" tanya gadis kecil yang masih mengenakan seragam sekolah taman kanak-kanak itu.

"Exactly! Anak Mommy, pintar!" puji Susi yang sontak langsung melabuhkan kecupan gemasnya pada kedua pipi chubby Elisa.

"Mom, aku pernah melihatnya di tivi. Gadis kecil itu, yang rambut ikalnya di kuncir dua!" tunjuk Elisa lada layar yang menampilkan wajah imut Milea.

"Benarkah? Di acara apa ya? Memang sih, Mommy, seperti pernah melihatnya," ucap Susi sambil berusaha mengingat sesuatu.

"Kompetisi memasak anak-anak. Gadis kecil itu adalah peserta termuda, Mom. Namanya ... Milea," terang Elisa.

"Wah, putri Daddy hafal benar!" heran Arjuna. Ia pun langsung menghubungi Better yang kebetulan berada satu negara dengan Walls.

[ Halo, Ar! ]

"Kau tau apa yang harus kau lakukan, Bet. Aku mau, informasi mengenai mereka secepatnya!" ucap Arjuna tegas seperti biasa.

[ Beres, Ar. Tanpa kau perintah, aku telah mendapatkan informasi mengenai mereka. ]

"Heh! Lalu kenapa tidak kau sampaikan padaku!" teriak Arjuna seraya berdiri dengan seketika.

"Sabar kenapa sih, Arjuna," ucap Susi gemas, seraya menarik ujung kemeja suaminya itu agar duduk kembali. Sementara, Elisa hanya menahan senyumnya kala melihat ekspresi gemas sang Mommy. Sudah biasa ia saksikan, sifat sang Daddy yang suka marah-marah jika menelepon kawan-kawannya. Kecuali jika dengan keluarga, sang Daddy adalah pria yang lembut dan penyabar.

[ Saya baru mau kirim file-nya. Siapa mengira, kau akan menelepon lebih dulu. ] Di seberang sana Better pasti tengah memutar bola matanya malas.

Benar saja, lelaki gondrong itu sedang menggerutu saat ini. Terlihat dari mulutnya yang terus komat-kamit. "Makin tua makin jadi, dasar pemarah, gak sabaran!" umpat Better kesal. Ia pun mengetik kembali untuk mengirim informasi yang baru saja ia dapatkan.

Sementara itu.

"Siapa yang kau hubungin Will? Kenapa terlihat mencurigakan sekali?" cecar Walls yang melihat gerak-gerik asistennya itu macam tak biasa.

"Kepo aja sih, Bos. Biasalah, gebetan," elak Will, berusaha menutupi apa yang tengah ia lakukan tanpa sepengetahuan bos-nya itu. Sebab, bagaimana pun dirinya penasaran, mengenai identitas Hiro sebenarnya.

"Haissh, siapa gebetan mu itu. Manusia atau roh halus!" ledek Walls, sesudahnya pria itu tergelak kencang. Baginya, Will itu senasib sepenanggungan dengan dirinya. Will tidak akan pernah menikah sebelum roketnya kembali seperti semula.

"Tidak keduanya, Bos," jawab Will malas. Entah sampai kapan dirinya melajang. Demi janji dan sumpah setia yang ia ucapkan di saat mabuk. Justru berimbas seumur hidup.

"Lah, lalu bangsa apa? Alien?" ledek Walls lagi.

"Nah, itu Bos tau. Dia cantik lho, tapi telinganya lancip, mau gak aku kenalin?" balas Will yang mana hal itu langsung membuat Walls bergidik. Asisten rese itu pun tertawa melihat sang bos akhirnya pergi menjauh darinya. "Ck, lagian rese duluan," gumam Will masih sesekali tertawa geli.

"Gimana, lo udah dapet data-datanya?" tanya Will pada seseorang yang ia hubungi lewat ponsel pintarnya itu.

[ Susah Bos, keluarga anak itu meminta tim untuk menyembunyikan data-datanya. Itu salah satu syarat mereka ketika diundang oleh tim kompetitor. ]

"Ck, ternyata harus aku juga yang turun tangan!" decak Will, kesal.

[ Maaf, Bos. Sepertinya memang begitu. ]

"Ya sudah, atur pertemuan ku dengan mereka!" titah Will kemudian.

"Bos, saya mau ijin ketemuan dulu ya. Sebentar kok!" ucap Will meminta ijin sambil memainkan alisnya.

Sebuah bolpoint kembali melayang dengan cepat dan mengenai kening, Will.

Pletukk.

"Astaga! Bos!" Will menjerit lantaran benda itu mengenai pelipisnya, serasa tajam dan sedikit menggores. ' Untung majikan, kalau bukan sudah, hegh!' batin Will kesal.

"Maka itu jangan seenaknya! Apa kau lupa perjanjian kita!" protes Walls, menahan geram.

"Eh, iya sih. Tapi kan, Bos. Masa roket saya juga harus vacum sih? Kan itu--"

"Itu apa! Apa perlu ku kebiri sekarang!" Walls sampai menggebrak meja saking kesalnya. "Enak saja kau. Sebelum aku kembali normal, tidak ada yang namanya wanita dalam hidupmu, paham!" bentak Walls serius. Bahkan, sang asisten sampai memegangi dadanya lantaran kaget.

_____

"Sayang, ternyata benar. Di kembar yang mirip dengan sepupu nakalku itu adalah anak dari wanita ini," panggil Arjuna seraya menunjukkan kembali beberapa foto yang dikirim melalui aplikasi chat berwarna hijau.

"Benar, Ar. Wanita ini yang saat itu diincar setengah mati oleh si badung playboy itu. Aku ingat wajahnya. Meksipun, sekarang dirinya nampak lebih dewasa dan anggun," ucap Susi seraya menarik sudut bibirnya ke atas.

"Kita harus, menyusul mereka. Temui mereka, Ar. Keponakan mu!" seru Susi antusias, bahkan dirinya hampir saja berjingkrak-jingkrak.

"Elisa ikut ya, Mom!"

"Satria juga!"

...Bersambung ...

1
Dyah Oktina
keenam anak kali thor
Dyah Oktina
hiro thor... heru d penthousmu.. 🤭
Dyah Oktina
?????🤔
Siti Aminah
Top
dewi oktaviah
Luar biasa
🌸 Yowu-Kim 🌸
Kak spertinya ada book khusus arjuna dan susi ya?
Mak Aul: ada kak, aku udah jawab di komentar kamu sebelumnya 😅
total 1 replies
🌸 Yowu-Kim 🌸
Will tolong di iket aja boss kamu will untuk sementara 😭😭😭
🌸 Yowu-Kim 🌸
TBL bgt roger 😭🤣
🌸 Yowu-Kim 🌸
Definisi Realita tidak sesuai dg ekspektasi ya Walls. Yg sabar ya bang
🌸 Yowu-Kim 🌸
Nah di ulti org tua sebelah
🌸 Yowu-Kim 🌸
Duhhh gemeshnya bang hero nih
🌸 Yowu-Kim 🌸
Hiru otaknya nurun dr buapaknya
🌸 Yowu-Kim 🌸
Mau pasti rose
🌸 Yowu-Kim 🌸
Hahaha lanjutkan will. Memang kau nih suka sekali mengamuk macam bossmu 🤣🤣🤣
🌸 Yowu-Kim 🌸
Si walls dulu bener2 kek vibes anak tongkrongan liat ada cewek cantik lewat trs bilang *piwiiit sendirian aja neng* 😭😭😭
Mak Aul: iya dia gitu hahay😅
total 1 replies
🌸 Yowu-Kim 🌸
Apakah cerita Vanish dan Better ada di book lain ya kak?
Mak Aul: ada kak, mereka ini pasangan asisten. judul bukunya, aku bukan pemuas ranjang
total 1 replies
🌸 Yowu-Kim 🌸
Gemesh bgt perkenalannya lengkap
🌸 Yowu-Kim 🌸
Memang anak ini hasil karya elu bang 😎
🌸 Yowu-Kim 🌸
Aku dimana? Aku siapa? Semalam aku berbuat apa?😭
🌸 Yowu-Kim 🌸
Will kamvret sama aja kaya bossnya. Demen juga ternyata kalau di tawarin yg bening2 elah 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!