Bhadrika Anneta Fabian memilih bersembunyi dari keluarganya karena belum siap menerima pernikahannya dengan seorang pria yang tak ia cintai.
Sementara Pangeran Aditama meski sudah tiga tahun berlalu masih terus mencari Istri sirinya yang kabur, hingga pada akhirnya ia menemukan titik terang tentang keberadaannya
" Jika kamu tak ingin aku menjadi Tuan Pemaksa, maka patuhi dan cintai aku sebagai suamimu."
" Tapi aku tetap tidak bisa mencintaimu karena di hati ini hanya ada dia. Jadi lepaskan saja aku!"
" Anne dia sudah pergi, jadi lupakanalah! Lagipula aku tidak akan pernah melepaskanmu karena kamu akan tetap menjadi istriku sampai nanti. "
Di kala Pangeran masih berjuang untuk mendapatkan cinta istri, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat mirip dengan almarhum pria yang sangat Anne cintai.
Lalu, bagaimana kisah pernikahan mereka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 : Jeremy vs Pangeran
Pangeran terlihat meraup wajahnya sambil menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. Sepertinya, barusan ia sudah bersikap berlebihan pada Anne hanya karena sebuah rasa cemburu.
Namun, apa yang dikatakan Anne tidak salah. Mungkin ia juga egois karena tak memikirkan bagaimana perasaan Anne saat itu. Hanya karena rasa cinta serta ingin memiliki sampai membuat Pangeran rela menjadi pengantin Pengganti tanpa bertanya pada Anne.
" Jika aku bertanya lebih dulu, apakah kamu akan bersedia menjadi istriku, Anne?" gumam Pangeran dengan tatapan nanar.
Terkadang, ketika rasa cinta serta ingin memiliki jauh lebih besar daripada akal. Dapat membuat seseorang lupa akan hal lainnya, bahkan ia rela melakukan apapun agar bisa memiliki hal itu.Dan itu lah yang terjadi pada Pangeran, meski awalnya ia menolak tapi akhirnya ia setuju untuk menjadi pengantin pengganti.
Pangeran berjalan menuju kamar Anne, ingin mengetuk pintu tapi seakan ragu. Mungkin, Anne butuh waktu untuk menenangkan dirinya, begitupun dengan Pangeran yang perlu udara segar guna emosinya.
Pangeran berjalan keluar dari rumah, udara di luar ternyata sangat dingin sampai menusuk ke dalam kalbu meski sudah memakai pakaian tebal. Lampu temaram terlihat menyinari jalanan desa yang begitu sepi, seakan tak berpenghuni.
Tempat ini memang sangat damai serta sunyi dari keramaian kota. Suara jangkrik terdengar bersahutan dengan gemericiknya air yang mengalir dari air terjun bagaikan musik alami, langit malam juga terlihat sepi tanpa bintang.
Setelah menatap langit, Pangeran kembali menatap ke arah rumah sederhana yang di tinggali oleh istrinya. Awalnya, Ia tak percaya jika seorang nona muda kaya raya bisa betah hidup di desa seperti in, tapi nyatanya Anne bisa.
" Anne, apakah kehidupanmu dulu sangat menyesakkan?" gumam Pangeran yang memang tak tahu banyak tentang istrinya.
Mendengar ada seseorang yang sedang berbicara tak jauh dari tempatnya, membuat Pangeran menoleh ke sumber suara.
" Jeremy," lirih Pangeran saat melihat Jeremy yang hendak akan keluar dari rumahnya.
Melihat Pangeran yang ada di depan rumah, membuat Jeremy segera kembali masuk ke dalam rumahnya. Sementara Pangeran justru berjalan ke rumah Jeremy.
" Jer, buka pintunya! "pinta Pangeran sambil mengetuk pintu rumah Jeremy. Namun, Jeremy tak keluar ataupun menjawab panggilan dari Pangeran. Bahkan ia menyudahi panggilan teleponnya dengan sang kekasih.
" Jeremy, jika kamu seorang pria keluarlah! Ada yang ingin aku bicarakan! "pancing Pangeran yang berharap pria itu keluar.
" Tak ada waktu! "balas Jeremy.
" Jika tak keluar, berarti kamu seorang pengecut! "Sarkas Pangeran yang tentu saja membuat pria gagah itu tak terima. Mana ada, dia yang memiliki tubuh tinggi besar serta kemampuan berkelahi yang mumpuni takut dengan seorang pangeran yang memiliki tubuh lebih kurus darinya.
Jeremy pun membuka pintu rumahnya, dan sebuah serangan hampir saja mengenainya. Pangeran yang awalnya berniat untuk memberikan bogeman mentah, justru tubuhnya yang langsung di kunci oleh Jeremy dari belakang.
" Kamu berniat menyerangku,hem?" bisik Jeremy di dekat telinga Pangeran.
Pangeran berusaha melepaskan diri, tapi Jeremy semakin mengeratkan pegangannya. Bahkan, Ia juga memilintir tangan Pangeran sampai membuang pria itu merintih.
" Kamu itu bukanlah tandinganku, jadi jangan pernah menghina sebagai seorang pengecut!" tandas Jeremy seraya mendorong tubuh Pangeran ke depan.
Andai Pangeran tak bisa menjaga keseimbangan, mungkin ia akan jatuh menabrak tembok.
Sementara Jeremy terlihat menepuk-nepuk tangannya, lalu melipatnya di depan dada.
" Mau apa kamu datang ke sini!?" tanya Jeremy dengan memasang wajah sangar dan tatapan tajam.
" Hanya ingin memberikan sedikit peringatan dan___"
"Pelajaran!" Namun, kata ini hanya Pangeran bisa ucapkan secara lirih karena pada kenyataannya dia tak bisa melawan pria di hadapannya ini.
" Dan ingin memukul ku karena berada di desa ini bersama Anne?" lanjut Jermy dengan senyuman mengejek.
"Em."
Hahahaha
Jeremy justru tertawa lebar mendengar Pangeran yanh hanya berdehem.
" Pangeran ... Pangeran ... Kamu pikir, aku bisa kamu lumpuhkan dengan mudah?"
" Jangan mimpi!" hina Jeremy yang membuat Pangeran mencengkram tangannya kuat-kuat seakan sedang menahan amarah.
Jeremy kembali tersenyum kecut tatkala melihat Pangeran yan tengah mencengkram tangannya.
" Apa yang ingin kamu bicarakan, cepat katakan karena aku sudah harus istirahat!" pungkas Jeremy.
" Kenapa Kamu membawa kabur istriku?" tanya Pangeran.
" Huh?" Jeremy terlihat terkejut dengan kedua bola mata yang membulat.
" Apakah aku tidak salah dengar? " Jeremy meletakkan telapak tangannya di dekat telinganya.
" Sepertinya kamu harus memperbaiki kosa katamu, karena bukan aku yang membawa Anne kabur. Melainkan dia yang memintaku untuk membantunya pergi menghilang dari keluarganya," terang Jeremy jujur.
" Tapi kenapa kamu mau? Apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan suami dan keluarganya yang begitu khawatir saat tahu dia menghilang! "
Jeremy justru tersenyum melihat Pangeran yang terlihat sangat marah dengannya.
" Mungkin karena aku terlalu kasihan melihat kehidupan Anne yang bagaikan burung dalam sangkar emas, " kata Jeremy.
" Apa maksud kamu? "tanya Pangeran bingung.
" Sepertinya, kamu tak tahu apa-apa tentang perasaan Anne yang sebenarnya. Makanya kamu datang ke sini untuk bertanya. "
Pangeran mencebik." Kamu berbicara seperti seakan tahu saja! "
" Tentu saja aku tahu, makanya dia lebih nyaman tinggal di sini bersamaku," tukas Jeremy yang membuat Pangeran semakin murka. Bahkan, kini ia sudah mencengkram baju Jeremy dengan tatapan tajam.
Bukannya takut, Jeremy justru semakin tertawa lebar saat melihat sikap Pangeran yang menurutnya lucu.
Pangeran kembali ingin memberikan bogem mentah, tapi Jeremy tetap berhasil menangkap tangan Pangeran dengan sigap. Sepertinya, tingkat kepekaan pria ini sangat kuat.
" Sudah ku katakan, jangan berani-beraninya melawanku atau melukai wajah yang dapat memikat banyak wanita ini!" ucap Jeremy.
Kedua pria itu saling memberikan tatapan tajam dengan posisi tangan yang saling mencengkram satu sama lain dengan kuat.
"Apa yang telah terjadi di antara kalian?" tanya Pangeran lagi.
Jeremy menyeringai. " Coba kamu pikir sendiri, kira-kira apa saja yang bisa terjadi di antara laki-laki dan perempuan yang kabur bersama selama tiga tahun? " Jeremy justru kembali bertanya.
Dari luar Jeremy memberikan wajah sangar dan tengilnya, tapi di dalam hatinya tertawa karena berhasil membuat pria ini sangat marah.
...****************...
penasaran sama lnjtn nya