NovelToon NovelToon
Kabur Dari Tuan Muda

Kabur Dari Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Rania terlahir kembali ke lima tahun sebelum tragedi dalam hidupnya terjadi. Di masa depan setelah ia menikah dengan Arya, Rania dijebak oleh Salsa dan dibunuh tepat di malam pertamanya. Di kesempatan kedua ini, ia akan menghindar dari pernikahan itu agar tidak mengalami nasib yang sama.

Berhasilkah ia kabur dari genggaman sang Tuan Muda dan menghindari takdir kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Sebuah Kejanggalan

Setelah selesai dengan kegiatan di kampus, Rania dan Salsa pergi ke kafe belakang kampus untuk menemui Bagas. Tapi sayangnya Bagas sudah tidak bekerja di tempat itu. Tepat saat mereka akan berbalik, Bagas tiba-tiba muncul dari pintu masuk. Berjalan dengan seorang teman dan langsung menuju ke privat room setelah mengonfirmasi kedatangannya kepada karyawan.

Bagas sudah muncul namun karakternya terlihat berbeda dari Bagas yang beberapa kali berinteraksi dengannya. Dia memiliki aura dingin dan sombong yang tidak bisa dijelaskan.

"Bagas," panggil Rania. Ada sedikit keraguan saat memanggilnya karena meskipun fisiknya sama, tapi dia merasakan sesuatu yang berbeda tentangnya.

Bagas yang merasa dirinya dipanggil pun menoleh dan sedikit kebingungan karena ia merasa tidak mengenal perempuan itu. Meminta temannya untuk masuk terlebih dahulu lalu ia sedikit mendekati Rania dan Salsa.

"memanggilku?" tanyanya membuat Rania dan Salsa saling memandang kebingungan.

"kita kan sudah janjian hari ini mau ketemu," ucap Salsa mengingatkan tentang janji temu mereka hari ini. Namun Bagas terlihat sangat kebingungan. Dan ekspresinya itu bukanlah sesuatu yang dibuat-buat.

"oh ya? aku tidak ingat dan aku tidak kenal kalian," ucapnya dengan lugas.

Rania dan Salsa mendekati Bagas yang masih berdiri di dekat salah satu ruang privat. Rania mengulurkan tangan berusaha memegang dahi Bagas tapi dengan segera ditepis oleh Bagas.

"apa semalam kamu kecelakaan? kepalamu terbentur? amnesia? kamu tidak ingat aku dan Salsa?" tanya Rania beruntun.

Bagas mundur selangkah dengan wajah terkejut. Ia mencoba mengingat lagi namun tetap saja tidak bisa.

"aku tidak kenal dengan kalian, ada apa mencari ku?"

Rania dan Salsa kembali saling bertatapan lalu menariknya untuk duduk di salah satu meja yang kosong. Mereka berdua menceritakan akhir-akhir ini tentang dirinya yang terus mengejar Rania. Hingga pertemuan tidak sengaja dengan Rania kemarin.

Bagas menganggukkan kepalanya lalu menarik nafas.

"Pertama, benar aku mahasiswa di Universitas itu. Kedua, aku tidak kenal kalian dan terakhir aku tidak menyukai Rania," jawabannya begitu lugas membuat Rania dan Salsa merasa dia tidak berbohong sama sekali.

Setelah itu, mereka berdua pergi dari kafe tersebut dan sepanjang perjalanan pulang keduanya masih merasa bingung dengan apa yang beru saja terjadi.

"apa mungkin dia sakit Alzheimer atau Demensia?" tebak Salsa asal-asalan karena masih tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.

"tidak mungkin kan."

Tanpa keduanya ketahui, setelah mereka pergi dari kafe, Arya datang dengan tujuan yang sama yaitu bertemu dengan Bagas. Meskipun begitu, ia tidak tau kalau sebelum dirinya sudah ada yang datang mencari Bagas.

"apa yang kalian bicarakan kemarin?" tanya Arya langsung.

"siapa? kemarin aku bicara dengan banyak pelanggan. Lalu kamu sendiri siapa? kamu mengenalku?" ucapnya dengan penuh keheranan. Ia sendiri juga bingung kenapa hari ini ada banyak yang mencarinya.

Arya memiliki ekspresi yang sama seperti Rania dan Salsa saat mendapatkan respon yang aneh dari Bagas.

"kamu tidak mengenalku?"

"tentu saja tidak, aku terlalu sibuk kerja dan kuliah. Tidak ada waktu berkenalan dengan seluruh mahasiswa. yahh meskipun sekarang sudah tidak bekerja di sini sih," jawabnya dengan menambahkan sedikit informasi di akhir kalimatnya.

Sama halnya seperti Rania dan Salsa, Arya keluar dengan raut wajah kebingungan dan penuh tanda tanya.

"selidiki lebih dalam tentang anak ini."

Arya menelfon orang kepercayaannya dan memintanya untuk menyelidiki lebih dalam lagi tentang Bagas. Sebelumnya ia sudah memiliki informasi dasar tentangnya, tapi kejadian hari ini menurutnya sangat aneh.

Sementara itu Rania dan Salsa berakhir duduk di sebuah taman dengan es krim di tangan keduanya.

"menurutmu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Salsa dengan mata yang menatap jauh ke depan. Tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Rania.

"entahlah," keduanya merasa frustasi karena mendapat sedikit informasi namun langsung kehilangan sumber informasi tersebut.

"apa mungkin dia ketauan Arya terus... " Salsa tidak melanjutkan kalimatnya dan hanya menampilkan ekspresi ngeri.

Rania langsung menggelengkan kepalanya. Ia memiliki pemikiran baru tentang Arya setelah membandingkannya dengan apa yang terjadi di masa lalu.

Dulu maupun sekarang, Arya selalu sama yaitu tidak pernah menyentuh orang yang dekat dengan Rania. Jika sesuai dengan cerita Salsa di kehidupan dulu yang langsung disiksa oleh Arya setelah dirinya meninggal. Lalu di kehidupan ini, Dona langsung disingkirkan oleh Arya setelah ia putus hubungan dengannya. Sejak itu, ia menarik kesimpulan bahwa Arya tidak akan pernah menyentuh orang yang dekat dengannya.

Salsa pun menganggukkan kepalanya mendengar apa yang diucapkan oleh Rania.

"cukup masuk akal. Meskipun dulu kita nggak akur, tapi aku dekat dengan Dona dan Dona adalah sahabatmu."

"tapi bagaimana dengan Bagas, dia seperti orang yang berbeda. Seperti ada tiga orang Bagas dengan sifat yang berbeda tapi satu wajah yang sama."

Rania menoleh ke arah Salsa lalu mengungkapkan isi pikirannya saat itu, "apa mungkin dia berkepribadian ganda? di dalam tubuhnya ada dua kepribadian lain."

Setelah mengatakan itu, Rania langsung menggelengkan kepalanya dan membantah argumennya sendiri.

"tidak mungkin, dulu dia selalu seperti itu tidak pernah berubah-ubah seperti ini."

"ARGHHHHHH," mereka berdua mengerang frustasi saat tidak menemukan jawaban dari pertanyaan mereka.

Sedangkan di tempat lain, Bagas baru saja pulang ke rumah dan kembali menemukan sesuatu yang janggal di rumahnya. Beberapa hari terakhir, di rumahnya selalu ada sisa bungkus mi instan di dapur.

Bagas tinggal sendirian di sebuah rumah sederhana peninggalan orang tuanya. Tapi meskipun begitu, ia memiliki hidup yang sangat berkualitas. Sangat jarang mengonsumsi makanan instan karena pencernaannya yang cukup sensitif. Ia masih memiliki sisa tabungan orang tuanya dan ada uang pensiun milik ayahnya. Sedangkan untuk biaya kuliah, sudah ada tabungan pendidikan yang disiapkan oleh orang tuanya. Semua uang yang ia miliki, sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Seperti makan, minum dan pakaian.

Tidak ada alasan untuknya membeli makanan instan yang bisa membuatnya merasa tidak nyaman setelah makan. Ditambah mi instan memiliki tingkat yang berbeda. Dulu beberapa minggu setelah orang tuanya meninggal, Bagas memasak mi instan karena hanya itu yang paling mudah untuk dimasak. Tapi ia tidak melihat tanggal kadaluarsa dan akhirnya harus menginap di rumah sakit selama dua hari karena keracunan makanan. Sejak itu bahkan untuk mencium aromanya saja sudah membuatnya merasa mual. Apalagi untuk mengonsumsinya, ia tidak akan sanggup.

Namun sejak kemarin bungkus mi instan itu selalu terlihat di tempat sampah dapurnya. Bahkan panci bekas masaknya pun masih ada di atas kompor dan belum di cuci.

"apa aku sakit?" tanyanya pada dirinya sendiri sambil memegang dahinya. Namun ia merasa tubuhnya baik-baik saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!