Trisha Vioreen seorang wanita yang ekspresif, multi talenta, dan cantik yang membuat pria jatuh hati kepadanya.
Miles Omkara, seorang pria kaya, tampan, seksi, yang kemudian berhasil memenangkan hati Trisha. Mereka akhirnya menjalin hubungan selama bertahun-tahun, sampai pada suatu hari Miles harus menikah karena dijodohkan.
Sampai suatu hari Trisha bertemu dengan Miles dan mereka melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Miles berjanji akan kembali kepada Trisha walaupun sudah menikah, dengan satu syarat, Trisha harus menikah dengan pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mistake
Kediaman Miles
Esok paginya, Miles sangat marah kepada Cella, istrinya, "Kamu membuatku melakukan apa tadi malam, hah??!!" semburnya.
Cella terkejut mendengar Miles marah, "Aku tidak melakukan apa pun. Demi Tuhan! Kamu yang memulainya. Itu menyakitkan tau, saat kamu bersamaku, nama wanita ja*lang itu terus terucap dari mulutmu!" sahut Cella.
"Jangan sebut dia dengan sebutan seperti itu!! Jaga mulutmu, Cella!!" tukas Miles marah, "Aku tidak akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi nanti! Itu urusanmu!" sahutnya lagi.
"Kemana Trishamu itu tadi malam, kenapa dia tidak datang menolongmu?!" sembur Cella membalas bentakan Miles.
"Tidak perlu tau urusanku dengannya! Dan satu lagi, aku peringatkan kamu, jangan pernah sekali lagi menemui atau melabrak Trisha! Dia tidak bersalah, aku yang salah, aku yang mengejarnya karena aku masih sangat mencintainya! Ingat itu!" sahut Miles, dengan jari telunjuknya terarah tajam ke arah Cella.
"Kenapa kamu tidak melupakannya? Pandanglah aku!" pinta Cella. Suaranya mulai tercekat, dan dengan sekuat tenaga, dia menegarkan suaranya.
"Tuhan saja memihakku, Cella! Dia mempertemukanku dengan Trisha lagi!" sahut Miles, "Aku akan menceraikanmu, cepat atau lambat!" tambahnya.
Cella terhenyak mendengar ucapan Miles, "A...aku akan membicarakan ini pada ayahmu." sahut Cella.
"Bicarakan saja. Aku tidak melarangmu." tukas Miles. Kemudian dia beranjak, masuk ke kamarnya, dan membanting pintunya.
Cella terisak sedih dan menangis sesenggukan, kemudian mengetuk pintu kamar, "Miles, kumohon, jangan lakukan itu padaku." isak Cella, "aku tidak akan mencari tau tentang Trisha lagi tapi kumohon jangan ceraikan aku." pinta Cella.
Miles membuka pintu kamarnya, dia memandang istrinya itu dengan sangat kesal, kemurkaan terpampang di wajahnya, tidak ada rasa kasihan atau simpati pada suaranya, "Kenapa? Kenapa kamu bisa mencintaiku?" tanya Miles dingin.
"Kita tidak pernah bertemu, bahkan aku tidak tau kalau kamu ada di dunia ini sebelumnya, sampai ayahku memberikan fotomu kepadaku. Mendengar suaramu pun saat itu, aku belum pernah. Jadi, apa yang membuatmu mencintaiku?" sahut Miles lagi, tidak sabar.
"Kupikir kamu orang baik, dari foto yang diberikan oleh papaku, kamu terlihat baik. Dan aku pikir aku bisa hidup bahagia bersamamu..." jawab Cella.
"Tapi kenyataannya, aku tidak baik, dan kamu tidak bahagia bersamaku. Untuk apa kamu berharap dari pernikahan ini lagi, Cell? Aku tidak paham jalan pikiranmu, dan aku tidak mau tau tentang....semua yang ada pada dirimu!" sahut Miles, sambil telapak tangannya memutari wajah beserta tubuh Cella, seakan hendak meronsennya.
"Dan lupakan kejadian tadi malam. Itu suatu kesalahan, bukan kebetulan." seru Miles lagi. Kemudian keluar dan pergi meninggalkan Cella.
Cella benar-benar patah hati sekarang, dia menghubungi ibunya, "Mommy, i wanna go home." katanya, sambil terisak. Airmatanya terus mengalir dari mata bulatnya.
"Honey, kamu kenapa? Bertengkar dengan Miles? Mami kesana, oke. I'll be there soon, my dear." sahut ibu Cella.
Di Sebuah Kamar Presiden Suite
Miles dan Trisha saling memagut bibir satu sama lain, tangan mereka saling mencari, meraba, dan menyentuh, tubuh mereka seakan menempel, tidak tau apa dan siapa, mereka bergerak seirama, dengan lenguhan, dan erangan memenuhi kamar itu. Keringat membasahi tubuh mereka, pakaian mereka berceceran di lantai dan di atas tempat tidur.
"Bagaimana ini, Sha? Aku semakin tidak bisa melupakanmu.." sahut Miles terbata-bata, sambil berusaha mengatur nafasnya setelah pertarungan di ranjangnya dengan Trisha.
"Jangan berkata seperti itu, Miles." ucap Trisha, membungkus tubuhnya dengan selimut.
"Setiap kita selesai melakukan ini, aku merasa bersalah kepada Gege." sahut Trisha.
Miles membuka selimut Trisha, dan memainkan jari telunjuknya di dada Trisha, "Kenapa harus Gege sih, Sha? Kamu kan bisa mencari pria lain selain dia. Bahkan dia pernah ke rumahmu, sedangkan aku belum." protes Miles, kini jarinya memutar turun ke perut Trisha.
"Miles...no..." seru Trisha, menangkap jari nakal Miles, "maksudku, kalau bersama orang lain, aku tidak akan nyaman." jawabnya, "dan untuk apa kamu tau rumahku? Istrimu sudah tau dimana aku tinggal, tanyakan saja kepadanya." sahut Trisha lagi.
"Mana bisa kan aku bertanya padanya dimana rumahmu." sahutnya.
"Lalu, sampai kapan kita begini?" tanya Trisha.
"Sampai aku mendapatkan keuntungan dari perusahaanku sendiri. Bersabarlah sedikit lagi, Trisha." jawab Miles.
"Aku tidak yakin akan sanggup menahannya, Miles."
"Menahan apa?" tanya Miles, mulai menciumi lengan Trisha lagi.
"Untuk tidak jatuh cinta kepada Gege dan keluarganya, sudah pasti." jawab Trisha.
Jawaban Trisha menghentikan aktifitas Miles, "Kenapa seperti itu?" tanya Miles.
"Dia dan keluarganya sangat menerimaku, Miles. Mereka menyenangkan, ramah, dan....dan baik kepadaku." jawab Trisha.
"Dan kamu menyukai mereka?" tanya Miles.
"Tentu saja. Aku tidak bisa membohongimu, kalau akhir-akhir ini aku menikmati hubunganku dengan Gege." jawab Trisha berterus terang.
"Aku tidak suka dia. Putuslah dengannya!" seru Miles kesal.
Trisha menatapnya sekarang, "Kamu yang memintaku untuk menikah Miles." sahut Trisha, beranjak berdiri dan mengambil segelas air.
Miles merubah posisinya juga, "Tapi tidak dengan Gege!" Dia lawan bisnisku. Ayolah, Sha.." sahut Miles, mendekati Trisha yang saat ini berdiri memandangnya, dengan tubuh hanya tertutupi selimut di bagian depannya saja.
"Dan apa dia tau kalau aku dan kamu...kamu tau...masih sering seperti ini?" tanya Miles, memeluk Trisha dan mencumbu bibirnya.
"Aku tidak tau. Tapi sebisa mungkin...aku...menutupi... ini..." jawab Trisha, dan membalas ciuman Miles.
Mereka memulai permainan mereka kembali, kali ini Trisha membawa ciuman mereka ke kamar mandi, dan mereka melanjutkannya disana.
...----------------...
Gerardus Mahardika mendatangi kantor Miles Omkara, "Apa bapak sudah ada janji dengan pak Miles?" tanya wanita front desk.
"Sudah... saya sudah membuat janji dari kemarin." jawab Gege.
"Darimana?" tanya wanita itu lagi.
Gege tersenyum manis, "Ah, katakan saja Mahardika." jawab Gege santai.
Kemudian front desk memanggil asisten Miles untuk mengarahkan Gege ke ruangan Miles, "Dari sini bisa di tinggal saja. Karena ini pembicaraan pribadi dan rahasia." sahut Gege tersenyum.
Gege memasuki ruangan Miles, dan dilihatnya Miles sudah menunggunya.
"Apa kabar?" sahut Miles menjabat tangan Gege.
"Baik..baik.. Kamu apa kabar?" tanya Gege.
"Aku baik, silahkan duduk. Mau minum apa? Dingin atau hangat?" tanya Miles.
"Dingin aja, karena kita akan membicarakan hal yang panas... hahahaha." jawab Gege.
Miles meminta asistennya untuk mengambilkan segelas kopi dingin, dan tak lama, asistennya mengantarnya dan meletakkan satu kopi dingin, dan satu teh manis hangat.
"Aku, to the point aja Miles. Ini menyangkut Trisha, tentu saja. Wanita yang sama yang kita cintai. Kamu tau hubunganku dengannya sudah cukup serius, dan kami memutuskan untuk bertunangan. Jadi, aku memintamu untuk segera mengakhiri hubunganmu dengan Trisha." ucap Gege.
Miles meneguk teh manis hangatnya, "Ehem, selamat kalau begitu, Ge. Aku turut bahagia untuk kalian berdua." sahut Miles.
"Aku tau, kalian masih berhubungan. Walau pun Trisha tidak bercerita, tapi aku tau, Miles. Dan sekarang dia milikku, sebentar lagi dia akan seutuhnya milikku, aku tidak mau, ada kamu di antara kami." sahut Gege.
"Kamu mengikuti kami?" tanya Miles.
"Untuk apa aku membuang-buang waktuku untuk mengikuti jadwal bercinta kalian, atau membuang uangku untuk menyewa detektif hanya untuk mencari tau tentang hubungan kalian, aku belum semakmur dirimu, Miles." jawab Gege tersenyum.
Miles membalasnya, "Aku tidak akan mengusik Trisha sampai kamu meresmikannya, selama kalian belum ada ikatan apa pun selain pacaran, selama itu pula Trisha tetap menjadi milikku."
"Bagaimana dengan istrimu? Dia sudah melabrak Trisha. Kalau kamu mencintainya, lepaskan Trisha, Miles. Biarkan dia berbahagia." jawab Gege.
"Denganmu? Huh, aku tidak akan mengikhlaskannya sampai aku mati. Cella? Aku akan menceraikannya, itu sudah ada di dalam rencanaku." sahut Miles.
"Dimana hatimu, Miles? Akan aku kirimkan undangannya untukmu, dan selama itu, jauhi Trisha." seru Gege, "Baik, aku anggap obrolan kita sudah jelas, dan kuanggap selesai sampai disini. Aku permisi dulu. Sampai jumpa, dan ingat pesanku, Miles." Gege menambahkan.
...----------------...
udah jatuh cinta ya sama gege
penjahit cantik mampir