NovelToon NovelToon
Juragan Empang Meets Gadis Losmen

Juragan Empang Meets Gadis Losmen

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:965.7k
Nilai: 5
Nama Author: skavivi selfish

Dari brosur jadi ijab kabul, begitulah awal pertemuan Pram dengan gadis penunggu losmen idaman, Mentari. Alih-alih keduanya hanya singgah dan penuh canda dusta, kebersamaan mereka saling menemukan titik nadi yang memendarkan rasa dan menyembuhkan luka. Masalahnya, masa lalu Mentari yang seperti buah pepaya matang jatuh dari pohon itu jadi benalu. Lantas apakah mereka sanggup berhenti membuat orangtua mereka khawatir akan kesendirian mereka yang berkepanjangan?

Novel ini bikin ngakak. Suerrr 😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skavivi selfish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Pram.

Pram melihat layar ponsel untuk mengamati daftar harga losmen dan fasilitasnya. Napasnya terhela berat, bukan karena harga yang besar bagi isi dompetnya, harga penginapan di hotel kelas melati itu terbilang sangat murah ketimbang hotel-hotel yang kerap ia kunjungi untuk merayakan nikmatnya uang dan kesendirian, namun alamat losmen idaman yang begitu jauh dari rumah bahkan ibu kota.

"Perjalanannya lumayan untuk solo traveling nih. Lumayan buat nambah pengalaman dan kabur dari emak!" Pram melompat dari ranjang berukuran besar seraya menurunkan kopernya dari atas lemari. Biru menjadi dominasi warna yang berada di kamarnya begitu juga dengan isi lemarinya.

"Berhubung losmen itu di bawah kaki gunung, gue harus bawa jaket, celana panjang, kaos panjang, kaos kaki, sarung, topi, dan nih paling penting, Triumph..." Pram menumpuk pakaian yang dia keluarkan dari lemari di lantai seraya mengambil beberapa baju ganti lagi di tumpukan pakaian paling atas. Tepat saat itu selembar foto ikut jatuh ke lantai.

Pram tersenyum-senyum. "Apa kabar, Tatiana? Sebel ya gue simpen disitu terus?"

Pram bersila, sesaat setelah menaruh setumpuk celana jins ke lantai, Pram memungut selembar foto seorang gadis dengan keluguan dan kepolosan yang seksi.

"Apa kabar sayang? Kangen?"

Pram me-refresh memori kisah cintanya dengan Tatiana sembari memandang sendu foto itu. Belum juga ada kenangan lagi yang bisa memudarkan kenangan akan Tatiana, cinta pertamanya di bangku SMA hingga kuliah.

Tatiana gadis yang smart, mandiri dan menjelma sebagai cahaya yang menerangi masa depannya. Sayang kemudian Tatiana selingkuh dengan teman kuliahnya Abrizam di saat semua impian-impian mereka hampir terwujud.

Rumah ini dan warna biru yang terus menyiksa Pram oleh kenyataan bahwa sebagian dari impiannya dengan Tatiana masih nyata.

"Udah kamu di rumah aja gak usah ikut gue kabur, kamu jaga rumah, atau kamu sengaja nongol biar emak gue tau kamu masih ada disini? Di marahi loh elu nanti." Pram tersenyum sedih sembari mengembalikan asal-asalan foto itu ke dalam tumpukan kemeja.

"Ingat jaga rumah, jangan kemana-mana karena kamu itu menyebalkan dan menakutkan jadi gak akan ada tuyul yang nyuri duit gue di brankas!"

Pram menarik resleting koper seraya melebarkan penutupnya. Ia menata ulang pakaiannya dengan saksama dan rapi. Gak ada yang boleh ketinggalan karena rencananya gue mau lama disana, pikirnya sembari menimbang-nimbang kurang tidak pakaiannya terlebih masih ada sisa tempat yang bisa di masukin beberapa potong pakaian.

"Tambah lagi, semakin banyak semakin bagus toh jaga-jaga lebih baik daripada tidak sama sekali, apalagi ini, Triumph..." Pram melebarkan kain berbentuk segitiga berwarna serba gelap itu sembari meringis senang.

"Disana dingin jadi bawaan gue yang ini penting untuk menghangatkan sesuatu yang udah terus-terusan disuruh kawin sama emak!" Pram menambahkan tiga potong Triumph ke dalam koper.

Sesaat yang begitu fokus, Pram akhirnya menarik resleting koper dan mengembalikannya ke atas lemari.

"Mandi ah terus ngurus persengkongkolan dengan mas Ari."

•••

Pram keluar dari kamar mandi dan tampak segar. Ia melonggarkan handuk yang membebat pinggangnya sebelum mencampakkan handuk sambil tersenyum.

"Suatu saat nanti pasti bertemu wadah yang tepat untuk menghangatkanmu. Tapi kamu wajib tahan lama jangan loyo."

Pram mengangkat wajahnya, mengayunkan pintu lemari seraya mengambil tiga potong pakaian dan memakainya.

Sore-sore gini, dia akan menghabiskan waktu di halaman belakang rumah. Di gubuk bambu yang berada di antara kolam nomer satu dan dua.

"Mas Ari," Pram melambaikan tangan.

Ari, karyawannya yang menetap di kamar sebelah gudang bergegas menghampirinya setelah menaruh penyaring ikan.

"Ada apa mas Pram?" Ari menyesap kopinya dan mengambil sebatang rokok.

Pram memandang ke sembarang arah untuk memastikan ibunya dan bapaknya dalam radar yang tidak bisa mendengar suaranya.

"Aku akan pergi ke luar kota mas, mungkin bisa seminggu lebih. Jadi mas Ari aku harap bisa jaga ketiga kolam ini dengan baik dan bisa aku percaya dari jauh." kata Pram santai namun kedua alisnya bertaut dekat.

Ari mengangguk, bukan masalah pikirnya karena memang sudah biasa mengurus kolam yang terbagi antara anakan ikan koi dan lele itu.

Lele sebagai penjualan yang lebih cepat sold out di kalangan pemborong karena jumlah konsumsi yang banyak di semua kalangan masyarakat. Sementara koi, ikan hias dengan penghasilan yang relatif lebih tinggi perekornya meski dengan effort pemeliharaan dan perawatan lebih besar sekaligus tantangan dalam penjualannya. Bisa di bilang koi mempunyai pasaran tersendiri di kalangan yang berduit. Jadi opsi terbaik memang mempunyai dua jenis ikan yang di pelihara sebagai pemasukan jangka pendek dan panjang.

"Kok tumben lama mas? Liburan atau kerja?" tanya Ari. Penting karena bagaimanapun Pram memiliki rekan bisnis perempangan dan peternakan yang kadang kala datang untuk sekedar ngopi dan ngobrol tentang ikan dan ayam.

Pram meringis, sedikit jengah dengan persoalan cinta yang tidak ada ujungnya kecuali dia nikah.

"Bapak sama emak ngebet ketemu Pevita Pearce di Bali mas! Ya gak mungkin kan aku bawa mereka kesana karena aku bohong punya pacar biar mereka senang. Tapi ternyata bukan jadi tenang, malah semakin rumit." akunya sembari membuang napas.

Misal ia tidak jujur, malah Ari bisa saja membongkar rahasianya sewaktu dia kabur. Lebih gawat kan urusannya dengan orang tua yang sudah resah dan gelisah bukan main memikirkan hal itu.

Ari tertawa keras. Lalu membuang sisa rokoknya ke dalam tong sampah.

"Jadi mas Pram mau kabur dari Mak asih dan Pak Bagyo?" tukas Ari.

Pram mengendik, antara iya dan tidak. Atau mungkin hanya butuh merayakan kesendiriannya dengan ketenangan?

"Kalau emak dan bapak cari aku besok pagi, bilang saja aku ada kerjaan di luar kota mas. Aku akan transfer untuk urusan kebutuhan kolam dan gaji full time lembur." kata Pram serius.

Ari mengangguk yang penting kerja dan gajian, tipikal seperti itu enggan mau ikut-ikutan ribet. Cukup patuh aja sama majikan dan Pram menyukai konsep kerja seperti itu.

"Nanti kabar-kabar aja kalau ada sesuatu yang penting mas."

Pram berdiri, memandang ke tiga kolamnya yang mengeluarkan suara gemericik air sebelum berbalik arah meninggalkan gubuk bambu.

•••

To be continue and happy reading.

1
Ena Ariani
weuiiiiih selalu kerennnn
Camera Gaming
baru nemu ni novel seru abiss beda dari novel" kebanyakan yg ceritanya rata" hampir mirip kalo g ceo kaya raya yg angkuh takluk ma gadis miskin , nah ini beda bgt kern lah kalo kt aku mah ,,,best bwt author
Camera Gaming
mamoir thor,,,ky nya seru
siti salamah
darra bhsaa 'aing itu kasarr,, jangan ya de ya,,
Camera Gaming: abdi kitu teh dara anu geulis
total 1 replies
Sheety Saqdiyah
Luar biasa
Naja Naja nurdin
jujurly betul si Aa
Naja Naja nurdin
mungkin kah tari hamidun
Naja Naja nurdin
Pram mah jujur atuh tari
Ei_AldeguerGhazali
Dingin lho tar di dieng, jangan lupa beli carica sm mampir telaga menjer ya tar 🤣
D̶͔̭̪̻Hͥ̽ͣ̃̔A̷͙ͭͫ̕N̺̻̔̆ͅI̍̅̀̎̊
Luar biasa
Elisanoor
Makasih sist Vivi, ceritamu bagus bgt, seru, jenaka, tulisan epic sekali enak di bca 😘😘
Elisanoor
Paramitha Rusady 🤣 kocak 🤣🤣🤣🤣
Elisanoor
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Elisanoor
,🤣🤣🤣🤣
Elisanoor
Agresif 🤣🤣
Elisanoor
Siapa yg ga suka Ama aa Pram, pribadi yg hangat,humble,ramah dan periang walau sedikit tengil 🤣
Elisanoor
insekur aa pram 🤣🤣🤣
Elisanoor
🤣🤣🤣🤣
Elisanoor
Emak malah seneng liat Bule 🤣🤣🤣
Elisanoor
ngekek aja sepanjang baca novel ini 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!