Kisah Bianca Abraham dan Selome Josepin.
Kedua insan yang sudah berpacaran selama empat tahun dan memutuskan untuk menikah. Namun, ketika detik demi detik pernikahan itu terjadi, Selo berubah.
Dia seolah tidak menginginkan pernikahan ini membuat Bianca kebingungan. Namun, dengan segala ketulusan dan rasa cinta Bianca pada Selo, Bianca berhasil meyakinkan Sello untuk tetap bertahan hingga akhirnya pernikahan pun terjadi.
Setelah menikah, seiring berjalannya waktu, Bianca pikir, Sello akan kembali menghangat seperti semula. Tapi ternyata tidak. Hingga pada akhirnya, Bianca menemukan suatu fakta dan ia sadar, ia tidak akan bisa merubah Selo seperti dulu.
Pernikahan mereka begitu hambar, bahkan kehadiran sang buah hati tidak mampu merubah pernikahan mereka. Hingga suatu hari, tanpa sengaja Bianca bertemu lagi dengan Roland, teman kuliahnya dulu.
Roland mampu memberikan apa yang tak Bianca dapat dari Sello. Lalu haruskah Bianca menyerah dengan pernikahannya atau terus bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengajak pergi bersama
Bianca keluar dari kamar, karena ia merasakan perutnya begitu lapar, apalagi ia baru saja terbangun dari tidurnya berniat untuk memasak. Saat ia akan pergi ke dapur, Bianca menghentikan langkahnya saat mendengar suara berisik dari arah dapur.
Bianca mengerutkan keningnya, di apartemennya tidak ada siapapun. Walaupun tadi sore tadi Sello sempat datang. Tapi Bianca yakin, Sello sudah kembali lagi keluar dari apartemennya, karena Sello tidak pernah lama berada di apartemen mereka.
Karena penasaran, Bianca berjalan dengan pelah ke arah dapur dan dia berdiri di belakang tembok, ia mengintip melihat siapa yang ada di dapurnya, ternyata dia adalah Sello yang sepertinya sedang memasak mie instan.
Bianca mengucek matanya, Ia tidak percaya Sello ada di apartemennya, karena biasana Selo hanya akan berada di apartemennya dalam hitungan menit dan hanya akan mengambil pakaian atau mengambil barang pribadinya.
Bianca menggeleng-gelengkan kepalanya, untuk apa juga dia peduli, begitulah pikirnya. Ia pun lebih memilih untuk kembali ke kamar dan tidak jadi memasak. Ia lebih memilih untuk memesan dari luar.
45 menit kemudian, akhirnya makanan yang dipesan Bianca datang, Bianca pun Kembali keluar dari kamar untuk mengambil pesanannya, karena pesanannya sudah berada di lobby.
Saat ia sudah keluar dari kamar, lagi-lagi Bianca mengerutkan keningnya saat melihat Sello sedang menonton televisi. Namun, ia tidak peduli. Ia pun lebih memilih untuk melanjutkan langkahnya dan keluar dari apartemen mereka mengabaikan Sello yang sedang menonton.
Saat Bianca keluar, Sello menatap punggung Bianca sekilas, lalu kembali lagi fokus menatap ke arah televisi. Seandainya ia tidak ingin berbicara pada Bianca, tentu saja ia tidak akan mau menginap di apartemen ataupun tidak mau berdiam diri dari lama di apartemen mereka.
Tapi, karena ada yang harus ia sampaikan akhirnya mau tak mau, ia harus menginap di apartemen dan mengajak Bianca untuk berbicara. 10 menit kemudian, terdengar suara pintu terbuka, sepertinya Bianca kembali masuk membuat Selo langsung bangkit dari duduknya. Sungguh ia begitu malas memulai pembicaraan dengan Bianca. Namun, mau tak mau ia harus melakukannya.
Saat Bianca ke dapur, Sello pun bangkit dari duduknya, kemudian ia berjalan ke arah dapur untuk menyusul Bianca.
“ Bianca!” panggil Sello. Bianca yang baru saja akan menuangkan makanan ke dalam piring tertegun saat mendengar suara Sello memanggilnya. Entah kapan terakhir suaminya memanggil namanya.
Namun tak lama Bianca menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak ingin lagi memikirkan apapun tentang suaminya.
“Bianca!” panggil Sello lagi, saat Bianca tidak menggubris panggilannya. Bianca menoleh, kemudian ia menatap Sello dengan malas.
“Ada apa?” tanya Bianca dengan dingin
“Ada yang harus aku bicarakan denganmu?” kata Sello.
“Katakan saja!” Jawab Bianca.
“Aku mempunyai undangan pesta dan harus datang denganmu, karena di sana ada Mommy Daddy serta kedua orang tuamu!” ucap Sello membuat Bianca berdeci sinis.
“ Sayangnya aku tidak mau, aku tidak ingin menghadiri pesta apapun!” jawab Bianca dengan dinginnya, membuat menghela nafas gusar..
“Bianca, aku mohon ....”
“Sudah kubilang. Aku tidak mau dan aku tidak ingin pergi ke acara apapun denganmu!” kata Bianca lagi, setelah mengatakan itu, Bianca pun mengambil piringnya yang sudah terisi makanan lalu ia pun langsung pergi meninggalkan Sello begitu saja, dan masuk ke dalam kamarnya, membuat Selo mengusap wajah kasar.
Sebenarnya sang ayah sudah curiga kepadanya, itu sebabnya ia ingin mengajak pergi ke pesta. Jika ia tidak pergi dengan Bianca, pasti sang ayah akan lebih bertanya-tanya.
Gengs ini kan baru aja eps 10 ya jangan dulu nebak-nebak ya. karena di balik semua ini akan ada hal hebat yang terjadi. Beberapa orang ada yang hate komen jadi aku blok, soalnya ganggu mood. yuks komen yang baik-baik aja ya. biar up rutin.
klo ada pun, pemimpin nya bobrok!! apa lagi di jenjang elementary school... hadeeh