NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Konflik etika / Keluarga & Kasih Sayang / Pihak Ketiga / Angst / Selingkuh / Tamat
Popularitas:919.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadia

"Ah, sakit!"Ucapan Aruna sambil memegang perutnya.

Aruna terjatuh terduduk di depan Tony suaminya, dan adik tiri nya yang jahat "Hana".

"Lemah sekali kamu."Ucap Hana dengan tatapan sisnis nya.

Penasaran sama ceritanya nya?

Nanti kan saja episode-episode dari kisah "Pernikahan kedua Aruna".

Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Lampu operasi kini mulai menyala menandakan bahwa dokter sudah memulai operasi nya.

Beberapa jam kemudian.

Operasi pun selesai dokter yang menangani Aruna itu pun keluar dari ruang operasi.

Davin dengan cepat menghampiri dokter dan menanyakan keadaan Aruna.

"Bagaimana keadaan nya dok?"Tanya Davin kepada sang dokter.

"Operasi berjalan lancar, dan sebentar lagi kami akan memindahkan pasien ke dalam ruang rawat inap."Ucap dokter tersebut kepada Davin.

"Huh, baik lah, terima kasih banyak dokter."Ucap Davin kepada dokter tersebut.

Tiga jam kemudian.

Kini Aruna sudah di pindahkan ke dalam ruang rawat inap, akan tetapi ia masih belum sadar kan diri.

Davin pun menemani Aruna sepanjang malam hingga ia tertidur di samping tempat tidur Aruna dengan keadaan duduk.

Satu malam berlalu.

Pagi pukul 06.20

"Ah."Leguh Aruna sadar dari pingsan nya.

Davin yang mendengar suara Aruna pun menjadi tersadar.

"Kau sudah sadar?"Tanya Davin kepada Aruna.

"Hmm."Ucap Aruna sambil menahan nyeri di perut nya.

"Dokter bilang luka mu cukup dalam,dan kau harus di rawat beberapa hari dulu di sini."Ucap Davin kepada Aruna.

"Kenapa kau menyelamatkan ku?"Tanya Aruna menatap Davin.

"Apa maksud mu?"Tanya Davin bingung.

"Ya bukan kah lebih baik jika aku cepat mati,jika istri pertama mu sudah mati maka kau bisa menikah dengan tenang bersama Felicia,bukan kah itu yang kalian inginkan? Kalian menginginkan aku mati lebih cepat bukan?"Ucap Aruna sambil tersenyum hambar.

"Aruna, apakah kau mengira jika aku ini seorang laki-laki yang tidak berprikemanusiaan?"Ucap Davin memegang kedua bahu Aruna dan menatap mata Aruna penuh Amarah.

"Ah, tidak menyingkir lah, maksud ku bukan begitu maksud ku kau adalah laki-laki yang baik."Ucap Aruna lagi.

"Mmmm?"Ucap Davin menaikan satu alis nya bingung.

"Iya sebelum ny aku tidak pernah menemukan laki-laki yang baik seperti mu."Ucap Aruna menundukkan kepalanya.

"Sebaik itu?"Tanya Davin lagi.

"Iya bagaimana pun aku harus berterima kasih kepada mu dan mati dengan keadaan tenang."Ucap Aruna.

Davin hanya bisa menggelengkan kepalanya nya ia merasa hampir setiap saat Aruna menyebutkan tentang kematian.

"Waktu nya makan."Ucap seorang suster yang masuk ke dalam ruang rawat tersebut dengan membawa semangkok bubur dan sayur untuk diberikan kepada Aruna.

"Terima kasih,aku bisa makan sendiri."Ucap Aruna mengambil Napan makanan yang diberikan oleh suster tersebut.

"Baik lah kalau begitu saya keluar dulu."Ucap suster itu berjalan keluar dari kamar rawat Aruna tersebut.

Aruna pun mulai mengambil sendok kemudian dengan gemetar mencoba menyuapi makanan tersebut ke mulut nya.

"Biar aku bantu."Ucap Davin kemudian mengambil alih memegang Napan makanan tersebut.

Davin pun mulai menyuapi Aruna bubur.

"Perasaan Felicia akhir-akhir ini kurang baik, sebaiknya kau pulang saat sudah sembuh total saja karena aku tidak ingin kau berkelahi dengan nya dan membuat luka mu tidak sembuh."Ucap Davin sambil menyuapi Aruna.

"Tidak perlu khawatir aku akan baik-baik saja bila aku sendiri."Ucap Aruna tersenyum kecil.

"Aku ada miting di perusahaan penting, telpon keluarga ku untuk datang dan merawat mu."Ucap Davin.

"Baik lah."Ucap Aruna.

Setelah selesai menyupai Aruna makan Davin pun keluar dari ruangan tersebut untuk segera pergi ke kantor nya.

"Keluarga? Bahkan aku tidak punya keluarga."Batin Aruna kemudian menarik selimut nya lalu memejamkan mata nya.

Tidak lama kemudian Aruna pun tertidur lelap.

Tiga jam kemudian.

"Aku di mana?"Ucap Aruna terbangun.

"Hey kau, siapa yang menyuruh mu keluar dari sana?"Ucap salah satu dokter yang terlihat tidak asing baginya.

"Aku? Aku di mana? Mengapa aku kembali lagi ke sini?"Ucap Aruna melirik sekitarnya.

"Tanggap dan kurung dia!"Ucap dokter kejam yang berada di depan nya.

"Aaa, lepas! lepaskan aku! Aku tidak mau di kurung tolong keluar kan aku dari sini tolong jangan siksa aku!"Jerit Aruna kemudian terbangun dari mimpi buruk nya.

Ya Aruna sedang bermimpi di mana ia kembali ke rumah sakit jiwa, di kurung dan di siksa oleh dokter bayaran mama tiri nya.

"Apa kau baik-baik saja?"Ucap Davin yang berada di hadapan Aruna.

"Davin, kenapa kamu ke sini?"Tanya Aruna kepada Davin.

"Baru aku tinggal beberapa jam saja kau sudah bermimpi buruk apa yang terjadi?"Tanya Davin penasaran.

"Tidak ada."Ucap Aruna berbohong.

"Bukan kah aku meminta mu untuk menelpon keluarga mu untuk menemani mu di sini? Lalu mengapa kau sendiri?"Tanya Davin lagi.

"Aku tidak membutuhkan siapapun untuk menemui ku di sini."Ucap Aruna memalingkan wajahnya.

"Kau begitu ingin sendirian dan ingin cepat mati."Ucap Davin kesal.

"Davin dengar kan aku,aku bukan lah dirimu,yang memiliki keluarga,dan teman dekat yang banyak."Ucap Aruna.

"Kalau di pikir-pikir kasian juga, bagaimana ya rasanya sakit dan tidak ada yang menemani atau mengurus."Batin Davin.

"Mengapa diam? Apa yang kau pikirkan?"Tanya Aruna lagi.

"Ah, tidak ada,apa yang kau butuhkan ayo katakan."Ucap Davin memegang lengan Aruna.

"Aku ingin ke kamar mandi."Ucap Aruna kepada Davin.

Tampa basa-basi Davin langsung menggendong Aruna untuk membawa nya ke kamar mandi.

"hey lepas kan aku!"Ucap Aruna memberontak.

"Jangan banyak gerak atau kau akan mengeluarkan isi perut mu yang masih terluka itu."Ucap Davin dengan wajah datar nya.

"Kurang hajar sekali kau."Ucap Aruna lagi.

"Aku tidak kurang hajar aku hanya berbicara tentang kenyataan."Ucap Davin tanpa senyum di wajah nya.

"Baik lah tunggu di luar saja aku bisa sendiri."Ucap Aruna lagi.

"Jika ada apa-apa cepat teriak."Ucap Davin kepada Aruna.

"Hmm."Ucap Aruna kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

Beberapa menit kemudian Aruna pun keluar dari kamar mandi tersebut.

"Bagaimana?"Tanya Davin.

"Apanya?"Tanya Aruna tidak mengerti.

"Tidak ada."Jawab Davin kembali mengendong Aruna menuju tempat tidur rumah sakit.

Aruna pun hanya terdiam,ia kali ini merasa benar-benar di pedulikan oleh seseorang meskipun itu sangat simpel tapi seumur hidup nya ia belum merasakan kebahagiaan seperti itu.

"Aku akan mencari perawat untuk menjaga mu di sini, sampai kau sembuh."Ucap Davin kepada Aruna.

"Sudah ku katakan,aku tidak memerlukan siapa pun sebentar lagi aku juga akan sembuh dah keluar dari rumah sakit ini lalu mencari kontrakan sendiri."Ucap Aruna tampa menatap Davin.

"Apa kau benar-benar ingin cepat mati? Dengan cara terus sendiri dan sendiri?"Tanya Davin kesal.

"Aku tidak tau."Jawab Aruna malas.

Davin terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun wanita kali ini benar-benar wanita yang berbeda.

Bersambung ....

1
Elok Pratiwi
menarik
Widi Widurai
ak si berpikir kl mungkin istri pertama bapaknya davin itu sbnernya di bunuh sama jihan
Widi Widurai
pasti ada org yg ngebunuh aja si kl mnurutku.. terbentuklah rumor kutukan.
Syazukhan
kesel lama" baca nya..... ceo ga guna ....
Sriani Dewi
CAPEKKKKK.... MENDERITAAAAA TERUSSSS
haryoko spd
saudara yang sadis
SantosaDebora
Suka alur & karakterny aruna. Wanita hrs bgni, tdk lemah, cerdik & bs mbela dirinya sendri.
Athe Ad Jingga
jadi malas bacanya... maaf thoor, ku hentikan sampai disini
Yuna_chan: lppllppppll
total 1 replies
Athe Ad Jingga
cerita tdk msk akal.. sumpah Indosiar bangeett.. hadddeh🫤🫤🫤
Erlinda
sorry Thor aq stop sampai disini ga bermutu cerita nya
Erlinda
katanya Davin CEO hebat dan super kaya tapi kok dirumah nya ga ada cctv nya lagian biasa nya CEO hebat itu punya asisten yg luar biasa maha tau..lah ini .???..
Erlinda
kalau diperhatikan semua novel yg ditulis author alur nya semua sama tokoh utama nya selalu dibikin babak belur oleh author dari awal cerita sampai akhir ujung ujung nya berdamai .hadeeeh .benar benar sinetron ikan terbang
Erlinda
kayak nya sinetron ikan terbang lagi nih
Soraya
mksh y thor karyanya🙏
Soraya
satu lagi ceo bodoh
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Renita 85
bingung aku baca nya yg pasti" aja kalau bikin cerita diluar angkasa hadeuh jdi gk mutu bodo smua
Renita 85
pada dableg smua wkwkw cape deh
Renita 85
novel di luar angkasa dableg"
HaruBy
keluarga toxic,,,, klo posisi aku jd Aruna ogah banget bertahan, demi kewarasan jiwa,,, meski butuh penopang utk balas dendam keluarga nya maupun mengmbil alih saham mama nya #mending kabuuuur😁🤪😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!