Kisah Cinta berawal dari Jendela SMA di suatu pondok Pesantren
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiwik Mayasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gairah Malam Pertama
Pov 3
Setelah selesai mengisi tausiyah di kampus alif, galang langsung mengajak miranda dan alif menuju cafe yang sudah dipilihkan galang untuk bertemu dengan teman-teman kuliahnya.
Galang terlihat menggandeng tangan miranda penuh kasih sayang, miranda yang waktu itu memakai gamis berwarna hitam terlihat kompak dengan galang yang memakai kemeja panjang berwarna hitam, dijari manis mereka terlihat cincin kawin yang melingkar.
" Oh.... Ini jadi ... Istrinya pak ustad kita" seru seorang pria berkumia lebat sambil tersenyum.
" Kenapa kemarin pas dirumah, tidak langsung dikenalkan saja " sahut wanita yang sedang menggendong bayinya.
" Bagaimana kabar kamu mir?"tiba-tiba fatimah muncul didepan miranda dan galang.
" Fatimaaaah " miranda terlihat gugup, fatimah mencoba untuk bersikap santai dan ia melihat wajah galang terliht begitu ceria.
Padahal dulu saat bersamanya, galang tidak pernah terlihat seriang itu.
"Hai ... Fatimah " galang menyapa fatimah terlebih dahulu.
" bagaimana kabar kamu?"tanya miranda sembari memeluk fatimah
" alhandulilah ... Sehat ," jawab fatimah sembari menyambut pelukan miranda.
***
Beberapa saat kemudian ,setelah mereka menikmati makanan yang dipesan, galang terlihat mengirim pesan kepada alif untuk meninggalkan dirinya dan miranda di cafe itu.
Tanpa bertanya lagi, alif segera meminta ijin untuk pulang.
" Sepertinya ... Pak ustad kita, sudah ... Terlihat gelisah " ledek sahabat galang sembari menepuk bahu galang.
" semoga ... segera menyusul kita punya anak, ... Biar nanti kita bisa melakukan ajang perjodohan" sahut wanita muda sembari merapikan hijabnya.
" kak... Pulangnya bagaimana? Kalau alif pulang dulu?"miranda terlihat panik
" Hilda mau ketemu " jawab galang seraya berbisik
"hilda ... Kenapa tidak menelfon saya ?"tanya miranda lagi.
" tadi pas kamu ke toilet, hilda menelfon dan saya mengangkatnya ... Setelah itu dia berpesan, bahwa dia mau bertemu dengan saya" jawab galang santun.
Pukul 19.00 malam, galang dan miranda tidak langsung pulang.
Akan tetapi mereka menemui hilda yang sudah menunggu mereka di mobil taxi bersama jona.
"Hilda ...." miranda terlihat terkejut.
" Maaf ... Saya tidak bisa menahan untuk menunggu kamu mir, saya ingin segera bertemu umi saya" hilda tampak gelisah.
" hanya inilah satu-satunya kesempatan, saya untuk bertemu umi saya"imbuhnya.
Galangpun memahami apa yang dirasakan hilda, ia merasa bersyukur karena tadi sebelum keluar dari rumahnya, ia mengambil kunci rumah ibu tirinya yang sedang disekap oleh umi laila.
Hilda terlihat gelisah , ia memeluk jona sngat kuat ,kedua matanya terlihat mulai meneteskan benih-benih air mata.
1 Jam kemudian mereka sampai di rumah petak kecil yang berada dikawasan perkebunan coklat.
" Jadi umi saya di sini?"tanya hilda, galang hanya mengangguk kemudian turun dari mobil taxi terlebih dahulu.
Galang terlihat mengetuk pintu rumah itu,dan selamg beberapa saat kemudian sosok wanita paruh baya muncul dihadapan mereka.
"Hildaaaaaaaa" wanita itu berteriak histeris
Hildapun tidak bisa menahan kerinduannya, kepada ibu kandungnya yang kurang lebih 10 tahun tidak bertemu.
Galang mencoba memberanikan diri merangkul hilda dan ibu tirinya, akan tetapi kali ini hilda terlihat membalas tindakan adik tirinya itu.
***
Malam semakin latut, galang mendapat telfon dari umi laila, akan tetapi galang beralasan sedang berkunjung kerumah umi ida, ibu tirinya.
Umi laila tidak mempermasalahkan dan ia tidak memberi batasan ,apabila galang menginap dan pergi kerumah istri tua dari pak amin itu, karena ia yakin bahwa galang melakukannya karena ia ingin melindungi nama baik uminya.
" Kenapa hil ? " tanya galang yang sedang melihat hilda tengah gelisah.
" aku harus pulangkarena ayah miranda sudah pulang" jawab hilda cemas.
"berarti arjun juga pulang " sahut miranda yang baru saja menidurkan jona di kamar bersama neneknya.
" Bukan ... dady kamu ... Sendiri ... Dan kamu tahukan tabiat ayah kamu itu sangat tinggi " kata hilda sembari menatap miranda.
"Tapi ini sudah malam ... Terus tidak ada kendaraan" keluh miranda.
"Sekarang begini saja ... Biar ada alasan, biarkan jona disini, jadi besok say akan datang lagi ... Pokoknya kalian berdua harus tetap disini ... Saya akan bilang kalau kamu bawa jona menginap dirumah kamu " kata hilda kemudian segera pergi.
Selepas kepergian hilda, jon menangis karena mencari ibunya, mirandapun mencoba menggendong adik kecilnya itu dengan penuh kasih sayang.
" Mungkin dia lapar" kata umi ida yang terlihat lemas.
" Apa ... Saya buatkan susu saja ya " sahut galang.
" Iya , atau bisa jadi hawa disini terlalu panas " kata umi ida
" oh ... Iya, sepertinya ... Kita ajak jona ke pondok belakang rumah saja, disana selain sejuk juga sangat luas " ajak galang kemudian mengajak mirand dan ibu tirinya kebelakang.
" galang ... Kalian aja yang kesana, umi ... Tidak biasa dingin" umi ida terlihat menolak sambil tersenyum.
"Sepertinya .... umi sengaja " batin galang seakan mengerti alasan umi id menolak.
Beberapa saat mereka berjalan keluar dari pintu belakang, menuju sebuah pondok /gubuk yang dibangun galang dengan alif dibelakang rumah, selain tempatnya besar dan sangat terlihat indah dimalam hari, apalagi saat beberapa obor dinyalakan.
" Wah ... Jona langsung tidur kak " kata miranda sembari menidurkan jona di kasur yang ada dikamar depan.
"Aku mau masaka air ,mau buat kopi ... Dan sekalian masak mie rebus, aku jadi lapar lagi " kata galang kemudian pergi kedapur yang berada didalam gubuk besar itu.
"Mau saya buatkan ?"tanya miranda
" Boleh ... Selagi tidak merepotkan " jawab galang kemudian mengajak mirand kedapur.
Dan ternyata setibanya didapur , miranda sangat terkejut ,saat melihat tidak ada kompor melainkan tungku.
" Butuh waktu lama " keluh miranda,
" Sabar ... Biar saya yang nyalakan apinya" sahut galang kemudian membakar beberapa kayu untuk memasak air.
Pukul 22.00 malam, kopi dan dua mangkuk mie instan sudah selesai dimasak, galang mengajak miranda untuk menikmatinya di halaman luar.
"Disini sangat nyaman ya kak " kata miranda
" iya dek " gunam galang.
" kok dek ...si ?" protes miranda.
" kan tadi kamu panggil saya kak " kata galang sembari menikmati kopi panasnya.
" Ya sudah ... abi " miranda membuat galang tersenyum dan mulai meletakkan kopinya.
" Mir ... Saya mau bertanya sama kamu, dan kamu bisa jawab dengan jujur ... " kata galang sembari menatap miranda.
"Apa kak ?"tanya mirand lagi membuat galang tersenyum.
" Apakah kamu mau menjadi istri saya sepenuhnya ?"tanya galang membuat miranda menghela nafas dalam-dalam.
" Maksudnya? Bukankah ... Saya sudah menjadi istri kamu?"tanya miranda menyelidik
" Seseorang bisa dikatakan suami istri jika mereka sudah melaksanakan hal dan kewajiban merek masing-masing" jawab galang, membuat miranda sedikit gerogi.
" Apakah salah ... Jika saya meminta hak saya sebagai suami kamu ?" tanya galang tanpa berbasa-basi
" Maksud kak galang apa ? Miranda mulai panik, tangannya mendadak berkeringat.
"Sepertinya, disini bukan tempat yang cocok " bisik galang membuat bulu kuduk miranda berdiri.
...Galang mengaka miranda masuk kedalam kamar yang berada disisi jona tidur, dan galang menutup pintu kamarnya pelan-pelan....
" Maaf mir ..." galang meminta ijin untuk membuka hijab miranda, ia mulai mengusap rambut miranda , dan itu membuat miranda merasakan sensai panas dingin.
" Saya ingin bertanya, apakah kamu siap menjadi istri saya yang seutuhnya" bisik galang memastikan bahwa miranda tidak keberatan.
Miranda tidak bisa berkata apapun, ia terlihat mulai memberanikan diri menatap kearah galang.
"Saya tidak akan memaksa ..." kata galang seakan ingin melihat jawaban langsung dari miranda.
" Bukankah ... Dari dulu ... Saya mengagumi kak galang, dan ... Saya ...." miranda tidak melanjutkn bicaranya.
" Kenapa ? " tanya galang
" Sebenarnya, ... Saya bersyukur bisa memiliki suami seperti kak galang." jawab miranda membuat galang tersenyum
" jadi apakah kita bisa memulai semuanya ?"tanya galang
" tunggu... Tapi apa kak galang tahu bagaimana cara memulainya ?"tanya balik miranda.
" Yang saya tahu ... Kamu pasti sudah lebih tahu dari saya, kemarin saya lihat di beranda ponsel kamu ... sebuah film romantis " jawab galang membuat miranda malu.
" Jadi kak galang lihat ..... " miranda menutup wajahnya sendiri dengan sepuluh jarinya, kemudian ia memukuli galang.
" Ajari saya ... " bisik galang membuat miranda kembali untuk menikmati indahnya perlakuan suaminya.
Miranda yang tadinya hanya bisa melihat adegan berciuman di sebuah drama ,kini ia mulai merasakan sebuah hangatnya ciuman dari suaminya ,yang sangat lembut dan penuh cinta.
Galang mencoba untuk tetap berpedoman pada prinsipnya sebagai seorang pria muslim yang bisa menikmati hubungan badannya dengan istri sesuai prosedur ajaran agamanya.
" Kita sholat malam dulu " bisik galang membuat miranda malu-malu.
Akan tetapi ternyata setelah selesai sholat malam bersama, dan saat mereka berdua akan kembali bermesraan jona bangun dan tiba-tiba saja menangis.
" Sepertinya ... Jona ... lapar " bisik galang membuat miranda tersenyum
" Saya janji ... jika tidak malam hari ini maka ... Besok pagi " kata galang kemudian menghampiri jona dikamar sebelahnya
maaf ini yg aq rasakan saat mencerna bacaan ini
masak krn patah hati trus buka hijab