NovelToon NovelToon
Kala Bos Menggoda

Kala Bos Menggoda

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cerai / Balas Dendam / CEO / Romantis / Office Romance / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi wu

Kehadiran seorang anak adalah kebahagiaan bagi sepasang suami istri, dan hal itu pula-lah yang paling dinanti oleh Haura dan Theo. Tapi sayangnya setelah tiga tahun pernikahan mereka, tangisan bayi tak juga hadir di dalam rumah tangga keduanyanya.

Theo menyalahkan Haura karena wanita itu tidak bisa memberinya seorang anak. Hingga dia tega meninggalkan Haura, dan memilih menikahi wanita yang jauh lebih muda, yang ia anggap bisa memberinya keturunan.

Saat Haura terpuruk, dan ingin mengakhiri hidup dari atas jembatan pusat Kota Tadpole, sebuah tangan hangat seorang pria menyelamatkan dirinya dari ambang kematian.

Setelah perceraian itu, Haura bangkit dan bersumpah akan menuntut balas, pada Theo suaminya. Kemudian ia melamar pekerjaan sebagai Marketing di salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Negara ini. Saat Haura tahu siapa bosnya—wanita dua puluh enam tahun itu sangat terkejut.


"Apakah kau lupa, siapa aku?" tanya lelaki itu dengan ekspresi dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 12 • Tangan Hangat itu Lagi

Tangan hangat itu lagi—dia selalu menyelamatkan diriku.

~•~

"Apakah kau baik-baik saja?" Alden melihat tangan Haura memerah akibat ulah dari cengkeraman Theo tadi.

"Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku." Haura menatap bosnya dengan seksama. Bagaimana bisa laki-laki ini lagi-lagi menyelamatkan dirinya. Apa yang dia lakukan di tempat ini? Apakah ia kebetulan tengah berkunjung ke mari?

"Apakah kau ada urusan di sini?"

Pertanyaan Haura membuat lidah Alden kelu. Seharusnya dia tidak menampakkan diri di depan wanita ini. Namun, saat dirinya tahu Haura tengah kesulitan, karena ulah mantan suaminya. Hal itulah yang memaksa Alden untuk menampakan diri.

"Aku tinggal di unit apartemen sebelah," jawabnya canggung, menunjuk ke arah pintu sebelah apartemen Haura.

Haura terbelalak mendengar pengakuan dari pria di hadapannya ini. Dia memberikan apartemen miliknya untuk Haura, dan dia malah memilih menyewa satu apartemen lagi untuk dirinya tinggal?

"Aku sengaja membeli unit apartemen tapi developer berkata jika hanya ada satu yang kosong, yaitu di samping tempat tinggalmu," imbuh Alden kembali menjelaskan pada wanita yang ada di sampingnya ini. tentu saja sebelum dia salah paham pada Alden.

"Tapi... Aku ingin mengembalikan ini padamu," jawab Haura menegaskan. Tangannya menyodorkan sebuah kartu akses apartemennya pada bosnya.

Alden merasa tersinggung dengan ucapan Haura. Bagaimana bisa dia mementahkan semua kebaikan yang diberikan oleh Alden pada Haura, bahkan ingin mengembalikan apartemen yang ia berikan secara cuma-cuma hanya agar wanita ini tidak tidur di jalan.

"Tempat itu adalah milikmu, aku sudah memberikannya, dan aku tidak bisa menariknya kembali. Jika kau tidak suka, kau bisa menjualnya!" dengus Alden berbalik badan dan pergi.

"Tap--" Sebelum Haura menyelesaikan penjelasannya, Alden menutup pintu unit apartemennya dengan sedikit keras, membuat Haura tersentak dan tidak bisa berbuat apa-apa.

~•~

Theo sangat kacau, dia sangat cemburu melihat Haura sudah memiliki pengganti dirinya. Bahkan menerima pil pahit jika pria yang bersama dengan Haura bukan pria sembarangan, seperti lelaki yang memilliki kekuasaan.

Mobil sport hitam milik mantan suami Haura yang dibeli dari hasil penjualan rumah mendiang ibu Haura itu masuk ke halaman rumah, pria itu masih terdiam di dalam mobil, hatinya seolah-olah tengah tersayat saat mendengar jika pria tadi akan menerima Haura apa adanya meski Haura seorang wanita mandul sekalipun. Tanpa sadar Theo memukul klakson mobilnya hingga menimbulkan suara bising.

Alila segera keluar setelah mendengar suara bising di luar rumahnya, wanita itu melihat mobil suaminya, dan melihat pria itu masih di dalam sana dengan wajah yang terlihat frustasi.

"Hei... ada apa?" Alila berjalan mendekati mobil Theo. Namun, pria itu benar-benar terdiam dan terlihat menolak berkomentar apa pun. "Ada apa? Apakah kau tidak bisa mendengarkan uacapanku?!" seru Alila mulai terpancing emosi. Akan tetapi pria yang baru tiga bulan menikahi dirinya itu diam, seolah mulutnya benar-benar terkunci.

Theo berjalan masuk ke rumah dengan pikiran kosong dan kalut. Dia menatap dapur rumahnya, sekelebat bayangan Haura muncul seolah dia sedang memasak makan malam, seperti yang biasa mantan istrinya lakukan ketika mereka masih bersama. Perut Theo terasa lapar, dia melirik ke arah meja makan, tapi kosong. Seperti biasa, jika istri barunya itu tidak memasak untuk dirinya. Alila hanya cantik di luar, dia hanya menghabiskan waktunya seharian untuk berdandan dan bermalas-malasan.

"Apa yang kau lakukan seharian?!" tanya Theo dengan nada tinggi, bahkan matanya memerah karena marah.

"Aku seharian ini hanya pergi ke kafe mentraktir teman-temanku, dan pergi ke salon--agar kecantikanku tetap terjaga."

Notifikasi dari bank masuk ke dalam ponsel Theo. Seharian ini saja laporan ada tiga kali dengan nominal yang tidak sedikit.

"Apakah hal tidak berguna itu saja yang bisa kau lalukan?!" Mata Theo nyalang menatap ke arah istrinya yang seolah tanpa dosa menghamburan uangnya.

"Ya... sesuai janjimu. kau akan membahagiakan diriku jika aku mau menikah denganmu!" balas wanita itu dengan nada merendahkan suaminya.

"Kau memang cantik! Tapi hatimu benar-benar--" Kalimat Theo tercekat, dia tidak jadi melanjutkan alimatnya.

"Hatiku kenapa, 'ha?!"

Theo kembali terdiam, dia mulai menyesal, dulu Haura selalu memastikan dirinya kenyang. Mengurus semuanya, dan sekarang istri barunya bahkan tidak bisa memasak untuk dirinya.

"Kau mulai perhitungan? Jika benar begitu, aku menyesal menikah denganmu!"

Suara tamparan tiba-tiba menggema di rumah mereka, Theo benar-benar emosi mendengar pernyataan Alila.

"Kau menamparku, Theo!"

"Ya... untuk membungkam mulutmu yang kotor itu!" Setelah menampar Alila, Theo masuk ke dalam kamar dan membanting pintu dengan sangat keras.

Alila menangis karena merasakan panas di pipinya, dia terus memegang bekas tamparan Theo tadi, membuatnya terduduk di atas sofa. Dalam hatinya bertanya mengapa Theo berbuat seperti itu pada dirinya, seingatnya pagi tadi suasana hati suaminya nampak baik-baik saja, apakah Theo memiliki masalah di kantornya sehingga dia berbuat kasar pada Alila?

~•~

Haura masih bingung dengan sikap bosnya yang tiba-tiba marah tanpa sebab setelah mendengar dirinya akan mengembalikan apartemennya.

Tiba-tiba ponsel Haura berdering. Ada nomor tidak dikenal menelepon dirinya. Haura menggeser layar telepon pintarnya dan menjawab panggilan itu.

"Halo."

"Ini aku," jawab pria di ujung panggilan teleponnya. Suara itu tidak asing. Ya, itu adalah suara bosnya. "Besok setelah pulang dari kantor, mari kita bertemu. Aku akan membicarakan sesuatu padamu," imbuh pria itu lagi, dan kemudian menutup teleponnya tanpa memberi kesempatan Haura untuk menjawab iya atau tidak.

To be continue~

1
Ira Widiyastuti
Terima kasih sudah membuat cerita yang bagus
IG __NoviWu: sama2 kakak cantik... Terima kasih.
total 1 replies
falea sezi
Josep bawahan terlalu ikut campur
desi
jangan terlalu baik haura karena kita baik belum tentu orang baik pada kita
Jade Meamoure
ya Tauhan akhir yg buruk buat Theo, jika ada kesempatan kedua jangan lagi kyk Theo yg dulu
Jade Meamoure
hayyah dah unboxing aja duh calon anak ng mga sulat
Jade Meamoure
aih Apok kapok deh
Patri Behel
luar biasa
Patri Behel
Buruk
Vien Habib
Luar biasa
Ahsin
dasar bangke sok TDK mau ujung2 mewek
Emy Chumii
Luar biasa
Emy Chumii
mampir kesini karena recommend dari mommy Ar 🙏😊
IG __NoviWu: Terima kasih, Kakak 😘
total 1 replies
Ran Aulia
terimakasih author👍👍👍👍😍😍
Suherni Erni
Sayangnya perempuan binalnya tetep hidup enak ya...ngga ikut mati secara tragis jg.
Surati Surati: iyaya thor kok alila nya ngk ikutan mati aj kaya theo sih ntar jadi penggu rmh tgga haura dan alvin lagi dan jngn sampai itu trjadi ya thorr
total 1 replies
Noor Laila Khairul Isma
Terbaik
.
💕febhy ajah💕
begitulah hasilnya kalau orang tua selalu ingin mencampuri urusan rumah tangga anaknya
💕febhy ajah💕
aku suka gayamu alden
I miss you so much ❤❤❤
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Surati Surati: sq jg suka gayau alden sok jutek, tapi perhatiyan banget /Heart/dan jg bertggung jwb,biarlah haura menyadari akan cintamu alden dan kau trudlah berusaha untk membahagiayakan hauraa lanjut thoorrrr
total 1 replies
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian purnama difavoritkan
IG __NoviWu: terima kasih, Sayangku.
total 1 replies
UTIEE
⭐⭐⭐⭐⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!