Jangan lupa follow akun dedek, kalian bakal nemuin visual di sana🤗🤗
- Instagram @Tantye005
Dia adalah Avegas. Geng motor yang terdiri 200 anggota dipimpin 6 pria tampan penuh tanggung jawab. Menjadi raja jalanan membuatnya mempunyai banyak musuh.
Persahabatan indah mereka harus di uji karena kehadiran satu perempuan yang tidak sengaja masuk ke kehidupan mereka.
Konflik antara ketua dan wakil, mulai terjadi sebab mencintai orang yang sama, membuat musuh mempunyai peluang untuk menyerang dan mengalahkan mereka.
Apakah Avegas akan hancur karena cinta? Ataukah salah satu dari mereka akan mengalah demi keutuhan persahabatan?
Simak kisahnya hanya di sini👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 12
Hari yang di tunggu telah tiba, anggota Avegas kembali berkumpul seperti biasa, kini sang ketua mengarahkan para anggotanya untuk membentuk sebuah tim yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.
Setelah semua Tim terbentuk sesuai rencanya, di mana Tim A beranggotakan 5 orang dengan dirinya. Tim B di pimpin oleh Ricky dan Rayhan dengan beberapa anggota lainnya, bertugas untuk menyabotase kereta listrik yang akan melewati terowongan yang Dito sebutkan sebelumnya.
Tim C di pimpin oleh Samuel dan Dito yang siap siaga di lokasi dengan lebih banyak anggota lagi. Sementara tim D, Tim Darurat yang akan berjaga-jaga jika ada penyerang dadakan di pimpin oleh Keenan.
"Bubar!!" titah Azka
Semua anggota bubar naik kemotor masing-masing , setelah memastikan anggotanya pergi ia juga bersiap-siap menuju stasiun ....
Penyamarannya kali ini di biarkan tidak terlalu mencolok, hanya memakai celana jeans hitam dengan hodieh abu-abu di lengkapi kaca mata dan topi. Pakaian santai namun terlihat menawan.
4 anggota lainnya tak jauh beda dari penampilannya. Di atas kereta mereka berpencar berjalan-jalan layaknya penumpang yang lain.
"Arah jam dua."
Azka sontak mengalihkan pandangannya pada arah jam dua saat mendapat arahan dari anggotanya, dan benar saja orang yang di carinya berdiri di sana menghadap pintu keluar setelah kereta berjalan secara perlahan. Ia berjalan dengan santai mendekati pria itu, yang memegang sebuah tas kerja ditangannya.
"Pak Yono," bisiknya sedikit membungkukkan tubuhnya dan di balas anggukan oleh pria paruh baya itu.
"Bayangan," ujarnya memberi kode agar pak Yono tidak takut padanya. "Klien saya sudah menjelaskan bukan?"
Pria itu kembali mengangguk hendak memutar tubuhnya. Namun, secepat kilat ia mencengkram pundak pria baruh baya itu.
"Fokus kedepan jangan menoleh!" tegurnya.
Ia tahu pria paruh baya di depannya ingin melihat wajahnya, tapi tidak segampang itu, mereka tidak akan di panggil bayangan jika ceroboh dalam menyembunyikan identitas.
"Banyak tahu cepat mati!" ujarnya lagi.
Ia beralih pada anggotanya Tim A.
"Target sudah di dapatkan, fokus pada hal-hal aneh yang ada di sekitar kalian," perintahnya lagi.
"Baik."
Padangannya tertuju pada hamparan
sawah yang luas tanpa penerangan apapun, suara bising di dalam kereta juga cukup membuatnya pusing. Ia dapat merasakan tubuh di depannya bergetar mungkin takut akan situasi yang di hadapinya sekarang.
"Tenanglah jika tidak ingin di curigai."
Mungkin takut akan dirinya dan para anggotanya yang sering di sebut-sebut pesuruh bayaran yang tak pernah tertangkap polisi saking halusnya dalam bekerja.
Entah ia juga tidak tahu apa pekerjaanya ini baik atau tidak, ia hanya ingin bersenang-senang untuk menghilangkan stres karena di tuntut sempurna oleh Ayahnya.
Dia tahu perbuatannya melanggar hukum, berbanding terbalik dengan sang ibu yang tak pernah lelah berhenti hanya untuk membela keadilan di meja hijau, tapi yang di perbuatnya malah sebaliknya.
Tapi bukanya yang ia lakukan bersama teman-temannya juga membantu orang-orang walau dengan cara yang salah?
Ia beralih pada intercome yang melekat pada telinganya.
"Lima menit lagi bersiaplah!" perintahnya pada semua anggota.
Ia kembali menunduk untuk berbisik di telinga pak Yono. "Jika kereta ini berhenti segeralah melompat!" perintahnya, pak Yono bergeming, tidak menolak atau mengangguk.
"Kenapa berhenti?"
"Ada apa ini?"
"Apa keretanya rusak?"
Suara dan jeritan mulai bersahut-sahutan di dalam kereta kala kereta berhenti tepat pada terowongan yang sangat panjang itu hingga di luar sana terlihat sangat gelap.
...****************...
Jangan lupa like, komen dan vote.
makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyamu/Good//Heart//Rose/