NovelToon NovelToon
Sistem Dewa

Sistem Dewa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red Moon

Di dunia dimana pedang dan sihir melambangkan kekuasaan.

Di dunia ini yang kuat yang bertahan, yang lemah hanya bisa binasa.

Ray adalah orang yang salah dibunuh oleh sang dewa, untuk menebus kesalahannya sang dewa membangkitkannya di dunia parallel dengan sistem overpower.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red Moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 11 - Hancurkan dan Ambil Kepalanya

~***~

Sub Misi [Hancurkan Pengepungan]

Bunuh semua anggota Dark Note yang mencoba menahanmu disini, dan dapatkan pemimpinnya sebagai sandra.

Terbunuh [ 0 / 10 ]

Reward : 50 Gold, 1500 Exp, Shop Sistem terbuka.

Batas waktu (1 Jam)

~***~

Mendengar pemberitahuan misi, senyum di mulut Ray semakin lebar. Ray berdiri dan memegang Venom Sword di pinggangnya.

"Nona Elli, sepertinya kau masih terlalu naif."

Saat suara Ray turun seorang pembunuh keluar dari kegelapan. Ray menggeser tubuhnya ke samping, dan menebas pembunuh itu dengan Venom Sword. Pembunuh itu berhasil menghindari serangan fatal, namun masih terdapat luka di tangannya.

"Kemampuan yang baik, jika yang aku gunakan pedang biasa kau pasti akan selamat."

Mendengar ucapan Ray pembunuh itu sadar tangannya sudah berubah hitam biru. Racun menyebar dengan cepat sebelum dia bisa menggunakan antidote.

"Satu mati."

Ray langsung berlari ke sudut ruangan, menyerang dua orang yang bersembunyi disana. Satu orang gagal menghindar dan terbunuh dalam sekali serang, sementara rekannya berhasil menghindari serangan Ray.

Melihat dua orang rekan mereka terbunuh dengan mudah. Sisa delapan orang yang mengepung Ray keluar dengan senjata di tangan mereka.

"Serang dia bersama, kalian bukan tandingannya dalam pertarungan satu lawan satu." Teriak Elli mengingatkan bawahannya.

Delapan orang menyerang Ray secara bersamaan. Ray hanya bisa secara pasif menghindar sambil menyiapkan serangannya.

Ray mengalirkan mana pada Venom Sword miliknya hingga pedang itu bersinar keunguan. Ray menebaskan pedangnya pada dua orang di depannya. Menerima serangan Ray, tubuh kedua orang itu langsung kaku dan darah hitam mengalir dari luka tebasan mereka.

"Empat orang."

Ray masih memiliki wajah tenang, seolah dia membunuh hewan ternak. Kadang Ray juga merasa aneh, sejak dirinya tiba di dunia ini pola pikirnya berubah. Dia tak peduli lagi tentang kehidupan orang lain, seolah membunuh adalah hal biasa baginya.

"Mati kau!!!" Dua orang menembakan bola api ke arah Ray.

Ray meletakan tangannya ke lantai, mengalirkan mananya dan membentuk dinding untuk berlindung.

"Bang...!!!"

Dua bola api menghancurkan dinding batu. Ray melompat dan menebas kedua penyihir yang melemparkan bola api, lalu melesat ke arah Elli.

Ray mengangkat pedangnya dan menyerang ke arah Elli.

"Tring...!!!"

Serangan Ray berhasil ditepis Elli. Empat orang yang tersisa maju menyerang Ray. Ray yang terkepung di tengah justru tersenyum, dia merapatkan jari tangan kirinya lalu menebasnya seperti pedang. Bilah angin keluar dari tangannya, memenggal kepala lawannya.

"Tujuh orang."

Ray mengalirkan mana ke Venom Sword membuat pedang itu bersinar terang. Menggunakan sihir angin untuk mempercepat gerakannya. Dengan cepat Ray berhasil menghabisi dua orang lagi.

"Satu orang tersisa."

Ray menyerang orang yang tersisa. Berbeda dari sembilan orang sebelumnya, orang ini mampu menahan beberapa serangan Ray.

"Hebat. Aku tidak berpikir kau masih bisa menangkisnya, mengingat perbedaan kekuatan kita. Tapi berapa lama kau bertahan?"

Ray menyarungkan pedangnya. Tapi kini tubuhnya diselimuti petir. Ray telah melatih kendali sihirnya sejak dia tiba ke dunia ini. Hasilnya dia berhasil membuat zirah petir yang meningkatkan kekuatan dan kecepatannya dua kali lipat.

"Sekarang apa kau masih bisa bertahan?"

Ray menyerang dengan ganas, gerakannya jauh lebih cepat dari sebelumnya. Namun serangan Ray tidak cukup memberi luka serius pada lawannya. Ray memegang gagang Venom Sword saat bergerak cepat, saat lawannya lengah dia menebasnya dan mengakhiri hidup lawannya.

"Jadi, sekarang apa yang akan anda lakukan Nona Elli?"

Ray berjalan ke arah Elli, gerakannya tiba-tiba berubah cepat. Seketika Ray berada di belakang Elli dan menyekapnya.

"Maaf atas rasa tidak nyamannya."

Ray membawa Elli keluar dari ruangan. Ray sadar orang terkuat di bar ini bukanlah Elli atau sepuluh orang pewangalnya, tapi bartender tua yang dia temui sebelumnya.

Saat Ray keluar dari ruangan dengan menyandra Elli. Suara tua menghentikannya.

"Anak muda, bisa kau lepaskan cucuku?"

**Catatan Penulis :

*Sebelumnya saya minta maaf, update novel ini mungkin akan sedikit tidak menentu sampai akhir bulan september ini.

Saya sedang ada pekerjaan di salah satu pulau kecil, jadi agak susah saat mau update yang perlu koneksi yang baik.

terimakasih sudah mengikuti novel ini,

and have fun***...

1
Rahmat Shinichi
koq lama2 jd koki si MC,segala bisnis makanan pula
hadeehhhhh h..
Rahmat Shinichi
Bocah bommmm....
Rahmat Shinichi
anjay...ada bang RHOMA
Rahmat Shinichi
weisttt.. jgn sombong anak muda
AL
lagi rame ramenya
DIAN AZMI HADIANI
Luar biasa
spooky836
sampah lagi ada buat cerita bunuh semut baik ngetot ibu mu.
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
Larik Tinta
endingnya gantung, ampas lah
Larik Tinta
yah, endingnya gantung banget, ampas lah kasi bintang 1 aja guys
Bernard Ginting Manik
Lumayan
Muh Nasar
Autornya wibu dan zoro tersesat lagi
Muh Nasar
saya setuju dengan kata² ini
Muh Nasar
Luar biasa
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
cocok 😆😆😆
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
duitnya tinggal dikit 😄😄😄
Jefferson Jepinos
Biasa
Jefferson Jepinos
Lumayan
uwa_botak
Luar biasa
Arjuna Singit
untuk apa punya sistem, perlu sumber daya aja mesti bli di luar 😇😇😇😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!