NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Cowok Slengean

Jerat Cinta Cowok Slengean

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:448.1k
Nilai: 5
Nama Author: mam zrp

Comedy romantis

Di sini kalian akan menemukan, Sengklek, kesel, ngakak, bucin, manis, kejar-kejaran hati. Dan gemes2 kesel.

Menceritakan Bintang yang kebelet nikah, karena ingin merasakan syahdunya pulang ke kamar dan di sambut oleh seorang istri.

Akan jatuh ke siapa kah hati Bintang?
Naya yang single parent tapi masih mengharap suaminya kembali.

Atau, Intan Perempuan kalem yang selalu Bintang ejek dan bully, namun memiliki trauma mendalam di hatinya. Karena di tinggal calon suaminya yang meninggal seminggu sebelum pernikahan mereka karena kecelakaan motor.

Bagaimana perjalanan mereka, siapa kah yang akan di pilih Bintang???

Yang belum kenal, Bisa baca dulu karya aku yang berjudul "Kisah Mentari" Itu sequel nya kisah ini. Mentari adiknya Bintang. Tapi di sana aku udah kenalin siapa dan bagaimana sifat Bintang.


Terimakasih semoga suka🥰🥰
Semoga aku dapet feel nya buat menghibur kalian😘😘😘. Yuk.. bisa yuk... ngakak💪💪💪🤣

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mam zrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ada apa dengan Intan

...---oOo---...

Bintang masih mematung tak jauh dari rumah sang adik, dia melihat Intan sedang berbicara dengan seorang pria yang masih duduk di atas motornya.

Matanya membola saat Intan masuk dan lelaki itu mengekori nya.

"Anjir, si cungkring mau ngapain? mesum yakin ini mah!"

"Gue harus panggil hansip, eh... nanti malah di gerebek terus di nikahin. Keenakan lakinya nggak modal," katanya menggerutu.

Lalu dia menyalakan motornya, dan si kantung kresek berisikan pisang dua kilo itu menggantung di stang motornya dan terasa mengganjal.

"Eh... yeu cau, bikin kagok." gerutunya.

Namun saat telah membenarkan letak pisangnya, dia melihat lelaki itu keluar dari rumah adiknya. Dan melajukan motornya melewati dirinya yang baru saja menyalakan motor berniat menggerebek mereka.

eh... bentar amat, ngapain aja? batinnya saat pandangan mereka bertemu di belokan jalan itu.

"Eh, bukan cowok yang di kamar. Njirr polos2 bisa selingkuh?" gumamnya.

Bintang lalu melajukan motornya menuju rumah Mentari, dengan keresek berisikan pisang dua kilo.

Intan membuka pagar rumah yang sudah di gemboknya itu, lalu matanya yang sembab beradu pandang dengan Bintang.

"Nih, buat makan obat." Bintang mengulurkan keresek itu dan Intan menerima nya, dengan wajah yang terlihat muram.

"Saya udah sembuh kok, Pak."

"Nggak apa-apa, kamu cemilin aja. Biar kaya monyet ntar lincah." Bintang bermaksud bercanda namun wajah Intan semakin sinis melihat ke arahnya.

"Eh... becanda Tan, gitu aja ngambek."

"Udah kan? saya mau istirahat." Ucap Intan.

Bintang hanya bisa mengangguk pelan saat pagar setinggi dadanya itu ditutup dan terdengar suara gembok yang di pasang.

Lalu terdengar Intan berjalan masuk ke dalam rumah dengan suara hidungnya yang menarik-narik cairan, seperti orang flu.

Bintang berasumsi bahwa Intan sudah bertengkar dengan lelaki tadi, ntah siapa nya yang jelas perempuan itu terlihat sedih.

Motor pun dia kemudikan menuju rumah orang tuanya.

*

*

Besok harinya Bintang baru saja turun dari kamar nya, melihat kegaduhan yang di sebabkan oleh para keponakannya.

Helen langsung menghambur ke arahnya, "pih.. " Teriaknya. Bintang pun menyambut Helen dengan wajah ceria.

"Cih... mau-maunya cucu cantik kakek cium omnya yang bau tumila(binatang sejenis kutu kasur)." Ayah memandang jijik pada anak keduanya itu.

"Fitnah, nih... cium, bau tumila nggak? anak ganteng wangi stella gini."

"Hahahaa... stella atau obat nyamuk?" Ayah terbahak-bahak dengan jawaban sang anak.

Bintang menyeringai, "Dua-duanya, Yah. Stella nyemprot, obat nyamuk nyolok." katanya ikut tertawa.

Mentari dan Bunda datang dengan nampan berisi gorengan dan teh panas.

"Apa yang nyolok?" Mentari bertanya.

"Obat nyamuk," kata Ayah sambil menyomot gorengan panas buatan istrinya.

"Kalo soal colok mencolok cepet banget konek, sayang tukang colok nya sakit hahahaha... " Bintang tertawa puas saat mendapat cebikan dari adiknya.

"Buat apa punya colokan tapi belum bisa di pergunakan dengan seharusnya." Ayah membela putri bungsu nya.

Mentari langsung memandang Ayah nya haru penuh rasa berterimakasih, "Ayah... lope... lope... " Tangannya memberikan gerakan kiss bye.

"Budak... manja... " Bintang yang masih memangku Helen mencibir adiknya.

"Udah... berisik, kalian kalo udah ngumpul kayak musuh ketemu. Tapi kalo nggak ketemu saling nanyain keberadaan, aneh." Bunda bangkit menimang Shera yang menggeliat di gendongan suaminya.

Mereka pun terdiam dengan mulut masing-masing yang mengunyah bakwan, risol, dan pisang goreng yang mereka pegang.

*

*

Bintang keluar kamar sudah dengan stelan rapi, "mau kemana kak? katanya nggak enak badan."

"Nggak boleh gue rapi, di rumah?"

"Dih... ngegas... " Mentari menuruni tangga mendahului kakaknya itu yang masih menunduk di atas layar ponselnya.

"Bun... titip siapa ya, baju sama makanan buat Mas Dafa?" Mentari menghampiri Bunda yang sedang menata hidangan makan siang mereka.

"Suruh siapa ya? pake ojol aja!"

Bintang muncul dengan raut wajah senang, "sama gue aja, sekalian mau ke dokter. Agak nggak enak badan." tangannya memijat tengkuknya.

"Iyalah, begadang sama temen ngapain? pasti sama-sama jomblo." kata Mentari yang langsung menutup mulutnya.

"Sembarangan, LDR... ngarti kagak sih? mau gue tolongin nggak?" ketusnya.

Mentari menatap ke arah Bunda nya yang mengangguk.

"Makasih... kakakku sayang, semoga cepet nikah ya, dan punya banyak anak."

"Si anjir... do'a lu, amazing banget... tapi gue aminkan lah."

Mentari tertawa lalu menyodorkan sebuah travel bag berisikan pakaian dan peralatan mandi suaminya. "Kalo nggak di ancam, pasti aku udah pergi sendiri." keluhnya.

"Di ancam apa?"

"Iya, kalo aku sampai ke rumah sakit dan ninggalin anak-anak dia mau minta kerjaan ke kantor."

"Lagian ngapain lu kesana, dia juga nggak bakal bisa ngapa-ngapain, paling mengheningkan cipta." Bintang tertawa sambil menjinjing tas itu, setelah mengalami punggung tangan Bundaa nya.

"Dasar gelooo... " Mentari duduk mendengus kesal, sambil mencomot perkedel jagung di atas meja makan.

"Huss... kakak kamu gitu-gitu juga." Bunda menepuk pelan tangan putri nya.

...------...

Setelah selesai memberikan tas ke rumah sakit dimana Dafa adik ipar nya di rawat, entah kenapa dia melajukan mobilnya ke arah rumah adiknya.

"Lah, kok nyasar... ini dimana?" Dia tertawa sendiri dengan tingkah konyolnya.

Lalu dia melihat Intan sedang berdiri dengan tentengan keresek hitam ntah berisi apa.

Tengah mengobrol dengan seorang lelaki yang tadi malam dia lihat menyantroni rumah adiknya.

Bintang memberhentikan mobilnya agak jauh, menyaksikan adegan Intan seperti sedang marah-marah lalu si laki-laki itu menampar nya dan meninggalkan nya begitu saja.

"Anjir... di tabok, " entah kenapa tapi dada Bintang serasa di cubit, sakit dan emosinya tiba-tiba naik. Ingin dia mengejar motor Bebek bermodif cungkring yang di tumpangi seorang lelaki kurus dengan helm fullface yang mengenakan jaket jins belel. Dia ingin menabrakan mobilnya pada motor lelaki yang tadi menampar Intan.

Namun pandangannya beralih ke Intan yang berjongkok di jalan sambil menutup wajah nya yang menangis, Bintang langsung turun dari mobilnya.

"Tan... " panggilnya saat dia sudah berjongkok di depan gadis itu yang sedang sesenggukan menangis.

Intan mendongakan wajahnya, wajah sembab dengan air mata yang membasahi pipinya. Jangan lupakan bibir tipis yang berwarna pink terlihat bibir itu seakan buah yang ranum.

"Kenapa?"

Intan hanya menggeleng kan kepalanya, merasa mereka tidak terlalu dekat dan tak munkin Intan menceritakan masalahnya.

"Yuk, gue antar pulang." Bintang mengulurkan tangannya agar Intan bisa bertumpu padanya.

Namun Intan malah bangun sendiri tanpa menghiraukan tangan Bintang yang terulur.

Bintang menatap tangannya yang hampa, "Nggak laku, lu. Dia bisa sendiri, sok-sok an mau bantuin bangun." dia berkata sendiri.

Bintang berjalan hendak membuka pintu untuk Intan, namun lagi-lagi wanita mandiri itu sudah membukanya lebih dulu.

Lelaki itu hanya tersenyum sinis. Kemudian memutari mobilnya.

Di dalam mobil suasananya sangat hening, Intan hanya menyandarkan kepalanya di kaca jendela, sambil memeluk bungkusan di tangannya.

"Lu dari mana?"

Intan menoleh sesaat kemudian dia kembali menyandarkan kepalanya. "Dari tukang sayur, katanya besok Teh Mentari pulang."

Bintang mengangguk kecil lalu kembali fokus pada jalanan di depan nya.

Mereka tiba, dan Intan langsung turun dengan wajah pucat dan terlihat sangat lemas.

Bintang berinisiatif mengikutinya, benar saja saat membuka pintu ruang tamu tubuh Intan ambruk jatuh pingsan.

Bintang yang masih berada agak jauh di belakangnya, tak bisa menangkap tubuh itu.

"Tan... Intan, hei.. kenapa? aduh panas gini badan kamu!" Bintang menggotong tubuh kurus Intan dengan mudah, membawa nya masuk ke kamar miliknya.

Bintang berusaha membangunkan nya, mundar-mandir bingung saat Intan belum terbangun.

"Aduh... perlu nafas buatan nggak ya?" Bintang mengetes bau mulut nya pada telapak tangan.

"Wangi lah, mayan nggak terlalu nyengat... "

Lalu dia mendekat kan wajahnya hendak menyentuhkan bibir nya pada bibir yang baru dia sadari keindahannya beberapa hari ini.

Saat bibir itu sudah menyentuh bibir Intan....

Bersambung ❤❤❤

Nggak banyak ngomong ya aku, cuma minta like, komen, dan favoritnya. Terus kalo suka bisik2in ke temen kalian ya, bilang ada cerita itti yg bikin tensi naik🤣🤣🤣

Sehat dan bahagia kawan-kawan 😘😘

1
Lina Purwati
nyari yg kek bintang aja udah mulai susah😂
itttti ajahh 🆘❀⃟⃟✵: langkaaaa
total 1 replies
Lina Purwati
uuuuuuuhhhh ceritanya😍
Lina Purwati
enak kali ya, Nemu laki Kyak si bintang ini 😁
Lina Purwati
OTW ke ceritanya si bintang Aq mak
itttti ajahh 🆘❀⃟⃟✵: ahh di tunggu 🥰🥰🙏🏼
total 1 replies
Adhie Adhie
kualat sm intan si phyton 🤣🤣🤣
Adhie Adhie
yah ada gangguan 🤦
Adhie Adhie
betul2 maknyos semburan si cobra ini 👍
Adhie Adhie
ada aja gangguan dr si itti 🤦
itttti ajahh 🆘❀⃟⃟✵: 🤣🤣🤣🤣 nggak di ganggu nggak asikkk
total 1 replies
Adhie Adhie
hebat banget jamunya bagi dikit donk teh intan 🥺
Adhie Adhie
🤦
Adhie Adhie
kaya prosotan di waterboom ya 😁
Adhie Adhie
klo tes DNA nya cocok gmn nih thor 🥺🥺🥺
Adhie Adhie
rambut brekele kek gimana sih 🤔
Adhie Adhie
smg bukan keguguran 😌
Adhie Adhie
ulet bulu yg menolong si phyton
Adhie Adhie
wkwkkwk si phyton dsr ga tau wkt dan tempat
Adhie Adhie
hebat nih semburan si cobra lgsg bikin jd 🤣
Adhie Adhie
😍😍😍🥰
Adhie Adhie
aku ga di undang thor 😌😭
itttti ajahh 🆘❀⃟⃟✵: kenalnya telat🤣🤣
total 1 replies
Adhie Adhie
pdhl keenakan jg tuh si intan 😁🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!