NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:153.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

Menceritakan seorang gadis bernama Alisya yang begitu menyukai seorang cowok bernama Adrian secara diam-diam. Adrian sendiri tentu sudah memiliki kekasih bernama Tania.

Hingga Alisya mendapat kabar jika kedua orangtua mereka berdua akan menjodohkan mereka berdua dan menginginkan mereka segera menikah. Namun, dalam pernikahan itu hanya Adrian yang tak bahagia. Dikarenakan Adrian masih mencintai cinta pertamanya yaitu Tania..

Bagaimana dengan biduk rumah tangga yang hanya diisi rasa cinta sepihak dari Alisya? dan Apakah Adrian akan membuka hatinya untuk Alisya?
Bagi yang Penasaran silakan dibaca😁

Karena Saya masih seorang penulis pemula.. maaf jika banyak typo yang bertebaran di karya saya ini. Dan harapan saya sebagai penulis, saya harap kalian para pembaca menyukai karya saya ini. terima kasih😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Sudah hampir seminggu, selama di sekolah Adrian tak pernah menggagap Alisya sebagai calon istri bahkan untuk bertegur sapa saja Adrian tak sudi. Adrian sepakat dalam dirinya bahwa dia tak akan pernah menganggap Alisya sabagai calon istri bahwa seolah menjadi orang tak mengenal Alisya sama sekali.

            Dan dalam seminggu juga, Alisya hanya merasakan sakit hati. Kare tak pernah dianggap oleh Adrian bahkan bertegur sapa pun Adrian enggan melihat kearahnya. Alisya hanya makan hati selama seminggu setelah acara pertunangannya itu. Hanya Dafa yang masih setia bahkan mencoba menghibur, meski hiburan itu hanya dianggap angin lalu oleh Alisya.

            Kali ini Alisya duduk ditangga menuju kelas tiga, Alisya duduk dengan wajah sedih. Tidak perlu dijelaskan kesedihan yang jelas sedih karena Adrian. Dafa berdiri dan menemaninya, dafa hanya terdiam. Dafa tak mengeluarkan sepatah kata karna dia tahu itu juga tak akan mengubah kesedihan di wajah Alisya.

            “Kak.” Panggil Alisya dengan suara lemah.

            “Sampai kapan seperti ini, Al.” Kata Dafa.

            Perkataan itu seolah petanda Dafa capek melihat kesedihan Alisya.

            “Kalau aku tak menerima keputusan orang tuaku, mungkin tak akan sesakit ini ya. Aku terlalu berharap lebih.” Kata Alisya dengan suara yang masih sama. Menandakan dirinya benar-benar tak bisa menahan sakit itu lagi.

            “Maksud kamu?” Tanya Dafa tak paham dengan apa yang dilontarkan Alisya padanya.

            “Soal cerita pernah janji mau diceritakan sama Kakak itu, mengenai perjodohan kedua orang tua aku dan Adrian.” Kata Alisya.

            Mendengar kata perjodohan bahkan nama Adrian juga disebutkan. Sungguh berita yang sangat mengejutkan hati Dafa. Gadis yang dicintainya ini telah dijodohkan dengan pria lain. Bahkan pria itu ialah pujaan hati sang gadis. Hati Dafa benar-benar sakit saat itu juga, Dafa sudah menahan perasaan ini bertahun-tahun kini gadis itu malah dijodohkan dengan pria lain.

            Dafa hanya terdiam, tak menunjukan wajah sedih dihadapan gadis itu. dirinya masih setia berdiri di samping gadis itu. menunggu kalimat yang bakal dilanjutkan oleh gadis itu.

            “Dengan bodohnya aku menerima perjodohan itu, aku mengira aku akan bahagia. Adrian mungkin bahkan melihat kearahku. Ternyata semua itu salah. Bahkan sudah seminggu setelah pertunangan kami pun, Adrian sama seperti dulu tak perduli bahkan seperti tak mengenali aku.” Lanjut Alisya.

            Dafa terdiam, Ingin sekali dirinya menghajar pria yang sudah melukai gadisnya ini. Namun, dafa tetap menahan.karena jika Dafa melakukan itu mungkin akan memperkeruh suasana dan bahkan bisa saja pria itu akan tetap melukai hati Alisya.

            “Al, aku tak tahu harus memberi saran apa padamu. Tapi kamu sudah membuat keputusan, apapun masalah yang akan muncul. Kamu harus mengahadapinya. Karena kamu sudah tahu resikonya sendiri.Al, aku tahu kamu bukan orang yang lemah.” Kata Dafa dengan harapan bahwa apa yang disampaikan mungkin yang terbaik untuk Alisya.

            Alisya terdiam, mencoba mencerna perkataan Dafa padanya. Wajah yang bersandar ditembok tangga itu mendongak, melihat kearah lelaki yang barusan saja memberi sebuah nasihat padanya. Alisya tersenyum melihat lelaki itu, lalu berdiri.

            Dafa yang melihat Alisya tersenyum padanya mesa heran.

Ada apa dengan Gadis ini? Apa omonganku salah? Fikir Dafa.

Alisya langsung memeluk lelaki itu tak memperdulikan jika lelaki itu sedang menatap bingung.

“Makasih ya kak. Kakak benar seharusnya aku tak boleh lemah seperti ini. apapun itu aku harus kuat.” Kata Alisya masih memeluk Dafa.

Dafa hanya tersenyum dan membalas pelukan Alisya.

Tanpa mereka berdua sadari, ada seseorang yang berdiri diatas tangga dan  melihat mereka berdua. Tangan orang itu mengepal tanda tidak menyukai adegan didepan matanya.

“Awas kamu Alisya! Akan aku buat kamu tambah menderita!” Ancam orang itu lalu pergi dari tempat itu.

Alisya kembali ke kelasnya dengan perasaan tenang dan wajah kembali ceria. Seoalah sedih yang selama ini dia rasakan telah menghilang entah kemana. Alisya berjalan melewati kelas Adrian. Dilihatnya Adrian, namun kali ini Alisya tak sedikit pun menunjukan sikap yang seolah mengenal Adrian. Alisya cuek bahkan tak memperdulikan Adrian yang berdiri didepan kelasnya sendiri.

            Alisya masuk kedalam kelas. Kali ini berbeda, Alisya yang sekarang nampak menunjuka wajah cerianya. Berbeda dengan teman sebangkunya Bunga. Yang tengah duduk memangku kedua tangan dengan wajah yang sedih. Melihat Bunga dengan wajah seperti itu, Alisya pun bertanya.

            “Kamu kenapa Bunga? Kok wajahmu sedih begitu?” tanya Alisya.

            Bunga menatapnya Alisya dengan ekspresi wajah yang sama, kemudian menjawab.

            “Hatiku belum siap kebenaran dari kabar itu, Al.” Kata Bunga sambil menunjukan ekspresi nangis yang dibuat-buat olehnya.

            “Kabar apaan si?” Tanya Alisya tak mengerti dengan jawaban Bunga di tambah wajah Bunga yang menangis ,esti dia tahu itu cuman pura-pura.

            “Oppa..Jeonghan Oppa.. Dikabarkan kencan dengan aktris drama. Huaaa..huhu…” Kata Bunga masih dengan wajah menangis yang dbuat olehnya.

            Alisya yang mendengar itu terkejut dengan wajah yang seolah sedang menghadapi orang gila.

            Sumpah, Bunga beneran gila gara-gara oppa korea. Kata Alisya dalam hati.

            Alisya mengangkat telapak tangannya menyentuh dahi Bunga. Setelah itu Alisya mengangguk dengan wajah meyakinkan sambil berkata.

            “Fix, kamu memang gila Bunga.” Kata Alisya.

            Alisya lalu mengambil tasnya dan berlari keluar dari kelas. Beruntung karena sudah jam pulang. Dan beberapa siswa beranjak pulang, Alisya memutuskan untuk dan meninggalkan Bunga.

            Bunga yang sendirian dalam kelas, melihat kessekitar kelasnya. Semua bangku sudah kosong hanya dirinya sendiri. Bunga bangkit dari kursi mengambil tasnya berlari sambil berteriak.

            “Al… Alisya… Tungguin.” Teriak Bunga berlari keluar kelas.

            Alisya berlari menuju gerbang sekolah, tanpa sengaja dirinya menabrak Dafa. Dafa yang kaget melihat keorang yang menabraknya.

            “Al, kamu kenapa lari?” Tanya Dafa.

            “Ah, maaf kak. Biasa lagi isengin Bunga. Habis udah gila dia gara-gara oppa korea.” Kata Bunga.

            Mendengar ucapan Alisya, spontan Dafa terkekeh.

            “Temanmu unik juga.” Kata Dafa.

            “Unik apanya! Udah gila itu kak.”Kata Alisya.

            Saat mereka berdua tengah mengobrol. Mereka berdua dihampiri oleh salah satu siswa.

            “Udah dong ngobrolnya. Kita ada kelas tambahan ni.” Kata Siswa itu kepada Dafa sambil merangkulnya.

        “Udah dulu ya Al. Aku mau ke kelas dulu. Kamu juga hati-hati ya pulangnya.” Kata Dafa tersenyum lalu berjalan meninggal Alisya.

      Saat Dafa meninggalkan Alisya, Alisya mengarahkan matanya kearah parkir. Alisya melihat Adrian tengah berdiri sambil menyandar di mobil. Alisya muali berfikir apakah Adrian menunggunya. Namun, segera ditepis pemikiran itu. dia ingat jika Tania merupakan kelas tiga dan untuk semester ini ditambah  sebentar lagi mau ujian kelulusan. Anak-anak kelas tiga diminta untuk mendapatkan kelas tambahan. Mungkin saja Adrin tengah menunggu Tania kekasihnya itu karena juga termasuk siswi kelas tiga.

 

1
Anita noer
Luar biasa
Anita noer
aduh...menyedih bnget si alysia
Tiwik Firdaus
suka seseorang jangan terlalu dintunjukkkan bikin besar kepala dan tania pasti tau kalau alisnya suka amdrian makanya dia sengaja memanas2i
Sumarni Al Fa
gila gila jantung ku maraton tak jiran andrean bodoh lagi 🤭
Leebit
siap, makasih udah setia membaca😊
Yuniati Rizky
tetap semangat ya thor untuk upnya...
Ratu Nasiroh
kaka jgn ada konflik lagi dong....😭🥰
Yuniati Rizky
thor kok bukannya di banyakin tentang Alisya sama suami kampretnya malahan ke Bunga...klu begini kan jadi malas membacanya dan terpaksa harus menunggu lagi dirimu untuk up untuk tahu balasan apa yang akan diberikan oleh Alisya untuk Adrian sisuami tak tahu diri...😡😡
Leebit: maaf kak,
total 1 replies
Sumarni Al Fa
ah ini tar ribut lagi ama andrean
Ratu Nasiroh
kak jgn ada konflik LG dong kasian alisyanya.....dan semangat yah di tunggu upnya.....🥰🥰🥰
Sumarni Al Fa
ah dava polis apa polis ya, tar udah tahu rasanya bagih 🤭🤭
Ratu Nasiroh
😘😘😘
Ratu Nasiroh
selamat tuk alisnya❤️❤️❤️
Leebit
siap👍
Ratu Nasiroh
lanjut Kaka🥰🥰🥰
Ratu Nasiroh
😍😍😍
Leebit
siap😊
Yuniati Rizki
tetap semangat 💪💪💪 ya thor ceritanya bagus dan di tunggu selalu upnya 😘😘😘
Ratu Nasiroh
semangat alisnya dan beri kespatan untuk Adrian....🥰🥰🥰
Linda Rosiana
semuanya bermuka dua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!