Pradjna, wanita karier berusia 30 tahun yang sukses dengan bisnis EO nya. Di usia yang sudah matang itu dia belum pernah terlihat mempunyai hubungan yang serius dengan seorang pria. Semua pria yang terlihat di dekatnya hanyalah rekanan bisnis saja.
Haris Rahardjo, pria dewasa dan mapan yang menjadi incaran para wanita, terkenal sangat angkuh dan introvert untuk kehidupan pribadinya.
Hingga suatu ketika ketika mereka berdua bertemu, dunia yang sudah mereka bangun luluh lantak seketika
Inilah Elegi Dua Hati...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon d'Gayatri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12
Jam berganti hari, hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Saat melahirkan bagi Pradjna makin dekat. Gadis itu sudah mulai sesekali merasakan mulas pada perutnya.
Hana mencari pekerja yang akan menggantikan Pradjna bila ia telah melahirkan nanti. Selain itu juga menyiapkan kebutuhan yang mereka perlukan saat itu tiba nanti.
Hingga pada suatu malam, Hana terbangun karena ponselnya terus berdering, matanya membuka sempurna saat dilihatnya caller ID yang muncul adalah nama Pradjna.
Hana bergegas bangun menuju kamar Pradjna. Dilihatnya Pradjna meringis menahan sakit, badannya basah berpeluh.
"Aku rasa sudah saatnya,Han" ucap Pradjna saat Hana menghampirinya.
Dengan sigap Hana meraih tas di pojok kamar Pradjna yang memang sudah disiapkan untuk saat kelahiran ini.
Ia mengganti piyamanya dengan t'shirt dan jeans, lalu kembali ke kamar Pradjna, membantunya bersiap.
Hana duduk dengan cemas. Ia sudah memberi kabar pada paman dan bibinya - keluarga Gunadi, bahwa Pradjna akan segera melahirkan. Mereka sedang bercakap di telepon saat seorang perawat menghampirinya memberitahukan bahwa proses persalinan sudah selesai dan berlangsung dengan lancar.
Pradjna melahirkan bayi laki-laki yang sehat dan sangat tampan. Mata dan bibirnya yang mungil itu khas Pradjna, sementara yang lain sepertinya di dominasi oleh Aris.
Pradjna tengah bonding dengan bayinya saat Hana diperbolehkan untuk menjenguknya.
Air mata Hana seketika menitik saat ia melihat Pradjna menciumi ujung kepala bayinya itu. Ada rasa yang bercampur aduk di hatinya melihat pemandangan itu. Segera ia mengambil ponselnya lalu kembali menghubungi keluarga Gunadi, melakukan panggilan video memperkenalkan anggota keluarga baru mereka.
Ibu Gunadi ikut menangis melihat Pradjna dan bayinya. Mereka semua terharu, terlebih Ibu Gunadi yang memang tidak mempunyai anak.
"Ah...lelaki kecilku, betapa tampannya dirimu, Nak. Jadilah engkau sebagai cahaya bagiku juga orang-orang di sekitar mu, tumbuhlah menjadi anak yang penuh kasih juga cinta, berkat dan kasih selalu tercurah untuk mu, anak ku, Amen" doa Pradjna di dalam hatinya sambil terus memandang bayi kecil yang masih berusaha menghisap ASI-nya itu.
Arya, nama pemberian dari Ibu Gunadi, menjadi nama panggilan bocah lucu itu. Dia tumbuh dengan sehat dan penuh kasih sayang dari mama juga onty Nananya. Hana malah lebih protect dari pada Pradjna, semua hal yang bersangkutan dengan Arya harus melewati seleksinya terlebih dahulu.
Terkadang bahkan Pradjna sendiri kena omel jika membelikan snack untuk Arya tanpa sepengetahuan Hana.
"Walau aku tidak mengandung dan melahirkan Arya tapi aku punya andil dalam perawatannya dari masih di dalam perut hinggal brojol segede ini" itu yang selalu di ucapkan Hana bila Pradjna mulai sedikit protes pada Hana.
Hana benar-benar melimpahi Arya dengan cintanya. Pradjna pernah sekali waktu meminta Hana untuk menikah dengan Michael, teman kerjanya yang sering berkencan dengannya tetapi Hana mengatakan Michael belum bisa diajak untuk berkomitmen di dalam ikatan pernikahan.
Hingga pada suatu hari, Hana menceritakan bahwa hubungan mereka telah berakhir. Hana sempat mengurung diri di kamarnya selama satu hari, di hari berikutnya dia bangun pagi lalu membawa Arya berjalan-jalan di taman. Lalu pulang dengan kondisi kembali ceria, seolah tidak terjadi apapun.
Kini bayi kecil itu sudah besar, sudah bisa protes juga merajuk bila ada inginnya yang tidak dipenuhi. Pradjna bersyukur untuk setiap episode hidupnya yang bisa ia lalui walau harus dengan deraian air mata.
Sekarang ia harus lebih fokus lagi menata hidupnya karena ada Arya yang memerlukan dirinya.
aq naik lgi untuk like stiap chapternya, dan aq vote ya thor...
semangaaat...aq tunggu kelanjutanya thor.