Raja Manusia adalah seseorang pendekar terhebat di benua tengah, Namun Raja dari dataran lain tidak bisa membiarkan Raja manusia bertambah kuat. Raja benua lain bekerja sama untuk membunuh Raja Manusia. Namun tidak menyangka Raja Manusia Bereinkarnasi kembali di sebuah keluarga sederhana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.12 - Hambatan.
Tiga hari kemudian Aura berangkat menuju ke Kerajaan Matahari.
Mereka menggunakan sebuah kereta kuda, Aura dan Leo menjadi kusir sedang kan Vany, Alden dan Aira berada di bangku belakang.
“Kakak, Kerajaan itu seperti apa.” Aira menjadi antusias.
“Di kerajaan terdapat banyak bangunan dan istana yang besar dan indah.” Vany menjelaskan kepada Aira.
“Ketika kita sampai, Kakak akan mengajak kamu berkeliling.” Ujar Vany sambil tersenyum.
“Yeah, Makasih kakak.” Aira menjadi sangat senang.
Aira sering mendengar dongeng tentang kerajaan yang sering di bacakan ibunya tiap mau tidur.
Tiba-tiba kereta kuda tersebut berhenti.
“Apa yang terjadi.” Tanya Vany dengan heran.
“Tunjukan diri kalian.” Ucap Aura dengan keras.
Seseorang pria muncul dari balik pohon.
“Serahkan barang yang kalian bawa, jika tidak kami akan membunuh kalian semua.” Pria tersebut menunjuk ke Arah aura.
“Keluar teman teman, ada mangsa empuk.” Pria tersebut memanggil teman yang dari tadi sembunyi di balik pepohonan.
“Ketua, aku ingin anak perempuan itu.” Ucap salah satu pria.
“Aku akan memberikan nya kepadamu setelah aku menikmatinya dulu.” Ketua tersebut membalas perkataan anak buahnya.
Hadapan Aura terdapat Lima pendekar awal, tiga pendekar menengah dan dua pendekar tinggi.
Ketua mereka termasuk pendekar tinggi.
“Dengan kekuatan ini, kalian pikir bisa membunuh kami.” Jawab Aura dengan senyuman mengejek.
“Bocah ingusan, Jangan meremehkan kami.” Pendekar tinggi lainnya membalas dengan kesal.
“Aura apa yang kamu lakukan.” Vany melihat Aura turun dari kereta kuda.
“Vany, tolong tutup mata mereka berdua, Leo aku serahkan penjagaan mereka bertiga bersamamu.” Aura berjalan menuju sepuluh pendekar tersebut.
“Aura kau harus berhati-hati.” Vany menjadi cemas.
“Bocah, kamu mengantar nyawamu yang berharga.” Ucap pendekar tinggi tersebut.
“Tidak perlu basa-basi kalian semua maju bersama.” Aura berbicara sambil tersenyum mengejek.
“Berengse..” Tiba-tiba kepala dari salah satu pendekar awal hilang dari badannya.
“Ada pepatah yang mengatakan, orang yang banyak berbicara ketika pertarungan, Merupakan orang yang pertama mati.” Aura mengeluarkan Aura pembunuh.
“Bocah ini bukan orang sembarangan, Kepung dia.” Ketua bandit tersebut tidak melihat Aura ketika membunuh Anak buahnya.
Pertempuran terjadi antara Aura dan bandit tersebut.
“Aura kamu harus selamat.” Vany melihat Aura tidak di unggulkan.
“Cih, Jika terus seperti ini aku akan dalam bahaya.” Aura di kepung oleh Sembilan orang pendekar.
“Ku incar yang lemah dulu.”
“Langkah bayang.” Aura berhasil membunuh dua orang pendekar awal.
“dia iblis.” Ucap salah satu pendekar yang menjadi panik.
“Tetap tenang, Terus mengepungnya.” Ujar ketua bandit tersebut dengan kencang.
“Percuma saja!” Aura bergerak dengan gesit membuat pihak lawan kesusahan.
Aura berhasil membunuh dua pendekar awal yang tersisa.
“Bos, Apa yang harus kita lakukan.” Tanya salah satu pendekar tinggi.
“Mari kita menggabungkan aura pembunuh.” Ketua bandit mengeluarkan aura pembunuh.
“Tidak ku sangka kalian sudah banyak membunuh orang.” Langkah Aura menjadi berat karena gabungan aura pembunuh.
“Hahaha, sekarang kamu akan mati.” Ketua bandit tersebut menjadi senang karena berhasil mempersulit gerakan Aura.
“Kalian kira dengan ini bisa membunuhku.” Aura menyalurkan mananya ke pedang yang dia gunakan.
“Jurus pertama Potongan cepat.” Sebuah pedang dengan kecepatan tinggi memotong kepada dari salah satu pendekar menengah.
“Dia bukan manusia.” Salah satu pendekat menengah menjadi panik.
“Lemparkan itu kedepannya.” Para bandit tersebut melempar sebuah bom yang berisi sebuah racun.
“Aura!” Aira panik melihat Aura berada dalam asap beracun.
“Kamu pasti tidak akan selamat.” Ucap Ketua bandit dengan senang.
“Hahaha!!” Sebuah suara dari dalam asap beracun.
“Tidak mungki...”
“Jurus kedua potongan tajam.” Aura membelah tubuh salah satu pendekat menengah yang melihat dia keluar dari asap beracun.
“Dia iblis.” Pendekar menengah yang terakhir lari ketakutan meninggalkan pertempuran.
Tentu saja Aura tidak membiarkannya dan membunuhnya dengan menggunakan jurus ketiga potongan kilat.
“Sekarang tinggal kalian berdua.” Aura menunjuk ke arah.
“Ketua apa yang harus kita lakukan sekarang.” Selah satu pendekar menjadi panik.
“Langkah bayangan” Seketika Aura berada di hadapan Ketua bandit tersebut dan melesatkan sebuah pedang ke arah jantungnya.
“Ketua tida..” Ketua bandit tersebut mengorbankan nyawa temannya.
“Tidak ku sangka kamu mengkhianati temanmu.” Aura menggelengkan kepala.
“Siapa suruh dia sangat lemah.” Ketua bandit tersebut meloncat menjauhi Aura.
“Sekarang giliran kamu.” Tatap Aura dengan dingin.
“Hahaha, Aku ingin lihat wajah mu setelah aku memakan pil ini.” Ketua tersebut mengeluarkan sebuah pil di balik bajunya.
“Pil Harimau?” Aura terkejut karena resep pil tersebut merupakan resep pil yang Aura berikan kepada pemilik Assosiasi Pil Cahaya.
“Dengan ini aku dua kali lebih kuat dari mu.” Ketua bandit itu senang karena dia menduga kemenangan ada di depan mata.
“Ah, Pil itu aku mempunya banyak.” Aura mengeluarkan seratus pil Harimau yang di berikan oleh pemilik toko.
Melihat hal tersebut tubuh ketua bandit menjadi lemas dan tidak bisa di gerakkan.
“Jurus ketujuh Potongan akhir.” Aura membunuh Ketua bandit tersebut tanpa meninggalkan tubuhnya.
Aura memberikan isyarat tangan agar Leo berjalan ke depan. Leo terus mengikuti Aura yang sedang mengarah ke sebuah danau.
Aura membersihkan tubuhnya karena terdapat banyak darah dari akibat pertempurannya.
“Aura kamu bertindak gegabah.” Vany menjadi marah akibat melawan mereka dengan sendirinya.
“Aduh!” Vany kesakitan karena Aura menjentikkan jarinya ke kening Vany.
“Bagaimana keadaan Alden dan Aira.” Tanya Aura kepada Vany.
“Bukannya seharusnya kamu melihat nya sendiri.” Vany menjadi kesal kepada Aura.
Aura berjalan ke kereta kuda.
“Alden, Aira apa kalian baik-baik saja.” Aura melihat dalam tenda yang ditarik kuda tersebut.
“Kakak!” Alden dan Aira langsung memeluk Aura sambil menangis.
“Kakak, apa kakak baik-baik saja.” Aira tadi melihat sekilas Aura masuk ke dalam asap beracun.
“Tentu, Karena kakakmu orang terkuat di dunia.” Aura mengelus kepala Alden dan Aira.
“Hari ini kita akan beristirahat disini, Aira Kamu ingin makan malam seperti apa.” Tanya Aira kepada Aura.
“Tentu saja ayam.” Jawab Aira dengan tersenyum.
Aura mencari sebuah ayam hutan dan langsung memasaknya.
“Kakak Aura, Bolehkan Aira tidur di dekatmu.” Aura lagi bersandar di sebuah pohon.
“Tentu.” Aira pun tidur di pangkuan Aura.
Paginya mereka melanjutkan perjalanan menuju ke kerajaan matahari.
Tujuh hari waktu yang di butuhkan untuk pergi ke Kerajaan matahari, Dalam perjalanan mereka juga berhadapan dengan beberapa perampok dan binatang buas.
“Kakak Vany, itu apa?” Aira melihat sebuah gerbang yang sangat besar.
“Ini yang adalah gerbang utama kerajaan matahari, Besar bukan.” Vany menjelaskan dengan antusias.
“Vany, kami berpisah sampai disini saja, kami akan mencari sebuah penginapan."
Aura memberi salam bermaksud agar tidak berurusan dengan keluarga kerajaan.
“Tapi aku belum berterima kasih.” Vany menjadi kesal.
“Tidak perlu.” Aura menggelengkan kepala.
“Adik Aira mari kakak bawa masuk kamu kedalam Istana.” Vany ingin memanfaatkan Aira.
“Kakak Aura, tidak boleh?” Aira menunjukkan wajah sedih.
“Ah, Tentu.” Aura terpaksa menerimanya.
“Kakak, Kamu yang terbaik.” Aira memeluk Aura.
Mereka berlima berjalan ke dalam kota yang berada di kerajaan matahari.
BERSAMBUNG>>
Jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍