Naura seorang gadis yang cantik dan baik. Namun semua berubah sejak ibunya meninggal karena mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan seorang wanita muda.
Naura yang bertengkar dengan ayahnya dan pergi dari rumah, bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena perhatian dan kebaikannya.
Tapi tak disangka ternyata pria yang membuat Naura jatuh cinta itu adalah pria masa lalu ibu tirinya.
Apakah Naura bisa menerima kenyataan jika pria yang ia cintai merupakan pria yang juga sangat ibu tirinya cintai.
ig reni_nofita79
fb reni nofita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua belas
Sudah dua hari Naura kembali ke rumah. Sore ini Raffa berjanji akan mengunjunginya.
Naura menunggu di ruang keluarga sambil menonton. Santi yang baru pulang dari salon, heran melihat Naura. Tak biasanya gadis itu mau duduk di ruang keluarga.
"Tumben kamu mau menonton di sini. Biasanya hanya di kamar" sapa Santi
"Dulu aku sering berkumpul dengan ayah dan ibu di ruang ini. Tapi sejak kehadiran seorang rubah betina, itu tak pernah lagi aku lakukan. Aku tak suka seorang yang munafik"
"Apa aja yang telah kamu ceritakan tentang aku pada Raffa"
"Kenapa kamu tiba tiba ingin tau. Apapun yang aku ceritakan itu tak pentingkan buatmu."
"Tentu saja penting, aku tak mau ia berpikir jelek tentangku"
"Memang apa hubungannya dengan Raffa, mengapa tiba tiba peduli"
"Aku tak mau teman temanmu menganggap aku wanita yang tak baik"
"Kenyataannya memang begitu"
"Aku ingatkan kamu, jangan pernah cerita hal buruk tentangku pada Raffa dan Alesha "
"Apa kamu mengenal mereka"
"Itu tak perlu aku jawab"
Ketika Naura akan melanjutkan perdebatan mereka, Naura mendengar suara bel berbunyi.
"Aku juga tak ingin tau" ucap Naura sambil berjalan menuju pintu.
Naura membuka pintu dan melihat Raffa berdiri dibaliknya.
"Masuklah.... "
Raffa berjalan mengikuti Naura. Ia mempersilakan Raffa duduk. Santi melihat keakraban mereka dengan wajah masam.
"Aku buatkan kamu minum dulu ya"
"Nggak usah, aku bisa sendiri nanti kalau haus"
"Aku ambil camilan dulu sekalian minum aja"
Naura berlalu meninggalkan Raffa di ruang keluarga.
"Kamu pacaran dengan Naura " ucap Santi dan duduk dihadapan Raffa
"Untuk apa kamu tau"
"Hanya untuk memastikan saja"
"Oh aku lupa, kamu ibunya Naura ya"
"Aku bukan ibunya"
"Bukankah kamu istri ayahnya"
"Aku terpaksa, Reno merayuku terus"
"Jika memang kamu tak suka, bagaimanapun ia merayu kau tak akan tergoda "
"Aku terpaksa menikah untuk membayar hutang bapak" ucap Santi mulai terisak.
Naura datang dengan segelas es sirup dan sepiring camilan. Ia kaget melihat Santi yang terisak.
"Kenapa kamu menangis" gumam Naura.
Santi berdiri dari duduknya dan meninggalkan Naura serta Raffa tanpa berkata apapun.
"Silakan minum, aku sudah mulai belajar membuat air sendiri, dan mencuci piring. Masa kamu pria bisa melakukannya aku nggak"
"Baguslah jika kamu berusaha mencoba sesuatu yang nantinya pasti akan bermanfaat. Saat kamu harus tinggal sendirian semuanya akan terasa berguna "
"Aku juga mau belajar memasak, kamu mau mengajariku"
"Tentu saja, kapan kamu ke rumah akan aku ajarkan"
"Terima kasih, ya" ucap Naura dengan tersenyum.
"Maaf... apakah kamu mengenal ibu tiriku itu"
"Kenapa kamu tanyakan itu"
"Aku melihat kamu dan Alesha kaget melihatnya saat di rumah sakit"
"Kamu peramal"
"Kamu mengenalnya " ucap Naura kembali bertanya
"Ya, kami dulu sekampung"
"Oh, apa kamu baru tau saat di rumah sakit atau sebelumnya kamu udah tau"
"Aku baru tau"
"Apakah ia mantan pacarmu itu"
"Kamu pacarku" ucap Raffa tersenyum dan mengacak rambut Naura. Santi yang ingin ke dapur melihatnya dengan cemburu.
"Aku serius.... "
"Aku juga serius, apa kamu nggak mau jadi pacarku"
"Kenapa tiba tiba kamu ingin jadi pacarku"
"Alesha sangat menyukaimu"
"Bukan kamu.... "
"Aku jugalah"
"Kenapa kamu suka denganku "
"Karena aku tau kamu itu wanita yang baik. Alesha aja bisa cepat menayayangimu. Kenapa aku tidak."
"Aku tak mau kamu mencintaiku hanya karena Alesha yang menyukaiku. Aku mau itu dari hatimu "
"Kita akan mencoba memulainya, apakah kamu mau"
"Tentu saja, tapi kamu janji tidak akan pernah berbohong apapun itu. Karena aku paling benci kebohongan. Ayahku saja, nggak mudah alu maafkan karena telah membohongiku. Apa lagi kamu yang bukan siapa siapa"
"Tentu, aku akan jujur apapun itu yang ingin kamu ketahui"
"Hhhmmmm.... " deheman Reno yang baru pulang kantor membuat Raffa dan Naura terdiam.
"Selamat sore, om"
"Selamat sore, Raffa"
"Baru pulang kerja, om"
"Iya. Maaf, om tinggal dulu"
"Silakan om"
Naura membawa Raffa ke taman belakang rumahnya.
Reno masuk ke kamar dan melihat Santi yang tengah termenung. Ia lalu memeluk dan mengecup pipi Santi.
"Sedang mikirin apa sih"
"Nggak ada, aku hanya merasa sepi aja"
Reno duduk di samping Santi dan mengelus perutnya.
"Kapan buah hati kita hadir diperutmu. Biar ia bisa menemani kamu. Pasti kamu tidak akan merasa kesepian"
Santi memandangi Reno dengan tersenyum.
"Kita hanya bisa menunggu saat yang tepat Tuhan memberi kepercayaan itu" ujar Santi
Maafkan aku, Reno. Aku tak ada keinginan untuk memiliki keturunan darimu. Dari awal aku menikahimu hanya untuk melunasi hutang keluargaku. Dan aku memang sengaja menggodamu, aku menikahimu hanya demi uang. Saat ini, tujuanku hanyalah untuk meraih cintaku kembali. Jika kita pisah, aku pastibakan mendapatkan harta darimu. Akan aku gunakan sebagai modal hidup bersama Raffa, pria satu satunya yang aku cintai.
"Sayang, kenapa melamun. Jangan terlalu dipikrkan, aku akan tetap menunggu hingga Tuhan memberi kepercayaan itu"
"Bagaimana jika aku tak bisa memberimu keturunan , apakah kamu akan menceraikan aku"
"Kenapa kamu jadi berpikir begitu. Aku akan tetap mencintaimu walau kamu tak bisa memberikan aku keturunan dari rahimmu"
"Aku tau kamu menikahiku hanya untuk keturunanmu "
"Kenapa kamu berpikir begitu, aku menikahimu karena aku yang sangat mencintaimu"
"Aku ingin memiliki sebuah butik" gumam Santi
"Jadi kamu termenung karena memikirkan itu"
"Aku bosan di rumah tanpa ada kegiatan"
"Baiklah, aku akan minta orang suruhannya untuk mencari tempat yang bagus untuk membuka butik"
"Terima kasih, mas" ucap Santi memeluk dan mengecup pipi Reno
"Aku harus memiliki usaha atas namaku sendiri, agar nanti itu bisa menjadi investasiku kelak"
"Kemana temannya Naura, apa sudah pulang"
"Mereka ada di taman"
"Sepertinya Naura dengan pria itu bukan sekedar teman" gumam Santi
"Tak apa jika itu benar. Bukankah kamu bilang, Raffa itu sepertinya pria yang baik. Mungkin jika ia menikah dengan Raffa ia bisa menerima pernikahan kita juga "
"Menikah... "
"Iya, aku bermaksud ingin menanyakan keseriusan Raffa pada Naura"
"Apakah itu tidak terlalu cepat, mas"
"Niat yang baik kenapa harus ditunda"
"Mas, walau keliatannya ia pria yang baik tapi mas tak bisa juga cepat mengambil keputusan ini. Mas harus menyelidikinya juga. Naura putri mas satu satunya, kita harus mencarikan suami yang terbaik buatnya"
"Aku akan coba selidiki dulu, aku akan minta bantuan orang kepercayaanku"
"Biar aku aja mas. Nanti kalau minta bantuan orang lain, nggak enak. Nanti di kira mas terlalu pemilih. Nama baik mas bisa rusak"
"Kamu mau melakukannya "
"Tentu saja, aku sudah sering katakan jika aku menyayangi Naura seperti adik kandungku sendiri... "
"Terima kasih, ya. Mas memang tak salah memilihmu"
Reno kembali mengecup pipi Santi dengan lembut.
Bersambung
*********************
Terima kasih
ceritanya bagus seperti biasanya..
benernya lebih suka pasangan Alesha sama Allan karena sepertinya lebih kocak gara2 kepolosan dan keluguan Alesha..
tapi sayang part mereka kurang banyak..
tapi wajar karena bukan tokoh utamanya..
(ternyata Alesha reinkarnasi di novel ini ya mam, hehe..)
nasib Santi dan Om Candra gimana mam?
udah cukup segitu aja ya, biar gak esmosi bacanya, hehe..
oke deh, lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan sukses terus di manapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩🤲🏻💕💕💕
semua pria di ganggu
wanita jahat itu
wajah Mandarin
sedang ceritanya orang2 Indo