NovelToon NovelToon
Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:487.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sherly02

Kim Aira Kusuma
Aira (17) adalah anak ketiga dari pasangan Kim Woo Joon dan Indira Kusuma dan memiliki kakak kembar yang sangat menyanyanginya, yaitu Kim Jayden Kusuma dan Kim Jordan Kusuma.

Kenzo Aditama
Kenzo (18) merupakan anak pertama dari pasangan Nathan Aditama dan Lydia Aditama dan tak lupa adiknya yang bernama Daniel Aditama.

Mereka dijodohkan oleh kedua orang tua mereka yang mana adalah sahabat dari mereka kuliah. Mereka pun akhirnya menikah diam-diam tanpa ada yang tahu hubungan mereka, hingga mereka saling jatuh cinta walaupun banyak masalah. Setelah 1 tahun pernikahan mereka Kenzo membuat kesalahan yang fatal mengakibatkan Aira pergi meninggalkannya dalam keadaan hamil sampai tak seorang pun yang tau keberadaannya.

Apakah Aira akan kembali dan memaafkan Kenzo atau Aira akan meninggalkan kenzo selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sherly02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelah

"Oke kakak-kakak ku sayang, Rara udah selesai nih potong rambut, celana dan tali sepatu kalian, lain kali jangan diulangi lagi ya kalo sampe masih diulangi lagi Rara gak akan berbaik hati potongnya kayak hari ini. Rara bakalan botakin rambut kalian, celananya akan Rara gunting sampe atas pinggang atau mungkin akan Rara potong jadi rok dan terakhir gak hanya tali sepatu yang digunting, sepatunya pun akan Rara gunting sampe hancur. Jadi ngertikan apa yang Rara bilang tadi kakak-kakak sekalian?", ucap Rara seraya menatap ketiganya dengan senyuman manis namun terlihat mengerikan, mereka dengan susah menelan salivanya dan dengan cepat mengangguk kemudian pamit untuk ke kelasnya. Semua yang ada di gerbang termasuk Bu Nina hanya menggelengkan kepala mereka mendengar ucapan Rara yang mengerikan.

Tak lama kemudian Rara menangkap kembali mangsanya, senyum manis kembali ia tampilkan membuat Devan, Laura, Dinda dan Syifa heran dengan senyum Rara, langsung saja mereka semua mengikuti kemana arah mata Rara yang sedang mengamati mangsanya dan keempatnya hanya bisa diam. Dengan cepat Rara mencegat mangsa empuk yang begitu menggiurkannya, sampai-sampai Rara ingin membuang dan menjadikannya santapan untuk ikan-ikan hiu yang kelaparan di laut.

"Ya ampun ini nih gue dapet biang kerok kelas yang kebangetan buat onar dan ribut di kelas, mimpi apa gue semalam ya bisa nangkep lo tapi gak jadi masalah sih buat gue. Vino lo kan udah ganteng nih rapi lagi bajunya, atribut semua lengkap, tapi kok rambutnya panjang dan sepatu lo malah pake warna coklat gimana sih lo?", tanya Rara dengan herannya.

"Ya mau gimana lagi Rara cantik, sepatu hitam gue baru gue cuci kemarin malam ya jadi belum kering lah mau gak mau gue pake nih sepatu coklat dan untuk masalah rambut, gue belum sempat potongnya kemarin lupa", jawab laki-laki yang bernama Vino tersebut, Rara dan yang lainnya hanya mengangguk-angguk saja.

"Lo mau lepas sendiri tuh sepatu terus serahin ke kak Devan dan rambut lo dipotongnya juga, atau...apa mau gue yang lepas tapi langsung gue bakar depan mata lo dan rambut lo gue botakin sekalian jadi mau pilih yang mana Vin?", ucap Rara dengan santainya tapi penuh penekanan. Devan, Laura, Dinda dan Syifa melongo mendengar ucapan Rara yang sarat penuh ancaman untuk lawannya.

"Udah deh Vin mending lo nyerah aja deh sama Rara terus pilih yang pertama aja pilihannya daripada yang nomor dua", ucap Laura

"Iya...iya gue pilih yang pertama aja", balas Vino

Rara memang begitu kelakuannya jika mau merazia. Jika orang lain mungkin akan marah-marah, bentak-bentak dan maksa, tapi berbeda dengan Rara yang selalu menampilkan senyum manis namun mengerikan bukannya wajah galak. Ucapanmya manis dan selalu memberikan pilihan tetapi tidak bisa ditawar.

Vino berdecak kesal dan hanya bisa pasrah segera melepaskan sepatunya dan menyerahkannya pada Devan, dan Vino diam saja saat Devan memotong rambut panjang tersayangnya. Rara yang puas melihat mangsanya sengsara tersenyum senang tanpa memperdulikan wajah Vino yang pasrah dan merengut kesal terhadap dirinya.

"Ra ada target kesayangan lo noh", Dinda yang berdiri disisi kiri Rara berbisik sambil menunjuk kermarah depan dengan dagunya.

Setelah melihat siapa yangdi maksud Dinda, Rara dengan girangnya melompat-lompat layaknya anak kecil yang mendapat hadiah. Rara membuka sedikit lebih lebar gerbangnya untuk menyambut dan langsung menghambur memeluk orang kesayangannya si ketua kelas Arvin.

"Aakkh, ada papa Arvin kesayangan gue. Selamat pagi papa Arvin, lo baru datang ya tumben lama", teriak Rara dengan hebohnya langsung memeluk Arvin dengan erat dan Arvin pun membalas pelukan Rara dengan senyum yang mengembang diwajahnya seakan cuek dengan keadaan sekitar. Sementara yang lain merasa terkejut mendengar teriakan Rara yang menggelegar, kelima sahabatnya hanya bisa menepuk jidat mereka melihat tingkah petakilan Rara kalau sudah melihat Arvin. Sedangkan Kenzo yang mendengar Rara memanggil Arvin dengan sebutan "papa" didepannya membuat Kenzo merasa tidak suka. Bu Nina yang melihat Rara dan Arvin berpelukan langsung berdeham kepada keduanya agar melepaskan pelukan mereka, Rara dan Arvin pun hanya cengengasan saja yang tengah ditegur Bu Nina.

"Selamat pagi juga Rara cantik, iya gue baru datang", kata Arvin yang baru saja datang dengan tampannya dan melepaskan pelukannya pada Rara. Arvin menyapa semua yang ada di gerbang bahkan tak lupa dengan Bu Nina.

"Papa Arvin rambutnya udah panjang tuh lupa dipotong ya. Apa mau Rara aja yang potongnya biar rapi dan kelihatan gantengnya?", tanya Rara dengan nada lembut dan senyum manisnya.

"Hmm...iya gue lupa potong rambut kemarin. Kalo lo mau potong rambut gue juga boleh deh asal rapi aja lo potongnya", Rara mengangguk dan langsung memotong rambut Arvin dengan sangat hati-hati agar terlihat rapi.

Sehabis rambutnya dipotong oleh Rara, Arvin pamit ke toilet untuk membersihkan sisa-sisa rambut yang menempel kemudian ke kelasnya dan itu pun langsung diangguki Rara. Rara dan yang lainnya masih merazia siswa-siswi lainnya sampai jam menunjukan pukul 07.15 dan tidak ada lagi siswa yang datang, Kenzo dan Devan menutup pintu gerbang sekolah sekaligus menandakan tugas razia mereka telah selesai.

Selesai dari tugas razia, semua anak-anak anggota osis kembali ke ruangan begitu pula dengan Bu Nina. Rara berulang kali menghela nafas lelahnya yang begitu dalam dan memijat kakinya yang pegal, karena terlalu lama berdiri. Begitu juga dengan kelima sahabatnya dan anggota yang lainnya, sedangkan Kenzo, Devan, dan Syifa tengah sibuk merekap catatan data hasil pelanggaran yang tidak lengkap memakai atributnya dan mendata siapa saja siswa yang sering melanggar serta menghitung berapa kali siswa-siswi itu melakukan pelanggaran selama satu bulan ini sebelum nantinya akan diserahkan pada guru yang menangani masalah kesiswaan untuk diberi peringatan.

Setelah selesai merekap data Devan berjalan menghampiri Rara dan duduk di samping Rara yang terlihat sama lelahnya seperti Rara.

"Dek, kenapa sih dari dulu setiap kita razia selalu ada aja drama dan tingkah petakilan yang lo buat apalagi kayak tadi. Lo heboh banget kalo udah liat Arvin depan mata lo, kalo mau razia itu harus galak dan kalem bukannya petakilan kayak tadi", gerutu Devan yang kesal pada Rara.

"Ya elah kak, kalo marah-marah apalagi bentak-bentak anak orang itu perlu ngeluarin tenaga tiba-tiba gue pingsan gimana coba? Lo semua pada udah tau cara gue merazia anak-anak nakal itu gimana jadi santai aja lagi", jawab Rara dengan tenangnya.

"Iya kak Dev gak apa-apa lagi kan emang gitu cara Rara mengatasi anak-anak dan itu berhasil membuat mereka takut dan patuh daripada Rara cuek-cuek aja ngehadapin mereka kan berabeh. Orang kan pasti punya caranya tersendiri kali kak", ucap Dina membela Rara dan yang lain pun mengangguk setuju.

"Apa jangan-jangan lo suka sama gue ya kak terus lo cemburu gitu tadi liat gue peluk Arvin ya kan?!", seru Rara dengan percaya diri.

Devan pun langsung terdiam dan mukanya menjadi merah mendengar ucapan Rara yang mengatakan bahwa dirinya menyukai Rara, faktanya Devan benar menyukai Rara dan menaruh hatinya untuk Rara. Semua yang ada di ruangan itu pun tertawa melihat Devan salah tingkah kecuali Kenzo yang ekspresinya selalu datar hanya menggelengkan kepalanya dan fokus lagi pada kerjaannya.

"Daripada kalian tertawa gak jelas disini mending kalian masuk kelas masing-masing sekarang", ucap Kenzo dengan dinginnya langsung membuat mereka bungkam dan kemudian pamit ke kelas masing-masing begitu juga dengan Rara dan kelima sahabatnya.

1
Suzieqaisara Nazarudin
Mampir thor...🙋🙋🙋 aku nyimak dulu...
Tamaida Saragih
kpn up ny thor
alisa 12
cheer up sis💪
Tamaida Saragih
kpn up ny thor
Euodia Febe
salfok am covernya ...tpi suukaaa...vkook😁😁
adalah pokoknya
update nya berabad-abad yak thor
Gridina Suciati
makasih thor
Ari Astari
koq br mncul thor? hbs lburan ya.lanjut dong crazy up 💪💪💪
Murjanah Alfinzira
lama bngt ngilangx Thor,,smangaat💪💪💪thor
nabilla septiyani
lanjutanya
Raudatul Jannah
thor semanggat lanjutin
bunda jo
lanjut lagi thor
Vien Margareta
seruu
Kirana
ok
Naa
like
only siskaa
lanjutannya thor
:)
good
RatnaS
lanjut thor, setelah begitu lama akhirnya kau up juga😌😌😌
adalah pokoknya
next kak
shanty
d tunggu lanjutannya Thor
makasih udah mau up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!