Elina gadis berusia 21 tahun yang bekerja sebagai delivery makanan di sebuah restoran cepat saji. Hidupnya berubah dalam satu malam saat ia sedang mengantarkan pesanan dan mengetuk pintu kamar yang salah. Pria asing dalam keadaan mabuk itu menyeret Elina ke dalam kamar lalu merampas kesucian nya secara paksa. Bukannya bertanggungjawab, pria itu malah memberikan sebuah cek pada Elina. Karena merasa takut, Elina pun kabur dari ibu kota.
Bertahun-tahun menghilang dan pergi dari ibu kota, Elina sudah tidak sendirian lagi, ia bersama 2 orang anak kembar yang lucu dan cerdik. Penasaran dengan sosok papa yang selama ini tak diberitahukan ibunya, mereka berinisiatif nekad pergi ke ibu kota berdua untuk mencari sang papa sekaligus mencari suami untuk mama nya.
Suatu hari, seorang pria tampan dan berjas rapi melihat kedua anak itu "Kenapa bisa ada pria yang tampan di dunia ini selain aku?"
"Kakak, bukankah om ini mirip denganmu?"
Lalu berhasilkah si kembar mencari papanya? Dan mencari suami untuk mama nya?
Sumber gambar: pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Si kembar di bully
" Apa maksudnya kamu bicara begitu? kamu pikir aku pengemis yang akan meminta uangmu? ataukah aku hanya pengasuh anak-anak ku lalu dibayar olehmu?" tanya Elina yang mulai naik pitam
" Aku tidak pernah bilang begitu "
" Cih, tapi baru saja kamu mengatakan itu secara tidak langsung padaku! "
" kamu jangan lebay deh, aku cuma menyuruhmu diam di rumah dan mengurus anak-anak. Bukankah aku bilang aku akan bertanggungjawab untuk biaya anak-anak, kenapa kamu sok sok an ingin membiayai mereka. Lebih baik urus saja anak-anak dengan benar, lalu berhenti lah bekerja "
" Apa? apa itu benar-benar mau kamu? ada hak apa kamu melarang ku melakukan ini dan itu?" tanya Elina terpana
" Memang kita tidak ada hubungan apapun, tapi aku tidak mau kamu merusak reputasi si kembar. Kamu kan ibu mereka, harusnya kamu sadar diri kalau setiap kelakuan kamu itu akan berdampak pada anak-anak. "
" Lalu kamu berharap aku tinggal di rumah ini dan menjadi pengasuh anak-anak ku sendiri? direndahkan oleh ibu kamu, dan dihina setiap hari. Kamu pikir aku tidak sakit hati dengan perlakuan kalian?" tanya Elina kesal hatinya. Air matanya sudah tak terbendung lagi.
" Hey ! kenapa kamu menangis? dan kenapa kamu..." Chris hampir kehabisan kata-kata saat Elina menangis dan begitu emosional di depannya.
Kenapa dia menangis? mana bisa orang galak ini menangis. Chris terpana melihat wanita itu menangis
" Kalian menganggap ku apa sih? selama 7 tahun ini aku merasa...aku merasa sangat..." Elina memegang dadanya, napasnya mulai tersengal sengal " Haaaahhh... "
Tidak, kenapa harus sekarang?. Kenapa bisa kambuh lagi setelah sekian lama?
" Hey ! kamu kenapa? kamu baik-baik saja?" tanya Chris cemas
" Uuuhh....." Elina merasa sesak di dadanya.
Adhy dan Amayra yang melihat itu segera membuka pintu dan menghampiri Elina dengan panik dan cemas.
" Mama, mama kenapa ma? " tanya Amayra
" Ma ! Mama kenapa?" tanya Adhy panik
" Elina!"
BUGHH..
Tubuh Elina roboh, dan Chris menahan nya agar tidak jatuh ke lantai. Chris memegangi tubuh Elina. Chris segera membawa Elina masuk ke dalam rumah, ia pun menelpon Adrian teman nya yang berprofesi sebagai dokter.
Adrian datang dengan cepat begitu Chris menghubungi nya. Ia memeriksa Elina yang terbaring tak sadarkan diri di ranjang nya. Si kembar terlihat khawatir melihat ibunya seperti itu.
" Kak.. Mama kenapa kak? Mama tidak pernah seperti ini huu..." Amayra menangis tersedu-sedu
" Udah dek, jangan nangis. Mama gak akan kenapa-napa kok. " Adhy yang dewasa berusaha menenangkan Amayra yang menangis, Adhy kaget karena Elina tidak pernah terlihat sakit sebelum nya.
" Iya sayang, Mama kamu pasti baik-baik aja " kata Chris sambil menyentuh Amayra, namun anaknya itu menepis tangan nya dan terlihat kesal pada Chris
" Kalau terjadi sesuatu pada Mama, aku gak akan maafin Papa!" Amayra kesal
" Amayra.. sayang.. " Chris terlihat merasa bersalah
Adrian sudah selesai memeriksa Elina, ia bahkan meresepkan obat untuk Elina.
Akhirnya aku bisa melihat wanita yang diceritakan oleh Chris. Tapi dalam kondisi yang seperti ini, sangat disayangkan.
" Adrian bagaimana keadaan nya?" tanya Chris
" Aku yakin dia mengalami gangguan somatoform, yaitu sekumpulan gejala fisik yang tidak dapat didefinisikan adanya kelainan secara medis yang dipicu oleh kondisi psikologis dan emosional nya yang kurang bagus. Penyebabnya tiba-tiba seperti ini mungkin adalah trauma di masa lalu " jelas Adrian
" Trauma masa lalu?" Chris tersentak
Apa penyebab nya adalah karena aku memperkosa nya waktu itu?
" Pak dokter, apa Mama akan baik-baik saja?" tanya Adhy cemas
" Tenang saja, untuk saat ini Mama kalian baik-baik saja kok. Hanya biarkan dia tenang, jangan membuat nya marah dan beristirahat akan bagus untuknya " jelas Adrian ramah
" Makasih ya paman dokter " kata Amayra
" Iya sama-sama. Kalian imut imut banget sih " Adrian tersenyum melihat kedua anak itu, lalu menyeka air mata Amayra. " udah jangan nangis ya, Mama kalian baik-baik saja kok "
Kedua anak ini sikapnya seperti nya mirip ibunya. Mereka begitu dewasa dan mandiri. Hebat sekali wanita ini bisa membesarkan mereka berdua sendirian. Kedua anak ini juga sangat menyayangi ibunya. Adrian kagum kepada si kembar
" Iya paman dokter " Adhy terlihat melamun seperti memikirkan sesuatu.
Seperti nya keputusan ku sejak awal itu salah untuk datang ke rumah ini. Aku hanya ingin punya keluarga yang lengkap, tapi ternyata Mama dan papa sama sekali tidak saling mencintai. Malah mereka saling membenci, dan Mama menderita karena rencana ku dan Amayra. Apa sebaiknya kita tidak pernah kesini?
Chris mengantar Adrian sampai ke depan rumahnya.
" Beneran dia tidak apa-apa kan?" tanya Chris
" Iya Chris, tenang aja. Untunglah kamu cepat menghubungi ku, jadi dia bisa ditangani dengan cepat. Kalau telat sedikit saja, dia bisa terkena serangan jantung dan akibatnya akan sangat berbahaya "
" Menurut mu apa penyebabnya bisa mengalami trauma? " tanya Chris
" Menurut mu kenapa? memang kejadian nya bagaimana sih sampai dia bisa seperti itu?" tanya Adrian
" Sebelum kamu bertengkar soal anak-anak, dan jadilah dia seperti itu. " jawab Chris
" Berarti penyebabnya ada di kamu " tuduh Adrian
" Aku?"
" Dia kambuh saat bertengkar dengan mu, tentu saja penyebab nya ada di kamu dong " Adrian sangat yakin dengan ucapannya itu.
Adrian mengingatkan lagi pada Chris, bahwa trauma itu sulit dihilangkan. Mungkin saja setelah Chris memperkosa nya 7 tahun yang lalu, banyak hal buruk yang terjadi pada Elina dan membuatnya depresi dan trauma.
Chris terkejut karena sejak pertama kali ia bertemu dengan Elina sampai saat ini, ia tak pernah sekalipun melihat sosok Elina yang rapuh dan lemah. Elina terlihat seperti sosok kuat, bermental baja, dan tidak menye menye seperti wanita lainnya yang pernah ia temui sebelumnya. Ini pertama kalinya Chris melihat sisi rapuh dari Elina, ibu dari kedua anak-anak nya.
Hatinya iba melihat Elina yang menangis di depannya untuk pertama kalinya, lalu rasa bersalah pun mulai menerpa hatinya. Bertanya tanya apa yang dialami oleh Elina selama ini? apa benar wanita itu hidup kesulitan untuk membesarkan kedua anaknya? hidup seperti apa yang dijalani Elina. Hal itu membuat Chris jadi penasaran.
Chris menghampiri kedua anaknya yang sedang menjaga Elina dan membawakan 2 piring makanan. Karena ia tau kalau kedua anaknya. Elina masih tertidur karena suntikan penenang yang diberikan oleh Adrian.
" Anak-anak, kalian makan dulu ya. Biar Papa yang jagain Mama kalian " kata nya kepada si kembar
" Aku gak mau, aku mau tunggu Mama sampai Mama bangun huu..." Amayra masih menangis, kali ini gadis kecil itu bertingkah layaknya anak berusia 6 tahun yang sangat menyayangi ibunya, tangan kecilnya menggenggam tangan Elina yang dingin
" Dek, udah dong jangan nangis. Nangis gak akan menyelesaikan masalah, kita makan dulu ya. Kalau kita nanti sakit, siapa yang jagain Mama " Adhy membujuk adiknya itu dengan lembut
" Tapi kakak, Mama belum bangun.. "
" Mama cuma tidur May, gak papa. Yuk makan dulu " ucap Adhy sambil tersenyum tenang
Dalam hatinya Chris merasa kagum kepada Adhy, yang bisa bersikap dewasa dan tenang. Chris jadi merasa malu pada dirinya sendiri yang bahkan tidak bisa menenangkan Amayra. Dan Chris takjub pada Elina yang bisa membesarkan kedua anak mereka dengan sangat baik. Mereka tidak manja seperti anak-anak lainnya.
Adhy pun makan bersama Amayra. Setelah selesai makan, Bu Melisa mengajak kedua anak itu untuk segera tidur. Awalnya Amayra menolak ajakan neneknya itu, namun karena Adhy membujuknya Amayra pun mau menurut.
Dalam hatinya Bu Melisa merasa sebal karena Elina yang dianggapnya menyusahkan. Bu Melisa pun tidur bersama Amayra. Sementara Adhy melihat ibunya dulu di kamar nya sebelum ia tidur. Ia melihat Chris ada disana dan menunggu Elina, sembari mengompres tubuh nya yang panas dengan handuk basah.
" Adhy, kenapa kamu belum tidur?"
" Aku mau bicara sama Papa, serius " jawab Adhy tegas
" Ada apa Adhy?" tanya Chris
" Papa.. apa Papa pernah mencintai Mama?" tanya Adhy
" .... " Chris terdiam
Pertanyaan Adhy, sulit untuk dijawab oleh Chris. Ia tau kemana arah pertanyaan Chris selanjutnya. Chris bingung harus bagaimana menjawabnya, karena Adhy sangat pintar dan pasti bisa menyimpulkan sendiri jawabannya.
" Apa kami hadir ke dunia ini bukan karena keinginan Papa, atau cinta Papa dan Mama?" tanya Adhy langsung pada intinya
Chris terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi, Adhy sudah memang sudah menduga dengan intuisi yang ia punya. Bahwa hubungan tidak baik Elina dan Chris pasti berasal dari Chris.
" Iya memang benar bukan, kalian hadir di dunia ini bukan kerena cinta " jawab Chris
" Pantas saja kalian saling membenci " gumam Adhy sedih
" Tapi kami akan berusaha menjadi orang tua yang baik untuk kalian, meskipun kami tidak bersama dan tidak punya perasaan satu sama lain. Papa janji "
" Tidak, kalian tidak bisa menjadi orang tua yang baik untuk kami. " kata Adhy sambil menangis sedih
" Adhy.. "
Adhy pun menyatakan semua keluh kesahnya selama ini, keinginan ia dan Amayra untuk memiliki keluarga lengkap. Elina yang bekerja keras untuk menghidupi mereka, Adhy hanya berharap kalau Chris dan Bu Melisa memperlakukan Elina dengan baik dan menghargai nya. Namun, Adhy dibuat kecewa dengan sikap Chris, kata-kata Chris selalu menyakiti hati Mama nya. Lalu Adhy pun menegaskan, jika Mama nya sudah membaik ia akan pergi dengan Mama nya dan Amayra keluar dari rumah itu. Adhy tidak mau Mama nya menderita.
Chris terlihat sedih melihat anaknya itu dan merasa bersalah. Chris meminta kepada kedua anaknya agar di berikan kesempatan oleh mereka untuk memperlakukan Elina dengan baik. Tapi, Adhy tidak setuju.
🍂🍂🍂
Pagi itu Elina sudah bangun lebih dulu dari biasanya, ia dan Bi Asih menyiapkan sarapan seperti biasa. Tak lupa Elina membungkus makanan ke kotak bekal milik si kembar, karena hari ini mereka ada pelajaran olahraga. Elina bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Ia tidak mau membuat kedua anaknya cemas.
" Oh ya kenapa aku membungkus makanan untuk mereka? bukannya di sekolah mereka disediakan makan siang " gumam Elina
" Gak papa Ma, makan siang di sekolah gak enak. Kita akan membawanya, makanan yang Mama buat kan sangat enak " kata Adhy sambil tersenyum
" Iya sayang "
Entah kenapa suasana pagi itu terasa hening, tidak ada omelan dari Bu Melisa ataupun makian dari Chris pada Elina. Apa itu karena Adhy yang menggertak pada Chris dan Bu Melisa untuk meninggalkan rumah itu?
Chris mengantar Elina dan kedua anaknya pergi ke sekolah. Hari itu pak Rusdi sedang cuti karena anaknya sakit.
Setelah selesai mengantar kedua anaknya, Chris mengantar Elina ke tempatnya bekerja.
" Kamu masih sakit, seharusnya kami istirahat saja di rumah "
" Tidak perlu, aku baik-baik saja " jawab Elina cuek
" Kalau ada apa-apa hubungi aku " kata Chris
" Kamu tidak perlu pura-pura peduli padaku hanya karena anak-anak, disini tidak ada anak-anak jadi kamu tidak usah bersusah payah berpura-pura " jelas Elina ketus
" Aku tidak berpura-pura !" Chris kesal
" Kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu bicarakan semalam dengan Adhy? aku dengar semuanya " ucap Elina
" Elina aku tidak berpura-pura, aku peduli padamu " kata Chris tulus
" Elina? haa.. konyol sekali, kamu memanggil nama ku seperti itu. Kenapa wanita kampungan itu? "
" Elina !" teriak Chris
" Jangan mengasihani ku. Aku tidak butuh! dari awal aku memang tidak berharga untukmu " ucap Elina sinis
" Kamu benar-benar ya, setidaknya tunggu aku menyelesaikan ucapan ku !"
Elina turun dari mobil Chris begitu ia sampai di depan restoran. Lagi-lagi mereka bertengkar lagi, Chris pun bahkan tidak sempat meminta maaf atas kata-kata kasarnya pada Elina semalam. Chris pun berkata pada dirinya sendiri bahwa ia akan memperbaiki hubungan antara dirinya dan Elina.
🍂🍂🍂
Di sekolah si kembar..
Adhy dan Amayra duduk di bangku mereka, hari itu adalah pelajaran olahraga. Pelajaran kesukaan Adhy dan Amayra. Mereka berdua tampak bersemangat, dan melupakan sedikit masalah mereka di rumah.
" Ayo anak-anak, kita pemanasan dulu ya semuanya " kata Bu Rosa ( wali kelas Adhy dan Amayra )
" Satu .. duaa...tiga..."
Semua anak-anak itu melakukan pemanasan, setelah itu mereka berlari mengelilingi lapangan. Tak sengaja Amayra menabrak seorang temannya hingga terjatuh.
" Maaf, aku tidak sengaja Angel " Amayra mengulurkan tangannya pada Angel yang jatuh terduduk di depannya
" Maaf, maaf.. gampang sekali ya kamu udah buat salah terus minta maaf. Dasar anak haram " Angel berdiri dibantu temannya yang berada di belakang nya.
" Apa kamu bilang?" tanya Amayra
" anak haram " Angel tersenyum sinis
" Aku cuma nabrak kamu dan kamu bilang sesuatu yang gak masuk akal !"
" Gak masuk akal gimana? kami sudah dengar gosipnya kalau kamu sama kakak kamu itu adalah anak haram. " kata Angel
" Iya betul, aku juga dengar dari Bu Guru kalau di kartu keluarga kamu cuma ada nama Mama kamu. Dan kamu gak punya Papa " kata Lisa ( teman Angel ) yang tidak menyukai Amayra
" Aku punya Papa! kalian jangan sembarang ngomong ya ! aku sama kakak ku bukan anak haram " Amayra terlihat marah kepada Angel dan kedua temannya
" Terus papa kamu siapa? kok namanya gak ada di kartu keluarga "
" Papa ku itu adalah Christian Tarant, dia adalah Presdir grup Tarant!"
" Apa ? Presdir grup Tarant? hahaha "
" Kamu bercanda ya? Presdir grup Tarant itu belum nikah dan dia udah punya tunangan. Papa aku kan kerja di grup Tarant. Kamu halu ya?" tanya Angel sambil memandangi Amayra dengan rendah
" Pasti Mama nya hamil diluar nikah deh, kasihan juga ya Amayra "
Semua orang disana menertawakan Amayra karena Amayra dianggap berbohong. Mereka tidak percaya bahwa Chris adalah Papa Amayra dan Adhy. Mereka terus saja bicara dan mengejek Amayra. Hingga Amayra pun kehilangan kendali dan menjambak rambut Angel. Terjadilah perkelahian saat jam pelajaran olahraga itu, dan semua anak heboh berkumpul di lapangan.
" Ahh sakit ! awas kamu ya aku aduin ke Papa ku!" kata Angel mengancam
" Oh.. aku gak takut tuh, silahkan " Amayra dan Angel saling menjambak. Teman-teman Angel juga ikut menyerang Amayra.
Saat itu Adhy sedang berada di kelas bersama temannya Boby, dan tidak tau apa yang terjadi di luar. Bu Rosa yang sedang mengambil bola pun datang dan melerai mereka berdua. Bersamaan dengan itu, Adhy dan Boby datang melihat keributan itu.
" Kalian HENTIKAN!" teriak Bu Rosa sambil menengahi perkelahian itu.
" May, kamu kenapa?" tanya Adhy yang cemas melihat banyak luka di wajah Amayra, rambut adiknya itu acak-acakan dan lututnya berdarah. Angel juga mengalami hal yang sama. Adhy membantu adiknya berdiri.
" Bu guru, anak haram itu yang duluan tuh !" seru Angel sambil menunjuk pada Amayra dengan penuh kemarahan
" Iya memang aku yang mulai Jambak kamu, tapi kamu yang menghina Mama ku dan menghina ku !" teriak Amayra emosi
" Sudah sudah! kalian berdua ikut ibu ke kantor !" Bu Rosa menarik Angel, Amayra dan kedua teman Angel ke kantor guru. Bu Rosa tampak kesal dengan kelakuan anak anak didiknya itu.
Adhy juga mengikuti adiknya ke kantor guru. Adhy mengerti alasan Amayra marah, karena Angel dan teman temannya memang selalu bermulut pedas. Mereka iri pada Amayra yang selalu menjadi pusat perhatian anak-anak lain di kelas nya karena Amayra adalah anak yang cerdas.
...--***--...
karya mu slalu keren