NovelToon NovelToon
Ardian Dan Rindunya

Ardian Dan Rindunya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:42.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rikha

Cinta itu tak bisa dijelaskan seberapa besarnya. Orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudera, bahkan langit. Namun, tak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika. Ketika kamu telah menemukan cinta sejati, peluk dan genggamlah ia selama kamu masih memilikinya.

"Apa itu sangat menyakitkan? Kamu ingin menguburnya saja?"

"Ya, begitulah."

"Kamu bilang 'cinta yang sebenarnya akan mengikat jiwa, memenuhi semua pikiran, cinta memiliki ruang tersendiri di dalam hati.' Bagaimana dengan itu? Jiwamu telah terikat pada cintanya, jadi kamu akan terus memikirkannya?"

"Hanya satu cinta yang bisa mengikat jiwa seseorang. Tempatnya tidak akan berubah di hati. Itulah cinta yang sebenarnya, cinta sejati. Sedangkan cinta yang lain, bisa berada di mana saja, bisa datang dan pergi."

"Jadi, jiwamu belum terikat sama sekali? Aku yang akan mengikat jiwamu."

'Sudah sejak lama Ardi. Hanya saja telah tersimpan, kunci hatiku entah hilang kemana, kamu harus cari.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hatinya lelah

🍂🍂🍂

Hari kelulusan.

Seluruh siswa bereuforia setelah membaca papan pengumuman. Mereka berdesakan memeriksa nama mereka. Termasuk geng Rindu dan teman-teman band nya. Mereka bersorak berlompatan membentuk lingkaran. Saling menautkan lengan antara satu dengan yang lainnya. Mereka semua lulus dengan nilai memuaskan. Ardian peringkat pertama, Rindu peringkat ketiga. Dian, Teo, masuk 20 besar, sedangkan Dimas dan Bram Masuk 30 besar. Mereka senang Dimas bisa melewati ujian dengan baik mengingat sesi rehabilitasi nya sebulan belakangan.

"Gaes… Kita semua lulus, malam ini kita rayakan sehabis latihan, persiapan promnite hanya 3 hari lagi," ucap Teo sebagai ketua Momo band.

"Yyouuuhuuu… pesta…!" Sorak semuanya.

"Gue gak bisa ikutan." ucap Ardian kemudian menarik perhatian yang lain.

"Klub basket buat acara juga, jadi maaf gue gak bisa gabung."

Oooo… jawab semua. Lalu Ardian pamit pergi. Ardian melirik Rindu yang terdiam.

Seminggu terakhir Ardian memang jarang bertemu Rindu. Kegiatan mereka masing-masing sudah sangat merepotkan. Sebagai anggota OSIS Ardian sibuk pada persiapan promnite, dan Rindu sibuk latihan. Namun raut muka Rindu hari ini sangat berbeda. Sama sekali tidak melihat ke arahnya. Rindu lebih banyak diam. Ardian menunggu waktu yang tepat untuk bertanya.

____

Di studio latihan

Pintu terbuka tiba-tiba. Ardian mengedarkan pandangannya. Anak-anak serentak memalingkan wajahnya melihat Ardian kebingungan. Mereka sepertinya telah selesai latihan, dan bersiap untuk pergi.

"Wooiii… Ardi, lo ngapain...?" tanya Dimas.

"Gue… gue," dia enggan menjawab, lalu Tatapannya terkunci pada Dian.

"Dian… Rindu mana?" tanyanya kemudian.

"Pergi ke toilet… kenapa?"

Tanpa menjawab pertanyaan Ardian berlalu pergi. Mereka pun mendengus kesal dengan sikapnya.

"Di… Ardian mau apa nyariin Rindu?" tanya Dimas penasaran. Dian mengangkat kedua bahunya, tanda tidak tahu.

Mereka saling berpandangan. Bertanya dalam hati masing-masing. Karena penasaran mereka mengikuti. Dengan hati-hati mereka mengendap-endap di belakang Ardian, hingga sampai di dekat toilet mereka kompak menempel ke tembok seperti cicak.

Tangan Rindu tiba-tiba ditarik Ardian ke arah pintu lift. Lalu masuk dan membawa mereka naik ke roof top gedung itu. Sebuah taman kecil di atap gedung tempat biasa untuk bersantai karyawan disana. Keempat orang yang mengintai berlari ke arah tangga dan bergegas naik.

"Ardi… apa apaan sih!"

Rindu menepis tangan Ardian yang menariknya kasar.

"Jelaskan… kenapa kamu batalkan?" tanya Ardian berang.

"Apa...?" jawabnya santai.

Ardian menghela nafasnya berat.

"Kamu janji mau kuliah sama-sama setelah kita lulus, kita juga sudah mendaftar waktu itu, lalu kenapa tiba-tiba kamu batalkan?"

"Hmmm… aku berubah pikiran. Aku belum mau kuliah dulu untuk saat ini," tuturnya seraya duduk di kursi panjang.

"Kenapa? Apa masalahnya? kenapa kamu gak cerita?" tanyanya menyelidik.

Ardian pun ikut duduk di sebelahnya.

Rindu bingung harus menjawab apa. Rencana awalnya adalah untuk merahasiakan semuanya, dan sekarang akhirnya sia-sia. Sebenarnya Rindu tidak ingin merepotkan teman-temannya. Bahkan dengan Dian yang paling dekat dengannya tidak ia ceritakan sama sekali. Empat orang yang sedang menguping di pojokan saling pandang.

"Rin… jawab, kamu ada masalah?"

Rindu menggeleng.

"Lalu?"

Rindu terdiam.

"Aku ingin bekerja saja," jawabnya lemah.

"Apa keluarga kamu dalam masalah?" tanyanya kemudian, dan Rindu terdiam.

"Rin…!"

Diamnya Rindu adalah jawabannya. Ardian tidak bisa berkata-kata lagi. Rindu mulai terisak, menumpahkan kesedihannya. Ardian mendekap Rindu dalam pelukannya. Membiarkan gadis itu hingga siap untuk bercerita.

Kemudian Rindu menceritakan tentang perbuatan keluarga Papanya yang telah mengambil alih perusahaan papanya. Mamanya tidak diberi sepeserpun harta peninggalan papanya. Hanya rumah yang mereka tempati sekarang yang tersisa beserta isinya.

Dian yang mendengarnya ikut menangis. Tidak disangka keluarga papa Rindu tega berbuat hal buruk seperti itu. Tiga orang yang lainnya memilih diam dan mendengarkan. Dimas mendekap Dian ke dalam pelukannya.

Rindu adalah tipe anak yang tidak suka menyusahkan orang disekitarnya. Apapun kesulitannya yang dihadapi, ia akan berusaha mengatasi sendiri. Ardian dan teman-teman yang lain menyayangkan sifat Rindu tersebut. Lebih mementingkan orang lain daripada diri sendiri. Walaupun mereka tidak dapat membantu, setidaknya bisa mengurangi beban Rindu dengan berterus terang.

🍂🍂🍂

Promnite

Malam ini penuh gegap-gempita. Rindu dan teman bandnya sedang tampil di atas panggung. Ardian yang sedang duduk dengan Dania terpaku menatap panggung. Matanya tersihir akan keindahan di atas sana. Rindu tampak berbeda malam ini. Kenapa Ardian baru menyadarinya. Aura gadis itu benar-benar terpancar membuatnya terpesona. pertama kali dia merasa kagum dan merasakan getaran di hatinya.

Sorot matanya benar-benar tidak lepas dari seorang Rindu. Tanpa ia sadari Dania di sebelahnya jadi cemburu. Mereka pun kembali bertengkar. Rindu melihat sekilas ke arah mereka. Rindu menghela nafasnya begitu berat. Kenapa mereka masih bisa bertahan jika terus berselisih paham seperti ini. Seandainya Ardian mau memberikan tempat Dania untuk Rindu. Perasaan gadis itu selalu terabaikan. Sekarang Hatinya lelah, Rindu lelah dengan semuanya. Sudah waktunya untuk ia menyerah.

"Huuuww... Gimana teman-teman semua, sudah puas…," sorak Rindu kepada penonton.

Empat lagu pun telah selesai mereka mainkan. Dan semua yang ada di sana telah bersenang-senang.

"Belum.... Lagi... Lagi…!"

Sahutan penonton bergantian menguasai kemeriahan acara malam ini. Lalu salah seorang penonton dari sudut ruangan itu berteriak dengan lantang.

"Rinduuuuu.... I Love Uuu....!"

"Hey… yang disana... We love U too…!"

Rindu tersenyum. Ia melempar kecupan dari telapak tangannya. Mereka semakin heboh, bersorak bertepuk tangan hingga bersiul. Ardian yang masih sibuk dengan pertengkarannya, saat ini fokusnya teralihkan. Dania yang sudah lelah pun mengakhiri hubungan mereka. Lalu pergi begitu saja.

Perlahan Ardian kembali ke tempat duduk nya semula. Membiarkan Dania pergi entah kemana. Berakhir nya hubungan dengan Dania bukan masalah besar bagi Ardian. Toh selama ini ia juga menginginkan hal itu. Hanya saja tidak sanggup untuk mengatakan terlebih dahulu.

"Ok… untuk lagu terakhir malam ini… lagu yang khusus saya nyanyikan untuk seseorang. Lagu yang memiliki makna mewakili perasaan saya sekarang ini... Semoga teman-teman semua menikmati nya…!"

Rindu melirik teman-temannya untuk memulai musik. Rindu menarik nafasnya, menenangkan hatinya sejenak.

"Ardian… semoga setelah ini kamu bisa mengerti. Tidak peduli bagaimana tanggapan mu. Kita tidak akan bertemu lagi. Aku Rindu, mulai saat ini tidak akan ada untukmu lagi" gumamnya dalam hati.

Padamu pemilik hati yang tak pernah ku miliki

Yang hadir sebagai bagian dari kisah hidupku

Engkau aku cinta dengan segenap rasa di hati

Slalu ku mencoba menjadi seperti yang engkau minta

Aku tahu engkau sebenarnya tahu

Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu

Kau sembunyikan rasa cintaku

Di balik topeng persahabatan mu yang palsu

Kau jadikan aku kekasih bayangan

Untuk menemani saat kau merasa sepi

Bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri

Mungkin memang benar

Cinta itu tak lagi berharga

Semua percuma bila engkau tak punyai harta

Aku tahu engkau sebenarnya tahu

Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu

Kau sembunyikan rasa cintaku

Di balik topeng persahabatan mu yang palsu

Kau jadikan aku kekasih bayangan

Untuk menemani saat kau merasa sepi

Bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri

Cinta sendiri

Oh aku tahu engkau sebenarnya tahu

Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu

Kau sembunyikan rasa cintaku

Di balik topeng persahabatan mu yang palsu

Kau jadikan aku kekasih bayangan

Untuk menemani saat kau merasa sepi

Bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri

Cinta sendiri

Kekasih bayangan - Cakra Khan

Ardian terpaku, terdiam. Entah apa yang dipikirkan nya saat ini. Yang ia Rasakan jantung nya berdetak tidak beraturan. Seketika ia sadar akan sesuatu yang sangat terlambat ia sadari.

"Rindu… ada apa ini? Bodohnya aku baru menyadarinya sekarang?"

*

*

*

*

*

Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya...

LoPe dan JemPol kamu yang berharga. 🥰

Komen Yuk ramein, biar Aku semangat nulisnya...

Dukung terus author ya...

Love U all ☺️😘

1
HIATUS
Woow karya yang luar biasa...
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Jika mau membaca seru 😃
diMangatoon lah tempatnya 😁
Hari ini kutemui karyamu 😊
Mari salkung bersama - sama 🤣

Semangat Kaka 🤗 !!!

Jika kak Author ada waktu mari mampir kekarya saya :

" MISTERI DUA CINCIN DIBALIK RUNTUHNYA ISTANA ANDALUSIA " .
Tarti Rizky
ini mana kelanjutannya. jadi Ngegantung. ingat Thor, di gantungin itu gak enak lho. 😭😭
_zainwushi
Kak aku mampir.... Udah penasaran sama sosok di mobil😁😁

Semangat terus 👍👍
El_Tien
hehehhehehe
El_Tien
ya ampun jahat mak ilustrasimu
⭕MamBulat⭕: 😅 jahat gimna
total 1 replies
El_Tien
bekuin di kulkas biar gak meleleh
Ghiie-nae
terjebak antara dua Cinta hadir memberi dukungan kak 🙏🙏🙏🙏
⭕MamBulat⭕: makasih 🥰 🥰
total 1 replies
El_Tien
oh Ardian, dirimu bukan hanya.dicintai Rindu tapi sama Othor kamu juga hehe
⭕MamBulat⭕: wkwkwk😂😂
bener bgt,
Ampe komen dimari🥰🥰🤭
total 1 replies
Tinta Hitam
semangat terus Thor
Tinta Hitam
next Thor, salam dari petualangan cinta Abian & Olivia ☺️
Tarti Rizky
eh, ngapain Ardian tiba-tiba ke kamar mandi? mencurigakan 🤔🤔
☘💚Efa Vania💚☘
aku yg pertama😍🤭
Tarti Rizky
lha, tak kirain Nella kharisma jebule rindu kharisma. 🤭🤭. kapan nikahnya, Thor?
⭕MamBulat⭕: 😂😂
undangan belum jdi, nanti otor kirim undangan deh🤭
total 1 replies
☘💚Efa Vania💚☘
Ahh
...
Nanggung Ardiii...
😭😁🤣
Asyifa gemoy: jangan di teruskan masih pagi sudah di buat haredang 🤦🏼‍♀️
total 1 replies
Asyifa gemoy
sosweat banget 🥰
Asyifa gemoy
Kasian amat deh Ardian...sini aku peyuk cium 🥰🥰
Rokinah Mamasurya
lanjuttt Thor aku ceritanya..tentang kesetiaan...
HIATUS
nyicil baca sini dulu ya kak... mata dah sepet... kalau berkenan jangan lupa mampir ya... tapi jangan kaget melihat karya receh ku masih ambrul adul.. 😁
⭕MamBulat⭕: komen terus 😂 makasi 😘 yg blum revisi byk, di beka juga, aku malu, tulisan berantakan
total 1 replies
HIATUS
rasanya nyessss..... 😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!