Bercerita tentang seorang anak yang ayahnya dibunuh, ketika terjadi perebutan tahta kerajaan oleh saudara ayahnya sendiri bernama Duryandra.
Ibunya diselamatkan oleh seorang Empu yang sangat sakti dan juga seoarang Nyai saat sedang mengandungnya, sampai akhirnya ibunya meninggal saat melahirkannya.
Dan kemudian ia dibesarkan oleh seorang Empu bernama Maha Surya dan seorang Nyai bernama Santi.
Nantinya anak ini akan menjadi Pendekar tak tertandingi yang akan menaklukkan berbagai kerajaan-kerajaan, serta membinasakan para raja yang semena-mena pada rakyatnya, dan juga yang tidak mau tunduk diatas perintahnya.
Novel berjendre Fantasy Komedi dan petualangan.
Novel karya anak bangsa.. Hehehee
Bukan Novel yang updet setiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putra Bungsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sosok Laki-laki Itu
Seketika Laki-laki itu yang melihat Arya Chakra meneteskan darah dari mulutnya, menghampiri Arya Chakra dan memberikan sebuah botol ramuan penyembuh luka.
Namun karena Arya Chakra yang tidak mengenali sosok Laki-laki yang memberikan ramuan itu, Arya Chakra menolaknya.
Sebab Arya Khawatir jika dalam botol ramuan itu bukan ramuan penyembuh melainkan terdapat sebuah racun yang digunakan untuk membunuhnya.
Sosok Laki-laki itu mengetahui keraguan Arya Chakra, dengan mengusapkan tangan kewajahnya sosok Laki-laki itu kemudian berubah menjadi sosok yang Arya Chakra kenali.
"Kakek Empu....," Teriak Arya Chakra yang terkejut
"Hehehehe..,"Kemampuanmu kini telah meningkat pesat Le, Kakek sangat bangga padamu yang telah berhasil mendapatkan Ilmu Dasendria pada usia 8 tahun." Ujar Empu Maha Surya
"Mengapa Kakek Empu tiba-tiba merubah wajah, dan menyerangku." Tanya Arya Chakra
"Nanti Kakek akan jelaskan, sekarang Kamu minum ramuan ini terlebih dahulu agar staminamu pulih dan lukamu sembuh." Kata Empu Maha Surya
Arya Chakra segera mengambil botol ramuan yang diberikan Empu Maha Surya lalu meminumnya.
Setelah meminum ramuan yang diracik oleh Empu Maha Surya sendiri,Arya Chakra kembali berstamina dan sakit yang dirasakannya saat terkena pukulan dari Empu Maha Surya sudah tidak terasa lagi.
"Kakek Empu hanya mengujimu Le, apakah Kamu berhasil atau tidak mendapatkan Ilmu Dasendria itu." Kata Empu Maha Surya
"Namun Kakek membuatku terkejut, mengapa tiba-tiba di tempat ini ada orang lain."
"Kera itu temanmu Le."
"Iya Kakek Empu, Aku menjadikannya teman sebab karena Aku sangat kesepian di tempat ini." Jawab Arya Chakra sambil senyum-senyum
"Hehehe.. Jangan lupa kasih juga buat kera itu ramuannya."
"Baik Kakek Empu."
Sebenarnya Empu Maha Surya telah mengetahui dari awal saat Kera Jambul Merah memperbesar tubuhnya, bahwa Kera itu adalah Kera Keramat yang ada di Lembah ini.
Namun selama Empu Maha Surya tinggal di dalam Lembah tersebut, dirinya tidak pernah berjumpa dengan Kera Jambul Merah, dikarenakan Kera Jambul Merah lebih suka berhibernasi di dalam peristirahatannya.
Sebab itu ketika awal pertama Empu Maha Surya melihat Kera Jambul Merah dirinya sangat terkejut akan sosok yang dikatakan Keramat tersebut.
"Yasudah jika Kalian sudah tidak apa-apa mari Kita pulang,Nenek Santi sudah sangat merindukanmu Le." Kata Empu Maha Surya
Mereka bertiga akhirnya pulang ke tempat gubuk kecil yang berada di dekat bukit.
Setibanya di depan gubuk tersebut, ternyata Nyai Santi telah mempersiapkan penyambutan kepulangan Arya Chakra.
Dengan menyalakan Obor pada setiap sisi taman, dan menggantungkan karangan bunga pada pintu dan jendela gubuk tersebut.
Nayai Santi yang telah menunggu di depan pintu gubuk telah menyambut kedatangan Arya Chakra dengan linangan air mata kebahagian, karena seminggu ditinggal oleh Arya Chakra seperti sebulan lamanya bagi Nyai Santi.
"Neneeeeekk." Teriak Arya Chakra dengan berlari menghampiri Nyai Santi
"Cah Bagus, Kamu sudah berhasil menyelesaikan pertapaanmu."
"Iya Nek, Aku sudah berhasil menyelesaikannya, dan Aku juga sudah berhasil mendapatkan Ilmu Dasendria." Jawab Arya Chakra
"Sekarang ayo masuk.. Kamu pasti sudah sangat lapar, Nenek sudah menyiapkan makanan kesukaanmu."
"Benarkah itu Nek."
Ucap Arya Chakra yang amat senang ketika Nyai Santi telah menyiapkan makanan kesukaannya yaitu Sego Tiwul sambel Orek Semur Entok
Muntaaaaabbbb...
"Eh.. Cah Bagus ini Kera temanmu.?" Tanya Nyai Santi penasaran akan sosok Kera yang memiliki Jambul Merah, seperti yang pernah Nyai Santi dengar kisahnya bahwa Kera Jambul Merah sangat di Keramatkan.
"Iya Nek, ini temanku Si Jambul Merah." Jawab Arya Chakra
Mereka kemudian masuk kedalam untuk menikmati hidangan yang telah Nyai Santi siapkan.
Arya Chakra yang pertama kali sangat bersemangat, ia mengambil nasi sampai menggunung belum ditambah Semur Entonya hingga piring yang ia pegang tak cukup lagi.
"Pelan-pelan Le." Ucap Nyai Santi
"Iyyyya Nek."
Arya Chakra membalas ucapan Nyai Santi dengan mulut penuh nasi sampai memonyongkan mlutnya.
Empu Maha Surya dan Nyai Santi yang menyaksikan kelakuan Arya Chakra tertawa bersamaan.
Hahahahahaahaha........
Sang Kera Jambul Merah pun tidak kalah keras ketawanya.
Gugugugugugu.....
.........