Warning! (18+)
Berawal dari Pertengkaran hingga pada akhirnya tumbuh benih-benih cinta diantara mereka,tetapi ketika cinta mulai tumbuh muncul seorang wanita dimasa lalu.
Belum lagi bocah kecil yang bernama Rio yang selalu buat ulah.
"Sekarang aku memiliki Bunda"
"What"
Gimanakah kisah cinta mereka,akankah mereka bersatu selamanya? ketika Lily berpaling dengan pria lain.
Sakit...?
Itulah yang dirasakan Varrel.
Yuk mampir gaes kekaryaku,jangan lupa tinggalkan jejak biar otor semangat dan mohon dukungannya😄
Follow ig.yutriatel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutriaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran
Yuk mampir gaes kekaryaku jangan lupa tinggalkan jejak biar otor semangat dan mohon dukungannya😅
Tekan tanda ❤️,beri tanda jempol 👍🏻,jangan lupa di Koment dan Votenya🤗.
Selamat membaca...
Setelah Lily masuk dalam mansion Varrel pun kembali ke dan menjalankan mobilnya ia berdoa semoga saja keluarga Alaxsander menerima lamaran nya nanti,Lily masuk kedalam dan mendapatkan orang tuanya serta kakak dan kakak iparnya sedang duduk diruang tamu sambil berbincang.
"Yuhu...Epribadih Lily,s pulang"
Semuanya menoleh bersama melihat Lily yang berjalan dan menghampiri mereka.
"Princes Papa udah pulang hm"
"Papa Lily kangen" ucap Lily memeluk Papanya bergantian dengan mamanya serta kakak nya Max dan kakak ipar nya.
"Hey kau sudah besar tak usah manja-manja lagi" gerutu Max menjitak kepala adiknya.
"Kakak..."
Lily pun duduk disamping Valen dan mengelus perut Valen yang membuncit.Valen tersenyum dan mengelus punggung Lily dan memuji kecantikan Lily.
"Uluh anak aunty,sehat-sehat selalu" ucap Lily mengelus dan perut Valen dan menendang.
"Wow,apakah kau mendengar aunty baby, kak ia menendang" kata Lily antusias yang membuat semua tersenyum.
"Benarkah" ucap Max segera berlutut dan mendengar juga tendangan anaknya.
"Itu kan kak,baby menendang"
"Iya,anak Daddy senang hmm"
Valen tertawa cekikkan saat melihat kedua kakak beradik yang saling mengelus perutnya dengan antusias.
"Hey,sudah cukup kasihan dedek nya ia gerah atas tingkah kalian" kata Nyonya Maria.
"Mama" ucap Max dan Lily bersamaan.
Tuan Lucas hanya mengeleng melihat akan hal itu,lalu Lily berdiri dan kembali duduk disamping Papanya bergelayut manja dilengan Tuan Lucas.
"Pa, kalau misalnya ada yang melamar adek apakah kalian semua setuju?" tanya Lily ragu- ragu.
"Wah ada angin apa ini,siapa pria yang mau sama adekku yang manja dan cengeng ini" goda Max yang di hadiahi cubitan dari Valen.
"Lily pun cemberut dan mengadu pada Papanya"
Semuanya tersenyum tentu saja mereka tahu apa yang dimaksud anak kesayangan mereka bahkan Tuan Lucas yang pertama kali mendengar dari istrinya jika anak nya sudah memiliki kekasih tak percaya bahkan dan tak setuju karena ia tahu kelakuan anak Wiyono kayak mana tapi istrinya menyakinkan dia demi kebagiaan anak mereka asal Lily bahagia dengan pilihan nya dan mereka akan mendukung itu.
"Sepertinya akan ada nih pria yang mau mengambil anak kesayangan Papa ini"
"Papa" kata Lily memeluk papanya.
"Kalau dia pria baik dan datang kerumah melamar anak kesayangan papa tak masalah" ucap Tuan Lucas mengelus rambut anaknya.
"Benarkah Pa"
"Iya sayang asal dia bertanggung jawab emang siapa pria itu?" tanya Tuan Lucas pura-pura tak tahu.
"Hmmm...Ada deh rahasia Pa" Kata Lily tersenyum manis
"Pa,Lily masih kecil dan siapa pria itu" gerutu Max tak terima.
"Kakak,adek sudah besar" kata Lily cemberut
"Max,Papa dan Mama bahagia nak jika kalian memiliki pasangan hidup,siapa pun dia asal rumah tangga kalian tetap bahagia terus" ucap Nyonya Maria yang dianggukin oleh suaminya.
"Ma,tapi Lily masih kecil?"
"Kecil apanya ia sudah dua puluh empat tahun sudah pantas menikah"
Max pun mengehela nafas"Baiklah jika pria itu mau menikahi mu maka ia harus datang dan melamarmu serta membawa kelurganya dan ingat jika ia sempat menyakitimu jangan harap kalian akan bersatu dan bertemu kembali" kata Max tegas.
"Mas"
Lily menelan saliva ia pun berdiri dan berhambur memeluk kakaknya ia tahu kakaknya sangat menyayanginya dengan penuh cinta.
"Terimakasih kakak" kata Lily menangis dipelukkan kakaknya.Max mengelus dan mendekap erat adik kesayangan nya gimana pun ia sudah menjaga Lily sedari kecil dan tidak memberi luka sekecil apapun.
Semua terharu dan tertawa bersama mengeleng akan tingkah Lily yang menglap ingusnya dibaju kakaknya yang membuat Max bergidik ngeri dan menjitak kepala adiknya.
"Udah-udah,ayo istrahat ini sudah malam" kata Nyonya Maria menyudahi.Mereka pun mengangguk sambil berpelukkan dan mengucapkan selamat malam bersama,dan kembali kekamar masing-masing.LIly menuju kamarnya dan segera mandi lalu melihat handpone dan mendapatkan pesan dari Varrel kalau dia sudah sampai dimansion, mengucapkan selamat malam dan Lily tidur menuju alam mimpi.Begitu juga dengan Varrel setelah pulang ia segera mandi dan mengirim pesan dan setelah kekasihnya membalas pesan nya ia pun tertidur.
Tuan Lucas dan Nyonya Maria masuk kamar dan menganti baju mereka masing-masing sambil menunggu istrinya dari kamar mandi Tuan Lucas mengambil foto keluraga kecilnya dan melihat anak-anak nya yang kecil difoto dan kini anak-anak nya sudah besar dan bahagia dengan pilihan mereka.
Nyonya Maria keluar dari kamar mandi dengan gaun malam yang seksi yang memperlihatkan lekukkan tubuhnya,meskipun umurnya sudah menuai tapi dia masih tetap cantik dan seperti umut tiga puluh tahun.
"Pa..."
"Mama...Apa sudah siap hm"
"Sudah,papa kenapa?" ucap Nyonya Maria menghampiri suaminya dan duduk dipangkuan suaminya yang sedang melihat foto mereka dan anak-anak mereka waktu kecil dulu.
"Tidak,cuman teringat saja terimakasih kau telah menyempurnakan hidup ku dan mewarnai hari-hariku serta menuai bersamaku dan telah menjadi ibu dari anak-anak ku" ucap Tuan Lucas menatap istrinya penuh cinta.
"Sama-sama,terimakasih juga telah memberikanku kebahagiaan sayang" kata Nyonya Maria mengelus rahang suaminya dengan lembut.
Mereka pun berpelukkan dan berciuman bersama dengan lembut yang lama-lama makin menuntun dan membuat nafas kedua nya memburu dan saling menghirup pasokan oksigen.
"Ma,sudah dua hari loh Papa puasa jangan menolak lagi" kata Tuan Lucas mengelus paha istrinya dibalik gaun dan mencium kembali istrinya turun keleher dan turun lagi kebawah,mereka pun menghabiskan malam panjang berdua dengan suara-suara aneh,meskipun Tuan Lucas sudah umur empat puluh lima tahun lebih tapi ia masih bisa membuat istrinya mendesah nikmat dibawah kukungan nya dan stamina nya masih oke😅.
"Terimakasih" ucap nya menarik selimut dan mengecup kening istrinya mereka pun tertidur menjelang pagi hari.
🍀🍀🍀
Keesokan harinya semua kembali ke aktivitas. masing-masih dan hari ini keluarga Wiyono akan datang kemansion Alexsander dengan menyiapkan semuanya mulai dari buah tangan serta perhiasan untuk menantu mereka tentu saja mudah bagi mereka menyiapkan semuanya.Mereka pun sudah siap dengan dan akan berangkat dengan diantar oleh Varrel hari ini ia tidak kekantor dan rio tidak masuk sekolah Tk karena ingin juga ikut lamaran dia sangat senang dan memakai stelan jass mini.
Oppa,Omma ayo kita berangkat" kata Rio tak sabar juga bertemu dengan Mominya Valen.
"Hey Boy sabar,ya pamanmu belum turun"
"Paman lama sekali,apa dia bertapa dulu" gerutu Rio karena Varrel tak kunjung turun dari lantai atas kamarnya.Beberapa menit kemudian Varrel turun dengan stelan nya.
"Paman kenapa lama sekali" gerutu Rio
"Hey Boy yang melamar aku bukan kau"
"Sama saja,ayo kita berangkat"
Orang tua mereka hanya geleng kepala melihat tingkah Rio.
Mereka pun tiba di mansion alexsander dan disambut oleh kepala pelayan bahkah Max tak percaya jika yang melamar adeknya adalah Varrel yang pernah menyukai istrinya,tapi ia tersenyum setidak nya Varrel sudah move on dari istrinya.Keluarga Alexsander sudah menunggu diruang tamu sambil bersalaman dan cipika cipiki bersama.Jangan tanya Rio setelah ia meletakkan keranjang buah ia sudah menempel sama Valen bahkan suaranya yang dulu terdengar dimansion tanpa mereka melihat orang nya,sedangkan Lily berada dalam kamarnya dia berharap orang tuanya setuju.Mereka pun duduk bersama dan saling tanya kabar serta kehamilan Valen.
"Baiklah maaf jika menganggu.Kedatangan kami kesini untuk melamar anak perempuan kalian" ucap Tuan Wiyono tegas.
Tuan Lucas melirik Varrel dia masih diam dan mereka menunggu semua jawaban.
"Ekhem,terimakasih sebelumnya sudah datang,dan untung kalian cepat kalau tidak akan ada kolega bisnis lain yang melamar anak kami dan rencana mereka akan datang besok " ucap Tuan Lucas.
Varrel melotot tak percaya tapi dia senang karna dia cepat.Keluarga Wiyono bernafas lega mereka tak mau anak mereka kembali menyedihkan lagi seperti dulu.
"Baiklah lamaran kalian kami terima" ucap Tuan Lucas tegas setelah mendapatkan persetujuan dari istri dan anak nya.
Keluarga Wiyono mengucapkan terimakasih banyak dan Varrel pun senang sambil menunggu Lily turun mereka berbincang dan menikmati cemilan dan air yang yang ada di atas meja yang dibawa pelayan.
Lily turun dari lantai atas dengan penampilan cantiknya,ia pun tersenyum kikuk dan sambil bersalaman satu sama lain dan Mama Mita menyerahakan hadiah kepada Lily.Kepala pelayan datang dan mempersilahakan menuju ruang makan karena hidangan sudah siap. Mereka pun mengadakan jamuan bersama.Setelah makan lanjut berbincang menentukan resepsi pernikahan anak mereka mereka pun sepakat akan di adakan satu minggu lagi.
Bahkan mereka berkata Varrel dan Lily tidak boleh ketemuan selama satu minggu kedepan,tentu saja Varrel komplen tapi ia di ancam oleh Mamanya.Lama berbincang mereka pun pamit pulang.
"Terimakasih jeng atas semuanya" Kata Mama Mita sambil cipika-cipiki begitu juga dengan Valen dan mengelus perut Valen serta berpelukkan pada Lily"
"Sama-sama jeng sekarang kita sudah berbesan"
"Oh iya"
Rio merengek tidak mau pulang alhasil ia menginap dimansion Alexsander jangan tanyakan wajah cemberut Max karema malam ini dia pasti tidak dapat jatah.
Setelah keluarga Wiyono pergi dan mereka mengantar sampai didepan mansion,mereka pun masuk kedalam begitu juga dengan Rio.
"Terimakasi semuanya" ucap Lily menangis dan memeluk Papanya.
"Nak satu minggu ini kamu dilarang ketemuan sama Varrel dan handpone kamu Mama sita"
"What,tapi Ma"
"Tidak ada tapi-tapian" Lily cemberut dan memberikan handpone,Mereka membuka hadiah yang diberikan yang ternyata sebuah kalung berlian yang harganya fantastik.Nyonya Maria menyuruh anaknya untuk menyimpan kalung tersebut dan menyuruh pelayan membawa buah tangan di dapur dan mereka juga mengucapkan selamat pada Lily.
•••
Sedangkan keluarga Wiyono balik kemansion mereka dengan Varrel yang mengerutu lantaran dia tidak boleh ketemu saja Lily.
"Nak sabar itu namanya dipingit" ucap Mama Mita melihat raut wajah anaknya.
Varrel menghela nafas lalu mengirim pesan pada Lily tapi tak aktif,ia pun menuju kamar nya dan merebahkan tubuhnya,ia tersenyum karena sebentar lagi ai akan menikah dengan pujaan hatinya ia pun tertidur pulas
🍀🍀🍀
Beberapa hari dipingit Varrel uring-uringan bahkan sudah empat hari tak tukar kabar sama Lily,tentu saja ia merindukkan Lily dan frustasi bahkan kemarin ia pura-pura jemput Rio yang lagi nginap diMansion Alexsander tapi tak mendapatkan Lily bahkan mereka tak mengijinkannya ketemu,ia sudah kebutik tapi kata karyawan buk Bos mereka cuti.
Dan disinilah Varrel sedang rapat tapi pikirannya sama kekasihnya.Selesai rapat ia masuk keruangan nya dan meneguk air serta melonggarkan dasinya yang mencekik lehernya tak lama pintu didobrak Varrel terkejut lalu ia menoleh yang ternyata para teman-teman
"Wah bro selamat,apakah undanga ini benar? tanya salah satu teman nya yang bernama Bagas.
"Ck...Kau pikir palsu" gerutu Varrel kesal
"Hahahaha akhirnya casanova kelas kakap akan melepas masa lajang nya" ledek Andri.
"Selamat bro,wanitamu manis sekali" ucap Eris memuji,mereka pun mengoda Varrel bahkan mereka memberikan pil setan untuk Varrel sambil tertawa ngakak.
"Hei kalian pikir punyaku sudah loyo"
"Hahaha siapa tahu saja karna kau sudah menuju tua" ucap mereka bersamaan terbahak-bahak.
"Dasar kalian" Kata Varrel kesal.
Mereka pun berbincang bersama dan saling menanyakan sesuatu serta mengucapkan selamat lagi pada Varrel yang membuat Varrel kesal.
•••
Sedangkan Lily sedang melakukan perawatan di mansion nya berdua dengan kakak ipar nya
mulai dari ujung kaki dan rambut.Dia dan Valen sambil bercerita dan tukar pendapat tentu saja ia rindu pada Varrel tapi ia tahan.
"Kakak ipar apakah malam pertama itu sakit?" tanya Lily karena kemarin ia memberi tau sahabatnya Megan bahwa ia akan menikah dan menyuruh Megan datang dengan Nathan juga,mereka pun saling tukar cerita sehingga cerita mereka semalam masuk kemalam pertama bahkan Megan mengatakan sakit yang membuat Lily bergidik ngeri dan takut.Valen tersenyum mendengar pertanyaan dari Lily.
"Hmmm,gimana ya sakit sih tapi tidak lama"
"oh gitu ya"
Mereka pun berbincang-binancang sambil menikmati pijatan lembut dari pelayan Spa.Tak lama Nyonya Maria datang begitu juga dengan ibu Lina,karena selama beberapa hari ini mereka menginap dimansion karena hari pernikahan Lily,bahkan mereka sudah menyiapkan semuanya mulai dari gaun dan segala macam serta undangan sudah dibagi semuanya keseluruh kolega bisnis.Mereka pun masuk kedalam setelah selesai membuat cemilan untuk suami mereka yang lagi main catur digazebo.
"Wow,apakah sudah siap...?" tanya Nyonya Maria.
"Sedikit lagi Mam"
"Baiklah Mama dan juga Besan mau perawatan bukan cuman kalian saja"
Dua orang pelayan masuk dan dan memulai aktivitas mereka dengan menyuruh Nyonya Maria dan ibu Lina berbaring menikmati perawatan yang diberikan sampai mereka tertidur menjelang sore hari.Valen dan Lily sudah selesai bahkan mereka mengeleng melihat kedua ibu mereka yang sedang tertidur pulas.
Tinggalkan jejak gaiss,bersambung...
Lanjut❤️semangat up ya kak💪🥰😊
semangat 💪🥰💪
sdah dfavorit..
mampir jg ktmpatq y
slaam kenal yaa