Sequel of novel ^Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan^
Hwan Sang-Kyu Dzaka Zuumar, singkat saja panggilannya Dzaka, Pria muda berusia 22 tahun yang berprofesi sebagai Model dan Anggota Boyband K-pop yang tengah digandrungi seluruh remaja dunia.
Dzaka dikenal sebagai seorang Casanova, pria yang senang menjahili dan menggoda wanita baperan dengan mulut manisnya. namun belum pernah menyentuh tubuh wanita sedikitpun. sangat terdengar aneh bukan? tapi begitulah nyatanya.
Dibalik itu semua, Dzaka sangat berpegang teguh pada agama yang dianutnya. bahkan ia rela meninggalkan pekerjaannya demi menjalankan rukun islam kedua.
Hingga suatu hari, tiba-tiba Dzaka menjadi seorang Single Daddy untuk Putrinya dari wanita yang tak bertanggung jawab.
Bagaimana bisa? apa yang terjadi? penasaran kan? yuk kepoin 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Touring
🌴🌴
Kini para anggota CNBoys tengah berlatihan vokal dan tari di Aula yang masih berada di kantor. diperhatikan sendiri oleh sang Manager. musik yang menggema di ruangan diiringi suara merdu yang dibawa seraya menari modern ala jaman kini. selesai lagu pertama, dilanjuti pula lagu kedua hingga beberapa lagu mereka bawa untuk latihan hari ini yang sudah tidak terasa telah waktu pulang kerja para pegawai. Namun tidak untuk mereka, tetap melanjuti latihan dan latihan demi hari esok.
Hingga tak terasa hari pun sudah menjelang malam, Dzaka menatap jam dipergelangan tangan kirinya yang telah menunjukkan pukul 18.15 waktu Seoul. artinya hari pun telah maghrib dan menyambut malam hari yang kelam.
"Sudah ya latihannya!" Dzaka menghentikan latihan pada hari ini
"Baiklah, lagi pula sudah cukup untuk hari ini. saya harap setelah ini kalian beristirahat di rumah untuk mempersiapkan hari esok. jaga kesehatan, dan jangan minum alkohol yang bisa membuat tubuh kalian tidak vit" peringat Manager
"Oke, baiklah" sahut mereka semua. lima pria tampan itu pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
**
Dzaka baru saja tiba di kediamannya, disambut langsung oleh Bibi yang membukakan pintu. memasuki ruang tamu dan melewati ruang keluarga yang sudah tampak ramai seperti biasa.
"Baru pulang Dzak?" Umma Zoya menyapa, saat pandangannya menangkap gerak sang putra yang menyelonong masuk melewati mereka
"Seperti yang Umma lihat, aku ke atas dulu" ucap Dzaka setengah berteriak. kembali melanjuti langkahnya menaiki tangga. Umma tak mempedulikan lagi, ia fokus menonton drama favoritenya seraya menanti waktu makan malam.
Dzaka baru saja selesai mandi dengan ligat, sudah mengenakan baju rumahan secara lengkap. segera menunaikan kewajiban yang dirasa sudah sangat terlambat, namun beruntung masih ada waktu beberapa menit lagi.
Ting!
Ponsel berbunyi menandakan ada pesan masuk di gadget yang tertaruh diatas nakas. sedangkan Dzaka masih berjibaku di atas sajadah cinta, cinta yang memperhubungkan dirinya pada sang pencipta kala maghrib itu. sungguh begitu khusyuk-nya pria ini dalam beribadah, hingga tak terganggu oleh beberapa pesan yang masuk.
Sholat pun selesai dengan dibarengi do'a yang teramat panjang. entah do'a apa, mungkin saya meminta pengampunan dosa yang begitu banyak ia lakukan.
💬 Malam Dzak, ada waktu gak?
💬Pengen jalan sama kamu
Dzaka membaca pesan itu yang dikirim langsung oleh Alice, wanita centil nan sedikit polos yang berusaha mendekatinya. Dzaka berfikir sejenak, apakah ia menerima ajakan itu?
💬Sorry, Alice. malam ini aku tidak bisa
Dzaka mengirim pesan untuk Alice, menatap sebuah tulisan dibawah nama kontak yang menandakan wanita tengah mengetik ..
💬Kenapa?
💬Ada acara keluarga
💬Oh baiklah, see you tomorrow
**
Keesokan harinya, pada pagi hari yang begitu cerah dengan sinaran mentari yang begitu menyengat. Mentari yang siap mengantarkan pria-pria tampan itu menuju kota yang mereka kunjungi. Tampak Dzaka tengah memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil alphard, milik grup mereka, yang selalu mengantarkan kemana pun saat harus tooring ke beberapa tempat.
Dzaka dan teman-teman seanggota sekaligus sang manager berpamitan kepada orang tua Dzaka, menyalimi punggung tangan mereka dengan takhzim. meminta doa untuk keselamatan di perjalanan hingga tiba di tujuan.
"Nyonya, Tuan, kita berangkat dulu, mohon do'anya" kata Manager
"Itu pasti. moga gak ada halangan di perjalanan nanti ya" seru Umma Zoya
"Pulanglah kalau semua udah selesai" timpal Baba Ye-Jun
"Baik, Tuan. kalau gitu kita pamit" Wanita itu pun memeluk Zoya sebentar, beralih menyalimi Ye-Jun lalu kembali menarik tangannya. diikuti pula oleh Joohyuk, Chen, Rain dan Lee. tak lupa pula anak mereka Dzaka juga pak sopir.
"Umma, Baba, aku berangkat"
"Jaga kesehatan, Dzak! sholat jangan tinggal" peringat Umma
"Iya, Ma. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Mereka semua pun bergegas memasuki mobil berbody besar dan panjang itu, memiliki tujuh kursi dan bergaya megah didalamnya. Dzaka menduduki tubuhnya di jok tengah bersisian dengan Joohyuk disampingnya. Pak sopir pun bersiap menekan pedal gas mobil, tak luput jua mereka melambaikan tangan hingga mobil benar-benar melaju.
Beberapa jam kemudian, mobil yang membawa Dzaka beserta teman-teman telah tiba di sebuah hotel, tempat mereka menginap hingga acara selesai. dengan langkah lunglai merasakan kantuk yang teramat hebat di perjalanan tadi membuatnya malas untuk berjalan memasuki hotel tersebut.
"Ayo cepat!" teriak Manager
"Ngantuk!!"
"Begadang sampai jam berapa sih kalian? kan sudah dikatakan istirahat yang cukup!"
"Hmmm"
"Bocah! ayo buruan, disana bisa tidur sepuas kalian" geram Manager, terpaksa mereka menurut. untung saja Dzaka tidur sesuai waktu yang proporsional hingga ia tak merasakan kantuk yang begitu dalam seperti mereka.
🌴🌴
ngga skrg 😂🤣🤣🤣