NovelToon NovelToon
THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta pada Pandangan Pertama / Persahabatan / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Emaknya Queen

SEKUEL OF ‘BUKAN SEKEDAR SAHABAT’

Seperti yang sudah Authornya infokan, Novel ini adalah sekuelnya dari Novel pertama Emaknya Queen , yaitu “Bukan Sekedar Sahabat”. So, buat para reader baru kalo misalkan tiba – tiba dapet bisikan goib untuk membaca Novel ini, disarankan buat membaca Novel “Bukan Sekedar Sahabat” terlebih dahulu. Oke para reader yang blaem - blaem semua?.

Kenapa?. Ya ga kenapa – napa juga si. Wkwkwkwkwk. Berhubung ini sekuel, jadi mungkin ga ada pengenalan tokoh secara detail, karena yang seliweran di Novel ini juga tokoh – tokoh yang juga sering seliweran di BSS. Termasuk Babang Dewa yang juga akan ikut sering seliweran disini sih kayaknya.

Dan mungkin akan muncul juga tokoh – tokoh baru yang berkaitan dengan para tokoh utama di cerita ini.

Intinya akan banyak cerita disini. Setiap tokohnya punya ceritanya sendiri, tapi akan tetap berkaitan antara satu cerita dengan cerita lain ditiap episodenya.

Last but not Least.

Selamat membaca, Semoga syuka

Salam sayang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 12

💗 YANG DINANTI 💗 Bagian 2 💗

*****

Selamat membaca...

🎶 Come a little closer 'cause you looking thirsty / I'ma make it better, sip it like a Slurpee 🎶

Fania sudah mengeluarkan suaranya, menyesuaikan dengan lagu yang sedikit centil seperti dirinya itu.

🎶 Snow cone chilly / Get it free like Willy / In the jeans like Billie / You be poppin' like a wheelie 🎶

Ada satu suara lagi yang menyambung suara Fania, namun sosoknya tidak nampak dipanggung.

🎶 Even in the sun, you know I keep it icy / You could take a lick but it's too cold to bite me 🎶

Fania menyambung lagi bait lagu tersebut dengan senyuman lebar yang sudah terpatri diwajahnya sambil memandang lurus ke depan, kemana suara satu lagi berasal.

🎶 Brr, brr, frozen / You're the one been chosen / Play the part like Moses / Keep it fresh like roses (oh) 🎶

Lampu tembak sudah mengarah kearah kerumunan penonton di tengah area kafe, seiring dengan sorakan ricuh para tamu beserta suitan dan tepuk tangan sukacita.

🎶 Look so good yeah, look so sweet (hey) / Lookin' good enough to eat 🎶

Seorang gadis cantik dengan wireless microphone kemudian nampak dari tengah kerumunan yang membelah. Seseorang yang amat sangat dinanti oleh salah seorang di dalam acara peresmian kafe Fania malam ini.

‘Prita?’

Ada hati yang terkejut dan tak percaya dengan yang sedang dilihatnya dari jarak yang tak begitu jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

🎶 Coldest with the kiss, so he call me ice cream / Catch me in the fridge, right where the ice be 🎶

John yang berdiri tidak jauh dari panggung bersama dengan anggota keluarga yang lain malam ini lumayan terperangah melihat kehadiran si Priwitan yang ia kira tidak datang malam ini.

🎶 Look so good yeah, look so sweet (hey) / Lookin' good enough to eat 🎶

Gadis cantik itu bernyanyi lagi sambil berjalan kearah panggung. Seorang gadis yang tampil dengan mini dress berlengan panjang diatas paha, membuatnya terlihat manis dan... seksi.

Prita, kini sudah bukan ABG lagi.

Dua wanita beda usia namun sama – sama cantik itu sudah berada diatas panggung sambil bernyanyi dengan percaya diri sembari saling melempar senyum lebar.

🎶 Diamonds on my wrist, so he call me ice cream / You can double dip 'cause I know you like me 🎶

Fania dan Prita tampil memukau diatas panggung saling sahut – menyahut dalam nyanyian dengan tampilan mereka yang chic dan fashionable tentunya, serta aura yang mampu menghipnotis mereka yang melihat penampilan kedua kakak beradik yang amat sangat percaya diri dan kompak diatas panggung, tentunya dengan suara yang bagus juga.

🎶 Ice cream, chillin', chillin' / Ice cream, chillin' / Ice cream, chillin', chillin'… 🎶

Begitu memukau nya Fania dan Prita saat sedang bernyanyi diatas panggung dengan enerjik dan nampak seksi dengan sisi percaya diri dan keceriaan serta kecentilan keduanya.

Membuat semua orang yang tengah menonton mereka takjub dan ikut menggerakkan badannya bersamaan dengan suitan yang sesekali terdengar.

John pun lebih – lebih takjub.

Bule Koplak itu sungguh tak menyangka juga, jika malam ini-pada akhirnya ia bisa bertemu dengan si Priwitan walau baru melihatnya diatas panggung.

Yah setidaknya si Prita tidak kabur lagi seperti waktu bertemu di Bandung kala itu.

Selain terkejut pada kehadiran Prita yang ia kira tak datang malam ini, ia pun terperangah karena Prita nampak lebih dewasa.

Selain wajah cantiknya, benar juga yang si Bryan bilang kalau suara Prita bagus seperti kakaknya. Selain dari itu dress mini yang membalut tubuh si Priwitan membuatnya nampak terlihat kian seksi.

‘Sudah besar dia sekarang ....’ Batin John bermonolog.

Yang mana John menyadari Prita yang makin nampak menuju kedewasaan, dan sepertinya makin cantik dari yang terakhir ia lihat jelas saat video call di Pernikahan Michelle dan Dewa-serta saat video call dengan Fania saat didapur waktu itu.

“Mingkem John!.” Celetuk Dewa pada John yang seperti tak kedip menatap kearah panggung.

John tak menggubrisnya. Laki – laki itu benar – benar sedang dalam mode terpukau saat ini.

***

“Gila – gila, udeh nyaingin gue lo Priwitan.”

Fania melingkarkan tangannya pada Prita saat mereka sudah selesai mempersembahkan satu lagu untuk membuka acara. Dan kini panggung diserahkan pada pengisi acara untuk menghibur para tamu dan mungkin ada tamu yang ikutan juga tampil diatas panggung seperti biasa.

“Sumpah gue deg – degan masa tampil sama lo barusan, kek gue tampil sama Lisa Black pink, anjayyy ...”

Fania tergelak.

“Lisa blekedet gue mah.”

Kedua kakak beradik itupun tergelak bersama, sambil turun dari panggung dan menyambangi tamu – tamu yang datang, termasuk teman – teman Fania di kantornya terdahulu.

***

“Where are you going to? ( Mau kemana lo? ).” Tanya Andrew pada John yang beranjak dari tempatnya.

“Hum, gue mau ke Restroom ( Toilet ) dulu.”

“Gugup, eh?”

Reno meledeknya.

John hanya mencebik lalu meneruskan langkahnya ke toilet diiringi gelakan dari para anggota keluarganya yang lain.

***

‘Damned ( Sialan )! Kenapa dada gue jadi berdebar – debar begini sih.’

John memandangi dirinya di cermin wastafel sambil memegang dadanya sendiri. Dan ia memperhatikan penampilannya.

“Ck!. Gue berasa seperti ABG labil!.”

***

Fania dan Prita mencukupkan dirinya menyambangi para tamu setelah cuap – cuap sebentar dan kini mereka berdua berjalan menghampiri anggota keluarganya yang lain. Yang berada disalah satu sudut kafe dan nampak sedang bersenda gurau.

“Nah, anak hilang muncul juga pada akhirnya!”

Celetuk Jeff saat Fania dan Prita sudah berada ke tengah – tengah mereka.

“Bule gilaaa...” Prita memekik sumringah sambil menghambur memeluk Jeff yang tadi belum sempat ditemuinya. Jihan juga ada didekat mereka. Jeff berhasil mengajak ibu dari anak biologisnya itu ke acara Fania.

“Hahaha.” Jeff tergelak sambil memeluk prita gemas. “Sehat, Baby?”

“Suehat banget!.” Sahut Prita. “Hai Kak Jihan!.”

“Halo Prita. Tambah cantik aja kamu.” Puji Jihan.

“Makasih calon kakak ipaaar!.” Ucap Prita tanpa dosa. Membuat Jeff dan Jihan terlihat salting dan si Priwitan malah tergelak.

“Ah cie, malu – malu embe nih ye berdua.” Mulut lemes si Priwitan ga pernah hilang kek kakaknya.

Mengundang juga tawa mereka yang didekatnya sambil melirik pada Jeff dan Jihan.

“Mulut kebiasaan suka asal!.” Timpal Jeff sambil mencubit gemas pipi Prita.

Mereka tergelak lagi.

“The broken heart couple, sobat ambyar oh em geh kangen tau Kak Michelleeee... Kak Dewa ....”

Prita memeluk Michelle dan juga Dewa.

“Kak Jihan nyanyi dong. Vokalis juga kan dulunya.”

“Aduh engga deh Prita, aku udah lupa kayaknya cara nyanyi. Malu tuh sama masternya.”

Jihan menunjuk pada Fania.

"Sa ae, Jihan bukan Fahira." Mereka pun lagi - lagi tergelak.

Sepasang mata sudah memperhatikan Prita, dari sejak pemilik mata itu sudah selesai dari toilet dan mengarah kembali ke tempat tadi dia berkumpul bersama keluarganya.

“Ehem.”

Suara deheman berasal dari belakang Prita yang membuat gadis itu spontan menoleh dan yang lain cengengesan.

“Prita....”

Prita menarik sudut bibirnya kesamping.

“Kamu apa kabar?.” John mengulurkan tangannya pada Prita.

“Baik.” Prita menjawab singkat, dengan datar. Menyambut uluran tangan John, namun sekilas, buru – buru Prita lepaskan.

“Kak John pikir kamu ga datang.” Ucap John yang nampak grogi. Sementara keluarga mereka pada sok sibuk tapi cengengesan karena menyadari si bule koplak yang terlihat jelas sedang gugup berhadapan dengan si Priwitan saat ini.

“Oh.” Berbeda dengan John, Prita nampak terlihat biasa saja, namun nampak jelas juga ia menanggapi kehadiran John dengan acuh tak acuh.

‘Oh ... hanya oh?.’ Batin John sedikit memelas melihat sikap Prita padanya yang tak seperti saat menyapa keluarganya yang lain tadi, saat John memperhatikannya dari jauh.

“Kak, gue nyamperin temen – temen gue dulu yah!.” Ucap Prita dan ia langsung membalikkan badannya.  Ada

sedikit kecewa di hati si bule koplak yang merasa kalau Prita masih sedikit menghindarinya.

“We supposed to make a bet ya ( Harusnya kita taruhan ya ).” Celetuk Michelle.

“Mahmud jangan iseng.” Sahut John.

Lalu mereka yang berada didekat John itupun tergelak kencang.

“Awas air liur lo netes John.” Goda Dewa yang berbisik ditelinga John dan kemudian suami Michelle itu tergelak lagi.

“Sialan!.” Sahut John setengah ketus. Dan ia kembali memperhatikan Prita yang sudah tampak mengobrol dengan teman – temannya itu. ‘Kenapa anak abg yang dulu kurus itu bisa seseksi ini sekarang?.’

***

“Prita.” John menghampiri Prita yang sedang mengambil minuman di mini Bar.

“Ya?”

Prita menjawab pada sapaan John, namun tak menoleh.

Bule koplak menyabarkan hatinya.

“Bikinin gue green tea latte yang dingin Di!”

“Ok Miss!.” Sahut salah seorang Barista pada Prita.

“Long time no see ya, Prita? ( Lama ga ketemu ya, Prita? ) Hampir dua tahun.”

“Biasa aja.”

“Masih sentimen sama Kak John ya?”

“Perasaan lo aja kali.” Sahut Prita acuh.

Ada sedikit nyeri dalam hati John karena sikap acuh tak acuh Prita padanya saat ini.

“Kita bisa bicara ga Prita?.”

“Dari tadi kita bukannya ngomong?”

“Maksud Kak John kita bicara serius, Prita. Bukannya kita punya hal yang belum terselesaikan?”

“Gue rasa ga ada yang perlu lo dan gue bicarakan dengan serius.” Sahut Prita masih tak menoleh pada John. “Lagian ngapain lo ajak ngomong serius anak kecil?. Iya kan?.” Prita menoleh dan memandang John seperti sedikit meremehkan. “Yuk ah.”

“Prita ..... Kak John minta maaf.”

John menahan lengan Prita yang hendak beranjak meninggalkan mini bar dengan segelas minuman pesanannya tadi.

“Kita perlu bicara Prita....”

Prita menepiskan tangan John pelan dari lengannya.

“Ga ada yang perlu kita bicarain. Dan tolong, ini acaranya Kak Fania, rasanya aneh kalo bawa – bawa hal pribadi sekarang.” Ucap Prita. “Lagian lo sama gue juga emang ga ada urusan.”

Prita melangkah menjauh, meninggalkan John yang seperti merasakan rematan di hatinya. ‘Prita .... benci kamu ya sama Kak John?’

***

To be continue.....

Ritualnya dong ....

Trims ah

1
Maryam Tanjung
sangatt suka dgn kisahnya🥲🥲😍😍 tp ap masih ad lanjutannya lgi 🥺?
Fanie Azhary: Alhamdulillah, makasih apresiasi nya /Rose/
total 1 replies
Akila Maulana
eh, makk.. ini critanya ortunya jeff ama jhon kmna ya.. kok gk pernah ikutan ngumpul...
Fanie Azhary: cama cama
total 3 replies
Rhatna Puspitasarii
luar biasa
nuraeinieni
ceritax bagus dan keren,,,,👍👍👍👍👍👍
Fanie Azhary: makasih sayang kuh
total 1 replies
Suherni Erni
Baca beberapa kalipun ngga pernah bosen..diangkat jdi film layar lebar keren bgt.
Fanie Azhary: makasih Kak ❤️
total 1 replies
Deni Supriadi
Luar biasa
Fanie Azhary
my lovely novel after BSS
Suherni Erni
Tragis bgt kisah via..akibat bapaknya gila sm j....ng.
Iin Irmawita
Varen kerennya kamu ..itu baru anaknya Andrew & Fania..
Aura Zahra Salsabila: varen anaknya Reno sama Ara kk
total 1 replies
Suherni Erni
Udah dibaca berkali2 ngga pernah bosen
..keren bgt ceritanya
Fanie Azhary: makasih sayangkuh
total 1 replies
Sri Desika Arfianti
bawang.. bawang nya banyak.... sekaligus tegang bersamaan
Sri Desika Arfianti
wouuuuu.... antara bawang dan tegang bersamaan...
Fanie Azhary: makasih review positifnya ka❤️
total 1 replies
Vlink Bataragunadi 👑
astaga mak, aduh cape ketawa ≧∇≦
Vlink Bataragunadi 👑
wkwwk mamam tu Reeen, baru kali ini ya ibu peri ky gt hihihi
Vlink Bataragunadi 👑
dasar sodara akhlakless wkwkwk
LAJ
dammnneeeddd...almost 400eps...my new record di dunia NT....ruarrrr biasaaa loh br loh eike nemuin otor sekece n sekeren ini....dr pagi smp pagi lg eike marathon se ton ton nya gak ada bosennya sm The Smith mulai dr BSS.. ampe kebawa ngimpi loh...daebakkk bener2 dah...imejinggg...ok...time to another Smith adventure with emak yg paling blaem se NT 🥰😍🥰😍
Fanie Azhary: Makasih ya, udah sabar baca karya - karya receh Emaknya Queen.

Loph Loph sekebon raya.
total 1 replies
LAJ
akuuu sukaaaa akuuu sukaaaa... Varennnn emak padamuuuu...lbh sadis drpd popaaa
LAJ
iyaaaaa...bagusss bangettt loh karya2 si emak...semua novel ongoing aku cuekin loh demi the smith 🥰😍
Fanie Azhary: Aw aw, emak terhura jadinya, ampe kek terbang ke angkasa. Eyyaaa
total 1 replies
LAJ
yaolooo...sekalinya ikutan komen kok mataku basah yakkk...pdhl ini adegan 3 cowok loh gak ada ce nya....si emak emang paling bs aduk2 hati akiuuu 😍🥰
Fanie Azhary: ulala....
total 1 replies
LAJ
yaoloooo Abangggg....mau 1 dong yg ky gini buat jd mantu aku nanti 😂🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!