Kebahagiaan yang belum lengkap akan membuat hidup terlihat hampa. Rasa cinta yang tumbuh akan membuat kehampaan ini sirna tak tersisa.
Salva yang awalnya merasa begitu hancur karena gagal dalam kisah percintaan, siapa sangka datang seorang dokter cinta untuk mengobati goresan luka dihatinya.
Akankah mereka bahagia dalam jalinan asmara dalam ikatan halal itu?
Mampukah Arya menutupi goresan luka dihati Salva?
IKUTI KISAH MEREKA!
Kisah ini sambung dari cerita, Goresan hati yang terluka. Sebelum membaca kisah ini lebih baik saudara semua baca dulu GHYT.
Terimakasih, dan jangan lupa follow me
Ig:@ara putri 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
positif
Dari tadi Salva hanya bisa duduk dengan wajah manyun. Lagi-lagi ia merasa kesal dengan Arya, dirinya belum tau kenapa suaminya begitu ingin mengajaknya kerumah sakit. Padahal tadi ia ingin menghabiskan waktu dengan keluarganya, dan ayah Bunda juga terlihat antusias untuk menyuruhnya pergi.
Salva masih ingat bagaimana ayah dan bunda meminta maaf karena sempat berpikir untuk memisahkan mereka. Meskipun hanya sementara, tapi tetap saja mereka telah melakukan dosa besar yang di larang dalam agama.
Hari Minggu mereka diminta untuk menginap di rumah keluarga Salva, dan akhirnya Arya Setuju. Tapi entah apa yang di katakan suaminya Pagi Senin itu ia diajak untuk ikut Arya bekerja, dan bunda Setuju untuk menyuruhnya pergi kerumah sakit.
Salva Duduk diruang kerja Arya sekarang, karena pria itu sedang bekerja jadi ia harus menunggu sendirian. Tidak ada yang sepesial di ruangan, sehingga wanita itu lebih tertarik untuk melihat ponselnya.
Seorang suster masuk setelah mengetuk pintu, Salva hanya bisa menatap Bingung gadis cantik itu.
"Permisi nyonya, Apa anda istrinya dokter Arya?"
"Iya... Ada apa?"
Sang suster tersenyum lebar. "Mari ikuti saya nyonya, Saya diperintahkan suami anda untuk mengantar keruang pemeriksaan."
"Pemeriksaan apa?" Salva semakin dibuat bingung.
"Nanti dokter Arya yang menjelaskan, saya hanya disuruh menjemput anda,"
Salva mengikuti sang suster, wanita itu kembali merenggut kesal karena ulah suaminya.
Saat sampai didepan sebuah ruangan, Ternyata Arya telah menunggu disana. Salva disuruh untuk masuk bersama dengan suaminya dan seorang dokter wanita.
Terlihat Salva semakin merenggut kesal. Pasalnya sang dokter sungguhlah cantik, ditambah lagi terlihat ia begitu akrab dengan suaminya, membuat sesuatu yang belum ia rasakan sekarang serasa bangun ingin meledak.
"Apa sudah ada gejala yang nyonya rasakan?" Tanya sang dokter sambil menempelkan sesuatu diatas perut Salva.
"Gejala apa?" Tanya Salva semakin bingung.
Arya hanya diam sambil memperhatikan layar didepannya. Meskipun ia bukan dokter kandungan, tapi ia tau betul apa yang sedang dilihatnya dilayar itu.
Senyum bahagia tanpa dapat pria itu sembunyikan lagi, ia semakin erat menggenggam tangan istrinya.
"Dokter Arya pasti mengerti... Sebaiknya anda saja yang menjelaskan pada istri Anda, dokter. Jika ada yang tidak dimengerti datanglah keruangan ku,"
Arya menganguk Setuju. Setelah itu sang dokter keluar untuk membiarkan dua sejoli itu untuk menikmati kebahagiaan mereka.
"Jelaskan! Aku gak paham loh mas. Dan apa ini? kenapa aku diperiksa seperti orang hamil?" Salva bertanya dengan kesal. Sedangkan Arya hanya tersenyum melihat istrinya marah-marah.
"Marah-marah aja dek, Nanti dedek nya jadi jelek loh...."
Salva melotot tajam. Ia tau betul maksud suaminya, pemeriksaan yang baru saja dilakukan cukup untuk menjelaskan semuanya.
"Aku, aku hamil? Mas, aku benar-benar hamil?" Tanya salah sambil mengusap perutnya. Mata wanita itu sudah berkaca-kaca, mungkin sebentar lagi tangisan bahagia itu akan tumpah.
Arya menganguk mengiyakan pertanyaan istrinya. Ia memeluk Salva yang mulai menagis.
"Kenapa nangis, sayang?"
"Mas jahat! Kenapa tidak bilang dari tadi, kan Salva jadi terkejut!" Ucap Salva kesal.
"Maaf.., mas hanya tidak ingin buat kamu sedih. Tapi sekarang kita akan segera menjadi orang tua, Jangan marah lagi ya?" Pinta Arya. Salva membalasnya dengan anggukan kecil.
Arya ikut mengusap lembut perut istrinya, tidak bisa ia sembunyikan kebahagiaan yang ia rasakan.
Tumbuh yang sehat ya anak ayah, kami disini menunggumu. Jangan buat bunda sudah ya sayang, jadilah anak yang baik dan penurut sama orang tua kelak. Arya mengecup perut Salva dengan haru, ia tidak pernah berpikir Allah mengirimkan kebahagiaan ini ditengah kesedihan dalam keluarga kecilnya.
"Ayo pulang, Dek. Bunda sama ayah pasti senang denger kamu hamil," Ucap Arya sambil membantu Salva bangun.
"Emang mas gak kerja lagi?"
"Tidak, Sekarang kita bisa pulang." Arya mengandeng tangan Salva dengan mesra. Banyak para dokter dan suster melihat mereka penasaran, Apalagi Salva karena mereka belum pernah tau bentuk istri dokter baru, Arya.
"Mas? Lebih baik kita keruangan dokter tadi. Aku ingin menanyakan beberapa hal tentang anak kita," Ucap Salva. Hampir saja ia lupa karena saking bahagianya, ingin cepat-cepat pulang untuk mengabari keluarga.
"Tentu saja... Ayo, mas antar sekarang." Mereka menuju ruangan dokter kandungan yang telah memeriksa Salva. Salva tersenyum melihat Arya yang begitu bersemangat, dirinya juga bahagia setelah mendengar kabar kehamilannya, sebentar lagi mereka berdua akan menjadi orang tua. Sekarang ia tidak boleh lagi egois, karena sumber kebahagiaan mereka akan segera hadir di dunia ini.
...***Tidak pernah ku percaya cinta sebelumnya, membuat ku belajar untuk tidak serakah. Tapi sekarang aku hanya ingin memiliki satu cinta, Cinta terindah yang Tuhan berikan, Suamiku....
*******
Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam penulisannya ya kk.
dan Jangan lupa tinggalkan jejak 😁
biar aku tambah semangat nulisnya.
Salam cinta dari Ara putri 😘❤️💖💓***