Dirga merupakan keturunan dari Infinix
Sang pelindung dunia yang sangat di harapkan kelahirannya, namun tidak sesuai yang di harapkan. Ia terlahir sebagai anak autis. Sepanjang hidupnya dia di bully oleh lingkungannya.
Hidupnya berubah setelah bertemu dengan seorang gadis yang datang dari dunia lain. Rheva datang untuk melindungi Dirga dari lingkungan yang menindasnya. Gadis itu berhasil merubahnya dalam kondisi sempurna. Namun di saat semua seperti yang di harapkan, dia menghilang dengan tiba-tiba.
Mampukah Dirga menemukan Rheva dan mengemban tugasnya sebagai keturunan Infinix? Ataukah dia akan gagal dalam semua hal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 11 Menguasai Krav Maga
Keesokan paginya Dirga bangun dengan sekujur tubuh yang terasa nyeri. Ia turun dari tempat tidur setelah menarik selimutnya. Ia kemudian melihat pergelangan tangan dan sikunya memar.
Ia juga melihat bagian kakinya yang terasa nyeri dan ternyata ada lebam di bagian paha, saat ia membuka celana untuk mengeceknya.
“Sakit... rasanya sakit. Sakit...”
Dirga tetap berjalan ke luar dari kamarnya dengan menahan rasa sakit. Ia berjalan dengan tertatih sambil memegang sisi tembok di kamarnya.
Dirga termasuk anak yang tahan dengan rasa sakit, jika ia sudah bilang merasa sakit, berarti rasa sakit yang ia rasakan sungguh tak terkira.
Ia kemudian berdiri merapat ke tembok di dekat kamar mandi. Saat itu Elsa baru keluar dari kamar mandi dan melihat Dirga yang sedang bersandar. Ia melihat raut wajah anaknya yang terlihat meringis menahan sakit. Ia pun menyapukan pandangan ke seluruh tubuh Dirga.
“Nak... ada apa dengan tubuh mu ? Kenapa memar-memar begini ? Siapa yang melakukannya pada mu ?” melihat beberapa memar di tangan dan kakinya dengan cemas dan rasa marah, karena seseorang telah menghajar anaknya.
“Tidak Ma... tidak ada yang memukuli Dirga. Dirga jatuh saat bermain bola dan terbentur pada batu besar...” berkata bohong pada Mama.
“Tidak mungkin terkena batu seperti ini. Katakan pada Mama, siapa yang melakukannya ? Mama akan urusi itu sekarang !!” memegang pipi Dirga.
“Tidak ada yang mengganggu Dirga, tidak ada yang mengganggu Dirga Ma, sungguh.” berusaha meyakinkan Mama.
Dirga memegang tangan Mama yang menyentuh pipinya sambil menatapnya dengan penuh keyakinan yang membuat Elsa akhirnya percaya, walaupun dia masih tidak yakin dan merasa ada hal yang aneh dengan lebam di sekujur tubuhnya itu. Namun ia tidak melanjutkan pertanyaannya lebih jauh dan menggali lebih dalam, karena ia juga harus bersiap untuk berangkat kerja.
Elsa kemudian meninggalkan Dirga yang sudah masuk ke kamar mandi. Selesai mandi, ia di antar ke sekolah oleh Ayahnya. Saat di jalan, ia kembali melihat penampakan di sepanjang jalan yang ia lewati. Namun ia tak berani mengucapkan sepatah kata yang bisa di dengar oleh Ayahnya, agar Ayahnya tidak mengetahui kemampuan indigo nya.
***
Malam hari saat semua terlelap, Dirga kembali terbangun dari tidurnya. Aroon datang kembali dan membangunkan tidurnya. Kali ini lelaki itu menarik tangan Dirga.
“Saat latihan sudah mulai, bangun !!”
Aroon kembali membuat tubuh Dirga melayang dan mendarat ke lantai, tepat di hadapannya.
“Perhatikan ini.” menunjuk titik vital yang ada di seluruh tubuh Dirga.
Dirga memperhatikan setiap titik yang di tunjuk oleh Aroon pada tubuhnya lalu menghafal nya.
“Sekarang lihat ini !! Menunjukkan teknik dan berbagai gerakan Krav Maga pada Dirga.
Ia melihat dan merekam semua gerakan serta teknik yang di tunjukkan oleh Aroon padanya.
“Sekarang tirukan ... !!!”
Aroon mengulangi gerakan Krav Maga, mulai dari teknik mencekik, mematahkan lawan dengan satu serangan di titik vital, dan gerakan lainnya yang tak kalah mematikan dalam satu pukulan.
Dirga menirukan satu per satu gerakan Aroon dan mengingatnya. Ia pun mempraktikkan semua gerakan dari Aroon.
Selesai menirukan gerakan nya, Aroon memulai sesi latihannya. Kali ini ia mulai menyerang Dirga seperti kemarin. Dirga yang sudah di ajari, sekarang paham jika Aroon akan mengenai titik vitalnya yang ada di leher, dan ia bisa menghindar. Meskipun dia belum bisa menyerang balik.
“Kamu sebenarnya siapa ? Siapa kamu ?” mengulangi ucapannya yang merupakan ciri khas anak autis ketika berbicara.
“Meski aku jelaskan padamu sekarang, kau tidak akan bisa memahaminya. Intinya saja, aku akan jelaskan dengan bahasa yang bisa di tangkap oleh anak seusia mu. Aku berasal dari dunia lain. Aku di tugas kan untuk menurunkan ilmu ku ini padamu untuk menebus kesalahan ku di masa lalu, agar aku bisa masuk ke alam akhirat dengan tenang.” terus menyerang Dirga.
Dirga terus menghindar dari serangan Aroon. Dan ia mencoba membalas serangannya, namun gagal. Jangankan menjatuhkan, mengenainya saja ia tidak bisa. Karena belum terbiasa dengan gerakan Krav Maga yang baru dua hari ini ia pelajari dan lebih terbiasa dengan gerakan taekwondo, tanpa sadar ia melayangkan tendangan pada Aroon.
“Jangan campur adukkan dengan gerakan dari bela diri lainnya, itu akan mematikan gerakan mu sendiri untuk saat ini. Nanti jika kau benar-benar mahir, kau bisa menggabungkan dengan teknik beladiri lainnya !!” berkata dengan tegas pada Dirga.
Dirga memang masih sedikit bicara, ia hanya diam dan mengingat apa yang di katakan oleh Aroon padanya. Sekarang ia tidak menyerang dengan teknik dari taekwondo.
Ia mulai menyerang dengan beberapa teknik gerakan dari Krav Maga yang ia ingat, namun Lagi-lagi dia belum berhasil menyentuh Aroon. Justru posisinya yang semakin terdesak dan tidak bisa berbuat apa-apa.
“Hari ini cukup sampai di sini dulu !!”
Aroon mengakhiri sesi latihan kali ini. Karena ia melihat tubuh Dirga yang sudah mulai tak kuat, selain itu keringat dari tubuh anak itu mulai membasahi lantai.
Dirga merasakan sudah mengeluarkan kekuatan di luar batas ketahanannya dan mulai kehabisan tenaga. Ia terjatuh ke lantai dengan nafas hampir putus.
Aroon yang melihatnya kembali membuat tubuh Dirga melayang di udara, lalu mengembalikan tubuhnya ke atas ranjang dan membuatnya tertidur kembali. Ia kemudian melayang di atas tubuh Dirga dan mengalirkan energi penyembuhan pada anak itu, dan setelah itu menghilang.
Pagi hari Dirga bangun tidur. Ia melihat dan memeriksa tubuhnya, dan ternyata tidak ada lebam pada seluruh tubuhnya, bahkan ia merasakan energi pada tubuhnya melimpah saat itu.
Kejadian itu berulang setiap malam. Dan semakin hari Dirga mulai menguasai teknik Krav Maga. Gerakan nya semakin cepat dan juga gesit. Ia mulai bisa membaca gerakan Aroon dan mencari kelemahan lawan, serta menemukan kesempatan yang bagus untuk menjatuhkan lawan dalam sekali serangan.
Tiga bulan berlalu, pada suatu malam Dirga mulai bisa menyerang balik serangan Aroon dan menjatuhkannya.
“Akhirnya kau menguasainya juga. Memang benar waktu yang paling tepat mengajarkan semua ilmu adalah seusia mu. Karena seusia mu masih seperti tabula rasa. Seperti menggoreskan tinta pada selembar kertas putih yang akan langsung cepat terserap. Tugas ku sudah selesai. Teruslah berlatih, kelak itu akan berguna bagi mu.” tersenyum menatap Dirga.
“Dirga tidak paham maksud Aroon, tidak paham...” menatap dengan penuh tanda tanya.
“Aku tidak bisa membocorkan informasi dari langit padamu, atau aku akan kena hukuman lagi.” tubuhnya terlihat mulai melayang di depan Dirga.
“Aroon mau kemana, mau kemana kau ?” merasa akan di tinggalkan karena melihatnya melayang.
“Waktu ku sudah habis, waktunya aku kembali. Aku akan naik ke akhirat.”
“Jangan... Dirga masih ingin berlatih dengan mu.” menatap Aroon yang melayang ke atas semakin tinggi.
Aroon tersenyum untuk terakhir kalinya menatap Dirga lalu menjadi sinar berwarna kuning dan menghilang dari hadapan Dirga.
Sejak saat itu, Dirga tak pernah melihat Aroon lagi di malam hari dan di malam-malam berikutnya. Sesuai pesan terakhir Aroon, ia sering berlatih Krav Maga sendiri tanpa sepengetahuan keluarganya yang ada di rumah.
BERSAMBUNG...
Tapi di akhir akhir cerita kok terbalik...
Ternyata Dirga licik juga...?
Kasihan mereka pasukan Arthur...
Katanya keturunan Terakhir kok masih Ada juga pasukan Infinix....
Atau Salah Salah ketik.... Kalau ketua nya Arthur tentu lah pasukan Pixy...
Sedang Kan kalau pasukan Infinix ketuanya James
Baru kali terjadi...
Hahahaha
Dari prolog YG di Baca bahwa pasukan Pixy YG menghabisi ke3 kelompok lainnya....
Terus kenapa akhir akhir cerita ini di bilang pasukan Infinix YG memburu Rheva...
Sedang Kan pemimpin kaum Pixy adalah Arthur....
YG menjadi serakah karna ingin berkuasa di Dunia....
Koment dong Thor....