NovelToon NovelToon
Getir

Getir

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Siapa sangka malam pertamanya di lewatkan sendirian. Suaminya menghilang. Pria yang seharusnya menjadi miliknya saat itu justru ditemukan sedang bercumbu dengan wanita lain.

Ternyata menikahinya adalah sebuah alasan bagi pria itu untuk tetap menjadi ahli waris pertama. Hanen juga tetap bersama kekasihnya, meski sudah menikah. Tidak ada cinta di hati pria itu untuknya.

Kegetiran hatinya karena sikap suaminya, membuatnya melakukan hal gila. Yaitu sebuah skandal. Skandal percintaan dengan adik iparnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarapan pagi

Kamar tidur untuk kedua adiknya, sudah Hanen siapkan. Gara dan Rara akan menempati kamar di lantai satu yang tidak terpakai. Sementara aku tinggal dalam satu kamar bersama Hanen. Bukan karena pria itu mau menerimaku, melainkan karena dia tidak ingin kebohongannya.

Yah ... walaupun tidur di atas ranjang yang berbeda, setidaknya dari luar kelihatan kalau kita seperti suami istri pada umumnya.

Aku hendak terlelap saat terdengar Hanen berbicara dengan seseorang di balkon luar.

"Apa tidurmu nyenyak?" Itu suara Hanen. "Ya. Ini hari pertama adik-adikku ada di sini. Aku harus bersikap menyambut pada mereka. Maaf untuk itu. Aku harus melakukannya, Kay ... Jika tidak semuanya akan terbongkar. Maafkan aku. Tidak. Aku tidak melakukan apa-apa. Aku tidak akan menyentuhnya."

Aku tersenyum miris. Pria itu tengah menelepon kekasihnya. Di saat aku sebagai istrinya ada di dalam kamar yang sama, dia tetap bersikap acuh tak acuh padaku. Tak terasa airmataku menetes membasahi pipi. Aku menangis lagi.

Dengan segala tingkahnya, aku masih tetap bertahan disini. Di rumah ini. Aku bodoh. Memang. Semua itu aku lakukan demi ibu. Jika memang kehidupan ibu bertopang pada santunan keluarga Hanen, aku harus bersabar. Entah itu sampai kapan.

Jika begini, aku tidak boleh diam. Aku akan mengalahkan Kayla. Sebagai istri sahnya, aku bisa merebut apa yang sudah menjadi milikku. Entah Hanen mencintaiku atau tidak, aku harus bisa membuat Kayla menjauh. Dia bukan siapa-siapa jika di bandingkan dengan aku yang sah secara hukum.

Kudengar Hanen masuk dan menutup pintu balkon. Itu berarti dia sudah mengakhiri perbincangan dengan wanita itu. Apa yang harus di lakukan terlebih dahulu? Oh, ya. Mungkin saja dia belum makan. Aku akan mencoba menawarkan makanan padanya dengan memasak sendiri.

Ku gerakkan tubuhku untuk berbaring miring menghadapnya, tapi ... Aku tidak menduga kalau Hanen tengah membuka pakaiannya. Apa yang akan di lakukan Hanen? Apa dia ... akan melakukan ... Aku langsung menutup mata saat di menoleh ke arahku. Berpura-pura tertidur. Sepertinya Hanen tidak menyadari jika aku terbangun. Saat ku intip sebentar, dia masih membuka satu persatu pakaian kerjanya yang belum di lepas.

Ah, tubuh itu. Seandainya kita benar-benar menikah, aku yang akan memiliki tubuh Hanen yang bagus. Namun itu bukan milikku. Itu milik Kayla atau perempuan lain yang mungkin saja, tidak aku ketahui.

**

Pagi sekali aku bangun dan membantu pengurus rumah memasak. Aku ingin membuat pria itu terkesan padaku. Mungkin dari makanan bisa turun ke hati.

Ku lihat Rara muncul. Bibirnya tersenyum. "Selamat pagi kakak," sapanya riang. Aku ikut tersenyum menyambut senyumannya.

"Pagi."

"Wah ... kakak yang memasak semua ini?" tanya Rara takjub melihat begitu banyak makanan yang tersedia di meja makan.

"Tidak. Itu kreasi bibik." Aku menoleh kepada pengurus rumah yang berada di sebelahku.

"Tidak. Ini kebanyakan non Zia yang memasak. Saya hanya sedikit membantu saja." Bibik tua ini menunjukku.

"Wah ... hidangannya bervariasi. Senang sekali tinggal di sini. Kakak hebat." Gadis itu duduk di meja makan. Kurasakan hatiku membuncah senang saat mendengar pujian itu. Tak lama muncul Gara dan di susul Hanen dari atas. Dia sudah berpakaian rapi.

"Apa ada acara pagi ini?" tanya dia heran melihat meja makan penuh.

"Tidak," jawabku pelan. Namun aku pastikan pria ini mendengarnya.

"Ayo, kita cepat sarapan pagi," ajak Rara. "Kak Zia juga ikut sarapan." Aku mengangguk. Setelah mencuci tangan, aku menarik kursi ikut sarapan pagi bersama. Sementara Gara hanya mengikuti tanpa bicara.

"Masakan kak Zia lezat, ya ..." Rara berceloteh. Sekali lagi memuji masakanku.

"Zia?" tanya Hanen yang akan menyuapkan makanan dalam mulutnya. Tangannya berhenti tidak meneruskan makan. Menoleh pada Rara dengan raut wajah heran.

"Iya." Rara mengangguk. "Pagi-pagi kakak sudah memasak untuk kita." Hanen melihat ke arahku.

"Karena ini hari pertama Gara dan Rara tinggal di rumah ini, aku ingin menyambut mereka," ujarku sambil tersenyum tipis. Menunjukkan kesungguhanku menjadi istrinya.

"Terima kasih." Rara mengacungkan sendoknya sambil berucap. "Aku baru tahu bahwa kak Zia pandai memasak." Bibik di yang berdiri di belakang ikut tersenyum.

"Semua wanita memang di haruskan pandai memasak, Ra. Begitupun kamu. Jadi sebuah kewajaran jika seorang wanita itu pandai memasak," ujar Hanen menanggapi adiknya. Tangannya yang akan menyuap tehenti. Di letakkan sendok yang ada di tangannya pada piring berisi satu porsi makanan. Lalu meraih gelas yang berisi air putih dan meneguknya. "Lagipula ... memasak sebanyak ini di pagi hari terasa tidak wajar. Terlalu berlebihan jika sarapan pagi memasak masakan dengan berbagai menu."

Rara tertegun. Bahkan Gara yang sejak awal hanya memikirkan makanan yang ada di piringnya kini mendongak. Bibik yang sedang meletakkan gelas berisi air di sampingku sedikit terperanjat. Tubuhnya berjingkat dan bibirnya menyerukan kekagetan dengan sangat lirih. Bahkan tangannya sempat menutup mulut karena terkejut.

"Eh, ini kan karena memang ada acara penting Kak. Penyambutan kedatangan kita. Jadi tidak aneh kan jika masak lebih banyak dari biasanya." Rara mengatakan itu sembari menoleh padaku. Mungkin dia bermaksud menetralkan atmosfir meja makan yang mendadak tegang.

"Sepertinya aku harus datang lebih pagi daripada biasanya. Ada seorang klien yang ingin kutemui pagi ini. Zia, kamu bisa berangkat bersama Gara. Aku berangkat dulu." Hanen melesat pergi dari meja makan.

Ku rasakan tamparan telak barusan. Dengan jelas Hanen menunjukkan ketidaksukaannya pada makananku. Yang itu berarti dia tengah mempermalukannku di depan saudara-saudaranya. Rara melihatku iba. Dia menyadari sikap Hanen barusan. Sikap tidak peduli padaku sebagai istrinya.

Bola mataku melirik sekilas. Piring pria itu masih penuh. Hanya dimakan beberapa. Hanen berhenti makan saat mendengar bahwa masakan ini semua aku yang membuat.

"Bi, buatkan aku bekal untuk makan siangku di kantor," ujar Gara tiba-tiba. "Ambilkan dari makanan ini untuk mengisinya." Gara menunjuk ke hidangan di meja makan. Rara menoleh.

"Baik, Tuan." Bibik mengangguk. Rara hendak mengikuti langkah Gara, tapi sesaat dia berpikir itu akan terlihat seperti basa basi karena ikut-ikutan kakaknya. Rara ragu.

"Kalau mau membawa bekal, bawa saja. Tidak perlu berpikir ke yang lain," tegur Gara menyadari kebimbangan adik perempuannya. Rara yang sedang melihat ke arah hidangan di meja makan terkejut dan menoleh.

"Baiklah ... " Rara tersenyum. "Aku juga ya, bik. Sekalian dua. Aku akan makan siang bareng dengan temanku. Dia akan senang dapat makan siang enak begini."

Aku tahu mereka melakukannya karena ingin mengurangi rasa sakit hatiku karena Hanen. Tanganku menyuap makanan kemulut. Hanen lupa. Biasanya dia bisa menahan diri dan bersikap baik. Dia lepas kendali dan menunjukkan sedikit kebenciannya padaku.

**

Rara juga ikut satu mobil dengan Gara. Gadis ini masih belum memakai mobilnya sendiri untuk ke kantor. Sepertinya Mama belum mengijinkannya. Kuliah saja dulu masih di antar sopir.

Sesuai yang di minta mereka, bekal yang berisikan masakan yang ku buat benar-benar mereka bawa. Aku sedikit terharu melihat ketulusan mereka ingin membuatku nyaman.

Rara meminta turun dari mobil saat masih belum masuk kantor. "Aku turun di sini." Gara melongok ke belakang.

"Ada apa, Ra?" tanyaku heran.

"Enggak. Aku hanya ingin berjalan kaki saja menuju ke dalam gedung. Enggak apa-apa kan, Kak?" tanya Rara pada Gara.

"Terserah. Yang penting kamu tidak sedang membuat masalah," ujar Gara datar.

"Tidak mungkin. Aku kan bukan kak Gara. Sudah. Aku turun dulu. Dah, kak Zia." Rara turun dan meninggalkanku sendirian di bangku belakang.

Sesaat aku menyesal tidak ikut Rara. Suasana di mobil sedikit tidak nyaman karena aku teringat kejadian tadi pagi. Namun, mengingat bahwa pria ini kurang begitu menggubris banyak hal, aku pun lega. Apalagi tadi dia sudah mencoba mengurasi rasa tidak nyaman dan sedih karena Hanen menolak makan masakanku.

1
Riya Datau
akhirnya yg d tggu² gara dan zia tamat setelah aku gak buka² cek klo udh lanjut makasih athor aku tuh fans banget gara zia dr bab pertama jodohnya nyasar k kakaknya dlu
Yuyun suseni
😍😍
Yuyun suseni
selalu suka karangan kak Lisa.. 😍
pawon ngebul
kakak othor terimakasih banyak garazia uda tamat maaf bru bs ksih comen abis iling dr jkarta heeee
TM
ibu dan anak itu memang team yg hebat. bisa memecahkan masalah percintaan keluarga
TM
gara itu nemplok kyk perangko klo soal Zia. aku baca lagi...
TM
greatttt!
TM
aaarghh Garaaa Zia akhirnya brjodoh😄
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
dak dik duk....
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
woww wowww ternyata...
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Beruntung mama mertua Zia memahami posisi Zia saat ini
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Zia memasang tembok kokoh untuk menutupi hatinya yang rapuh. Selalu menolak segala perlakuan Gara... agar hatinya tidak goyah.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Gara selalu menjadi garda terdepan yang melindungi Zia...
Ossy Rukni
Saya baru marathon baca setelah tamat
.
setelah sekian lamaaaaaa🥹
Anonim
makasi kak lady atas cerita kerennya🙏
LisA: Terima kasih sudah baca meski barusan ditamatin😁
total 1 replies
Anonim
akhirnya setelah sekian tahun, gara zia menikah. gak sia2 nunggu sang penulis hiatus😍
LisA: Terima kasih sudah setia menunggu🙏
total 1 replies
Anonim
so sawit gara🤭
Anonim
ini dah ditunggu dari lama kak lady😍
Suci Lestari
/Good//Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!