Hai readers kesayangan.
Kembali lagi bersama Author
kali ini cerita nya tentang anak sekolah ya
yang bernama Freya dan Gardan .
ikuti terus gimana kisah cinta dua pasangan muda mudi ini.
No Wa.082187884540
ig : Nr_trisyaae21
jangan lupa follow ya
and SV no WA nya Trisya
jangan lupa follow akun ig gue ya @nrtrisyaae21
jangan lupa vote ya guasy
***
jangan lupa vote dan komen ya
salken
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nr_trisyaae 21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bekal
**********Happy reading pembaca setia 😘😘😘
Jangan lupa tinggalkan jejak ya biar author makin semangat nulisnya ❤️❤️❤️
I love you ❤️
🌹🌹🌹******
Freya dan teman-temannya berjalan
beriringan masuk ke area kantin. Seperti biasa, mereka menjadi pusat perhatian. Freya mengedarkan pandangannya mencari Keberadaan Gardan and the geng nya.
"Kalian duluan, gue ada perlu sebentar," ucap Freya kepada teman-temannya.
Mereka pun mengangguk lalu berjalan menuju meja biasanya meninggalkan freya.Freya berjalan seraya menggenggam erat bekal dan susu kotak yang ia bawa dari rumah nya tadi.
"Ekhem!" dehem Freya membuat ketiga laki-laki menatap ke arah nya .
"Eneng cantik, ada perlu apa kesini,Cari Abang ya ?" tanya Julian dengan nada centil nya.
" Engk ,gw kesini buat Ngambil nyawa lo," ucap Freya santai membuat Julian bergidik ngeri.
"Ambil aja, gue ikhlas kok." celetuk membuat Raka membuat Julian kesal tentunya.
Freya menatap ke arah Gardan yang menatapnya datar. Tanpa sepatah katapun Freya menaruh bekal dan kotak susu yang sempat iya bawah tepat dihadapan Gardan . Setelah itu ia mengambil mie ayam dan teh manis yang belum Gardan makan sedikit pun. Freya pun pergi begitu saja membuat Raka dan Julian terkejut, sedangkan Gardan tetap dengan wajah datar tanpa Ekspresi itu.
Setelah kepergian Freya, Gardan menatap kotak makan yang ada dihadapannya saat ini. Dengan ragu ia membuka kotak makan tersebut.
"Widih sandwich," ucap Julian menatap sandwich yang tampak menggugah selera.
"Gue mau satu ya?" Ucap Julian sambil menatap melas ke arah Gardan.
Gardan mengangguk. Julian pun mengambil satu potong sandwich lalu memakannya. Tiba-tiba raut wajahnya berbinar lalu memakan sandwich tersebut rakus.
"Sandwichnya enak banget," ucap Julian menggebu-gebu setelah menghabiskan sepotong sandwich.
Freya menatap sandwich pemberian Freya.Seketika ia meneguk salivanya. Disatu sisi ia lapar tapi disatu sisi lain ia ragu untuk memakannya. Dengan ragu ia mengambil sepotong sandwich lalu memakannya.
Gardan terdiam sejenak, benar apa kata Julian. Sandwich yang ia makan saat ini rasanya benar-benar sangat enak.
Freya menyunggingkan senyumnya menatap ke arah Gardan yang memakan sandwich yang ia buat. Setidaknya satu rencana telah berhasil, Freya akan membuat Gardan luluh secara perlahan dan jatuh cinta pada nya.
jam pulang sekolah telah tiba.
Freya menggerutu dipinggir jalan karena ban Mobil nya bocor. Ditambah lagi ponselnya mati membuat Freya bertambah kesal. Jika ia harus mendorong Mobil nya pun rasanya tidak mungkin karena posisinya saat ini sangat jauh dari rumahnya dan ukuran mobil oun bukan lah ukuran motor ya g dengan mudah Nya di dorong.
Tiba-tiba motor Ninja Warna putih berhenti tepat dihadapan Freya Orang tersebut pun membuka helmnya membuat freya membelalakkan matanya.
"Kenapa?" tanya Gardan datar.
"Maksudnya?" tanya Freya balik karena ia sama sekali tidak mengerti apa yang Gardan ucap kan itu.
"Mobil loh," ucap Arthur datar.
"Bilang dari tadi dong sayang,ini ban mobil nya bocor"Jawab Freya dengan terkekeh
Gardan memutar matanya jengah sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya. Entah dengan siapa Gardan telepon, Freya tidak tahu.
"Ayo," ucap Gardan dan membuat Freya bingung lagi.
"Gue anter pulang." lanjut Gardan
"Ta-tapi Mobil gue gimana, sayang?" tanya Freya.
"Nanti dianter kerumah lo." Jawab Gardan dengan datar.
Tidak lama pun dua orang laki-laki datang. Bisa Freya tebak jika dua orang itu adalah orang suruhan Gardan.Freya pun memberikan kunci mobilnya kepada salah satu orang tersebut lalu berjalan menghampiri Gardan seraya memegang helm di tangannya.
Gardan mengambil kotak makan lalu menyodorkan pada Freya, "makasih," ucapnya dengan singkat padat dan jelas.
"Sama-sama." jawab Freya seraya tersenyum tipis.
Setelah memastikan Freya telah duduk dibelakangnya, Gardan pun langsung menjalankan motornya menuju rumah Freya.
Hanya butuh waktu 20 menit untuk mereka sampai di rumah Freya. Seketika Freya mengernyitkan keningnya ketika ada 2 mobil terparkir di rumahnya.
"HALLO CUCUKU SAYANG, BUSET DIANTER SAMA COWOK NIH, PACAR KAMU YA?." pekik BIMO seraya menghampiri Freya dan gardan.
"Biasa, lagi pendekatan." timpal David yang ada dibelakang Bimo.
Rasanya Freya ingin sekali berteriak kepada dua orang laki-laki yang berbeda usia ini. Dipastikan mereka akan membuat ulah, Freya tidak ingin itu terjadi Kepada Gardan.
"Nama lo siapa bro?" tanya David seraya merangkul bahu Gardan ,sok kenal 🤪.
"Gardan"Jawab nya singkat dan datar.
"Udah deket sama Cucu saya berapa lama?" tanya Bimo seraya menaik turunkan alis nya, Gardan hanya diam, ia tidak ingin membalas ucapan kakek Freya itu.
"Paling juga tiga hari, ya kan bro?" tanya David , GARDAN hanya mengangguk saja.
"Mau masuk ga bro? Kita adu catur atau mau main Mobile Legend? Tapi adu ayam kayaknya seru bro," ucap David mengajak Gardan untuk ke dalam, Gardan pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kamu ngomongnya irit banget, lagi banyak hutang ya?" tanya Bimo , Geram dengan Gardan
"ASTAGFIRULLAH, UDAH MENDINGAN KALIAN BERDUA KE DALAM AJA." pekik Freya dengan kesal.
"Ada apa ini?" tanya Vino (Kakek Dari Ayah nya Freya) yang datang menghampiri mereka.
"Opa, mereka berdua berulah." adu Freya pada Vino seraya menunjuk ke arah David dan Bimo (Kakek dari ibunya Freya).
"Perasaan kita berdua ga gangguin kamu tapi kita tanya-tanya Gardan dh," ucap Freya.
"Iya bener." timpal Bimo.
Vino melirik ke arah Gardan sekilas lalu menarik tangan Bimo dan David untuk memasuki mansion. Bahkan ia tidak menghiraukan Besan dan putra nya itu yang terus mengoceh. Like father like son.
Freya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "maafin ulah Kakek sama Daddy aku ya ," ucap Freya.
Gardan mengangguk, "gue balik." pamit Gardan.
"Makasih ya," ucap Freya dengan tulus. Gardan tidak menjawab, ia langsung pergi membuat Freya terus menggerutu.
Freya memasuki mansion dengan menghentak-hentakkan kakinya. la benar-benar kesal dengan ulah Daddy dan Kakeknya. David, Ayunda,Vino,Sinta,Bimo dan nana pun menatap bingung ke arah Freya.
"Apa?!" tanya FREYA dengan galak ya kepada Sang Daddy.
"Tidk ada sayang"Jawab David
****Bersambung ❣️❣️❣️
******Jangan lupa tinggalkan jejak ya ,biar author makin semangat nulisnya ❤️❤️❤️
Mohon maaf jika Masih ada kekurangan kata dalam Karya saya 🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa***
📌vote
📌Komen
📌Like
📌Rate bintang lima nya
📌Dan share
Setiap yang kalian tinggal kan adalah keberuntungan bagi Author 🎗️
i love you ❤️
Jangan lupa mampir ke karya author yang lain ya 🌹
Makasih banyak buat yang udah mau komen ,like dan vote karya author🙏🏻****.
sayang banget