NovelToon NovelToon
RISALAH JODOH (New Version)

RISALAH JODOH (New Version)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Patahhati / Spiritual / Dosen / Tamat
Popularitas:78.5k
Nilai: 5
Nama Author: mbu'na Banafsha

Blurb :

"Saya harus menikahi Hanin Minggu depan," ucap Ammar dengan berat hati.

Mereka sama-sama terdiam membisu selama beberapa waktu.

"Selain itu ... saya juga mohon izin untuk menghapus kontakmu dari ponsel ini," lanjutnya seakan ingin menghapus semua jejak tentang Nadeen.

Sepintas, kita bisa memilih jodoh yang kita impikan. Menjalin hubungan dengan seseorang yang kita katakan memiliki kecocokan. Namun, berbagai kemungkinan masih bisa terjadi di luar keinginan.

Jangan bersedih, Nadeen. Allah akan mengatur semua menjadi seindah-indahnya kisah cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Pertanyaan

Setelah kembali dari Sleman, Hanin memutuskan untuk pindah tempat kost, karena kebetulan ada satu kamar yang baru dikosongkan di sebelah kamar Nadeen.

“Ternyata di sini lebih nyaman tempatnya,” ucap Hanin seraya berbaring sambil mengangkat telapak tangannya. Dia masih belum bosan menatap cincin berlian yang tersemat di jari manisnya. Bibirnya pun tak bisa berhenti untuk tersenyum, sambil memiringkan wajahnya ke kiri dan ke kanan.  Apa ini reaksi orang yang tengah kasmaran?

“Aahh, senangnya jadi calon istri kapten pilot, bisa keliling dunia kapan saja.” 

“Kamu salah. Bukannya jadi istri pilot itu harus siap ditinggal? Aku malah takut kalau dia kepincut pramugari cantik di dalam pesawatnya.”

“Jangan dong! Aku yakin, Mas Hafidz-mu itu orang yang sangat setia.”

“Aamiin ….” ucap Hanin lalu menoleh ke arah Nadeen. Tiba-tiba dia teringat Ammar. Sejauh mana hubungannya dengan Ammar.

“Nad, gimana kamu sama Pak Ammar?” 

“Gimana apanya maksudmu, Nin?” jawab Nadeen seraya menghindari tatapan mata Hanin. 

Aku dengar dari pihak keluarganya, jika Pak Ammar pun akan segera menikah setelah Kakaknya menikah terlebih dahulu. Itu artinya setelah Mas Hafizd menikahiku, maka  Pak Ammar akan melamar gadis pilihannya.

Nadeen segera memutarkan kepalanya karena penasaran.

“Menikah?” tanya Nadeen sambil membulatkan matanya dengan sempurna.

“Kamu penasaran, Nad?”

“Ohh, tidak,” jawabnya sambil meluruskan kembali pandangannya untuk menyembunyikan wajahnya yang penuh tanya. “Apa selama ini, dia sudah memiliki calon istri?”

“Bisa jadi, kalau gadis pilihannya itu ternyata kamu, Nad.”

Nadeen menepiskan senyuman sambil memalingkan wajahnya yang memerah.

“Bercanda kamu.”

“Laki-laki seperti dia mungkin akan memperistri wanita seperti kamu, Nin. Orang tuanya tidak akan memilih wanita sembarang,” lanjutnya sambil menghadap Hanin.

“Tapi menurutku, kalian sangat cocok. Aku senang karena akhirnya kita akan menjadi lebih dekat, jika Pak Ammar memilihmu.”

“Menikah adalah satu peristiwa yang sudah pasti ada dalam rencana setiap orang yang belum mengalaminya, termasuk aku dan juga Pak Ammar. Namun, kapan, di mana, siapa, dan seperti apa jalannya kita tidak tahu ya, Nin.” 

Setelah cukup lama mereka berbincang di kamar Nadeen, Hanin kembali ke kamarnya yang bersebelahan itu.

Tiba-tiba ponsel Nadeen bergetar di atas meja belajarnya.

[Assalamualaikum, ukhty, apa saya mengganggu …?]

[Waalaikum salam, baru saja menemani calon kakak ipar Pak Ammar, tapi dia baru saja kembali ke kamarnya …,] balas Nadeen dengan cepat.

Apa yang dia inginkan? Kenapa masih menghubungiku? Aku benar-benar takut dengan perasaan ini.

[Benarkah? Dia benar-benar pindah ke tempatmu?  Baguslah, Ukhty....]

Nadeen merasakan jika belakangan ini sikap Ammar tidak begitu kaku lagi seperti sebelumnya. Meskipun hanya dalam bentuk teks pesan singkat, bahasanya kali ini mulai terasa akrab. Namun, untuk apa dia bersikap seperti ini?

[Apakah aku boleh menelponmu sekarang?]  pinta Ammar dalam pesan singkat.

Sontak, Nadeen membulatkan matanya. ‘Apa Pak Ammar tidak salah mengetik pesan?’ batin Nadeen sambil membaca pesan berulang-ulang. ‘Atau aku yang salah membaca pesan ini? Tidak mungkin dia memperdengarkan suaranya pada seorang wanita meski hanya dalam telepon.’

Terus terang, Nadeen sangat takut. Karena suara Ammar yang merdu seperti mantra yang bisa menggoyahkan imannya.  Dia masih berpikir, akan tetapi nada dering telepon berbunyi tiba-tiba ketika Nadeen belum sempat membalas pesan Ammar.

‘Dia benar-benar meneleponku.’ Dengan gugup, Nadeen mengangkat telepon itu.

“Assalamualaikum, Nadeen.” Ammar berhenti sejenak. Baru kali ini Ammar menyapa dengan menyebut nama Nadeen. 

“W-waalaikum … salam,” jawabnya terbata. Andai saja Ammar bisa melihat tingkah dan wajah Nadeen saat ini. Betapa merah dan terasa panas.

“Saya boleh memanggil namamu, Nadeen?”

“T-tentu, Pak.” Lidah Nadeen tiba-tiba terasa kelu.

“Maaf, seharian ini jari-jari saya sudah bekerja sangat keras sehingga saya tidak bisa menggunakannya untuk mengetik pesan.”

“Oh ….” Nadeen hanya bisa menjawab dengan bahasa yang sangat singkat dari pada nanti terdengar gugup.

“Jadi, mungkin saya akan lebih sering melakukan panggilan telepon dibanding mengetik pesan singkat saat ini,” lanjut Ammar.

“Baik.”

“Nadeen, berapa usiamu sekarang?” tanya Ammar kemudian.

“Dua puluh dua tahun, Pak. Kenapa memangnya?” 

“Saya salut dengan semangat belajarmu.” Ammar menghela napasnya sesaat. “Pernahkah kamu merasa bosan atau berpikir untuk berhenti di tengah-tengah proses hijrahmu?”

“Saya tidak pernah merasa bosan, dan semoga kata 'bosan' tidak pernah datang apalagi sampai membuat saya ingin berhenti di tengah jalan.”

“Dalam perjalanan hijrah terkadang kita akan mengalami kesulitan, kesedihan, atau bahkan kekecewaan. Apakah tekadmu akan tetap sama?”

“InsyaAllah saya ingin tetap pada pendirian saya, bahkan ketika Allah sedang memberi ujian terberat dalam hidup yang saya jalani ini.”

“Jawabanmu bagus. Saya merasa tertantang untuk menanyakan beberapa hal, maukah kamu menjawabnya?”

“Pertanyaan …? Jangan membuat saya takut, Pak. Saya jadi gemetar, loh, ini.” Nadeen terkekeh.

“Hahaha ….” Tawa Ammar terdengar sangat renyah. “Saya hanya ingin bertanya, bukan ingin membunuhmu. Saya yakin, kamu pasti bisa menjawab dengan tepat karena kamu sudah belajar dengan baik selama ini.”

“Masih banyak yang harus saya pelajari, Pak. Karena ternyata semakin digali, maka ilmu semakin dalam dan tidak ada habisnya.”

“Memang begitulah, bahkan pepatah mengatakan jika kita gunakan air laut sebagai tinta untuk menuliskan ilmu yang ada di langit dan di bumi ini, itu tidak akan pernah cukup.

“Oh ... tapi tenang saja, saya hanya akan menanyakan satu pertanyaan dalam sehari.”

“Satu hari satu pertanyaan?”

“Iya, besok malam saya akan kembali meneleponmu untuk pertanyaan yang pertama. Bersiaplah!”

Nadeen tampak mengerutkan wajahnya setelah panggilan telepon dari Ammar berakhir.

 

 

1
Azqiara
ku tunggu di saat yang tepat
Azqiara
Aku ninggalin jejak di sini ya kak. Salam kenal kak mbuna.
Mama Reni
Sangat menarik
Azqiara
Masyaaallah. keren banget ni ceritanya
Azqiara
Ceritanya bagus..
Mom Yara
bagus kak, swru ceritanya
Susana
Alhamdulillah, akhirnya bisa hadir di sini. Setelah berjuang hampir dua jam. 🤧🤧
Semangat, Kak. 😍😍
Nurma Azalia Miftahpoenya
Luar Biasa
Asma Chusna
cakep banget tor ada dakwahnya
Mari ani
aku mampir Kak.
Um_bell29
Hafidz jadi anak pertama ngga gentle😒. Berani meminang tapi enggak berani menolak. Kalo kek gini dua keluarga dipermalukan. Salah satu batalin pasti udah tercoreng nama baiknya. Hafidz... Hafidz, sini lu pulang! Adu jotos sama bapaknya Hanin!
DHurley123
berasa ketampar ini sama alur cerita nya, hijrah nua nadeen ini gila sih .. lanjutkan thor
DHurley123
wow aku baru pertama kali baca novel yang disertai ayat suci Al-Qur'an dalam penjelasan nya.. mantap thor 👍
EuRo
ceritanya bagus menginspirasi.
bung@ter@t@i
aku mampir kak
Aisyah farhana
nunggu lanjutannya kak
Nahla Zakira
subhanallah sunggu bgs cerita thorbyk ilmu yg aq petik.bukan hy skdr cerita cinta y aj yg buat aq terharu.tp setiap isi dr cerita ne byk mengandung ilmu.lanjuuut thor.semoga mangkin byk ilmh yg aq dpt
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿𝔐𝔟𝔲𝔫𝔞: Terima Kasih Kak🙏
total 1 replies
nafisa aqila
ehhh ini blom tamat ya... ceritanya masih gantung.... dilanjutin dong thoorrr....
sabar menunggu ala2 nadeen 😙😙😙
Susi Susilawati
mana lanjut nya mbu
aku menanti cepat lah cepat lah
Mami
ayo mbuna lanjut aq padamu😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!