NovelToon NovelToon
Laraku

Laraku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: TISSA TTS

Bagaimana jadinya jika seorang wanita yang mengidam-idamkan seorang laki-laki sudah sekian lama, tiba-tiba saja ia bisa menikahi laki-laki tersebut, apakah ia bisa mendapatkan hatinya atau kah semuanya hanya cerita sesaat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TISSA TTS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Tinggal Rigo

"He he he!" Lara tersenyum dipaksakan.

"Hai Rigo!" Ucap Lara disertai dengan jantungnya yang berdetak cepat saat melihat wajah Rigo yang tiba-tiba muncul dari balik kaca jendela mobil.

"Ada perlu apa ke sini?" tanya Lara yang begitu penasaran sejak melihat mobil Rigo terparkir tepat di depan gerbang kosan miliknya.

"Apa kamu akan mengantarkan aku bekerja?" Lara tersenyum lebar mencoba menebak sesuai dengan apa yang ia inginkan, namun Rigo tidak mengatakan apapun, ia hanya diam menatap ke arah Lara.

"Kalau kau tidak masuk sekarang, aku akan menabrak mu!" Perkataan Rigo membuat Lara merinding dan segera masuk ke dalam mobil duduk di belakang Rigo.

"Apa kamu Fikir aku ini supir pribadi mu?" Rigo menatap ke arah Lara dari balik kaca spion.

"Tidak, kamu bukan supir pribadiku, kamu Rigo!" Ucap Lara dengan begitu polosnya.

"Ternyata bukan hanya wanita matre tapi kamu juga seorang wanita yang bodoh!" Ucap Rigo.

"Apa maksudmu!" Tanya Lara sedikit menaikkan nada bicaranya, dan ia masih duduk tepat berada di belakang Rigo.

Rigo menarik nafasnya sangat dalam, "Pindah kedepan, atau aku yang akan menyeret mu!" Ancam Rigo dengan tatapan penuh emosi.

Kali ini Lara baru tersadar jika maksud dari ucapan Rigo adalah untuk menyuruhnya pindah duduk di kursi depan, Lara pun segera berpindah posisi, kini ia telah duduk tepat di pinggir Rigo yang tengah memegang kemudinya.

"Maaf, aku tidak mengerti maksud perkataan Mu!" Kata Lara menatap Rigo penuh penyesalan, Rigo menatap ke arah Lara membalas ucapan Lara dengan tatapan tajamnya.

Tanpa berkata, Rigo segera menyalakan mesin kemudi Mobilnya, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, Lara sangat terkejut dengan cara Rigo menjalan mobilnya sangat ugal-ugalan, Entah memang sengaja karena ia membawa Lara ataukah memang gaya menyetir ala Rigo seperti itu. Lara terlihat sudah mengamankan dirinya pada sebuah pegangan yang berada tepat di atas jendela. Rigo juga berkali-kali menekan Klakson saat melihat kendaraan lainnya menghalangi laju mobil miliknya.

"Tuut tuut!" Untuk kesekian kalinya klakson mobil di nyalakan.

Lara menatap ke arah Rigo, aura wajah Rigo masih terlihat penuh emosi, ia juga seakan melampiaskan semuanya pada sebuah klakson mobil dan sebuah pedal gas di kakinya, membuat perjalanan yang sangat mendebarkan jantung Lara hingga kini wajah Lara terlihat sangat pucat, dan bagian dalam perutnya seakan di aduk-aduk.

"Em, kalau boleh tau, kita mau kemana?" Tanya Lara sambil menahan mual di perutnya.

Bukannya menjawab ucapan Lara, Rigo semakin kencang menekan pedal Gas di kakinya.

"Bisa kah kamu memelankan laju mobilnya, kepalaku sangat pusing!" Ucap Lara masih menahan pusing dan rasa mual di perutnya, kali ini rasa mual nya seakan naik ke atas tenggorokan

"Tolong hentikan mobilnya sebentar saja!" Ucap Lara. Namun urung di dengar oleh Rigo.

"Rigo tolong hentikan mobilnya!" Lara menaikan ucapannya karena Rigo urung mendengarkannya, karena teriakan Lara, kali ini Rigo melirik ke arah Lara, di lihatnya wajah Lara yang sangat pucat, dan Rigo pun segera membelokkan mobil miliknya di pinggiran jalan.

Lara segera keluar, dan ia terlihat mengeluarkan semua isi perutnya.

Rigo menatap Lara dari balik jendela.

"Begitu saja dia muntah!" Ucap Rigo sambil memperhatikan Lara.

Setelah selesai mengeluarkan isi perutnya, Lara kembali lagi kedalam mobil, wajahnya masih terlihat pucat.

"Apa ini masih jauh?" tanya Lara merasa khawatir jika Rigo akan menjakan mobilnya secara ugal - ugalan kembali.

"Bukan kah laki- laki tua itu sudah memberitahumu apa yang akan kita lakukan hari ini?"

Lara menggelengkan kepalanya, "Tuan Alban tidak menelpon hari ini!" Ucap Lara.

Rigo terlihat mengangkat salah satu alisnya menatap Lara seolah tidak percaya apa yang di katakan Lara.

"Kemanapun itu, tolong jalankan mobilnya dengan betul, aku sangat tidak tahan bagaimana kamu menjalankan mobil sangat kencang, dan berkali kali hampir menabrak!" Lara berkata memprotes Lara.

Mendengar ucapan Lara membuat Rigo tetlihat mengeraskan Rahangnya, tak senang dengan apa yang di katakan Lara kepadanya, kemudian mentap Lara sangat tajam.

"Turun!" Rigo menyuruh Lara untuk keluar dari mobilnya.

"Turun?" Tanya Lara kembali, memastikan apa yang di ucapkan Rigo kepadanya.

"Aku bilang turun! seenaknya saja kamu bicara!"

"Maaf tapi.." Lara menatap Rigo, melihat raut wajahnya yang begitu menakutkan, Lara segera keluar dari mobil Rigo.

Rigo membuka kaca jendela mobilnya, dan melempar sebuah brosur kepada Lara. Lara mengangkat salah satu alisnya saat membaca brosur yang di berikan Rigo kepadanya.

"Kalau lebih dari lima belas menit kamu belum ada di sana, aku akan menghabisimu, dan pastikan si rambut putih tidak menyalahkanku!" Tanpa membiarkan Lara menjawab perkataannya, Rigo segera menutup kaca mobilnya dan segera melajukan kencang mobil sprot hitam miliknya.

"Apa maksudnya, benar - benar dia sangat menyebalkan, bagaimana mungkin aku akan menikahinya, aku kira dia sangat baik ternyata dia lebih dari sekedar baik!" Lara terlihat mengigit bibir bagian bawahnya merasa khawatir apa yang akan terjadi dengan dirinya nanti.

Setelah itu, Lara membolak-balik brosur yang di berikan Rigo kepadanya.

"Apa ini tempat semacam untuk acara pernikahan!" Lara membulatkan kedua bola matanya saat menyadari jika brosur yang ia pegang adalah butik tempat pakaian pengantin.

"Baju pengantin?" Lara membulatkan kedua bola matanya, seakan tidak percaya apa yang akan terjadi kepadanya.

"Apa aku benar-benar akan menikah?" Lara menarik kedua sudut bibirnya, setelah itu ia mengerutkan kedua bibirnya saat mengingat perlakuan Rigo kepadanya.

"Tidak apa-apa Lara, kamu pasti bisa, semua akan baik-baik saja!" Lara menyemangati dirinya sendiri kemudian tersenyum lebar.

***

Lara akhirnya sampai di sebuah butik tempat pakaian pengantin, dengan menggunakan Tadi Online lah Lara sampai di butik tersebut. Setiba nya di sana, Lara berlari dengan kencang karena Lara merasa jika ia sudah melewati waktu 15 menit, waktu yang di tentukan Rigo untuk Lara sampai di butik tersebut.

"Maaf aku terlambat!" Lara terengah-engah mengatur nafasnya.

Rigo melihat jam tangan yang melingkar di tangannya, menarik salah satu sudut bibirnya kemudian menatap tajam ke arah Lara.

"Kau tahu 10 menit itu sangat berharga, tunggu saja aku akan memberikan mu sebuah hukuman!" Menatap sinis ke arah Lara.

"Rigo!" Kakek Alban yang duduk di samping Rigo memotong pembicaraan.

"Dia tidak tahu waktu, pantas di berikan pelajaran, membuat kita menunggu!"

"Bukan kah sudah kakek katakan untuk menjemputnya!" Kini giliran kakek Alban yang memarahi Rigo karena berkata seenaknya kepada Lara.

"Aku sudah ke sana, dia sendiri yang menolak ajakan ku, dia bilang dia mau ada perlu dulu!" Rigo memutar balikkan kenyataan yang sesungguhnya.

Mendengar ucapan Rigo membuat mata Lara membulat seketika, mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.

"Apa maksudnya, menyebalkan sekali, bukankah dia yang memintaku untuk turun dari mobil!" Ucap Lara jauh di dalam hatinya.

"Bukankah begitu?" Tanya Rigo menatap Lara dengan penuh kelicikan.

"I, Iyah tuan, tadi saya memang menolak ajakan Rigo, kebetulan saya ada janji ketemu dulu dengan seorang teman!" Lara membenarkan ucapan Rigo, walaupun di dalam hatinya masih tak terima dengan semua ucapan Rigo kepadanya.

"Benarkah?" Kakek Alban seakan tidak percaya dengan ucapan Lara kepadanya.

"Baiklah kalau begitu, aku tinggal dulu, kalian harus memilih, pakaian yang mana yang akan kalian kenakan saat menikah nanti!" Kemudian kakek Alban pergi meninggalkan Rigo dan Lara di butik tersebut.

"Sebelah sini Nona!" Seorang pegawai menunjukkan beberapa model baju pengantin keluaran terbaru.

Saat sedang memilih, Lara melihat Rigo beranjak dari kursinya, melangkah menuju pintu, seketika Lara berteriak ke arah Rigo.

"Rigo kamu mau kemana?" Teriak Lara.

Rigo melirik ke arah Lara, kemudian menjawab ucapan Lara, "Bukan urusanmu!" Rigo meluruskan pandangannya kedepan, hendak membuka pintu namun tertahan oleh Lara yang menarik lengan Rigo.

"Bukankah kita harus memilih gaun pengantin?" Lara sangat terlihat bingung, apa yang harus ia lakukan jika Rigo benar-benar pergi meninggalkan ia sendirian di tempat tersebut.

"Singkirkan tangan kotor mu!" Ucap Rigo menatap penuh kebencian ke arah Lara.

"Tapi bagaimana dengan gaunnya?" Jawab Lara.

"Terserah, apapun yang kau inginkan! bukankah si tua itu akan selalu menuruti apapun yang menjadi pilihanmu!" Rigo berkata kepada Lara dengan penuh emosi dan kebencian.

Rigo melepaskan tangan Lara secara kasar kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Lara di tempat tersebut.

1
Milah Rossa77
bagus
Nurdin Nurdin
cerita
Nurdin Nurdin
seru
Nurdin Nurdin
hebat
Nurdin Nurdin
seru
Nurdin Nurdin
asik
Nurdin Nurdin
seru banget
Nurdin Nurdin
semaking seru aja cerita ini
Nurdin Nurdin
cerita yg bagus
Zahwa Nisa
sangat bagus
rio
lanjut up-nya tor 🙏
Muhammad Refli
jangan lama2 tor upnya😁😁
yah lama lagi nih nunggu upnya
Oktavia Utomo
buat rigo bucin sama lara Thor , aqu gemes sama rigo...pengen tak jitak tu orang tak berperasaan
up lagi dong....
kenapa lama kali up nya thor...
padahal tiap hari diintip
Oktavia Utomo
akhirnya up juga Thor setelah sekian purnama....yuk tak tunggu upnya
Beby AMy
Kirain sdh tamat ceritanya
ngilang authornya
Zubaidah Baidah
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!