Dilarang Spam promo!!!
Promo boleh tapi jangan spam...
Diasingkan dan dikurung di bulan oleh Ayah yang dia kira Ayah kandungnya sendiri hanya karena difitnah oleh adik angkatnya membuat hati kecilnya tersakiti.
sampai suatu hari sang Ayah palsu membunuh seorang gadis hanya karena tidak sengaja menggores lengan putri kesayangannya Fedora dengan anak panah, sang kakek dari gadis tersebut mengutuk ayahnya.
Dan dia harus menunggu malam di mana bulan merah di kelilingi tujuh bintang barulah dia bisa keluar dari bulan.
"Aku kembali hanya untuk membuat kalian menderita seperti yang pernah kalian perbuat kepada... Bunda"
-Chiarina Ayla Aezar-
Namun siapa yang tahu perubahan saat di akhir. Yang dia kira adalah kebahagiaan nyatanya hanya kepedihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cute summer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kisah sang Ayah l
Venzo Zayyan Aezar POV
Terlahir menjadi calon putra mahkota tidak membuat hidupku bahagia, sejak kecil aku selalu dituntut untuk menjadi sempurna tidak boleh ini tidak boleh itu huh aku sangatlah muak dengan orang tuaku, mereka tidak pernah memberikan kasih sayang seperti kebanyakan orang tua, Ayahku tidak punya waktu untukku, setiap hari hanya berkas yang dia kunjungi, sedangkan Ibuku dia lebih mementingkan rakyatnya dan tubuhnya, tapi untuk adikku mereka selalu meluangkan waktunya ini benar-benar tidak adil.
"Permisi pangeran Yang mulia Kaisar memanggil anda keruang kerjanya." ucap pelayan memberitahu.
"hem tunjukan jalan." jawabku datar.
Aku berjalan mengikuti pelayan di depanku ini menuju keruang kerja Kaisar, ah ya aku ini baru berusia 10 tahun sedangkan adikku 8 tahun, disepanjang jalan semua orang yang melihatku selalu membungkuk dan memberi salam meski terpaksa.
Sejak usiaku 6 tahun aku selalu mengenakan topeng hitam diwajahku, mereka mengira bahwa wajahku buruk rupa sehingga mereka menjauhiku.
"silahkan pangeran." ucap pelayan tadi membukakan pintu.
"Putra ini memberi salam kepada Penguasa Luczuro semoga diberkati." aku memberi salam kepada Ayahku karena dia ini orang yang haus akan hormat.
"hem duduklah." jawabnya datar.
"ada perlu apa sehingga Kaisar memanggil yang rendah ini." tanyaku datar, entah kenapa aku sulit untuk tersenyum meski hanya sesaat.
"Jangan terlalu merendah pangeran, saya memanggil Anda kesini karena minggu depan akan diadakan pesta di kekaisaran Arzikeil sedangkan di daerah hutan Husy sedang ada beberapa masalah jadi saya harap kau bisa menyelesaikan masalah itu selagi saya pergi menghadiri pesta." ucap Kaisar tanpa menyadari bahwa perkataannya telah menyakiti hati putra pertamanya.
"semoga perjalanan Anda menyenangkan Kaisar, masalah hutan itu biar saya yang menanganinya." jawabku.
"bagus, Anda bisa pergi." ucap Kaisar menyuruhku pergi.
"putra ini pamit Kaisar." ucapku melenggang pergi. Tadinya kukira dia akan mengajakku kepesta itu tapi ternyata aku terlalu berharap padanya, tidak tahu masalah apa yang terjadi di hutan Husy tapi aku akan menyelesaikan tugasku dengan sepenuh hati.
"Pangeran..." panggil seseorang sambil menepuk bahuku.
Kini aku sedang berada dibawah pohon sakura yang terletak dibelakang istanaku. Dan sahabatku satu-satunya datang menghampiriku.
"ada apa Leon?." tanyaku tanpa melihat orangnya.
"Saya akan membantu menyelesaikan tugas anda dihutan Husy,saya mendengar dari Ayah saya kalau masalah itu cukup rumit." ucapnya seraya duduk di sebelahku.
"hem terserah..." jawabku acuh.
***
9 tahun kemudian
Hari-hari ku lalui seperti biasanya pagi sarapan lalu berpedang, mengurung diri di perpustakaan dan pergi menjalankan tugas dari Kaisar, posisiku sudah resmi menjadi seorang putra mahkota sejak 4 tahun lalu.
Dan mulai saat itu aku selalu ikut berperang dikondisi apapun, waktuku selalu kugunakan di perbatasan, aku terlalu malas untuk melihat wajah orang-orang itu, toh mereka juga tidak peduli padaku.
aku tumbuh menjadi pria tampan, meski tertutup topeng tapi para wanita tetap saja mengejarku aku tahu mereka pasti mengincar kekuasaan. Malam ini diadakan pesta ulang tahun Kaisar di istana sehingga aku harus pulang dari dua hari yang lalu, aku tidak tahu kalau hari ini adalah hari terburukku.
"KAISAR MEMASUKI RUANGAN."
Ayahku berjalan di atas karpet merah dengan angkuh, semua bangsawan dan orang-orang yang hadir berdiri dari duduknya dan memberi salam kepadanya termasuk aku.
"Salam Kaisar semoga diberkati."
"Duduklah."
Kaisar atau Ayahku itu duduk ditahtanya, di sebelahnya ada Ibuku dan selirnya.
kualihkan pandanganku menyapu ruangan ini,banyak Kaisar dari berbagai Kekaisaran dan Raja dari daerah kekuasaan Ayahku yang sedang duduk ditempatnya masing-masing dapat kulihat putri mereka tersipu malu saat pandangan kami tidak sengaja bertemu.
"Terimakasih atas kehadiran kalian dipesta ulang tahunku ini silahkan dinikmati." ucap Kaisar.
aku meraih gelas berisi anggur tanpa menaruh curiga, di tengah sana ada penari yang sedang meleok-leok seperti ulat, ini sangat membosankan bagiku, aku keluar mencari udara segar ditaman tapi entah kenapa tubuhku terasa panas padahal cuaca sedang dingin aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku... Aku melangkah tergesa-gesa menuju istanaku. Di tengah jalan aku melihat seorang wanita cantik berambut hitam, tanpa pikir panjang aku menariknya menuju kamarku.
"Hey lepaskan aku..." teriaknya meronta didalam genggaman ku.
"Kau mau membawa aku kemana?." masih setia berteriak, aku mengabaikannya.
'BRAKG'
Kutendang pintu kamarku dan kulempar tubuh wanita tadi keranjangku, aku membuka pakaianku dan menindihnya, dia terus berteriak dengan segera ku bungkam bibirnya dengan bibirku.
Aku melewati malam yang panas bersama dengan wanita yang bahkan tidak kuketahui siapa namanya, dia menangis sepanjang malam didekapanku sampai terlelap dengan sendirinya.
pagi harinya aku terbangun karena suara tangis dari wanita tadi, aku meminta maaf dan akan menikahinya tapi...
"Aku ini sudah punya suami bagaimana bisa kau menikahiku." teriaknya memukul dadaku.
Dia bilang dia sudah bersuami dan ternyata dia adalah Selir Putra mahkota Kekaisaran Arzikeil namanya Emilia Fiorella,dia memintaku untuk tidak memberitahu kejadian ini kepada siapapun aku tidak bisa berkutik karena dia mengancam akan bunuh diri jika sampai ada yang tahu. Aku telah gagal menjadi pria bagaimana mungkin aku tidak bertanggung jawab atas perbuatanku, tapi bagaimana lagi wanita itu tidak mau kunikahi, apa aku seburuk itu.
aku mengantarkan rombongan Kekaisaran yang akan pulang kembali keasalnya karena pestanya sudah berakhir. Dapat kulihat wanita yang kutiduri sedang duduk disebelah pria yang kuduga adalah suaminya.
"Kami pergi dulu sampai jumpa dilain waktu." ucap Kaisar Cleopatra dari Kekaisaran Arziekel.
"Semoga selamat sampai tujuan." jawab Ayahku.
Continue...