Cinta yang begitu besar hingga membuat seorang wanita bernama Maria, rela berpindah keyakinan hanya untuk memperjuangkan cintanya.
Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah karena terlalu Mencintaimu,
dan kekecewaan terbesar dalam hidupku adalah karena perjuangan dan pengorbananku ternyata hanya sia sia, saat lelaki yang kuperjuangkan memutuskan menikahi wanita lain.
Ditengah luka dan kecewa yang dirasakannya. Muncul seorang pria tampan yang menerobos masuk kedalam kehidupannya dan selalu mengklaim bahwa Maria adalah miliknya.
Apakah Maria akan bersama dengan pria itu? Atau malah kembali bersama pria yang sudah mengecewakannya?
IG: NonaFi0609
Tekan ❤️ dan rate ⭐ ya, agar selalu bisa mengikuti alur ceritanya.
Mohon dukungannya, Terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L.A.T.M 11
Maria perlahan mengerjapkan matanya. Saat kesadaranya benar benar kembali, Maria menatap sekeliling ruangan yang ia sadari adalah ruangan Sebuah rumah sakit.
"Mar.. Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga." Ucap Syukur Dewi yang berada disana.
"Dew... kamu yang membawaku kesini?" Tanya Maria pelan karena tubuhnya masih lemas.
"Tidak Mar, aku tidak tau siapa yang membawamu kesini. Tadi saat aku menghubungimu seseorang menjawab nya dan mengatakam jika kamu berada disini. Ada apa Mar? Kenapa bisa seperti ini? Apa sesuatu terjadi?" Dewi Balik bertanya membuat Mata Maria kembali berkaca kaca, saat Dirinya kembali teringat akan Kenyataan menyakitkan yang menimpanya.
Hiks... hiks... hiks....
"Reyhan Dew... Rey... Dew..!!" Tangis Maria pecah, Maria benar benar kembali melepaskan semua tangis kesedihan yang benar benar menyiksa jiwa dan raganya.
Meskipun belum mengetahui apa yang terjadi. Melihat dan mendengar tangis Maria, membuat Dewi turut bersedih. Dewi dapat merasakan jika Saat ini Maria benar benar sedang terpuruk.
"Ceritakan Mar, Reyhan kenapa? Dia menyakitimu?" Tanya Dewi dengan air mata yang juga sudah meluncur diwajahnya.
"Dia... dia bukan hanya menyakitiku Dew... Dia dia benar benar sudah menghancurkan hidupku. Dia menghancurkanku Dew...." Jawab Maria disela isak tangisnya.
Ya Tuhan.. yang aku takutkan akhirnya terjadi. Ucap Dewi dalam hati membawa Maria masuk dalam pelukannya.
"Sakit Dew.... sungguh benar benar sakit. Sakit sekali Dew...." Ucap Maria mengeratkan pekukannya
"Tenangkan dirimu Mar, Aku disini dan akan selalu bersamamu. Jangan tangisi Pria berengsek Itu. Kamu tidak pantas menangisinya." Jawab Dewi yang juga tak kalah kencangnya menangis.
"Dew.... aku tidak menangisi dirinya. Aku sedih, aku menangis karena aku begitu hancur. Begitu bodoh Dew. Aku wanita yang sangat bodoh Dew. Aku bodoh...." Isak Maria melepaskan pelukan mereka lalu memukul kepalanya sendiri.
"Jangan seperti ini Mar... jangan sakiti dirimu seperti ini." Dewi coba menghentikan tangan Maria yang terus memukul kepalanya.
"Kamu Tahu Dew.... Aku bahkan rela dibuang oleh Keluargaku hanya demi Reyhan. Aku sudah mengecewakan Ayah dan Ibu Dew. Aku benar benar anak yang durhaka. Aku sudah menghancurkan diriku sendiri Dew.... Aku sudah menghancurkan hidupku Dew." Ucap Maria mengejutkan Dewi. Pasalnya Dewi sama sekali tidak mengetahui perihal orang tua Maria, Yang Dewi tahu Maria pulang kerumah orang tuanya meminta Restu dan keluarganya tentu saja memberikan restu. Tapi ternyata semua tidak seperti yang dibayangkan Dewi. Dewi benar benar merasa buruk karena tidak menyadari penderitaan Sahabatnya sendiri.
"Apa aku Teman yang buruk Mar? Aku bahkan tidak tau tentang semua ini. Maafkan aku Mar... Kenapa kamu tidak menceritakan semuanya padaku? Kenapa kamu menahan semua ini sendiri? Kenapa kamu menghadapi semuanya sendiri? Ada aku Mar, aku bersamamu. Jangan pendam semuanya sendiri." Ucap Dewi kembali memeluk Maria yang terus terisak menangis.
"Tidak ada orang tua yang tega membuang anaknya Mar, mereka hanya marah. Dan percayalah itu tidak akan berlangsung lama, Tidak ada orang tua yang membenci anaknya. Tidak ada orang tua yang akan tahan hidup tanpa Anaknya. Percayalah mereka pasti memaafkan mu. Setiap orang tua sangat menyayangi Anaknya Mar, Bahkan orangtua rela melakukan apapun demi kebahagian anaknya. Percayalah Mereka hanya butuh waktu untuk memaafkan mu." Ucap Dewi lagi menenangkan Maria.
"Justru itu Mar. Aku sudah memberikan luka dan kekecewaan pada mereka. Mereka yang dengan tulus mencintai dan menyayangiku, Aku sudah mengecewakan dan menyakiti mereka. Bodohnya aku Dew..."
"Kamu tahu Mar, Apa yang paling aku sukai darimu?" Tanya Dewi mengusap lembut punggung Maria.
"Aku menyukai mu karena kamu adalah wanita mandiri, yang selalu bersikap dewasa. Kamu wanita yang bijak, Wanita yang tegar. Kamu wanita yang tidak pernah terlihat lemah. Kamu wanita yang tidak mudah ditindas. Itulah yang paling aku sukai darimu. Bahkan aku sangat mengidolakanmu." Dewi tersenyum menjawab sendiri pertanyaannya.
"Aku Fans beratmu loh Mar... Boleh aku minta tanda tanganmu di pakaianku?" Tanya Dewi mencoba menghibur Maria dengan menggodanya. Dan ternyata semua tidak sia sia, terbukti Maria yang tertawa disela tangisnya.
"Aku sungguh Mengidolakanmu..." Ucap Dewi lagi melapaskan pelukannya, lalu menangkup kedua pipi Maria dan memasang Pupy eyes nya menatap Maria.
"Iss.... Kamu membuatku Jijik." Jawab Maria tersenyum lepas mencubit pelan lengan Dewi.
"Inilah... inilah Maria yang kukenal. Maria yang Kuat, Maria yang tegar. Tersenyumlah selalu Mar, Kamu pantas bahagia." Dewi tersenyum sembari jarinya menghapus sisa air mata Maria.
"Berjanjilah jangan tangisi Pria itu lagi Mar. Kamu berhak mendapatkan Pria yang jauh lebih baik darinya." Pinta Dewi pada Maria yang menganggukan pelan kepalanya.
"Terimakasih Dew... terimakasih. Kamu teman terbaikku. Kamu, Naura, Jenny. Aku menyayangi Kalian." Ucap Maria mulai menghentikan tangisnya.
"Kamu juga yang terbaik untuk kami. Kamu Atasan, Sahabat dan juga Kakak yang terbaik untuk kami Mar. Kami meyayangimu." Jawab Dewi dan keduanya kembali berpelukan.
Sahabat adalah orang yang selalu bisa menerima kamu apa adanya. Orang yang selalu mau menerima keluh kesahmu ketika ada masalah... Sahabat juga menjadi orang yang menyelamatkanmu dari rasa kesepian, Dan menguatkanmu saat kamu lemah. Mendapatkan Sahabat yang bisa mengerti setiap keadaanmu, Baik senang maupun duka adalah salah anugerah yang diberikan tuhan.
Itulah yang dirasakan Maria saat Ini. Bersyukur memiliki orang orang baik disisinya.
.
.
.
Tinggalkan jejak jika sudah baca ya🙏🙏
Follow Ig Author ya.
IG : NonaFi0609.
terimakasih🙏🥰