NovelToon NovelToon
First Love

First Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:316.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vie

Menceritakan dua kisah, antara Gibran anak broken home yang bertemu dengan Caramel. Dari pertemuan yang tak terduga, membuat Gibran merubah sikapnya secara perlahan demi mempertahankan hubungannya. Disisi lain dirinya juga harus mengalami penderitaan selama berada di rumahnya.

Selamat membaca:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Gudang

...Selamat Membaca📖...

Tepat saat mereka sudah menghabiskan somay, bel istirahat berbunyi. Satu persatu murid memasuki area kantin, sedangkan mereka ber-empat pergi ke kelas untuk mengambil dan mengganti seragam.

Selesai mengganti seragam sekolah, mereka langsung kembali ke kelas. Saat melewati koridor sekolah tak sengaja mereka berpapasan dengan Revan dan Asep.

"Sayang," panggil Revan, tentunya untuk Jihan.

"Mulai, bucin lo ya." Asep yang berada disampingnya merasa jijik dengan tingkah temannya yang satu ini.

"Apa lo jomblo, diem?!"

"Uhuk," Naura berpura-pura batuk. "Gue juga tersindir begok."

"Ah, udah yuk, kita ke kelas aja. Sini baju lo, gue bawain." Jihan memberikan pakaian olahraganya kepada Caramel.

"Gue pergi dulu ya. Dadaa." Jihan melambaikan tangan kanannya, sedangkan tangan yang satunya sudah bergandengan dengan tangan Revan.

Bay!

"Woy, terus gue sama siapa dong?!"

"BANGSAT LO VAN!" teriak Asep

Caramel, Putri dan Naura meninggalkan Asep sendirian di koridor sekolah. Asep mengacak rambutnya asal, tadi Revan yang menyuruhnya untuk menemani mencari Jihan, sekarang sudah ketemu malah dirinya yang ditinggal. Ah dasar jomblo.

Sesampainya di kelas Caramel, melipat bajunya kembali kemudian memasukkannya kedalam laci. Laci, dirinya jadi ingat tentang surat yang tadi pagi ia temui.

Rasa penasarannya kembali muncul, siapa yang sudah menulis surat itu.

Apa gue kesana aja ya? gumannya dalam hati.

"Hemm, gue ke kamar mandi dulu ya."

"Mau gue temenin?" ucap Putri

"Nggak usah, lo temenin aja Naura. Kasian dia sendirian, nanti di godain sama babang Asep." ucap Caramel, nadanya meledek.

"Apaan si, Mel. Jangan sebut nama itu lagi ah, males gue." Naura memanyunkan bibirnya, tangannya dilipat diatas meja.

"Ya udah, gue ke kamar dulu ya."

Caramel melangkah keluar, gudang yang dimaksud si penulis adalah gudang yang berada di lantai bawah. Dia menuruni tangga, tak sengaja dirinya berpapasan dengan, Gibran, Rival dan Bram. Caramel tak menghiraukan panggilan dari Rival dan Bram, dia terus berjalan hingga belakang sekolah.

Dirinya baru sadar, ternyata tempat ini sepi. Mungkin karna tempatnya di gedung paling belakang. Sejujurnya Caramel takut, namun rasa penasarannya juga lebih besar. Makannya dia memberanikan diri untuk masuk ke gudang.

"Sepi, nggak ada siapa-siapa." gumannya lirih, Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam.

"Apa jangan-jangan orang iseng, yang nulis ya?"

Brak!

Suara pintu tertutup dengan keras, Caramel langsung menoleh kebelakang. Ia berusaha membuka pintu gudang, namun sepertinya memang sengaja pintu ini dikunci dari luar. Ah sial, Caramel mulai takut, karna tempat ini cukup gelap hanya diterangi cahaya lewat jendela.

"TOLONG BUKAIN, SIAPA SAJA YANG DILUAR!" teriak Caramel, sepertinya tidak ada orang diluar. Kalo pun ada mungkin itu orang yang menguncinya dari luar.

"Kenpa lo, takut?" tanya seseorang dari belakangnya.

Caramel menoleh lagi kebelakang, Ia melihat seseorang mendekatinya.

"Sandrina, Liyodra. Jadi kalian yang nulis surat itu? buat apa?"

"Iya, kenapa?" Sandrina mendekati Caramel, cewek itu sudah tidak menghindarinya. Tubuhnya sudah menempel dengan tembok.

"Gue cuma ngingetin sama lo, jangan pernah lo deketin Gibran lagi. PAHAM NGGAK LO!" Kaki kanan Sandrina menginjak bangku yang sudah rapuh.

"Gue nggak pernah deket sama Gibran."

"Eh lo, nggak usah muna ya. Kemarin malem ngapain lo jalan berduaan sama Gibran, pasti lo ganjen ya?" nada Liyodra nyolot.

"It-itu cuma--"

"CUMA APA?" bentak Sandrina

Caramel menelan salivannya sendiri.

"Enaknya kita apain ya?"

"Hemm, apa ya?" Sandrina mikir sejenak. "Kayaknya dia takut deh di sini sendirian. Kita uji aja ya mental lo, seberapa berani lo disini."

"Gue mohon jangan tinggalin gue disini sendirian."

"Oh, jadi beneran lo takut. Tapi sayangnya kita nggak punya rasa kasian samo lo, jadi lo disini dulu ya. Ayo cabut Li."

"Bukak!" Liyodra memukul pintu gudang, tak lama seseorang membuka pintu. Liyodra dan Sandrina langsung keluar dan menguncinya kembali.

"TOLONG JANGAN TINGGALIN GUE SENDIRIAN, GUE TAKUT!" Caramel menggedor-gedor pintu gudang.

"GUE TINGGAL DULU YA SEBENTAR DOANG KOK." terak Sandrina dari balik pintu. Kemudian pergi meninggalkan Caramel sendirian digudang.

"Gue mohon, gue takut." Isak Caramel, Ia duduk sambil memeluk lututnya sendiri.

Caramel menggigit bibir bawahnya, air matanya mulai membasahi pipi. Dirinya menyesal tidak mengikuti ucapan Jihan dan Putri tadi.

Caramel berharap ada seseorang yang menolongnya dan membukakan pintu.

...🎨🎨🎨...

Naura dan Putri pergi ke kantin, untuk membeli minuman. Bel masuk masih lima menit lagi dan kantin masih cukup ramai.

Mereka melihat Jihan di kantin juga, sedang mengobrol dengan Revan. Didekat mereka juga ada anggota Antraxs.

"Han," panggil Putri, Jihan menoleh.

"Ada apa? Caramel mana?"

"Lah, gue kira sama lo."

"Nggak kok, dari tadi gue sama Revan disini. Nggak ada Caramel."

"Atau jangan-jangan," Putri menoleh kearah Jihan. "Caramel pergi ke gudang itu?!" sambung Jihan.

Naura mrngerutkan keningnya, tidak mengerti. Begitu juga dengan Revan.

"Gawat-"

Tet! tet! tet!

Bel masuk sudah berbunyi, semua anak di kantin pergi berhamburan. Gibran dan temannya menghampiri Revan.

"Ayok masuk," ucap Bram, sembari meneput pundak Revan.

"Bentar,"

"Nggak usah bucin lo, udah ah ayo."

"Kita harus tolongin Caramel, gue takut dia kenapa napa. Bantuin gue ya Van." Jihan memegang tangan Revan, memohon agar Revan membantunya. Namun Revan masih belum mengerti maksud dari Jihan.

"Kenapa sama Caramel?" tanya Rival

"Tadi pagi ada yang ngasih surat dimeja Caramel. Dia menyuruh Caramel buat pergi ke gudang belakang, tapi tadi gue sama Jihan udah nyegah dia biar nggak usah kesana. Tapi Caramel orangnya kan keras kepala.....dan sekarang gue takutnya dia diapa-apain sama orang yang nulis surat itu." jelas Putri

Gibran langsung berlari menuju ke gudang belakang sekolah. Langkahnya berhenti saat semuanya mengikuti dirinya.

"Lebih baik kalian masuk ke kelas aja!" Gibran kembali berlari.

"Bener si kata Gibran, kalian ke kelas aja. Biar gue yang nyusul."

"Yah enak di lo, dong. Bisa bolos." ketus Asep

"Udah ah, ayo. Nanti kita kena gapret bos lagi."

"Ya udah gue sama yang lain ke kelas dulu."

Bram, Asep dan Rival pergi meninggalkan Revan bersama tiga teman Caramel.

"Lebih baik, kalian juga masuk deh.Biar gue sama Jihan yang nyusul Gibran."

Putri dan Naura mengangguk.

Bersambung....

1
Dini Angraini
Wah2 jahat banget sih pacaran sama caramel kok tunangannya sama mona thor.Caramel semoga bila kamu tahu gibran segeralah pergi sejauh mungkin dan cepat move on ya jangan nangis.
Eneng Sutirah
matak tong buka hpnya kasep hahaaa
Eneng Sutirah
aduh gelis...yg baca serasa muda lagi..hatur nuhun neng vie novelmu keren" semua.
baru netass nih
lanjut dongg thorrr, lmaa bngd ga up
Ai laelasari
Hai kak aku mampir membawa like jangan lupa mampir di novel aku ya "MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND"
Fingky Yufimila
udah gak lanjut lagi kah??
SyaSyi
mampir aku thor
salam my Kids My Hero
kisah Aluna
kanjengprewty_
Baperrr
kanjengprewty_
Cemburu ya babang gibran
kanjengprewty_
Kamu manisss banget si gibran jadi tambah syg
Dhina ♑
Ya Allah Vie, apa kabar, niat hati ingin dukung tuntas, tapi aku tersesat
NURHAYATI NUR
gagalin pertunangannya toorr aaahhh ga seru dh
Sumariyasih
q baca novel ini ko kasihan sama caramelnya ya, dibohongin, tpi, tetap semangat n sehat selalu.
Buana
Apa yg terjadi dgnmu, Thor...😩
Aq msh setia..
Tiara
kok g dilanjutin thor
Buana
kok blm up sich Thor...
aq msh setia lh nungguin....
Linda Yogya
kok blm up Thor..msh setia nungguin kelanjutannya
Rina SahaRa Budiarti
mampir lagi
Ernis Widayanti
like
Umi Zahwa
cerita tentang remaja gini emang sedikit pembacanya di platform ini krn kebanyakan pembaca tu emak2 yg sukanya cerita yg ada adegan iya2nya 😅😅😅
semangat terus berkarya ya thor.. ceritamu bagus.. aku suka 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!