Cinta Tapi Menyakitkan, adalah kisah sebuah rumah tangga Anindita Putri dan Elnino Karisma.
El menikahi Anin karena ingin melupakan istrinya yang meninggalkan dirinya begitu saja. Sementara Anin karena sudah jatuh cinta pada El, akhirnya mau dinikahi.
Saling menyakiti bermula ketika Anin tahu bahwa El sudah pernah menikah, dan belum menceraikan istri pertamanya. Pernikahan untuk El adalah sebuah cara untuk melupakan istri pertamanya, dan belum memiliki perasaan cinta pada sosok Anin yang membuat Anin sangat tersakiti.
Anin berusaha untuk bangkit sendiri, dalam sakit hatinya, tiba-tiba banyak sosok pria dengan tulus mencintai Anin dan membuat Anin merasa di cintai, tapi dalam kondisi Anin tidak bisa bercerai dengan El.
Penasarankan bagaimana akhirnya kisah cinta Anin dan El? Akankah El kembali pada istri pertamanya, atau akan tetap bertahan dengan Anin, dan mencintainya?
Yuuuk baca Novel ini sampai akhir 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Felicialetha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Singapura
Hari ini adalah hari Senin, seperti biasa El masuk kantor dan melakukan segudang kegiatannya. Semenjak menikah dengan Anin, El lebih giat dengan semua pekerjaannya, ia ingin lebih sukses dan membahagiakan Anin.
El yang sudah di kantor, langsung masuk ke ruangannya dan melihat semua berkas yang sudah menumpuk diruangannya. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Took Tokk Tookk..." suara pintu diketuk dari luar.
"Ya masuk.." ucap El dengan cepat
Pintu itu terbuka, dan masuklah Reno kedalam ruangan bos sekaligus sahabatnya itu.
"Selamat pagi Pak El.." ucap Reno basa-basi
"Pagi, ada apa?" tanya El langsung, walau sebenarnya ia masih sibuk dengan berkas ditangannya.
"Ada tawaran bagus untuk perusahaan Bapak.." ucap Reno sembari menyerahkan berkas dalam map biru
"Tawaran?" tanya El tak percaya sembari menoleh ke arah berkas yang disodorkan Reno di mejanya
Dengan cepat El membuka berkas itu, membacanya dengan sangat teliti dan wajah serius.
"Ini benar?" tanya El tak percaya
Reno hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan bosnya itu.
"Iya Pak, Bapak di Undang langsung untuk datang ke Singapur, untuk meeting merencanakan semuanya. Tiket pesawat dan tempat tinggal sudah mereka siapkan" ucan Reno memberitahukan
El masih tak menyangka, karena ini adalah kali pertamanya bisnisnya bisa sampai ke Luar Negri. Walau masih di Asia.
"Iya ini kesempatan bagus, berapa lama kita akan disana?" tanya El karena penasaran
"Kalau cepat 3 hari juga pulang, Paling lama 7 hari" jawab Reno pada El
El terdiam ia memikirkan Anin sesaat.
"Nanti saya akan kabari, saya bilang dulu pada istri saya" ucap El pada Reno
Reno pun mengerti, langsung meninggalkan ruangan El dan membiarkannya sendirian.
...----------------...
Sebelum jam 4 sore, El sudah tiba dirumahnya. Anin sedang asik menonton tv diruang keluarga, dengan es jeruk buatannya.
"Assalamu'alaikum Istriku.." ucap El yang langsung masuk dan menghampiri Anin yang sedang santai di ruang keluarga itu
"Eh Sayang, kok sudah pulang tumben cepet.." ucap Anin tak menyangka suaminya sudah pulang
"Aku rindu.. Gak boleh emangnya?" ucap El sembari bermanja pada Anin dan menyandarkan kepalanya di bahu Anin
Anin tertawa kecil lalu ia mengelus lembut wajah suaminya itu, sembari mengecup kening suaminya yang sedang bermanja itu.
"Aku buatkan dulu kopi kesukaan kamu ya?" ucap Anin sembari hendak berdiri
"Tidak usah sayang.. Aku pulang sudah ada minuman yang menyambut ku kok.." ucap El menahan Anin kembali duduk sembari menunjuk segelas es jeruk dalam gelas yang baru habis seperempatnya
"Iya iya deh boleh.." ucap Anin lalu mengambilkannya untuk El
El meneguk es jeruk segar itu, hingga tersisa setengahnya saja. Sungguh menyegarkan, dan menghilangkan haus pikir El.
Setelah meletakan kembali gelas itu, El kembali bercumbu manja pada Istrinya itu.
"Sayang apa boleh aku pergi ke Singapur? Alhamdulillah sekarang perusahaan kita sudah punya client dari luar Negri.." ucap El dengan hati-hati
"Wah Alhamdulillah.. Boleh dong sayang, ini kesempatan bagus" ucap Anin dengan ikut bahagia
"Beneran sayang? Apa kamu tidak apa-apa aku tinggal untuk sementara?" tanya El meyakinkan
"Boleh sayang, asal kamu bisa jaga diri baik-baik disana yaaa.. Aku percaya kok sama kamu" ucap Anin menenangkan hati El
Keesokan harinya pagi-pagi sekali, El sudah berangkat ke Bandara, bersama Reno untuk penerbangan ke Singapur itu. Anin sengaja tak mengantar sampai bandara karena El dan Reno menaiki taxi online.
Sesampainya di Bandara El dan Reno langsung menuju tempat meeting karena sudah ditunggu oleh clientnya. Tempat yang asri, nan indah itu menyejukan mata. Resort sekaligus tempat tinggal El dan Reno untuk beberapa waktu ke depan.
Usai meeting, El dan Reno di jamu makan siang oleh clientnya itu. Disela-sela makannya El tiba-tiba kebelet ingin ke toilet, lalu ia berpamitan pada clientnya itu.
"Permisi sebentar" ucap El lalu bangkit dari duduknya
El sedikit berlari untuk ke toilet, sesampainya di sebuah toilet bergambar pria El masuk ke dalam. Tak lama ia kembali keluar, dengan terburu-buru El melangkahkan kaki, membuatnya tak dengaja menabrak seorang anak kecil berambut panjang dengan ikat kuncirnya itu.
"Awww.." jeritnya merasa sakit karena terdorong hingga membuatnya terpentok ke tembok
"I'am Sorry.. Sorry.." ucap El dalam bahasa inggris.
"Aw sakit.." ucapnya sembari mengelus keningnya
"Oh kamu bisa bahasa Indonesia?" tanya El sembari menghampiri gadis mani itu
"Bisa Om.. Orangtua saya orang Indonesia.." jawabnya dengan senyum menahan sakitnya
"Oh gitu.. Maafkan Om ya, Om tidak sengaja" ucap El sembari mengelus kening gadis cilik itu
Gadis itu hanya tersenyum ke arah El.
Tak berapa lama seorang wanita dewasa yang diyakini Ibunya langsung menghampiri.
"Erina kamu kenapa?" tanyanya dengan cemas
El memandang tajam ke arah wanita yang menghampiri gadis kecil itu, jantungnya berubah menjadi tak karuan, seolah berdegup kencang.
"Aku terdorong oleh Om ini, lalu terpentok ke tembok ini, Mami" jawab Gadis yang ternyata bernama Erina itu
Seorang wanita dewasa itu adalah Ibu dari Erina, langsung menoleh ke arah pria dewasa yang berdiri disampingnya.
"Elnino?" ucapnya sangat terkejut melihat El yang berdiri dengan wajah yang sama-sama terkejutnya ketika melihat dia.
"Elvira.." ucap El dengan wajah tak bergeming.
Wanita itu adalah Elvira, istri yang begitu saja meninggalkan El dalam pernikahannya, tanpa ucapan talak dan perceraian sah dari pengadilan.
"Permisi.." ucap El langsung karena ia teringat dengan client yang pasti menunggunya.
Elvira merasa heran kenapa El tidak penasaran dengan dirinya, dan gadis yang ada di hadapannya itu. El malah meninggalkan dirinya.
El pergi dengan sejuta tanya, apakah Elvira sudah menikah lagi, tapi anak yang memanggilnya Mami itu sudah lumayan besar.
"Are you ok?" tanya client El yang perhatian
"Ok.. Sorry.." jawab El dengan cepat dengan senyum tipisnya
Lalu semua membahas kembali persoalan pekerjaan mereka, hingga akhirnya deal. El beberapa hari di Singapur karena harus mempersiapkan semuanya.
El dan Reno kini ditinggal pergi oleh clientnya itu.
"Ada apa tadi?" tanya Reno penasaran
"Tadi Gue ketemu sama Elvira.. Gue kaget banget dia sama anak kecil kayaknya anak usia 4 tahun deh.." ucap El sembari tatapannya kosong ke sembarang arah
"Oh ya? berarti dia ada disini!" ucap Reno begitu kaget
"Kira-kira anak perempuan itu anak siapa ya? Apa mungkin dia sudah menikah lagi?" ucap El bertanya-tanya
"Tapi kalau berkisar 4 tahun kayaknya gak mungkin deh, dia ninggalin Lo juga 4 tahun lalu bukan? Masa sih secepat itu dia punya anak dari yang lain?" ucap Reno membuat El semakin penasaran
El terdiam pikirannya kemana-kemana, banyak sekali tanya yang harus dijawab.
"Lo ketemu dimana tadi?" tanya Reno lagi penasaran
"Di dekat toilet.. Gue gak sengaja tadi nyenggol anak kecil itu, gak lama Elvira datang, dan itu anak manggil Elvira, Mami" jawab El menceritakan semuanya
Reno langsung terdiam, ia sama-sama tak menyangka. Sahabatnya, El sudah mencari Elvira selama beberapa tahun terakhir sebelum dirinya memutuskan untuk menikahi Anin yang ia temui di Bandung. El memang tidak mencari ke Luar Negri, tapi El sudah berusaha mencari ke semua sanak saudara Elvira, mencari tahu bahkan sudah seperti mengemis informasi akan Elvira, namun hasilnya nihil, tak ada seorangpun yang memberitahukan pada El.
El takut untuk kembali bertemu dengan Elvira, langkahnya gontai kembali ke kamar resort bersama Reno dengan terburu-buru.