NovelToon NovelToon
Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Dijual oleh keluarganya sendiri sejak kecil, Viona Lin tumbuh sebagai pembantu keluarga Jiang. Hidupnya berubah ketika ia dipaksa mendonorkan ginjalnya untuk menyelamatkan Dylan Jiang, pewaris keluarga yang berkuasa.

Mengetahui pengorbanan itu, Dylan membawa Viona pergi dari keluarga Jiang. Namun alih-alih mendapatkan kebebasan, Viona justru terjebak dalam perhatian dan obsesi Dylan yang semakin sulit ia hindari.

Ketika seorang pria bertekad menjadikan dirinya miliknya selamanya, masih bisakah Viona menemukan jalan untuk bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Malam hari.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Dylan meneguk segelas air putih di ruang kerja.

Ia meletakkan gelas itu di atas meja, lalu menutup layar laptopnya.

Dengan langkah tenang, ia keluar dari ruang kerja menuju koridor.

Saat melewati salah satu pintu kamar, langkahnya tiba-tiba terhenti.

Tatapannya tertuju pada pintu kamar Viona.

“Mungkin dia sudah tidur,” gumamnya.

Dylan membuka pintu itu perlahan agar tidak menimbulkan suara.

Ia melangkah masuk.

Tatapannya langsung mengarah ke ranjang.

Namun, ranjang itu kosong.

Dylan mengernyit, lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar.

Beberapa detik kemudian, ia menemukan Viona sedang meringkuk di lantai dengan selimut tipis.

“Kenapa malah tidur di lantai? Apakah dia sudah terbiasa sehingga tidak bisa tidur di atas kasur?” gumam Dylan.

Ia berjalan mendekati gadis itu.

Wajah Viona terlihat pucat dan lelah. Bahkan saat tertidur, dahinya masih sedikit berkerut.

Dylan terdiam cukup lama menatap wajah itu.

“Masih kecil sudah dijual oleh orang tuanya. Setelah menjadi pembantu yang bekerja tanpa upah, dia juga diperlakukan seperti hewan. Delvin, kau benar-benar manusia berhati iblis,” batin Dylan.

Ia menghela napas pelan.

Dengan sangat hati-hati, Dylan membungkuk lalu menggendong tubuh Viona.

Tubuh gadis itu terasa begitu ringan hingga membuat hatinya semakin sesak.

Perlahan, ia membaringkan Viona di atas ranjang.

Kemudian ia menarik selimut dan menyelimuti tubuh gadis itu hingga sebatas dada.

Viona sedikit bergerak dalam tidurnya, tetapi tidak terbangun.

Dylan mengulurkan tangan, lalu dengan lembut merapikan beberapa helai rambut yang menutupi wajah gadis itu.

“Viona Lin, aku tahu apa yang selama ini kau takutkan. Karena kau adalah penyelamatku, mulai hari ini aku yang akan bertanggung jawab atas hidupmu. Asalkan kau tetap setia berada di sisiku, aku tidak akan pernah menyia-nyiakanmu,” ucap Dylan lirih.

Keesokan harinya.

Viona perlahan membuka matanya.

Saat melihat langit-langit kamar, ia masih tampak mengantuk.

Namun beberapa detik kemudian, matanya langsung membelalak.

“Hah? Kenapa aku... tidur di atas kasur?”

Viona segera duduk dan mengingat-ingat kejadian semalam.

“Seingatku aku tidur di lantai. Kenapa bisa berpindah ke sini?”

Ia langsung turun dari ranjang dengan panik.

“Gawat! Kalau kasurnya sampai kotor, aku pasti dihukum lagi.”

Tanpa membuang waktu, Viona segera merapikan sprei, selimut, dan bantal hingga kembali rapi seperti semula.

Setelah memastikan tidak ada yang berantakan, ia membuka pintu kamar dan berjalan keluar.

Aroma masakan hangat langsung menyambutnya.

Di ruang makan, Bibi Ma sedang menata berbagai hidangan di atas meja.

Melihat Viona datang, wajah wanita paruh baya itu langsung dipenuhi senyum.

“Kau sudah bangun?”

“Iya, Bibi.”

“Kalau begitu cepat cuci tangan. Sarapan sudah siap.”

Viona mengangguk, tetapi langkahnya terhenti saat melihat meja makan.

Di atas meja terdapat dua jenis hidangan yang berbeda.

Satu meja berisi menu Barat, sedangkan di sisi lainnya terdapat bubur hangat, sup ayam, sayuran rebus, telur kukus, susu hangat, dan buah-buahan.

“Bibi... kenapa makanannya dipisah?” tanya Viona bingung.

Bibi Ma tersenyum.

“Itu perintah Tuan Muda. Dokter Fang bilang tubuhmu kekurangan gizi dan masih dalam masa pemulihan. Jadi Tuan Muda meminta koki menyiapkan menu khusus untukmu.”

Viona langsung tertegun.

“Untuk... aku?”

“Iya. Beliau juga berpesan, mulai hari ini kau harus menghabiskan semuanya.”

Viona menatap makanan di hadapannya dengan mata yang mulai memerah.

Selama enam belas tahun tinggal di keluarga Jiang...

Ini adalah pertama kalinya...

Ada seseorang yang secara khusus menyiapkan makanan untuknya.

"Makanannya terlalu mewah," gumam Viona.

Tiga hari kemudian.

Tiba-tiba...

Ding dong...

Viona yang sedang membantu Bibi Ma di dapur langsung berjalan menuju pintu depan.

Saat pintu dibuka, seorang wanita cantik dengan penampilan anggun berdiri di luar.

Ia mengenakan gaun putih elegan, rambut panjangnya tergerai rapi, sementara di tangannya tergenggam sebuah tas bermerek.

Tatapannya langsung tertuju pada Viona.

“Kau siapa?” tanyanya dengan nada datar.

Viona sedikit membungkuk.

“Saya Viona, pelayan baru di rumah ini.”

Wanita itu mengamati Viona dari ujung kepala hingga kaki sebelum kembali bertanya,

“Di mana Dylan?”

“Tuan Muda sedang pergi ke luar kota,” jawab Viona jujur.

“Kalau begitu aku akan menunggunya di dalam.”

Tanpa meminta izin, wanita itu langsung melangkah masuk ke dalam mansion seolah rumah itu adalah miliknya sendiri.

“Saya akan ambilkan minuman,” ucap Viona dengan sopan.

Beberapa saat kemudian, ia kembali membawa segelas teh hangat dan meletakkannya di atas meja di depan wanita itu.

“Silakan, Nona.”

Clara hanya melirik sekilas tanpa mengucapkan terima kasih.

Beberapa saat kemudian, ia bangkit dari sofa dan melangkah menuju koridor.

“Nona, maaf,” ucap Bibi Ma sambil menghentikan langkahnya. “Tuan Muda berpesan tidak seorang pun boleh masuk ke ruang pribadinya tanpa izin.”

Clara langsung menatap Bibi Ma dengan wajah dingin.

“Hanya seorang pelayan rendahan, berani menghalangiku?” sindirnya. “Aku adalah calon istri Dylan. Setelah kami menikah, orang pertama yang akan kupecat adalah kau.”

Viona kemudian melangkah maju dan berdiri di depan Clara.

“Nona, walaupun begitu, sebaiknya Anda menghubungi Tuan Muda terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar beliau,” ucapnya dengan sopan.

Clara mendengus pelan.

“Majikanmu adalah calon suamiku. Artinya, kalian juga pelayanku.”

Tatapannya beralih kepada Viona.

“Pergi siapkan air panas. Aku ingin mandi. Setelah itu, siapkan makan malam untukku.”

Viona tidak langsung bergerak.

Ia justru bertanya dengan hati-hati.

“Maaf, Nona... apakah sebelumnya Anda pernah datang ke rumah ini?”

“Tentu saja pernah,” jawab Clara dengan percaya diri.

“Lalu... apakah Tuan Muda tahu kalau Anda datang hari ini?”

“Dia tidak perlu tahu,” jawab Clara sambil mengangkat dagunya. “Rumah ini juga akan menjadi milikku cepat atau lambat.”

Viona terdiam.

"Bukankah Tuan Muda baru pulang dari luar negeri?" batinnya. "Kalau begitu... bagaimana Nona ini bisa mengatakan pernah datang ke rumah ini?"

1
Nifatul Masruro Hikari Masaru
rasain
erviana erastus
sudah di warning dylon nih dua orang tolol masih nekat aza ckckck.... say good bye dunia ucapan ini buat kalian bertiga
erviana erastus
habisi aza mereka Dylan drpd buat susah 🤭
Maria Mariati
pasti dia siapa lagi, cari mati itu orang
erviana erastus
kelar hidupmu moly
erviana erastus
ais moly moly udah bosan hidup rupanya, 😏😏😏
Dini Anggraini
Q suka kak karakter Dylan ini teruskan usahamu ambil yang menjadi hakmu pelakor, putrinya dan delvin gak berhak dapatkan harta ibumu kalau perlu jual saja gara2 di rumah itu penderitaan ibumu di mulai sampai ibumu meninggal. 🥰🥰
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
iyalah mamanya meninggal gara gara kalian, anak mana yang tidak marah
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
setimpal sih dengan kelakuan mereka
erviana erastus
puas banget..... 😍😍😍
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
pengen banget berkata kasar, hey moly dan suaminya, pelayan itu manusia juga, bukan boneka, enak saja mau ambil organ organ orang
erviana erastus
pak tua ini 🤣 percaya diri kali
Maria Mariati
waduh belum sadar juga ini orang yakkk, pusing dahhhh 😁😁😁😁
Maria Mariati
tenang vioo bukan kamu pendonor nya pasti Dylan sudah persiapkan semua
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makanya jangan pernah berbuat semena mena sama orang lain
erviana erastus
langsung kirim ke alam baka aza mereka bertiga 🤭 biar dunia aman
erviana erastus
sujud syukur aku....selamat atas kehancuran kalian, 👏🏻👏🏻👏🏻
merry
kejam nuga dilan wkkkk adik se ayah pun gk peduli krn perbuatan orgtua yg jdi penghianat dan pelakor,, mntp dil
merry
bnr tu Jay 😆😆klo bls budi cukup ksh uang yg bnykk beres knn ksh saham juga bisa,,, in dr segala bju pun di atur in mah menlebhin seorg suami yg syg bgtt sm istrinya,, pdhl tau sndri bis mu dan vio bukn pasutri pcr juga buknn
erviana erastus
senangnya aku lihat 3 orang ini hancur lebur 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!