" Dia... Kenapa ada disini?"
Luna diam diam naksir pangeran sekolah selama delapan tahun. Luna adalah seorang gadis yang baru saja enam bulan bekerja pada sebuah perusahan raksasa tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang bernama Zafran Mahesa.
Dari pertemuan yang tidak sengaja itu, membuat zafran perhatian padanya. zafran secara terang terangan mendekati luna. luna yang akan membuka hatinya, harus di kejutkan dengan hadirnya kembali cinta pertama zafran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagus, kalau begitu kemari, ikut saya!
Waktu menunjukan pukul tujuh malam, ini adalah hari ke empat setelah pertemuan terakhirnya dengan zafran. Dan setelah hari itu, mereka sama sekali tidak ada komunikasi.
Seperti sebelumnya, luna sedang membereskan meja kerjanya dan berencana untuk pulang. Saat hendak berpamitan, ponselnya berdering. Luna segera mengangkat telefonnya
" halo" jawab luna
" dimana? " tanya penelefon
" ini siapa yah? " tanya luna
" zafran"
"hah?! " reflek luna terkejut dan takut salah dengar
" dimana luna? " tanyanya lagi
" oh .. Ini di kantor pak" jawab luna terbata
" pak?"
" eh, ran" ralat luna
"mau pulang? "
" iya.. Ini lagi siap siap"
" ya udah, tunggu di lift ya" ucap zafran.
" kenapa?" jawab luna.
" tunggu aja" ucap zafran dan menutup panggilannya.
Begitu terputus, luna segera mengeluarkan tas make upnya, dia merepikan riasannya. Tidak lupa ia menyemprotkan parfum pada tubuhnya. Dia berkaca sekali lagi, apakah penampilan nya sudah aman atau belum. Dia tidak ada waktu untuk berdebat dengan keingintahuannya, kenapa zafran bisa menghubunginya?
Setelah lima menit, luna segera berpamitan pada teman temannya yang tersisa, lalu bergegas menuju lift. Dan benar saja, sudah ada zafran yang berdiri di depan pintu lift. zafran menoleh ke arah luna dan tersenyum, membuat luna terdiam terpaku.
Ya tuhan, udah bertahun tahun kenapa masih begini kalau deket ciptaanmu ini
Ucap luna dalam hatinya.
Dengan tinggi badan 183 cm dan tubuh yang proporsional, dipadukan dengan setelan jas potongan slimfit berwarna hitam, berhasil menonjolkan bahunya yang bidang dan kaki jenjangnya, mengeluarkan aura yang karismatik. Di tambah, rambutnya yang dipotong pendek di bagian samping dan belakang, dengan bagian atas yang sedikit lebih panjang dan ditata berantakan, menambah damage ketampanannya bertambah.
Melihat luna yang tidak bergerak, zafran menyunggingkan senyum dan menatap mata luna, ia berjalan perlahan ke arah luna, membuat luna semakin merona. Saking gugupnya, tanpa sadar luna melangkah mundur satu kali. Hal itu sontak membuat zafran tertawa dan menatap luna.
" kenapa kamu ketawa? " tanya luna
Aduh apa ada yang aneh di muka gw? Apa menor banget dandanan gw? Atau make up gw gak rata gara gara buru buru
Keluh luna dalam hatinya.
" nothing.. Aku cuma ngerasa gemes sama kamu" ucap zafran
WHAT THE HELL, ZAFRAN GEMES SAMA GW !! ASTAGA LUNA MIMPI APA LO SEMALAM!!
Teriak luna dalam hatinya.
" kamu bilang gemes ke perempuan lain, apa nanti pacar kamu gak marah? " ucap luna. Entah mengapa pertanyaan itu begitu beraninya keluar dari mulut luna. Zafran hanya menaikan alisnya.
" aku gak punya pacar, tapi.. " ucap zafran
tapi? Apa zafran udah nikah
" kalau calon pacar ada" ucap zafran membuat luna terkejut dan sedih. Rasanya seperti di sambar petir mendengar pengakuan zafran seperti itu.
Lun, lu berharap apa? Udah jangan maruk luna, lo di kasih bisa deket sama zafran aja bersyukur
Ucap luna dalam hatinya. Tidak ada respon dari luna, zafran melanjutkan kalimatnya.
" hmm.. Baru sebulan ini, aku ketemu lagi sama dia, setelah bertahun tahun gak ketemu, dan aku tertarik sama dia" jelas zafran
" oh" zafran mengangkat alisnya menatap luna
" dan dia sekarang berdiri depan aku, " lanjut zafran. Sedangkan luna hanya celingukan mencari sosok wanita yang akan menjadi calon pacar idolanya itu.
" hai calon pacarku" goda zafran sambil menyentuh hidung luna dengan jarinya sambil tersenyum. Diperlakukan oleh zafran seperti itu, muka luna merah merono, dia gugup dan detak jantungnya semakin cepat.
Zafran kenapa sekarang seneng banget godain gw sih, kalau gw baper gimana hiks
Lirih luna dalam hatinya.
" ohmm... ran, aku ke kamar mandi dlu" ucap luna gugup dan langsung berlari ke kamar mandi tanpa menunggu jawab zafran. Sedangkan zafran yang ditinggalkan seorang diri, tersenyum dan tertawa pelan melihat ekpresi luna yang menggemaskan
" anjir lah luna kenapa harus kabur? "
" luna sadar please, dia cuma godain lo doang, please jangan baper please"
" tapi baper gimana dong kkkyyyaaa~~~"
" calon pacar... Kkkkkkkkkyyyaaaa~"
" tenang luna tenang, jangan konyol. Luna, tarik nafas luna"
Luna berdebat dengan dirinya sendiri di kamar mandi. Hampir 5 menit dia mengutuk dan berbicara pada dirinya sendiri lewat cermin. Setelah lebih tenang, luna mencuci tanganya, dan menghela nafas panjang. Dia berjalan ke luar kamar mandi, begitu sampai di depan, ternyata zafran masih disana menunggunya.
" kk.. ena.. pa mas.. ih disini? " tanya luna terbata pada zafran.
" tentu saja lagi nunggu calon pacar aku" jawab zafran menatap mata luna lekat lekat dan tak lama zafran menyunggingkan senyumnya, membuat luna terhipnotis dan merona bersamaan.
" oo.. oh.." ucap luna yang sudah membalik tubuhnya dan jalan duluan, zafran hanya tersenyum melihat luna yang begitu menggemaskan.
"luna... " panggil zafran lembut
" hmmm" jawab luna yang menoleh pada zafran.
" kenapa kamu selalu jalan di depan atau di belakang aku? " tanya zafran. Luna terdiam beberapa saat.
" .. hmm aku takut orang orang salah paham. Karena kamu bukan orang biasa ran, dan aku hanya staff" jawab luna. Zafran mengerutkan keningnya, dan dia tidak merespon apapun, Hanya diam dan dingin.
Eh.. Apa dia marah?
Ucap luna yang melihat perubahan zafran. Luna menarik jas lengan zafran dengan lembut.
" maaf" ucap luna
" luna, apa kamu malu jalan sama saya? " tanya zafran
" bukan! " Jawab luna spontan, membuat zafran tersenyum
" good girl.. " ucap zafran. Ia semakin mendekatkan dirinya pada luna, hingga luna terpojok pada dinding di belakangnya. Tapi zafran tetap semakin mendekatkan dirinya pada luna. Mengikis jarak di antara mereka.
Luna yang gugup hanya bisa menahan nafasnya, jantungnya sudah sangat berdetak kencang.
" luna, kamu gak usah takut orang salah paham" ucap zafran lembut. Lalu dia berbisik kepada luna
" karena kita memang memiliki hubungan rahasia bukan? " goda zafran pada luna, membuat luna semakin merah padam. zafran di buat gemas setengah mati melihat luna yang membeku seperti ini, sampai suara dentingan lift berbunyi, dan ada suara deheman dari dalam lift.
" ehem" suara ini membuat zafran dan luna menoleh secara bersamaan.
" bisa lakukan di rumah nak? " ucap dirgantara. Luna yang terkejut langsung mendorong tubuh zafran.
" ma.. af pak.. Ini gak seperti yang bapak lihat" ucap luna berusaha menjelaskan kesalahpahaman ini. Sedangkan zafran hanya tersenyum penuh arti.
" apa kamu di tindas oleh anak saya luna? " tanya dirgantara
" tidak pak" jawab luna
" bagus, kalau begitu kemari, ikut saya" jawab dirgantara menyuruh luna masuk ke dalam lift. zafran yang terkejut mendengar ucapan dirgantara segera memasang badan untuknya.
" pah, ini aku yang mulai, bukan salah luna" ucap zafran
" kamu siapa? " goda dirgantara, membuat zafran terkejut, ia tahu betul ayahnya itu sangat tidak suka bila anak mereka membuat keributan dikantor. Dirgantara dan arleta termasuk orang tua yang memberikan kebebasan dan kepercayaan untuk anak anaknya. Mereka hanya membuat aturan, tidak menghamili anak orang, tidak narkoba, karena akan merusak citra perusahaan. Mau minuman beralkohol silahkan, dengan catatan pulang menggunakan supir. Dan yang paling penting, tidak bermain api di kantor. Ada rasa kepanikan tersendiri bagi zafran yang menggoda luna di kantor. Lebih tepatnya di daerah teritorial bapaknya.
" pah, aku yang mulai" zafran berusaha memasang badan untuk luna dengan suara tenang. Lebih tepatnya mencoba untuk tenang, namun tidak dengan luna yang merasa overthinking.
" kemari luna, ikut saya" ucap dirgantara tegas
" baik pak" jawab luna melangkahkan kakinya ke dalam lift. Zafran mengikutinya, naman di tahan oleh alex yang tidak lain dan tidak bukan sekretaris papahnya.
" maaf mas zafran, intruksi papah anda, hanya ibu luna yang dipersilahkan naik" jelas alex
" om ayolah" rengek zafran, tapi apa daya alex sangat setia pada dirgantara, dia hanya tersenyum menanggapi zafran.
***