NovelToon NovelToon
Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Rela menunggu kepulangan seorang lelaki selama 5 tahun. Alisa harus dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gadis yang akan Gus Hafidz nikahi, bukanlah dirinya.

Sebagai salam perpisahan terakhir, Alisa rela menjadi bridesmaid pengantin wanita sebelum ia memilih untuk pergi dari pesantren.

Namun ternyata, kakaknya, Zefano. Pria yang baru pulang dari luar negeri itu jatuh cinta pada Alisa pada pandangan pertama. Dan berusaha menjerat Alisa agar menjadi miliknya. Hingga melakukan hal diluar nalar demi menjadikan Alisa istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepedulian dan kekhawatiran Zefano

Pria itu sontak berbalik, "Alisa! Aku berani sumpah aku sudah gaada hubungan apa-apa lagi sama dia! Kamu percaya kan sama aku? Omongannya tadi juga ngga berdasar, aku sama sekali tidak melakukan itu, Alisa!"

Raut wajah Zefano begitu menyiratkan kepanikan. Sementara Alisa di dalam mobil terus merunduk, memilin jemarinya gusar.

Memang, semua orang punya masa lalum tak bisa ia pungkiri ia juga terus memikirkan ucapan mba-mba tadi. Siapa yang tidak akan berfikir demikian, Zefano terkenal bandel. Ia sudah banyak mengemban skandal buruk di dalam hidupnya.

Namun Alisa belajar satu hal. Ia pernah menemukan nenek-nenek yang tak sengaja ia temui di toko. Nenek itu bercerita.

"Dulu nenek mantan pelacur. Nenek selalu melayani pria hidung belang tanpa pandang bulu. Namun saat nenek menemukan cinta sejati nenek, disitu nenek sudah berubah. Nenek tidak lagi melayani mereka. Bahkan nenek yang semula selalu welcome menjadi benci disentuh. Namun sayangnya, pria yang nenek cintai, tau masa lalu buruk nenek. Alhasil ia membatalkan lamaran. San—menikah dengan perempuan lain. Nenek hancur, Alisa. Sampai sekarang nenek tidak berani menerima lamaran pria karena masa lalu kelam nenek."

Alisa tertegun. Ia menoleh lemah ke arah Zefano. memaksakan senyumnya terbit, menggeleng lemah.

"Aku percaya sama kakak."

Tatapan haru dan pias tercetak jelas di wajah Zefano. Pria itu sontak memutari mobil, lalu masuk ke balik kemudi cepat. Menarik tubuh Alisa ke dalam pelukannya erat.

"Terimakasih, Alisa. Makasih kamu mau percaya sama, kakak." Isak tangis pria itu.

Tanpa sadar, kebringasan pria itu muncul disela-sela terhimpit. Tanpa fikir panjang, Zefano langsung meraih pipi Alisa. Lalu mengecup bibir gadis itu tanpa fikir panjang. Membuat Alisa membulat sempurna. Sontak mendorong bahu Zefano, menutupi bibirnya dengan lengan.

Terperanjat Zefano disitu. Ia lagi-lagi tak sadar sedang berhadapan dengan siapa.

"A-Alisa! Astaga...kakak refleks, Alisa. Kakak minta maaf!" pekik Zefano, menatap nanar Alisa yang menatapnya syok.

Alisa sontak memalingkan wajah cepat. Bagaimanapun, ini ciuman pertamanya. Bagaimana bisa Zefano mengambil ciumannya tanpa fikir panjang begitu.

"A-Alisa...." Lirih Zefano, menatap Alisa pias.

Namun gadis itu sama sekali tak bergeming. Ia sontak memukul kepalanya kuat.

"Bodoh kamu Zefano bodoh! Bagaimana bisa kamu melakukan hal bodoh seperti ini pada Alisa!" desisnya pada diri sendiri.

Zefano jadi bingung, mau bersikap yang bagimana lagi di depan Alisa. Ia menoleh ke arah Alisa. Gadis itu seperti ketakutan, meringkuk sembari menutupi bibirnya dengan tangan. Membuatnya tak bisa berfikir jernih.

"Sial! Kenapa jadi seperti ini!"

Karena kondisi yang tak terduga. Zefano akhirnya membawa Alisa pulang. Sesampainya di apartement, Alisa langsung berlari menuju kamar. semenjak ciuman mendadak itu, Alisa tak pernah mengeluarkan sepatah katapun, membuat Zefano kesal dengan dirinya sendiri.

"Alisa..Alisa aku mohon buka pintunya, Alisa." lirih Zefano, mengetuk pintu kamar mereka pelan, namun tak ada respon apapun dari luar.

Ia terduduk lemas di depan pintu, menatap kosong kebawah. Menjambak rambutnya frustasi.

"Kamu benar-benar bodoh, Zefano!" geramnya.

Namun tak bisa dipungkiri. Bibir Alisa, begitu lembut, kenyal dan memiliki sensasi tersediri. Bahkan bekas ciuman tadi masih terasa. Dan terus terngiang di otaknya.

Ia menyentuh bibir bawahnya pelan, membayangkan bagimana ciuman singkat tadi begitu menuntut jiwa dan batinnya semakin meronta.

"Aku—ingin lebih dari ini."

Zefano mengusak rambutnya cepat kala bayang-bayang m*sum tergambar jelas di otaknya dengan Alisa.

"Zefano! Apa sebenarnya yang kamu bayangkan!"

BRAKK!!

Zefano terperanjat saat mendengar suara benda jatuh dari dalam, lalu disusul suara rintihan yang jelas itu rintihan Alisa.

Pria itu sontak bangkit, menggebrak-gebrak pintu kamar mereka kuat.

"Alisa! Apa itu tadi yang jatuh?! Kamu tidak apa-apa kan?! Alisa?! Alisa kumohon buka pintunya!"

Namun tak ada suara apapun dari dalam. Sementara Zefano sudah kepalang takut. Ia menjambak rambutnya sembari menarik-narik knop pintu kuat. Namun bukannya terbuka, knop pintu itu malah putus ia buat. Yang semakin membuatnya frustasi.

"Sial! Alisa!" pekik Zefano menggebrak-gebrak pintu kuat.

Tak punya cara lain, Zefano akhirnya mencoba beberapa kali untuk menendang pintu. Hingga tendangan kedua, akhirnya pintu itu terbuka. Engsel pintunya sampai lepas ia buat, membuat pintu itu miring.

Tanpa fikir panjang Zefano langsung berlari menuju kamar mandi. Ia terperanjat saat melihat Alisa sedang merintih sembari membersihkan lututnya yang berdarah.

"Astaga Alisa!"

Pria itu sontak masuk, berjongkok di depan Alisa. Dan tanpa fikir panjang meraih kaki Alisa hingga gadis itu terperanjat. Buru-buru bangkit, menempel pada dinding. Menatap takut ke arah Zefano.

"A-Alisa, aku tidak bermaksud menyentuhmu! Aku hanya—hanya takut kamu kenapa-kenapa Alisa." lirih Zefano, tatapannya begitu menyedihkan dan pias.

Alisa tertegun. Sudah berapa lama ia tidak mendapatkan perhatian seperti ini. Tanpa sadar menatap Zefano intens, tanpa berkedip.

Zefano mengulum senyum tipis saat tak melihat pemberontakan di gadis itu. Ia lekas keluar, mencari otak P3K untuk membantu membersihkan luka Alisa.

Dengan lembut, ia raih tangan Alisa. Mengajaknya menuju ranjang.

"Aku tidak akan berbuat seperti itu lagi padamu, Alisa. Jadi mari kita bersihkan lukamu."

Dengan lembut, Zefano dudukkan Alisa pada ranjang. Lalu ia duduk di sampingnya, mengarahkan tangannya pada Alisa hingga gadis itu tertegun.

"Sini, kakimu, biar aku obati." lirihnya lembut.

Alisa sempat ragu, namun ia tak mau melawan perintah suami. Alhasil, dengan takut-takut ia menghadap ke arah Zefano, mengangkat kakinya ke hadapan pria itu.

Dengan lembut Zefano tarik kaki Alisa ke pangkuannya. Membuat gadis itu terperanjat kaget. Hendak menarik kaki, namun di tahan oleh Zefano.

"Tenanglah, aku hanya ingin mengobati lukamu."

Akhirnya Alisa pun menurut. Meksi ia masih merasa takut dan malu, menutupi wajahnya yang bersemu merah.

Dengan lembut Zefano singkap gamis Alisa yang menutupi kakinya, hingga setinggi lutut. Ia refleks menelan ludah saat melihat kaki putih mulus Alisa. Tangannya gemetar saat hendak melayangkan kapas yang sudah ditetesi Betadine ke lutut Alisa.

"Tahan Zefano....tahan...Kau tidak boleh membuat Alisa takut." batinnya, mencoba menahan sekuat tenaga.

Dengan telaten Zefano bersihkan, meski kerap menelan ludah, dan keningnya yang mengeluarkan keringat, Zefano tetap berusaha menahan tangannya agar tidak bertindak lebih.

Alisa tertegun saat melihat begitu lembut suaminya memperlakukannya. Menghilangkan sedikit demi sedikit bibit-bibit ketakutan di hati Alisa pada pria itu.

Tanpa sadar senyum tipisnya terbit. Ia pandangi wajah Zefano intens dengan tatapan penuh binar.

Ia tak mengira, Zefano pria yang begitu lembut. Meski tadi bertindak tanpa basa-basi, tak Alisa pungkiri, ia tak begitu menyesal menyerahkan ciuman pertamanya pada Zefano.

"Aku tidak tahu ini anugrah atau ujian. Tapi aku harap, kamu tidak berubah, kak."

1
falea sezi
pergi sejauhnya biar suami. goblok mu klo uda inget pasti kelabakan🤣 sebel liat laki oon gini pengen tak timpuk🤭 lanjut banyak thor q ksih hadiah deh
falea sezi
pergi aja Alisa biar klo dia inget mampus uda telat🤣 laki. goblok gini males bgt bkin Alisa pergi thor biar gk kayak ikan terbang
Dynhz: hhhi siap, aku juga klo jadi Alisa pergi sih😭
total 1 replies
Winny
👍
AsLan 🦁
diawal-awal udah bagus makin kesini makin pret kaya sinetron ikan terbang, basiiii
Dynhz: maaf yah kalo cerita saya kaya ikan terbang😁🙏🏻makasih sudah mampir😁🙏🏻
total 1 replies
AsLan 🦁
preeeetttlaaaghh
falea sezi
yaa kemana si zafano😕 msak hanyut nanti amnesia lagi😕
falea sezi
lanjut donk
Dynhz: uwokeee😍👍
total 1 replies
falea sezi
jahat bgt si hafiz makan aja itu ning nong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!