NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Pelayan Cantik

Terjerat Cinta Pelayan Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Cintapertama
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari Husein

Alya—gadis 20 tahun, terpaksa bekerja menggantikan ibunya yang sakit keras. Ia menjadi seorang pelayan di sebuah mansion mewah milik seorang pria kaya yang terkenal dingin dan arogan.

Suatu hari keduanya bertemu.

Maxime, pemilik rumah tersebut jatuh cinta pada gadis itu dan memintanya untuk menikah dengannya.

Namun, Alya menolak, karena merasa dipermainkan oleh pria itu.

Pria itu tidak menyerah, ia melakukan segala cara untuk mendapatkan hatinya.

Apakah pria itu akan berhasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab sebelas.

Alya sudah beberapa hari ini bekerja di klub malam. Ia mulai paham, apa saja yang menjadi tugasnya dan bagaimana ia harus bersikap ketika tiba-tiba ada pelanggan yang mulai nakal karena mabuk.

Untungnya, sejauh ini semua berjalan dengan lancar dan aman.

Ia bisa tetap bekerja di mansion pada pagi hari, dan di klub pada malam harinya, tanpa ada yang tahu, kecuali Bayu.

Pagi ini, tuannya pergi lebih cepat ke kantor. Ia agak sedikit terburu-buru dan tampak kesal, entah kenapa.

Mungkin ada masalah di kantor.

Alya bisa sedikit merasa lega karena tidak perlu bertemu dengannya seharian ini. Apalagi sepertinya pria itu juga tidak akan kembali ke rumah malam ini.

Berada di satu ruangan dengan pria itu terkadang membuat Alya merasa canggung. Walaupun sebenarnya pria itu sangat baik dan terkadang menunjukkan keramahannya.

Alya kini sedang membersihkan kamar tidur utama. Ia tidak sendiri, melainkan bersama kedua sahabatnya, Mira dan Desi.

Ruangan ini memang sudah lama kosong, tapi selalu rutin dibersihkan. Kamar tidur ini dulunya milik orang tua Maxime. Namun, kini mereka sedang menetap di Amerika untuk mengurus saudari kembar Maxime yang sedang menjalani pengobatan di sana.

Sementara Maxime, kembali ke sini untuk menggantikan tugas ayahnya di perusahaan untuk sementara waktu. Bukan sebagai pemilik, namun sebagai Presiden Direktur yang baru.

"Al." panggil Desi, di sela-sela pekerjaannya. Gadis itu sedang membersihkan karpet dengan penyedot debu.

Alya menoleh tanpa suara. Ia sedang mengganti sprei bersama Mira.

"Apa kau benar-benar menjalin hubungan dengan Bayu?" tanya Desi ragu, seolah takut menyinggung perasaan Alya.

Alya menghela napas panjang. Menatap Desi dengan raut wajah malas. "Apa Sinta dan Lani yang mengatakannya?" tanyanya.

"Iya. Dia mengatakannya pada semua orang." perkataan Desi terhenti sejenak. Ia menatap Alya dengan tatapan yang sedikit menuntut. "Apa itu benar?"

Alya menghentikan gerakannya. Ia menatap sahabatnya itu. "Apa kalian percaya pada perkataannya?"

"Tentu saja tidak, Al. Tapi..." lagi-lagi Desi berhenti bicara. Ia tampak ragu. "Jika kau suka pada Bayu juga tidak apa-apa. Kalian berdua kan sama-sama sedang sendiri." ia tampak cengengesan.

Alya menghembuskan napas cepat. "Aku tidak punya hubungan apapun dengan Bayu. Kami hanya berteman baik."

Alya akhirnya terpaksa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Desi dan Mira.

Dimulai dari Bayu yang menawarinya pekerjaan, hingga tentang dirinya yang selalu diantar pulang oleh Bayu.

"Ah, itu terdengar lebih masuk akal." sahut Desi, manggut-manggut.

"Sudah jelas, kan? Jadi, jangan dengarkan apa Sinta. Dia hanya cemburu buta padaku." jelas Alya.

"Kami percaya padamu, Al." sahut Mira sambil menepuk pelan pundaknya.

Alya tersenyum. Lalu mereka melanjutkan pekerjaannya kembali.

🌺🌺🌺

Malam harinya, seperti biasa, Alya pergi bersama Bayu ke klub malam.

Setelah mengganti pakaiannya, ia langsung pergi bersiap untuk mengantarkan minuman ke sebuah ruangan VIP.

Madam Choo sempat memperingatkan dirinya untuk menjaga sikap. Karena di ruangan itu ada tamu-tamu penting yang sudah menjadi pelanggan tetap di klub miliknya ini.

Alya bersama dua orang pelayan wanita lainnya, membawa nampan di masing-masing tangan mereka. Nampan itu berisi beberapa botol minuman dan juga makanan ringan.

Mereka masuk ke dalam ruangan itu satu per satu. Ruangan itu di desain kedap suara, dengan pencahayaan yang sedikit lebih terang dari pada tempat lainnya.

Alya bisa melihat jelas wajah para tamu yang sebagian besar di dominasi oleh para pria muda. Jumlahnya ada sekitar enam orang. Empat diantaranya, didampingi oleh para wanita cantik yang selalu siap melayani mereka dengan pelayanan terbaik.

Alya dan kedua pelayan wanita lainnya, meletakkan botol-botol minuman itu di atas meja kaca dengan cepat dan hati-hati.

Lalu kembali berdiri, dan bersiap untuk keluar dari ruangan. Namun... langkah kaki Alya terhenti ketika seorang diantara mereka menyebut nama depannya dengan sangat jelas.

Alya menoleh, dan matanya seketika melebar, penuh keterkejutan.

Suasana yang tadinya penuh dengan suara, kini tampak senyap. Semua mata tertuju padanya.

Namun, tatapan Alya langsung terkunci pada satu pria yang kini menatapnya tajam.

Alisnya terangkat sebelah, tampak heran.

"Tu... an muda." ucap Alya terbata.

Pria itu tak lain adalah Maxime, majikannya. Ia tidak terlalu memperhatikan wajah mereka tadi. Bisa-bisanya ia tidak mengenali tuannya diantara para lelaki itu.

"Siapa dia, Max?" pria disampingnya, menyikut lengannya pelan. "Dari mana kau mengenal gadis secantik ini? Kenapa tidak mengatakannya padaku?"

Maxime mantap pria itu dingin, "Diamlah!" desisnya tajam.

"Pesankan ruangan lain!" perintahnya pada pria itu, yang tak lain adalah Jonathan, sahabatnya. Tatapannya tetap terkunci pada Alya, "Aku perlu bicara pada gadis ini secara pribadi."

Alya tampak menelan ludahnya dengan susah payah. Perasaannya seketika menjadi tidak tenang.

*

*

Ruangan ini sama luasnya seperti ruangan sebelumnya. Namun, entah mengapa kini terasa lebih kecil dan sempit, seolah ia terhimpit di antara kedua pria yang duduk tepat di hadapannya.

Atmosfer di ruangan itu terasa sedikit sesak dan panas. Seolah tidak ada pasokan oksigen yang mengalir di dalamnya.

Maxime duduk tenang di atas sofa, namun matanya tak pernah lepas dari wajah Alya yang berdiri tertunduk dihadapannya.

Gadis itu seolah sedang menunggu untuk diadili atas kesalahannya.

Namun...

"Kenapa kau juga ikut duduk di sini?" tanya Maxime pada Jonathan yang duduk di sampingnya dengan santai.

"Aku hanya ingin melindungi gadis ini? Dia sepertinya gadis baik-baik yang polos." jelas Jonathan santai, sambil tersenyum ke arah gadis itu.

Ia mendengus kesal. "Kau pikir aku ini pria mesum sepertimu. Pergilah sana!" usirnya, sambil mendorong bahunya kasar.

Jonathan sedikit oleng kesamping, namun dengan cepat, ia kembali duduk tegak dan penuh kewibawaan.

"Aku ini seorang pengacara, Nona. Jadi, kau tenang saja. Jika dia berbuat kasar padamu, aku akan menuntutnya di pengadilan." ucap Jonathan tegas.

"Tutup mulutmu!!" seru Maxime tajam, dengan tatapan mata yang menusuk.

Jonathan seketika menutup mulutnya, dan duduk dengan tenang.

Tatapan Maxime kembali pada Alya.

"Jadi, Nona Alya..." suara baritonnya, menggema di seluruh ruangan. Terdengar tegas, dingin dan tajam. "Apa yang kau lakukan di sini?"

🌺🌺🌺

1
Xlyzy
Alya yang kuat ya, semoga Oprasi ibu mu berhasil
Miu.Nuha
aishh wanginya itu lohh...
mengalihkan duniakuu~
Miu.Nuha
iya, cari second love gih biar move on /Determined/
Rain Aricia
Ya udah lah gapapa, sekarang pikirin dirimu dulu mau ga jadi model itu
Rain Aricia
Dia kan tau diri Max
Rain Aricia
Kalau gitu suruh lah dia log out dari club malam itu, Max
🔵 MULIANA💦
bisa-bisanya kepikiran nyolong peralatan rumah tangga /Facepalm/
-Thiea-: soalnya barangnya bermerek semua.. dikira yang punya rumah kagak bakalan tahu..😁
total 1 replies
🔵 MULIANA💦
kayaknya itu ungkapan hatinya deh 🤭
🔵 MULIANA💦
lah, masih sempat-sempatnya /Facepalm/
🔵 MULIANA💦
bayarannya, tanpa bunga kan max 🤭
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih meni eweh gawe sia ih 🫣😆/Chuckle/
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
lumayan terharu.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
untungnya si Al masih punya nurani ke baikan tersisa yah, klw nggak udh aku tendang tuh.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
adeuh 🤦 meuni sok asa 😤 Jol seak gampangnya menyebut dirinya ayah. akibat obses yg tak jelasnya itu.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kayaknya klw ada di hadapan kehidupan ku, aing tak Sudi mendengar ucapan itu, lihatny🫤a pun aing tak Sudi 😒🙄☹️
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
masa sih, masa iya 😒🙄
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
andai di sini bisa kirim stiker kaya di wa nanti aing bakal kirim Poto stiker aku yg natap mode kaya 😒. untuk ucapan seperti itu sebel rasanya.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
harusnya Lo om cari info yg lebih dalam lagi, jadi jangan seolah menyalahkan emaknya si Al, karena pasti ada satu hal yg membuatnya pergi dari kau paham tuan.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
dari sudut bicara anda ini kayak menganggap hal sepele, kayak menggampangkan aja gitu 🤦 terserah lu lah om.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
om kau emang tua keladi yang rese, gw klw jadi emaknya si Al sama kayaknya karena nggak mudah. soalnya kau tiba² muncul terus bikin suasana kacau di kondisi kagak Bae rese Lo ya om.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!